Chaterine banedict 21 tahun anak dari pasangan Axel banedict dan jovinka Gilles Villeneuve, yang memiliki paras cantik sehingga membuat laki-laki jatuh hati pada nya
Chaterine memiliki 4 kakak mereka kembar dan seorang CEO dan ketua mafia.di karena kan satu hal orang tua nya menjodohkan putri kesayangan mereka dengan seorang anak dari teman nya papa nya.
Leon crown Van 27tahun putra dari pasangan Ludwig crown Van dan Stella Carey Mulligan, dengan sifat yang dingin kejam dan cuek terhadap perempuan dan bisakah Chaterine membuka hati seorang leon.leon sendiri seorang CEO dan ketua mafia
Chaterine memiliki sifat ceria,lemah lembut,polos dan mudah bergaul dengan orang sehingga membuat teman-teman di sekitar nya menyayangi nya.
di balik itu semua Chaterine memiliki banyak rahasia yang dia harus sembunyikan dari keluarga maupun orang-orang terdekatnya
MAAF JIKA TIDAK BAGUS DAN BILA ADA KESAMAAN DALAM NAMA MAUPUN TEMPAT NYA.
TERIMA KASIH KARENA SUDAH MAU MAMPIR DI NOVEL KU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon charlotteyoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
setelah sampai di dalam kamar, chaterine segera pergi mandi setelahnya berganti pakaian lalu keluar dari dalam kamar. Saat berada di rumah chaterine tidak pernah menggunakan make up kecuali jika ia sedang ke kampus dan saat ada acara saja seperti kemarin.
"mom.. " chaterine menghentikan langkah kaki nya saat melihat ada leon datang dengan keluarga pria itu.
"ada apa baby??" tanya sang daddy dengan menahan tawa nya, sepertinya putri mereka tidak menyadari jika ada calon suaminya tadi.
"tidak ada dad.. " chaterine kembali melangkahkan kaki dengan pelan. sedangkan leon jangan di tanya lagi, pria itu terpaku melihat penampilan chaterine yang belum ia lihat sebelumnya.
chaterine duduk di antara sang mommy dan daddy dengan menundukkan pandangan nya.
"jika tahu mereka akan datang lebih baik tadi aku pakai make up saja! " keluh chaterine pada dirinya sendiri, melihat sang adik malu membuat gavin cekikikan sendiri. Adiknya selalu merasa insecure saat tidak memakai make up di hadapan orang lain, padahal adik nya lebih cantik kalau tanpa make up.
"kak gavin bisa diam tidak!" gavin semakin tertawa keras sambil melenggang pergi dari sana, bisa bahaya jika sang adik mengatakan kata keramat nya nanti.
"bagaimana dengan kuliah mu hari ini?" chaterine memasang wajah cemberut mendengar pertanyaan dari daddy axel.
"menyebalkan dad, hari ini kan seharus nya tidak ada jadwal nya dosen killer. Tapi hari ini justru menjadi hal mimpi terburuk ku."chaterine mengatakan nya dengan cemberut, ekspresi wajah nya seperti seorang anak kecil yang tidak kebagian makanan kesukaan mereka.
"kenapa?? "
"tidak hanya dosen killer satu saja yang mengajar, hari ini yang mengajar dosen killer tiga-tiga nya masuk menjadi satu ruangan. Apa tidak cepat gila putri daddy ini? Untung saja mental chatty kuat jika tidak kuat sudah di masuk kan kerumah sakit jiwa sekarang ini." daddy axel tertawa kecil mendengarkan cerita dari putrinya. Sedangkan leon dan alvin menahan tawa mereka,
"kalau chatty bisa! Ingin rasa nya chatty kirim mereka ke antartika dan mengganti mereka dengan dosen yang lebih muda, tampan, tidak galak, cuek, pasti bakalan betah deh.."seketika leon menatap tajam kearah calon tunangan nya itu, bisa-bisa dia berbicara seperti itu dihadapan nya.
"oh dosen muda, mau daddy carikan yang seperti apa hmm? Mau yang botak, jelek, atau yang buncit." chaterine yang mendengarnya meringis, ia lupa jika sedang berhadapan dengan sang daddy yang super overprotektif kepada.
"hehe bercanda daddy.."ucap chaterine sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" jika sampai itu terjadi, daddy pastikan akan menghajar dosen mu itu sebelum dia mengajar di kampus mu! Daddy ingin lihat seberapa tampan nya dia."chaterine berdiri dari tempat duduk nya dan berdiri agak jauh dari sang daddy sebelum menjawabnya.
"tentu saja dosen itu harus tampan seperti daddy dan grandpa!" seru nya sambil berlari kearah taman belakang di mansion nya, daddy axel menggelengkan kepala nya saat mendengarkan nya.
"bagaimana tentang kejadian tadi malam axel?" daddy axel diam sebentar dan melihat kearah kemana pergi nya putri kecil nya terlebih dahulu, memastikan jika putri nya benar-benar sudah tidak ada disana.
"mereka pembunuh bayaran, seperti nya kamu juga sudah mencari tahunya jika putri ku masuk dalam daftar hitam di dunia bawah."papa ludwig hanya diam, ia juga sempat terkejut saat mengetahui nya tadi. Entah siapa yang sudah menargetkan calon menantu nya, selama dia mencari tahu tentang chaterine tidak pernah mendapatkan data yang menunjukkan jika gadis itu terlibat dalam masalah besar.
"kami masih mencari tahu siapa yang memasukkan putri ku kedalam daftar hitam, kamu tentu nya juga tahu jika aku turun secara langsung yang ada nyawa putri ku dalam bahaya yang lebih besar lagi dan tentu nya identitas putri ku yang selama ini kami rahasiakan dari dunia bawah akan ketahuan. Itu tidak boleh terjadi, kami rela mengganti marga kami hanya untuk melindungi chaterine dari orang-orang seperti mereka."entah siapa yang di maksud oleh daddy axel dan sepertinya papa ludwig tahu maksud dari daddy axel.
"axel, aku tahu kekhawatiran mu tapi mau sampai kapan kamu menyembunyikan identitas kalian dari putri mu!"
"sampai waktu yang tepat. Kalau bisa memilih, aku tidak ingin putri ku mengetahui nya. Biarlah dia hanya mengetahui jika daddy dan kakak nya seorang ceo perusahan bukanlah seorang mafia."papa ludwig menghela nafas berat. Tentu nya dia tahu mengapa sahabat nya ini menyembunyikan identitas mereka termasuk dari putri kecil mereka.
Melihat kedatangan chaterine, membuat daddy axel dan papa ludwig kembali diam. Melihat putri nya yang datang dengan tersenyum lebar membuat nya merasa bahagia, bagi nya kebahagiaan putri nya adalah yang paling utama.
"daddy kenapa?" tanya chaterine dengan nada khawatir saat melihat tatapan mata sang daddy yang menatapnya dengan tatapan sendu.
"dari mana hmm?? "
"ambil buah di belakang, chatty cuci sebentar ya daddy." ucap nya sambil membuka sedikit pakaiannya yang ia gunakan untuk menampung buah-buahan, setelah mengatakannya chaterine segera pergi dari sana.
"arggggg" mendengar teriakan sang putri membuat daddy axel dan mommy jovinka khawatir, mereka segera berlari menuju dapur dan mendapati chaterine yang éudah duduk di bawah meja di dapur sambil memeluk kedua lutut nya.
"ada apa baby? " tanya sang daddy dengan mendekati putri nya secara perlahan.
"ada apa sayang?" tanya mommy jovinka dengan bada yang tidak kalah khawatir nya, leon dan yang lainnya juga datang kedapur saking panik nya.
"da- da- da- daddy i- i- i- i itu" tunjuk chaterine pada salah satu pojokan lemari pendingin dan betapa terkejut nya mereka saat melihat ada mayat yang berada di celah antara kulkas dan dinding.
Daddy axel dan mommy jovinka sempat terheran karena sedari pagi mereka tidak melihat nya, mereka juga sudah memastikan jika tidak ada yang tertinggal dari kejadian tadi malam.
"tidak apa-apa sayang! Ada daddy disini, ayo keluar." chaterine menggelengkan kepala nya karena ketakutan.
hiks....
Hiks
Hiks
hiks
Hiks
Hiks