Prolog
Abby Pratama pengusaha di bidang perhotelan, menikah karena terpaksa menuruti kemauan orang tua nya hingga harus meninggalkan cinta pertamanya bahkan tanpa perpisahan.
Rasa bersalah nya telah mengabaikan kekasih nya membuat Abby berhati dingin, dan tidak perhatian terhadap istri pertama nya , hingga tanpa sengaja dia di pertemukan lagi dengan Risa Amanda cinta pertama nya di kota De. Dia pun tidak mau melepaskan Risa lagi hingga memaksanya menikah dan menjadi istri kedua. Pernikahan mereka di dukung oleh kedua sahabat nya Doni dan Jaya.
Namun hanya beberapa hari saja Risa Amanda memilih meninggalkan nya karena hatinya merasa lebih sakit saat tanpa sengaja bertemu dengan istri pertama nya, cacian demi cacian di lontarkan nya di depan umum , begitu mencabik luka lama nya saat Abby Pratama meninggalkan nya, perih, rapuh dan ahkirnya hancur.
Dari situlah ia tahu bahwa sesungguh nya istri pertama nya juga merasakan nya saat ini.
Dia pun bertekad tidak ingin ada wanita lain yang merasakan sakit nya terabaikan, meskipun dia harus menanggung perih nya tuduhan sebagai wanita hina.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selisih Jalan
" Kak pulang yuk , udah kangen sama mama nehh. "
wahh pasti nanti mama bakal heboh neh anak nya ada di rumah semua, jadi ga sabar mau cepat pulang.
" iya mama pasti udah nunguin tuh dek .., don tolong antar kami pulang dunk.." pasti abby suka naik darah deh kalau aku mintak doni yang nganterin , 1 2 3...
" ga bisa , jaya saja yang antar kalian ! "
kannn.. kann bener dugaan ku, mreka kenapa sehh selalu saja macam kucing dan tikus berebut keju.
dan benar saja apa yang di pikirkan risa, bahwa abby suka jealous kalau risa pergi dengan doni, karena doni pernah mengungkapkan perasaan nya ingin memeliki risa dan itu membuat pikiran nya selalu parno .
" jay.. pergilah antar mereka pulang, dan cepat kembali !! "
" siapp boss , ayoo aku akan mengantar kalian sampai dengan selamat dan sehat sentosa ha ha "
ahh.. ahkirnyaa dapat juga kesempatan, semoga ini awal yang baik..
hohh.. kenapa aku jadi memikirkan sari sehh.. ohhh tidakk tidakk bisa kena libas abby akuu ..
" baiklah yank kami pamit ya, jangan tidur larut malam, besok pagi aku menantimu "
sambil memberi salam risa dan sari pamit pulang sama abby juga doni mereka pergi bersama jaya .
" baiklah aku akan merindukan mu"
***
" yeaaahh.. kita sudah sampai mama, pasti nanti papa terkejut, yakan ma..? "
"iyaa, semoga papa ada di kantor ya sayang, nanti jangan kecewa kalau papa tidak ada, kan kita tidak telfon dulu, mengerti..?
semoga papa ada, kasian kakak kalau sampai kecewa.
" mengerti mama.."
sesaat mereka memasuki halaman hotel , jaya jalan keluar membawa risa dan sari menuju rumah orang tua nya.
***
" ris, gimana perasaan mu ahkirnya mau menikah dengan abby..? " semoga risa niat nya baik, tapi aku yakin risa memang baik , aku sangat mengenal hati nya.
" aku merasa bersalah, hanya aku juga tidak bisa membohongi hatiku, aku sangat mencintai nya, aku bahagia dekat dengan abby. apa menurutmu aku jahat jay? "
ya Tuhan, ampunilah dosa ku, aku berjanji akan meminta maaf pada avi, suati saat aku akan menemuinya untuk meminta maaf.
" sebagai teman mu aku boleh jujur kan? "
" jujurlah, aku sangat menghargai kejujuran mu ! "
"aku rasa kamu tahu bagaimana sakitnya abby meninggalkan mu, begitu juga yang akan di rasakan istri nya " maaf ris bila aku harus jujur, aku ingin kamu sadar tapi aku tahu bagaimana yg akan terjadi sekalipun kamu melarikan diri, kali ini abby tidak akan ambil diam ..
" sari hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kakak" sambil memeluk risa yang duduk di samping nya sari merasa terharu akan jalan hidup kakak nya, tetapi dia selalu mendukung untuk kebahagian kakak nya.
" ahkirnya sampai juga, wahh kamu hebat juga ya jay , 5 th tidak pernah datang tapi masih ingat jalan menuju rumah ku.."
" karna aku menyimpan nya di dalam hati hahaha "
" gomball lagii, hati hati dek, rasanya ada yang mengeluarkan jurus rayuan nya " mereka saling bercanda saat jaya berhasil menghantarkan mereka sampai di rumah tanpa bertanya arah jalan nya, karena jaya masih menghafal rumah sahabatnya itu.
" baiklah aku langsung saja, taukan gimana abby ?! "
bisa bisa aku di introgasi semalaman kalau sampai lama lama di sini, baiknya aku pulang saja.
" makasii banyak mas jay.. " sari mengucapkan terimakasih dan melambaikan tangan nya setelah keluar dari dalam mobil nya bersama kakak nya. dan jaya langsung melajukan mobil nya kembali ke hotel pratama.
***
avi dan bita memasuki hotel dan menuju ke kantor suami nya, sampai di depan kantor dia mengetuk pintu dahulu namun bita memaksa mendorong pintu itu lalu menerobos masuk..
" papaa..."
" haaiii.. koq gak bilang sama papa kalau mau datang humm..? kalau papa lagi keluar bagaimana..? "
abby merasa terkejut melihat bita dan istri nya datang tiba tiba.
" haloo pa.. sudah makan siang belum..? ayo kita makan di resto mama dan kakak sengaja ingin makan disini, boleh kan temani kami makan? "
avi mengajak suami nya untuk menemani mereka makan di resto hotel nya.
" boleh, ayo kita pergi makan " abby membawa anak dan istri turun untuk makan siang bersama.
sementara doni tak kalah terkejut, layak nya orang yang abis lari jarak jauh detak jantung nya berpacu cepat, seluruh badan terasa panas..
" brakk.... woiisst luarr biasa lamunan jauhh sampai tujuh khayangan ya...? sampai aku datang di cuekin, di tanya bengong aja.. engkau kenapa nehh..? "
jaya merepet melihat doni yang termeneng seperti orang ketakutan.
" hahhh.. jadi kamu tadi tidak melihat mereka..? "
" mereka siapa " jaya aemakin penasaran di buat nya , apa lagi raut wajah doni semakin tegang bagaikan sosis yang sedang berendam dalam minyak goreng panas.
" huhh.. avi baru saja datang setelah kalian keluar dari sini.." sambil bebicara terbata bata doni menjelaskan kalau ada avi datang.
" wuhhh.. selamat kitaa don, berarti kami selisih jalan, tadi memang aku melihat mobil pak ahmad datang tapi aku tidak tahu kalau avi ada bersamanya.
mereka berdua merasa lega karena kalau saja tadi sari tidak meminta pulang, sudah pasti mereka bertemu disini.