NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:87.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tok tok tok.

Suara ketukan keras di pintu halaman belakang memecah kesunyian pagi kediaman Lin Xiao.

Paman Zhou bergegas membuka pintu dan mendapati dua orang penjaga berseragam faksi Kepala Tetua berdiri di sana.

"Kepala Tetua memanggil Lin Tianhai dan putranya ke balai utama sekarang juga." ucap salah satu penjaga dengan nada angkuh.

"Ada sidang darurat yang harus dihadiri oleh seluruh anggota keluarga inti klan."

Lin Xiao yang sedang berlatih pernapasan di teras kamarnya perlahan membuka matanya.

Senyum tipis yang sangat dingin langsung terbentuk di wajahnya.

"Paman Zhou, suruh mereka kembali dan katakan kami akan segera ke sana." perintah Lin Xiao dengan tenang.

Paman Zhou mengangguk dan menutup pintu halaman setelah kedua penjaga itu pergi dengan wajah merendahkan.

Pelayan tua itu kemudian menatap Lin Xiao dengan raut wajah yang dipenuhi kekhawatiran mendalam.

"Tuan Muda, firasat saya mengatakan ini adalah jebakan dari Kepala Tetua." ucap Paman Zhou dengan suara bergetar.

"Mereka pasti ingin menggunakan insiden kemarin untuk menghukum Tuan Muda."

Kriet.

Pintu kamar Lin Tianhai terbuka dan pria paruh baya itu melangkah keluar dengan pakaian yang rapi.

Wajahnya yang kemarin sudah memerah sehat kini kembali terlihat pucat, dan napasnya sengaja dibuat tersengal-sengal.

Uhuk. Uhuk.

Lin Tianhai terbatuk pelan sambil bersandar pada kusen pintu kayu.

"Jangan khawatir, Kakak Zhou." ucap Lin Tianhai sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah putranya.

"Kita akan pergi ke sana dan melihat pertunjukan apa yang sedang disiapkan oleh rubah tua itu." lanjut sang ayah dengan nada santai yang sama sekali tidak sesuai dengan penampilannya yang sakit-sakitan.

Lin Xiao segera berjalan mendekat dan memapah lengan ayahnya dengan hati-hati.

Mereka berdua berjalan perlahan meninggalkan area kumuh itu menuju balai utama klan.

Sepanjang perjalanan, Lin Xiao terus menekan auranya hingga titik terendah menggunakan teknik Kaisar Racun.

Di mata orang lain, dia hanyalah pemuda biasa di tahap Pembentukan Dasar tingkat pertama yang sangat lemah.

Suasana di balai utama Klan Lin pagi ini terasa sangat tegang dan padat.

Ratusan murid berkumpul di halaman luar, sementara di dalam ruangan, belasan tetua duduk berjejer di kursi kayu ukir mereka.

Di kursi tertinggi pada ujung ruangan, Kepala Tetua Lin Zhen duduk dengan postur tegak dan memancarkan wibawa palsu.

Lin Jian berdiri tepat di belakang kakeknya dengan senyum sombong yang sangat menyebalkan.

Tap. Tap.

Suara langkah kaki Lin Xiao yang memapah ayahnya memecah kebisingan di dalam ruangan.

Semua mata langsung tertuju pada ayah dan anak yang terlihat sangat menyedihkan itu.

"Lihatlah mereka, masih berani menampakkan wajah setelah membuat malu klan kita di depan Keluarga Su." bisik seorang tetua.

"Kudengar Lin Xiao juga membuat keributan di balai tugas kemarin, anak itu benar-benar sudah kehilangan akal."

Lin Xiao mengabaikan semua cibiran itu dan menuntun ayahnya ke kursi kosong di sudut ruangan.

Namun sebelum Lin Tianhai sempat duduk, Lin Jian melangkah maju dan menunjuk ke arah mereka.

"Berhenti di sana!" bentak Lin Jian dengan suara lantang yang menggema di balai utama.

"Kursi itu hanya untuk tetua klan yang aktif dan berguna, bukan untuk orang cacat yang hanya bisa menghabiskan harta klan!"

Lin Xiao menghentikan langkahnya dan menatap Lin Jian dengan pandangan sedingin puncak gunung es.

Mata pemuda itu menyiratkan teror kematian yang membuat Lin Jian tanpa sadar memundurkan kakinya selangkah.

'Bocah ini... tatapannya mengingatkanku pada kotak kayu berdarah tadi malam.' batin Lin Jian sambil menelan ludah dengan susah payah.

'Tidak mungkin, itu pasti hanya kebetulan saja.'

"Jaga bicaramu, Lin Jian." ucap Lin Tianhai dengan suara serak yang sengaja dibuat lemah.

"Aku masih menyandang gelar tetua agung di klan ini, kau tidak berhak melarangku duduk."

Brak.

Kepala Tetua Lin Zhen memukul sandaran kursinya dengan keras untuk menghentikan perdebatan.

"Lin Jian benar, kau tidak pantas lagi duduk di deretan kursi kehormatan itu, Lin Tianhai." ucap Lin Zhen dengan nada mutlak.

"Hari ini aku mengumpulkan semua orang untuk membahas masalah parasit di dalam klan kita." lanjut pria tua itu sambil menatap tajam ke arah Lin Tianhai.

Ruangan balai utama menjadi sangat sunyi, semua orang tahu bahwa badai besar akan segera terjadi.

Lin Xiao tetap memapah ayahnya berdiri di tengah ruangan, wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut atau panik.

"Sudah tiga tahun sejak insiden yang menghancurkan kultivasimu, Lin Tianhai." ucap Lin Zhen memulai pidato pengadilannya.

"Selama tiga tahun ini, klan telah mengeluarkan ribuan koin emas setiap bulannya untuk membeli obat-obatanmu."

"Dan apa hasil yang didapatkan oleh klan?" tanya Lin Zhen meretoriskan pertanyaannya kepada seluruh tetua.

"Tidak ada. Kau tetap menjadi cacat, dan putramu malah memperburuk nama baik kita di Kota Jade River."

Beberapa tetua yang merupakan kroni dari Lin Zhen langsung mengangguk setuju dengan sangat antusias.

"Benar, kita tidak bisa terus memelihara orang yang tidak berguna!" sahut salah satu tetua berwajah tirus.

"Sumber daya klan terbatas, lebih baik diberikan kepada generasi muda berbakat seperti Tuan Muda Jian." tambah tetua lainnya dengan nada menjilat.

1
VirgoRaurus 31Smile
lho... kan kedua pengawalnya sudah dimasukkan ke cincin dimensinya MC... lalu yg dicabik cabik pengawal yg mana lagi...
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa pengawal dg ranah inti emas terpental belasan meter hanya dg lawan di ranah pembentukan dasar level 5... aneh.
VirgoRaurus 31Smile
luar biasa... satu sekte sampai punya ratusan tetua...
VirgoRaurus 31Smile
mantan suami... nikah aja nggak...
VirgoRaurus 31Smile
prett... masih juga di ranah pembentukan dasar level 7... meskipun puncak tetap aja level 7...
VirgoRaurus 31Smile
pedang MC di arahkan ke leher pendeta tapi yg kena jantung nya... apakah pendeta itu melompat ya... tapi tadi kayaknya gak melompat lho... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
baru di ranah dasar level 8 sudah jadi pendeta tinggi... di mana-mana kekuatannya masih di ranah dasar, apa gak ada yg lebih tinggi lagi Thor...dari awal bab tingkatan ranah juga gak diceritakan.
VirgoRaurus 31Smile
cuma naik satu level... dg mengkonsumsi 10 botol dan ratusan pil... luar biasa Thor... luar biasa PELIT.
VirgoRaurus 31Smile
kalian adalah kata ganti untuk lebih dari satu orang, kalau untuk satu orang harusnya mu atau kau... bukan kalian.
VirgoRaurus 31Smile
baru saja di mulai... kan sudah mulai dari tadi... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada senyum histeris 🤭
VirgoRaurus 31Smile
Ma Teng sedulure Men Tah 🤣
VirgoRaurus 31Smile
melemparkan mereka... gak ada kata yg lebih halus ya Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
harta Karun herbal yg ditemukan MC dan Meng Shan dimana, hilang atau di bawa tuh...
VirgoRaurus 31Smile
untuk selamanya... katanya untuk 100 th kedepan... yg benar yg mana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
cuma menerobos satu level doang...
VirgoRaurus 31Smile
dari mana dia tahu, bahwa MC yg membunuh teman teman sekte pedang awan surgawi...?
VirgoRaurus 31Smile
bangkai bukan mayat
VirgoRaurus 31Smile
bertopeng bambu apa bertopi bambu Thor... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
ini kalimat jawab, bukan ucap ucap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!