NovelToon NovelToon
Istri Kecil Dosen

Istri Kecil Dosen

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jenar

Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Assalamu’ alaikum Wr. Wb.

Selamat membaca semuanya .

----------

“ Wah saingan berat ini Van, belum jadi istri aja sudah ditunggu jandanya, jadi penasaran gue sama calon istri lu.” Ucap Billy kepada Revan.

“ Bill lu jangan jadi pemanas disini udah gerah kali, lu mau entar ada tabung meledak.” Ucap Dion kepada Billy.

“ Ya enggaklah, gue kan belum mau mati. Kenapa lu jadi bilang pemanas, gerah dan tabung meledak apa hubungannya coba dengan apa yang kita bicarakan sekarang? lu itu kalau bicara yang jelas dan jangan sembarangan katanya ya yang gue dengar kemarin ucapan itu adalah doa.” Jawab Billy dengan wajah polosnya.

“ Hah.” Semua orang yang ada di sana dibuat tercengang dengan ucapan Billy.

“ Wah ini orang siapa sih, bicaranya gak jelas banget. Pake bilang katanya lagi ucapan adalah doa, emang lu kemana saja selama ini. Tinggal di planet mana sampai gak tau kalau ucapan adalah doa, gak diajarin apa dari kecil atau paling enggak ada dengarin ceramahlah dimesjid.” Ucap Pak Agus geregetan pengen melihat isi didalam otaknya apa saja.

“ Gak usah terlalu ditanggapin omongan ini orang, orang dia senin sampai jum’at di mesjid sedangkan sabtu dan minggunya di gereja makanya otaknya agak tergeser.” Ucap Dion memberitahu.

“ Sialan lu Yon ngatain otak gue tergeser.” Ucap Billy kesel.

“ Kok bisa?.” Tanya Pak Agus penasaran.

“ Ya bisalah papanya kristen namanya islam dan anaknya jadi seperti ini, di KTP aja dia islam tapi sebenarnya dia mengikuti keduanya.” Jawab Dion menjelaskan.

“ Kampret lu Yon ngapain juga lu jelasin ke dia soal gue.” Ucap Billy kesel.

“ Pengen aja.” Jawab Dion acuh.

“ Dan untuk lu Pak Polisi yang harus lu tau kalau gue itu tinggal di Amerika, jadi jaranglah dengar hal-hal seperti itu. Oya ngapan Pak Polisi ada disini? atau jangan-jangan mau mengawal?.” Ucap Billy dengan wajah songongnya membangakan diri dan dia heran kenapa ada Polisi sehingga ia bertanya.

“ Enak aja emang Polisi gak boleh apa ada disini, catat baik-baik ya kita itu temannya mbak Ara dan kita juga yang sudah bantuin mengurus semua persiapan akad nikah ini.” Jawab Pak Agus membangakan diri dengan menepuk dadanya dan Billy melihat ke Revan, Revan hanya “ menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.

“ Ngomong-ngomong siapa ya Ara itu?. “ Tanya Dion dianggukin Billy karena masih asing di telinga mereka.

“ Calon istri gue.” Jawab Revan.

“ Kalian yang ada disini dengarin baik-baik yang saya bicarakan ini, saya tidak akan membiarkan satu orang cowok pun mendekati istri saya apa lagi berniat untuk merebutnya dariku. Kalau ada yang ingin merebutnya langkahi dulu mayatku karena saya tidak akan pernah melepasnya sampai ajalku menjemput, walau siapapun ingin memisahkan kami saya akan membuat orang itu menderita atau lebih parah kalau sampai nekat melakukannya.” Ucap Revan sungguh-sungguh mengepalkan kedua tangannya hingga menampakkan urat-uratnya.

“ Saya pegang janji anda dan ingat jangan pernah kamu sakiti hati dan fisiknya karena kalau itu terjadi saya orang pertama yang akan maju untuk merebutnya darimu.” Ucap Pak Agus tegas.

“ Saya tidak akan menyakiti orang yang saya sayang dan cintai, kalau ada yang menyakitinya berarti juga menyakiti saya dan saya akan bertindak tegas atau bahkan saya akan membalasnya berkali-kali lipat dengan apa yang telah diperbuatnya.” Ucap Revan dan Pak Agus tersenyum.

“ Baguslah, saya titip dia tolong jaga dan lindungi saya merestui pernikahan kalian.” Ucap Pak Agus menepuk bahu Revan sedangkan rekan kerjanya sekaligus temannya dibuat melongok.

“ Gus lu bisa juga bicara serius kayak gini, gue kira lu hanya bisa ceplas ceplos bikin malu doang.” Ucap Pak Reza ke Pak Agus.

“ Sialan lu Za sebenarnya lu muji tau ngeledek gue sih, yalah walaupun gue gini-gini juga gue bisa serius dan tegas. Apa lagi ini menyangkut mbak Ara orang yang sudah gue kenal lama dan gue sudah sayang sama dia.” Ucap Pak Agus.

“ Kalian boleh berteman tapi tidak boleh lebih dari itu, oya dimana istriku kenapa dia belum kelihatan juga?.” Tanya Revan yang masih celingak celingukan mencari Ara.

“ Eh sudah panggil istri aja sabar Van, kebelet banget lu pengen nikah atau lu pengen cepat malam pertamanya ya.” Ucap Billy meledak membuat Revan menatapnya tajam sedangkan yang lainnya sudah tertawa.

“ Iya tapi sayangnya malam pertamanya harus di tunda, ingat luka jahitannya masih belum kering dan mbak Ara masih sekolah jadi harus sabar tunggu 2 tahun lagi.” Ucap Pak Agus membuat Revan tambah cemberut sedangkan mereka semua tertawa puas melihatnya dan kedua temannya sempat terkejut mendengar ucapan Pak Agus.

“ Gila dapat daun muda lu Van masih sekolah lagi, masih deras tapi belum sayangnya belum bisa digarap hahaha.” Ucap Billy dan langsung mendapatkan 2 jitakan dikepalanya dan lemparan bantal. Setelah itu mereka tertawa kembali melihat orang yang mereka bully menderita hingga tawa mereka terhenti setelah melihat Dokter Rio membuka pintu dan dibelakangnya ada seorang gadis kecil yang dia cari dari tadi yaps dia adalah Ara.

“ Assalamu' alaikum.” Ucap Ara, Dr. Rio, dan seorang pria paruh baya berbarengan.

“ Walaikum salam.” Ucap mereka berbarengan didalam ruangan dan Revan yang melihat Ara datang langsung tersenyum bahagia dan menatapnya tanpa berkedip.

“ Woi bro santai aja lihatnya gak usah kayak begitu, masa ganteng ganteng ilernya keluar.” Ucap Dion meledek sedangkan Revan reflek langsung mengelap mulutnya sehingga mengundang tawa mereka semua.

“ Sialan lu Yon udah berani lu ngerjain gue sekarang hah.” Ucap Revan kesel.

“ Udah udah gak usah pada ribut lagi, ini penghulunya sudah datang. Apa kalian masih pada mau ribut aja dan acaranya gak jadi. ” Ucap Dr. Rio melerai perdebatan diantara mereka.

“ Enak aja Dokter kalau bicara, kita berdua sudah siap lahir dan batin kayak gini masa gak jadi sih. Ayo cepat pak penghulu nikahkan kami berdua.” Ucap Revan dengan nada sewotnya membuat semua orang menahan tawanya.

“ Sabar Van penghulu dan calon istrimu gak akan kabur, kita jagain.” Ucap Dion merasa geli dengan temannya yang ngebet banget nikah.

“ Yaudah kalau semua sudah siap, kita mulai aja bagaimana?.” Tanya Pak Penghulu.

“ Iya silahkan.” Jawab Pak Agus.

Setelah itu Revan menjabat tangan Pak Penghulu.

“ Tenang Pak gak usah gugup, tarik nafas lalu buang secara perlahan.” Ucap Pak Penghulu merasakan tangan Revan yang dingin dan gemetar, setelah melakukan apa yang dikatakan Pak Penghulu Revan sedikit tenang.

“ Bismilahirohmanirrahim barakallahu laka wa baraaraka alaika wa jamaa bainakumaa fii. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Revan Sanjaya bin Bram Sanjaya dengan ananda Kiara Putri binti Prastyo dengan mas kawin berupa uang tunai 1 milyar, 1 buah rumah, perhiasan seberat 1000 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.

“ Saya terima nikahnya Kiara Putri binti Prastyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Ucap Revan lantang dengan 1 tarikan nafas.

“ Gianna para saksi.” Ucap Pak Penghulu.

“ Sah...” Teriak para saksi.

“ Alhamdulillah.” Ucap Pak Penghulu”

“ Bismillahirrohmanirrohim Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih wa a’udzubika min syarrihaa wa syarimaa jabaitaha ‘alaih amin amin ya robalalamin.” Ucap Pak Penghulu membaca doa setelah akad.

“ Wah gila mas kawinnya, ternyata suaminya mbak Ara itu orang kaya.” Ucap Pak Agus yang terkejut dengan mas kawin yang diberikan oleh Revan.

----------

Lanjut episode berikutnya.......

**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya... ** 😘😘

1
Riskiya ahmad
masa si arA hamil ga ada tanda nya,imang perut ara gak bunjit thor,ko bisa lahiran😗
Nayla Azizah
bhs'n tvlalu baku d berbelit-belit
Nolis Hasanah
main singkat aja... wooy thor bgaimana dengan ortu nya si revan
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
sippp ini jejakq thor 🤭
Unn Handa
penulis nya kayak bernostalgia sendiri dlm pikiran nya,,kita yv baca kena imbas jdi nya kan kita pusing
Herta Siahaan
heran tapi katanya dia punya genk tapi gampang tertangkap dan g ada rasa waspada dan peka
Unn Handa
berbelit belit ceritanya,kosa kata yg berubah ubah
Evi Yuliana Rinjani
maksudnya apa?
Evi Yuliana Rinjani
sebenarnya yg jadi tokoh utamanya siapa sih ? temen²nya ato ARA sih ?
Evi Yuliana Rinjani
sepertinya cerita tentang pertemanan merek di skip aja deh thor, atao dipertengahan cerita di flasback aja beberapa kenangan gitu. jgn hal² yg g penting juga di ceritain.
Adi Prasetya
terlalu banyak ngobrolnya dan terkesan bertele2.padahal ceritanya bagus
Yuni Shopia
ceritanya bagus thor, tapi maaf bahasanya tlg di perhatikan. klo mau lu gua atau aku kamu hrs di tetapkan 🙏🙏🙏
bunda khairy
baru mampir semoga seru
Bunga Blivers
kayak nya ara engidam dah oalnya berbeda hamil nya cengeng
Bunga Blivers
itu semua rencana anak sendiri karena mau membuat dedi nya bersatu sama ibu nya
Bunga Blivers
pasti dosen nya refan
Bunga Blivers
ya ketemu kan dong thor
Bunga Blivers
guuut thor ara harus di lindungi soal nya ada musuh
Bunga Blivers
ara mendapatkan pesen dari pak dokter
Bunga Blivers
akurasa ara hamil soalnya pak dosen mual2 pasti lagi engidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!