NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Kenzo menahan napas. Ia mengerjapkan matanya berulang kali.

Mencoba mengusir halusinasi dari rasa lelah, pemuda itu tetap mendapati layar emas melayang di depan wajahnya.

Dia mengulurkan tangan. Ujung jarinya menyentuh permukaan bercahaya tersebut.

Riak gelombang tipis muncul di udara, disusul rasa dingin yang menjalar di kulitnya. Kejadian ini nyata.

Mata Kenzo membaca baris teks mekanis. Hanya ada dua menu dasar: Gacha dan Penyimpanan Tak Terbatas.

Saat jarinya menyentuh pilihan pertama, daftar probabilitas langsung terpampang jelas di hadapannya.

Bronze dengan peluang 75%. Silver sebesar 24,9%.

Gold yang hanya 0,1%. Serta Platinum dengan peluang nyaris mustahil, yaitu 0,0000001%.

Kenzo berbisik lirih. "Satu banding sepuluh juta."

Tatapannya lalu terhenti pada tulisan paling bawah. `[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 3/3]`.

'Artinya batas ini akan kembali penuh besok,' pikirnya. Sebuah kepastian berharga di tengah ketidakpastian.

BRAK!

Gedoran keras mendadak menghantam pintu kayu kamar sewanya hingga bergetar hebat.

"Buka pintunya, Kenzo! Aku tahu kau di dalam!"

Kenzo tersentak. Suara berat itu sangat ia kenali. Bimo.

Dia adalah penagih utang sewaan yang terkenal kejam. Kenzo memang sudah menunggak sewa selama 2 bulan.

BRAK!

Pintu kamar yang lapuk itu jebol. Engselnya patah, menyisakan celah lebar.

Pria berbadan gempal dengan jaket kulit kusam melangkah masuk. Tangannya memegang sebatang besi.

"Waktunya habis, Bocah. Bayar sekarang atau kau tidur di selokan dengan kaki patah," ancam Bimo.

Kenzo melangkah mundur. Otaknya berpikir cepat, mencari jalan keluar dari situasi terjepit ini.

Dia melirik layar emas yang anehnya tidak bisa dilihat oleh Bimo.

'Haruskah aku pakai jaminan seratus persen?' pikirnya ragu.

Tidak. Limit 3 kali sehari ini terlalu berharga untuk dihadiahkan pada preman pasar seperti Bimo.

Ia menolak membuang kartu as miliknya. Jari Kenzo segera menekan pilihan lain. `[Tarik 1x Biasa]`.

Cahaya emas berputar cepat di depan matanya, lalu meredup menjadi warna perunggu yang kusam.

`[Gacha Selesai. Kualitas: Bronze.]`

`[Hadiah telah dipindahkan ke Penyimpanan Tak Terbatas.]`

Sambil terus mundur ke sudut gelap kamarnya, Kenzo membuka menu penyimpanan dan memilih opsi keluarkan.

Tanpa suara, partikel cahaya berkumpul di balik telapak tangannya. Sebuah benda fisik memadat.

Kenzo meraba benda itu. Bukan pisau atau pistol. Hanya segulung kawat tipis dengan cincin besi di ujungnya.

"Mundur ke pojokan tidak akan menyelamatkanmu!" teriak Bimo sambil mengayunkan besi berkarat itu.

Kenzo tidak bergerak. Di dalam ruangan remang-remang ini, kawat transparan itu sama sekali tidak kelihatan.

Dia memasukkan jari telunjuknya ke dalam cincin logam di kedua ujung kawat, lalu menariknya kencang.

Saat Bimo mengayunkan besi ke kepalanya, Kenzo dengan cepat menekuk lutut dan menghindar ke samping.

Gerakan kasar Bimo membuatnya condong ke depan. Kehilangan keseimbangan.

Melihat celah itu, Kenzo melompat ke belakang Bimo. Ia melingkarkan kawat transparan ke leher si penagih utang.

Dengan satu sentakan kuat, Kenzo menarik kedua tangannya hingga menyilang.

"Urgh—!"

Bimo tersedak hebat. Besi di tangannya terjatuh ke lantai kayu dengan bunyi nyaring.

Kawat tipis itu menjepit kulit lehernya erat-erat. Darah mulai merembes perlahan akibat gesekan tajam.

Panik, Bimo mencoba meraba lehernya. Namun tangannya yang besar tidak mampu menyentuh kawat yang tak kasat mata itu.

"Satu gerakan lagi, kawat ini akan memutus tenggorokanmu," bisik Kenzo dengan suara dingin tepat di telinga Bimo.

Ia menekan punggung Bimo dengan lututnya, memaksa pria besar itu berlutut tanpa daya di lantai.

Tubuh gempal Bimo bergetar hebat. Rasa sakit dan ketakutan yang mencekam membuatnya tidak bisa berpikir jernih lagi.

"A-ampun! Lepas! Aku pergi!" rintih Bimo dengan napas yang tersengal-sengal.

Kenzo melepaskan cengkeramannya lalu menendang pantat pria itu ke arah luar.

Bimo tersungkur di pintu, terbatuk-batuk sebelum akhirnya lari terbirit-birit menuruni tangga rumah sewa.

Suasana kembali sepi. Hanya menyisakan rintik hujan yang terdengar dari jendela kamar yang terbuka.

Kenzo berdiri diam. Ia menatap kawat tipis yang masih melilit di jemarinya.

Sebuah senyum kecil perlahan terukir di wajahnya

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!