NovelToon NovelToon
Pengganti Istri Kedua Tuan Zain

Pengganti Istri Kedua Tuan Zain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengantin Pengganti Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Choi_ria

Sepulang dari pesta kelulusannya, gadis berusia 18 tahun bernama Zahwa Zahratunnisa mendapat kejutan besar dalam hidupnya.

Demi menjaga kehormatan keluarga, ia dipaksa untuk menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahannya. Tidak sampai disitu, Zahwa dikejutkan dengan fakta bahwa pria yang akan menjadi suaminya itu telah beristri.

"Mengapa harus aku yang selalu kalian paksa untuk mengalah, Ma?" tanya Zahwa dengan mata berkaca-kaca.

"Karena kamu bukanlah anakku!"

Bagaimanakah kelanjutan kisah Zahwa? Apakah pernikahan ini akan membawa Zahwa menuju kebahagiaan? Atau sebaliknya? Zahwa akan kembali merasakan luka yang mungkin lebih buruk dari sebelumnya.


Tambahkan ke daftar favorit kalian ya!
Selamat membaca, jangan lupa like, vote, gift dan komennya...

Akan ada giveaway untuk 3 pendukung teratas pada tgl 31 Oktober 2022,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Rencana Zain

Ny. Amara menghentikan langkahnya di ambang pintu, matanya berkaca-kaca melihat keadaan putra serta menantunya.

Sepasang suami istri itu sama-sama terduduk dengan keadaan yang menyedihkan. Zain dengan pakaian dan rambut acak-acakan karena menahan tubuh Zahra yang terus memberontak. Begitu pun dengan Zahra yang terlihat sama berantakannya.

Tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipi Ny. Amara, dengan cepat ia menghapusnya.

“Am-ampun, Ma! Maaf, aku tidak sengaja. Jangan hukum Zahwa, Ma!” racau Zahra dengan mata yang terpejam, ia mulai sedikit lebih tenang dalam pelukan suaminya.

“Ampun, Ma. Aku tidak akan mengulanginya lagi ....”

“Ssstt ... tenang, Sayang. Ada aku di sini, jangan takut!” Zain menempelkan dagunya di atas kepala Zahra, tagannya mengusap pelan punggung istrinya.

“Pa-pa, tolong Zahwa, Zahwa ingin ikut papa ....”

Zain merasakan tubuh istrinya yang mulai tenang, racauannya pun perlahan mulai mereda. Perlahan Zain melepas pelukan mereka lalu menatap lekat wajah istrinya, ia menghapus air mata Zahra dengan ibu jarinya.

Dengan pelan Zain mengangkat tubuh kecil istrinya menuju brankar dan membaringkannya di atasnya. Zain mengusap pelan wajah sayu istrinya, ia enggan untuk beranjak dari sisi Zahra, sudah lama ia berpisah dengan gadisnya. Dan kini Zain bisa berdekatan kembali, namun dengan cara yang tidak pernah diinginkannya.

‘Sekelam apa masa lalumu, gadis manja?’

Zain menoleh ke belakang karena merasakan seseorang menepuk pelan bahunya. “Mom.”

“Maaf Zain, mommy tadi meninggalkan Zahra sendirian.” Ny. Amara merasa bersalah karena meninggalkan menantunya untuk menuruti keinginan Zahra.

“Mommy dari mana?” tanya Zain, matanya menangkap seorang suster yang masih berdiri di depan pintu dengan troli makanan di depannya.

Ny. Amara mengikuti arah pandangan Zain. “Kamu masuk! Ngapain berdiri di situ?”

“Baik, Nyonya. Makanannya mau di taruh di mana?”

“Tinggalkan saja di sana,” ucap Ny. Amara, jarinya menunjuk ke arah nakas di samping sofa.

Suster tersebut pamit setelah menaruh troli makanan itu di dekat nakas.

“Mommy kenapa meninggalkan Zahra sendirian?” tanya Zain menyelidik.

“Tadi Zahra ingin sarapan masakan dari tangan mommy, jadinya mommy terpaksa masak ke dapur karyawan. Yah meskipun di bantu oleh suster yang tadi,” jelas Ny. Amara dengan wajah lelahnya.

Zain melihat penampilan ibunya yang terlihat sedikit berantakan pagi ini, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat rapi dan elegan.

“Mommy bisa masak?” tanya Zain dengan memicingkan matanya.

Ny. Amara mengangkat bahunya, lalu merapikan rambut dan pakaiannya yang sedikit berantakan.

Zain berjalan mendekati troli makanan tersebut dan membuka tutupnya, matanya membola melihat hasil masakan ibunya.

“Biasa saja lihatnya, kamu tidak menyangka kan, kalau mommymu ini bisa memasak,” bangga Ny. Amara.

Tangan Zain meraih sendok ingin mencicipi masakan perdana buatan ibunya, nasi goreng dengan berbagai sayur dan pelengkapnya. Terlihat dari penampilannya sih lumayan juga untuk seorang nyona besar yang baru pertama kali masuk ke dalam dapur.

Mata Zain tertarik melihat sesuatu yang terlihat aneh yang menjadi toping menu tersebut. Zain mengangkat sebelah alisnya lalu membolak-balikkan benda tersebut. ‘Apa ini? Seperti telur tapi kok aneh?’ tanya Zain dalam hati.

Zain menyendok nasi itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Bagaimana rasanya? Enak, kan?” tanya Ny. Amara.

“Hmm,” Zain ingin segera mengeluarkan makanan tersebut dari mulutnya, namun ia urungkan ketika melihat binar di mata ibunya.

“Baguslah, biar nanti Zahra memakannya,” ucap Ny. Amara dengan wajah berbinar.

“Tidak perlu, Mom. Biarkan aku yang memakan masakan perdana mommy.” Zain mengangkat nampan berisi makanan serta segelas air itu lalu meletakkan nampan itu di atas meja.

“Ck! Kamu curang Zain. Padahal susah-susah mommy memasak hanya untuk menantu mommy!” gerutu Ny. Amara namun terlihat seulas senyum di bibirnya.

Tok! Tok! Tok!

Seseorang mengetuk pintu dari arah luar, lalu masuklah dr. Fatima diikuti seorang suster di belakangnya.

“Selamat pagi, Tuan Zain, Ny. Amara,” sapa dr. Fatima dengan tersenyum ramah.

“Pagi, Dokter Fatima,” jawab Ny. Amara.

Sedangkan Zain hanya menganggukkan kepalanya. Ia sibuk melahap makanan di depannya juga meneguk air setiap kali selesai menelan makanan tersebut.

“Bagaimana keadaan Ny. Zahra?” tanya dr. Fatima lalu melangkah mendekat ke arah brankar di mana tubuh Zahra terbaring di atasnya. Ia segera datang ke kamar rawat Zahra setelah mendapat laporan dari Dr. Agam.

“Dia tertidur setelah sempat tantrum karena melihat kehadiran suaminya, Dok.”

“Biarkan saya periksa terlebih dahulu.” dr. Fatima lalu memeriksa kondisi Zahra dibantu oleh seorang suster yang datang bersamanya.

“Alhamdulillah, kondisi fisik Ny. Zahra sehat. Kita hanya perlu bersabar dan memberikan dukungan untuk mengembalikan psikis Ny. Zahra agar segera membaik, dan tentunya Ny. Zahra harus rutin melakukan terapinya,” jelas dr. Fatima.

“Baik, Dokter.”

“Terima kasih, Dokter,” jawab Zain dan Ny. Amara bersamaan.

Zain bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah istrinya berbaring. Lalu ia mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Zahra.

“Aku tinggal dulu ya, Gadis manja. Nanti aku akan kembali lagi,” pamit Zain lalu mengecup kening Zahra.

“Mom, aku ke kantor dulu, ada pekerjaan.” Zain beralih menatap ke arah ibunya. “Jaga istriku, Mom.”

“Tanpa kamu minta, sayang.” Ny. Amara mendekat ke arah putranya lalu menarik tangan Zain dan dengan cepat mencium pipinya.

Cup.

“Mom!” pekik Zain dengan mata yang terbuka lebar.

Sedangkan Ny. Amara cekikikan karena berhasil mencuri ciuman putranya. Entah mengapa setelah hampir 2 bulan ia menemani Zahra di rumah sakit, hatinya selalu menginginkan untuk terus berdekatan dengan putranya.

Ny. Amara menyesali sikapnya yang selama ini kurang memperhatikan Zain. Bukan maksudnya ingin mengabaikan putranya, tapi setiap melihat Zain ia selalu teringat akan mendiang suaminya yang telah menghianatinya.

“Memalukan!” kesal Zain dan keluar dari kamar rawat istrinya.

“Oh ya, Mommy jangan memasak lagi untuk Zahra, nanti Mommy capek, biar aku pesankan makanan dari luar untuk kalian!” seru Zain sebelum menutup pintu dan menghilang dibaliknya.

Ny. Amara menautkan alisnya dan mengangkat bahunya. Sedangkan dr. Fatima hanya tersenyum melihat tingkah laku ibu dan anak tersebut.

Sedangkan di dalam dapur karyawan di rumah sakit tersebut, terlihat seorang kepala OB sedang memarahi bawahannya karena melihat keadaan dapur yang berantakan.

“Apa yang kalian lakukan? Bisa bisanya dapur seperti kapal pecah begini? Siapa yang melakukannya?” marahnya.

Semua yang ada di ruangan tersebut hanya diam dan saling melirik satu sama lain.

“Kenapa diam? Jawab!”

“Em anu Pak, itu em- nyonya, Pak,” jawab salah seorang OB dengan ragu.

“Am em am em anu, kalau ngomong itu yang jelas!” kesalnya.

“Nyonya besar, Pak. Nyonya Amara.”

“Ya sudah, bereskan kekacauan ini!” perintahnya lalu meninggalkan dapur tidak jadi emosi mendengar nama nyonya besar disebutkan.

...*****...

“Tuan, pelayan yang dulu bekerja di rumah tuan Harun sudah meninggal,” terang Barra di balik kemudinya.

Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pertemuan dengan klien.

“Jalan satu-satunya hanya ada pada tuan Harun.” Barra melirik tuan mudanya, ia menunggu jawaban dari tuan mudanya yang hanya diam mendengarkan laporannya.

“Panggil dia. Besok saya ingin dia sudah menghadap kepadaku!” ucap Zain dengan tegas, tanda tidak ingin dibantah.

“Baik, Tuan.”

 

 

1
Qaisaa Nazarudin
Oh benaran nih mereka udah ketemu,Cuman ulet bulu aja yg tertidur,makanya dia gak tau kalau Zain juga ada disana..
Qaisaa Nazarudin
Heran aja aku padahal semuanya pada keluar dari ruangan yg sama,Yaitu Ruangan Dr.Damayanti kan,kenapa mereka pada gak ketemu saat berada didalm ruangan itu?? Zain,Anindya dan juga istri Dr.Wira..sama2 keluar dari ruangan Dr.Damayanti kan..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Isteri kayak gini kenapa masih disimpan dan pertahan,gila masak aja gak tau..
Qaisaa Nazarudin
NGANCAM MULU, TAPI TINDAKAN NYA ZONK...🤦🤦🙇🙇🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu kabur waktu itu??
Qaisaa Nazarudin
Aku makin bingung,Zahra bilang ke mertuanya dia tau yg melakukan itu Zain suaminya,Tapi kenapa malah masih takut dan trauma gitu 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Barra anaknya Dokter Agam..
Qaisaa Nazarudin
Aku kasihan dengan yg namanya Asisten,kerjanya lebih banyak dari boss,boleh di bilang 24/7 jam garus standby, sewaktu2 di panggil harus siap sedia,walaupun gaji dan bonusnya besar,Uang tdk bisa membeli kesehatan..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN GILA ZAIN,TAPI TRAUMA..
Ana Rusliana
Luar biasa
Ana Rusliana
Lumayan
bundha novita
Luar biasa
Sella Fitri cahaya
apakah msih ada lanjutannya ka
Sella Fitri cahaya
lanjut Thor
Surati
bagus
Mama Muda
penasaran banget thor 👍👍👍👍semangat sehat selalu
Mama Muda
kapan up nya thor tak tunggu dengan hati tak tenang sehat selalu ya thor 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mama Muda
sabar bang Zain wajah bang Zain sangat tampan
Mama Muda
hani aku ada untukmu semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!