Dua keluarga ternama yang ingin memperkuat hubungan memutuskan untuk menjodohkan anak mereka. namun apakah rencana itu akan berjalan lancar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RayyanSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Perempuanmu
Hari ini Saga bersiap untuk berangkat kesekolah. namun saat ini Lesya menatap Saga dengan raut wajah yang sulit di artikan oleh Saga.
"ada apa Lesya, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Saga sembari mengancingkan bajunya.
"kamu masih sekolah Arvin? itu berarti kita menikah dan kita masih SMA! dan apa itu artinya aku juga harus sekolah, karna aku ini adik kelasmu bukan?"
Saga lalu mendekat ke arah Lesya yang masih duduk di tepian tempat tidur. " aku memang masih bersekolah, tapi kamu adalah CEO Lesya."
"itu gak mungkin Arvin! aku ini adik kelas kamu, mana mungkin aku menjadi CEO saat kamu masih sekolah"
Saga duduk di sisi Lesya dan kini ia memegang kedua tangan Lesya dengan lembut. "eghem.. jadi begini Lesya! karna aku harus berpindah sekolah beberapa kali, jadi aku harus mengulangnya itulah aturannya!"
'semoga saja alasanku ini bisa membuat Lesya percaya'
"apa benar begitu Arvin?"
"hemm, sudahlah aku harus segera berangkat!" Saga lalu mencium kenig istrinya dan kemudian pergi kesekolahnya.
sesampainya di sekolahan, Saga bertemu dengan Liyora yang sudah menunggunya di depan gedung sekolah. Liyora perlahan mendekati Saga, dan kini meraih tangan Saga.
"ada apa Liyora?" Saga bertanya dengan nada datarnya.
saat itu Lesya yang tengah memasuki area sekolah terlihat oleh Liyora. Liyora tidak ingin melewatkan kesempatan untuk membuat Lesya menjauh dari Saga, dengab sengaja Liyora berpura-pura jatuh, sehingga si tangkap oleh Saga.
"makasih ya Saga, kamu masih sangat perhatian seperti saat kita masih pacaran! aku tau kamu masih mempunyai perasaan yang sama denganku, hanya saja karna kamu terpaksa menikah dengan Lesya, makanya kamu berusaha menjauh agar Lesya tidak mengetahui hubungan kita bukan?" Liyora sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Lesya.
Dan benar, Lesya mendengar semua ucapan Liyora. akhirnya Lesya mengurungkan niatannya untuk menemui Saga. ia lebih memilih untuk menitipkan sesuatu kepada siswa yang baru saja masuk.
"kau ini apa-apaan Liyora, jangan berbicara seperti itu! lagi pula aku hanya menolongmu!" tegas Saga tanpa mengetahui kehadiran Lesya yang sekarang memutuskan pergi sebelum ia menjawab ucapan Liyora.
"dan kamu menolongku karna kamu perduli,dan semua itu karna kamu masih cinta sama aku!" Liyora menghambur kedalam pelukan Saga yang saat itu berdiri mematung.
'kenapa gua gak bisa ngelepasin pelukan Liyora? apa karna gua memang masih punya rasa sama dia'
"cie.. ada yang balikan ni.. di kemanin ni istrinya.." itulah celetukan yang terdengar oleh Saga. dan ia segera melepas pelukan dari Liyora.
"cukup Liyora, ini sekolahan."
"jadi kalo gak sekolah kita bisa dong mesra kaya dulu" Liyora menatap nanar Saga.
"kita balikan kan? aku janji aku gak akan ngambek-ngambek kaya dulu Saga. aku tau kami akan akhiri pernikahan kamu aetelah perjanjian kalian selesaikan !"
'maaf Lesya, aku memang mulai sayang sama kamu! tapi aku takut itu hanya karna aku sudah pernah melakukan itu sama kamu. tapi dengan Liyora? Liyora gadis impianku sejak dulu. dan mungkin nanti kalo kamu ingat semuanya, kamu akan bersikao seperti biasa sebelum kamu kecelakaa!'
dengan berat akhirnya Saga mengangguki ucapan dari Liyora.
Saga dan Liyora pun segera memasuki kelas mereka. disana sudah ada Dikta dan Alden yang tengah bersedekap di meja Saga.
"gua gak nyangka lu bakal lakuin ini Ga!" ucap Dikta.
"iya gua juga gak nyangka aja! tapi ada bagusnya juga lu balikan sama Liyora, dengan begitu lu gak bisa larang gua buat deketin Lesya Saga.!" Alden menimpali ucapan Dikta.
"eh kalian kenapa si sirik aja. Saga itu emang dari dulu cintanya sama gue, bukan sama cewe tua nyebelin itu! iya kan sayang?" Liyora bergelayut manja di lengan Saga.
"laki-laki itu harus punya pendirian Saga! jangan maunya enaknya doang!" tukas Dikta yang melenggang pergi ke temoat duduknya.
"apa maksud dari ucapan Dikta? lu udah apain calon istri gua Ga? jangan bilang lu udah-"
"congor lu dijaga, gua gak apa-apain istri gua" Saga sengaja berbohong untuk menutupi semua yang sudah ia lalukan sebagai suami Lesya.
"SAGA! aku gak suka kami sebut dia istri kamu" Liyora menggembungkan pipinya, memekik kesal dengan Saga yang menyebut Lesya sebagai istrinya.
"Saga, ini tadi ada yang nitipin ini ke gua buat nyerahin ini ke lu!" ucap Reza teman sekelas Saga.
"makasih bro, lu tau siapa yang nitupin tugas gua ini?" tanya Saga.
"kalo gak salah itu istri lu deh, tadi gua dititipin ini waktu lu lagi ngobrol sama Liyora di depan." balas Reza yang kembali ke tempat duduknya yang sedikit jauh dari Saga.
Waktu sudah menunjukkan saatnya pulang sekolah. Saga segera melajukan motornya dalam kecepatan tinggi, ia ingin segera menemui Lesya. namun ketika Saga samoai di rumahnya, ia tak menemukan keberadaan Lesya.
akhirnya Saga hanya menunggu sampai Lesya pulang.
"Lesya, kamu baru pulang? kamu darimana?"
"aku dari kantor Arvin, aku berusaha untuk menjalani apa yang memang harua aku jalani." ucap lesya yang melewati Saga untuk langsung pergi ke kamarnya.
karena merasa aneh, Saga akhirnya menyusul Lesya kekamarnya. Saga lalu memeluk Lesya dari belakang. "ada apa Lesya, biasanya kamu sslalu ingin memelukku?" ucap Saga di dekat telinga Lesya.
"iya memang aku yang selalu ingin memelukmu. karna aku yang lebih menyukaimu bukan? dan sekarang aku letih, aku harus beristirahat!" Lesya menjawab Saga dengan ketus.
Saga mengangkat sevelah alisnya, ia teringat akan ucapan Reza teman sekelasnya. "apa kamu seperti ini karna melihatku dengan Liyora di sekolah tadi,Lesya?"
Lesya menghentikan aktifiyasnya, ia memutar badannya dan menatap Saga dengan lekat. "apa semua itu benar Arvin?"
"apa yang ingin kamu pastikan Lesya?"
"kau benar terpaksa menikahi aku?" kini suara Lesya bergetar dengan airmata yang ada di pelupuk matanya.
"apa kamu tidak mengenalku Lesya? aku Arvin! apa ada kekurangab saat aku mencintaimu dari dulu hemm?" ucapan Saga hanya di jawab oleh gelengan dari Lesya.
"dan apa aku pernah mengecewakanmu?"
'aku bisa tau lebih banyak lagi bagaimana hubungan Lesya dengan Arvin dulu dengan mengakui diriku adalah Arvin' hal ini di manfaatkan oleh Saga, agar dia tau seperti apa percintaan Lesya dengan Arvin tempo hari.
"tidak sama sekali, bahkan kamu sangat menghormatiku Arvin. mana mungkin kamu mengecewakanku,tapi.." Lesya sempat menjeda ucapannya "tapi aku ingat, kita sempat bertengkar karna teman perempuanmu. dan mungkin itu yang membuat aku kecelakaan."
'atau mungkin kecelakaan itu yanh menyebabkan Arvin meninggal? dan siapa perempuan yang Lesya maksud?'
.
.
.bersambung
.