Arc 1. Pengusaha Muda Dengan Sistem, bab 1 - 65.
Arc 2. Luke Lawrance in the Multiverse of System, bab 66 - ** ongoing.
~~~~~~~
Menceritakan kisah hidup Luke Lawrance, seorang anak miskin yatim piatu yang harus menghidupi kedua adiknya sendirian.
Sampai suatu hari ia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya dan seluruh dunia.
Bill Gates, Ellon Musk, Jeff Bezoz, Keluarga Rostchild siapa itu...
Nikola Tesla, Albert Einstein apakah mereka layak di sebutkan?...
Mereka semua tak bisa di bandingkan dengan nama besar seorang Luke Lawrance.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haoyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.24
Sore hari itu Luke pulang dengan mengendarai mobil Mecedes hitam yang baru saja di belinya. Sampai akhirnya ia tiba di rumah dan masuk ke dalam rumah. Saat baru datang, seperti biasa ia di sambut oleh kedua adiknya.
“Kakak.”
“Yey..kakak dah pulang.”
“Kak itu mobil siapa?.” Nampak sang adik Chiko yang menyadari ada mobil di depan rumahnya mulai bertanya.
“Mobil kakak lah, emang mobil siapa lagi.”
“Heh...serius kak.”
Nampak sang adik langsung keluar dan melihat lihat mobil baru itu. Dan saat melihat tingkah lucu adiknya Luke langsung membukakan pintu mobil dan membiarkan adik lelakinya itu bermain main di dalam.
“Dah kamu main dulu, kakak mau mandi...terus nanti malam kita jalan jalan makan di luar.”
Mendengar perkataan Luke sang adik makin senang dan nampak ia langsung duduk di depan kemudi lalu memainkan setir mobil.
Lalu Luke yang sudah kelelahan dan penuh keringat itu langsung mandi. Tapi ketika mandi tiba tiba saja ia mengalami rasa sakit yang luar biasa.
“Ahhh....kenapa ini...sistem apa yang terjadi padaku?.”
[Ting]
[Itu adalah efek samping dari obat yang telah tuan minum]
Nampak Luke sampai terduduk di kamar mandi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
“Sialan...sistem apa ada obat yan dapat membantuku menghilangkan rasa sakit ini?.”
[Ting]
[Jawabanya ada, tapi sistem tak menyarankan tuan membelinya karna hari ini tuan sudah terlalu banyak menelan pil obat dan itu adalah reaksi yang wajar karna tubuh tuan selama siang tadi sudah mengalami banyak luka]
[Ting]
[Jadi obat murah yang tuan beli di toko sistem efeknya hanya menghilangkan rasa sakit sementara dan tak dapat menyembuhkan Luka tersebut secara instan]
Memang benar dari keterangan obat yang di beli Luke, ia dapat melihat obat tersebut dapat menyembuhkan luka dalam sekejap, tapi juga ada efek sampingnya.
Luke yang mendengar penjelasan sistem akhirnya pasrah dan kembali ke kamarnya. Lalu di sana ia nampak membeli obat lainnya dan menelan obat tersebut.
“Sialan, aku tak tau efeknya akan semengerikan ini, dengan obat pereda rasa sakit ini semoga bisa membantuku meringankan efek samping ini...” Nampak Luke mengerang menahan rasa sakit itu di dalam kamarnya.
Sampai matahari terbenam seutuhnya dan nampak sang adik memanggil manggil kakaknya.
Tapi mendengar itu Luke hanya dia saja dan tetap di kamarnya. Sampai akhirnya sang adik Chiko masuk ke dalam kamar.
“Kak, kakak kenapa?... gak jadi pergi?.”
“Maap ya Chiko, perginya besok aja.”
Melihat sang kakak yang terbaring di kasur Chiko hanya melamun.
“Yaudah kalo gak jadi, terus Chiko laper nih kak.”
Mendengar ocehan sang adik Luke langsung menjawabnya dengan pelan.
“Udah sana kakak mau istirahat, nih kakak pesenin lewat go food aja ya, terus nanti kalo orangnya dateng langsung kamu ambil aja terus makan berdua sama Chika.”
Mendengar omongan sang kakak Chiko pun menurut dan menutup kembali pintu kamar.
Akhirnya malam itu Luke tertidur dan saat bangun ke esokan harinya nampak kondisi tubuhnya sudah mulai membaik.
“Aduh...duh... anjir masih kerasa dong sakitnya.” Nampak Luke sedikit mengeluhkan rasa sakit yang masih tersisa.
Tapi saat melihat hp ia kaget ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Dan nampak ada banyak panggilan di layar hp.
“Heh...jadi aku ketiduran sampe siang, Chiko kemana sih kok tumben gak bangunin aku.”
Lalu Luke berjalan ke kamar mandi dan ketika sampai di sana ia yang masih setengah sadar langsung masuk dan ketika melihat seseorang wanita sedang telanjang bulat mandi di sana ia langsung teriak.
“Hehhhh...siapa.”{dareda omae -_-}
“Ahhhhhhh...”melihat Luke yang masuk tiba tiba sang wanita itu juga ikut berteriak.
Dan dalam momen beberapa detik tersebut Luke sempat melihat wajah sang wanita dan itu adalah Ayu. Luke yang menyadari kesalahannya langsung meminta maaf.
“Aduh maaf..maaf Yu aku gak tau kamu lagi mandi.”
“Hemmm ...” nampak Ayu hanya diam saja di balik pintu kamar mandi.
“kamu kapan dateng? terus kedua adikku mana?.”
Mendengar pertanyaan Luke, Ayu diam sesaat dan kemudian menjawabnya.
“Ayu di anter pak Ryan tadi malam terus adik tuan udah berangkat ke sekolah.”
Mendengar jawaban Ayu, Luke pun mulai meminta maaf kembali dan ia nampak langsung pergi ke kamarnya lagi.
“Yaudah maap ya sekali lagi, terus kamu mandi yang cepet, terus pintunya di ganjel sama baskom. Itu emang kuncinya dah agak rusak....”
Luke yang masih sedikit pusing kembali ke kamarnya dan mulai memikirkan hal hal mesum. Walaupun hanya sekilas tapi Luke bisa melihat jelas bentuk dan lekukan tubuh ayu yang montok dan kulitnya yang putih bersih.
Luke yang memandangi langit langit kamarnya hanya bisa berfantasi liar sedikit agar rasa sakit dan pusingnya sedikit berkurang. Sambil membalas pesan sang pacar yang menanyakan kabarnya ia berbaring di kasur.
“Tuan...saya dah siap mandinya.”
Nampak Ayu mengetuk pintu kamar Luke dan mendengar itu Luke langsung keluar dan ingin segera membasuh badannya yang penuh dengan keringat itu.
Saat keluar Luke dapat melihat jelas Ayu yang memakai baju daster dan terlihat jelas lekukan di tubuhnya itu membuat nafsu Luke makin menggebu gebu.
“Yaudah saya mandi dulu.” Luke yang tak tahan lagi langsung masuk ke kamar mandi dan membuka bajunya dengan cepat. Di sana nampak pedang miliknya sudah berdiri tegak seperti siap berperang.
“Huuh...anjir ...tahan Luke...inget lu udah punya pacar.”
Nampak Luke mulai menenangkan dirinya dan akhirnya ia mulai mandi. Setelah mandi nampak Luke langsung membeli obat pereda rasa sakit kembali di sistem dan langsung menelannya.
[ting]
[Berhasil membeli obat RR-01]
Luke yang sudah minum obat langsung masuk kamar dan memakai pakaian yang rapi. Nampak ia yang sudah kesiangan untuk ke sekolah hanya pasrah dan bolos sekolah hari itu.
“Yu... kamu dah makan siang?.”
Mendengar suara Luke, Ayu yang duduk di ruang tengah sambil menonton TV langsung menjawabnya.
“Belum tuan.”
“Aduh jangan panggil tuan, panggil Luke aja kan umur kita deketan.”
Mendengar omongan majikanya itu Ayu pun mengangguk.
“Yaudah ganti baju sana, kita makan di luar yok.”
Akhirnya siang itu Luke pergi dengan Ayu ke sebuah restoran. Mereka pergi berdua mengendarai mobil baru Luke dan tiba di sebuah restoran keluarga.
“Hem...makanan di sini enak yu, dulu aku sering makan sekeluarga di sini.” Nampak Luke bercerita sedikit kepada Ayu tentang masa lalunya.
“Ya udah yok masuk.”
Akhirnya siang itu mereka berdua makan di sana. Nampak di sana sangat ramai oleh pengunjung karna memang sedang jam istirahat siang. Sampai mereka berduapun telah selesai makan dan berniat pulang kembali ke rumah.
[Ting]
[Menerima misi harian]
Luke yang mendengar suara sistem langsung mengecek misi apa yang ia dapat.
{Jalan jalan bersama Ayu keliling kota}
{waktu 1 jam}
{Hadiah 3000CP}
“Yu kamu baru nyampe ke jakarta kemaren kan?.”
“Iya Luke, emang kenapa.”
“Mau ya jalan jalan sama aku, biar ku bawa kamu keliling jakarta dulu sebelum kita pulang.”
“He..emm..kalo kamu gak sibuk ya udah.” Nampak Ayu pun setuju dengan ajakan Luke.