NovelToon NovelToon
PEREMPUAN DI HARI PERNIKAHANKU

PEREMPUAN DI HARI PERNIKAHANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:191.8k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Bercerita tentang seorang perempuan yang terpaksa menikahkan suaminya pada perempuan lain di hari pernikahannya sendiri.

Perempuan misterius tersebut berusaha merebut suaminya.

Pertama kalinya pula dalam sebuah cerita seorang istri pertama menjadi tameng bagi madunya sendiri.

Apakah pernikahan satu cinta tiga hati ini berjalan baik?

Apakah kesetiaan bisa memenangkan semuanya?

Dan dendam apakah yang di bawa Laras dalam kehidupan Asha, sehingga dia tega berusaha menjadi orang ketiga?

Please, baca...🙏 ada banyak kejutan dalam cerita ini... alurnya tak biasa, lho...🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 24 TAKDIR YANG KEJAM

Darius menggerayangi Laras seperti perempuan itu hanya boneka tak bernyawa, terlihat dia begitu menikmati perlawanan perempuan yang gemetaran menggeliat dalam pelukannya.

Laras memejamkan matanya, air matanya mengalir deras, lewat sudut matanya.

"Kamu harus menghancurkan hidup Asha dan Gading!" Gertaknya di telinga Laras.

Laras tetap tak bergeming, hanya dalam hati dia menjerit,

"Tidak! Aku tidak bisa lagi, aku tak bisa membuat mbak Asha menangis lagi. Bagaimanapun juga dia telah begitu baik padaku. Meski sejahat apapun aku, aku tak pantas membuat mbak Asha menderita lagi. Hanya dia yang cukup manusiawi memperlakukan aku di antara semua orang yang ku kenal." Laras menggigit bibirnya.

"Kenapa? Kamu lebih suka aku menyiksamu sepanjang hidupmu?" Tanya Darius dengan suara rendah, bibirnya menyentuh telinga Laras, nafas Darius terasa panas menyentuh cuping telinganya menandakan bahaimana dekatnya Darius padanya.

"Kamu boleh menyiksaku, aku sudah terbiasa dengan ini! Tapi aku berhenti menuruti perintahmu untuk menghancurkan rumah tangga mereka!" Sekarang Laras dengan segenap keberaniannya menaikkan kepalanya, menantang mata jahat Darius.

"Oh, ya?" Darius menaikkan alisnya, dengan seringai yang tak lepas dari bibirnya.

"Kita coba ingatkan lagi rasanya, siapa tahu kamu lupa..." Darius menarik kedua sudut bibirnya ke bawah.

Wajahnya menyusup di antara rambut Laras. Perempuan dalam dekapannya itu semakin kuat memejam matanya, sesungguhnya di dalam hatinya, dia sangat ingin berontak, tapi dia tahu meskipun dia melawan sekuat tenaga sekalipun, tak akan merubah keadaan. Berteriakpun tak berguna, dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.

Darius mempunyai surat nikah palsu yang di buatnya untuk menjadi tameng ketika ingin menguasai Laras. Orang akan menertawakannya jika dia mengatakan suaminya telah memperkosanya. Statusnya adalah istri tertulis dari laki-laki yang sedang berusaha menggaulinya dengan kasar ini.

Laras tak akan berdaya kecuali menyerahkan diri dan kehormatannya padanya, suka atau tidak.

Laras terdiam pasrah saat Darius mulai mencumbuinya, melucutinya dengan raut mengancam penuh amarah.

"Laras, kita telah sepakat mengakhiri semuanya dengan baik, bukan? hanya dengan menjadi orang ketiga dalam hubungan Asha dan gading. Tapi, kenapa kamu mau kembali pada lubang yang sama?"

Laras memalingkan wajahnya, matanya masih terpejam seolah tak ingin menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Darius padanya, dan mulutnya tetap saja bungkam, membuat Darius tampak semakin menjadi-jadi.

Dia tak tahu, apa yang menjadi dosa dan kesalahannya, hidupnya menjadi begitu sial dan menderita.

Dulu dia mengira saat Tuan dan Nyonya Giraldi mengambilnya dari Panti Asuhan sebagai puteri angkatnya, hidupnya akan jauh berubah. Di pelupuk matanya adalah kebahagiaan yang tak terbayangkan, mempunyai orangtua dan saudara, mempunyai rumah dan mendapatkan banyak kasih sayang.

Saat itu dia masih sangat belia, masih berada di kelas 7 SMP.

Pertama kali dia masuk rumah tuan dan nyonya Giraldi yang di panggilnya dengan papi dan mami itu, dia seperti melangkah masuk ke dalam sebuah istana. Atap rumahnya begitu tinggi, lantainya dari marmer yang mengkilat. Dua orang anak laki-laki menyambutnya, tiga dan lima tahun di atasnya.

"Ini adalah kakakmu, Darius dan David." Itu adalah perkenalan pertama mereka.

David anak sulung yang lebih dewasa, berwajah sedikit ramah meski tampak tak terlalu perduli dengan kehadirannya. Dia kuliah di tingkat pertama sebuah universitas.

Darius anak kedua itu jauh dari wajah antusias, tak banyak bicara, dia terlihat pendiam dan dingin.

Dari sana lah ternyata takdir baru harus di terimanya, berada dalam istana seperti puteri tetapi lebih kejam dari neraka.

"Ukh..." Laras meringis saat Darius mendorongnya ke sebuah sofa di tengah ruangan. Tubuhnya yan setengah polos itu terjatuh di sana.

Darius mencumbui Laras dengan kasar, kemudian mengagahi perempuan yang berusaha berontak itu dengan liar tanpa perasaan, menusuk-nusuk tubuhnya tanpa memperdulikan kesakitan yang di rasakan oleh Laras menerima setiap hentakan dan gigitan yang menghujam tubuh mulusnya.

Akhirnya, Laras terdiam pasrah, percuma dia berontak, Darius menindihnya dengan kuat.

Dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya, Laras menangis tanpa suara, bibirnya bawahnya bertaut dengan giginya. Dia bertahan dengan menggigit bibirnya sendiri, terasa perih karena giginya hampir merobek kulit bibirnya.

Tak ada penolakan, tak ada erangan dan tak ada reaksi apapun dari Laras untuk menyatakan bahwa dirinya adalah mahluk hidup, dia hanya diam seperti mati, terbaring dengan mata terbuka menatap langit-langit kamar itu.

Untuk kesekian kalinya, Darius melakukannya untuk menunjukkan betapa dia begitu kuat mengendalikan hidup Laras.

"Hidupku sendiri sudah mati, sejak aku masuk dalam keluargamu..."Batinnya berteriak dalam lautan kesedihan yang kini dirasakannya, dadanya bergemuruh seperti hendak meledak tapi ditahannya dengan terus menggigit bibir bawahnya, sampai-sampai bibir yang pucat itu berdarah.

Darius melampiaskan semua kemarahan dan kekesalan yang tampak dari raut wajahnya, dengan hentakan-hentakan kasar. Sekujur tubuh Laras yang polos bahkan memerah oleh tiap cengkeramannya.

Darius seakan menggagahi patung tak bernyawa, setelah dia puas, Laki-laki itu berdiri dengan keringat yang mengucur membasahi dahinya.

Seringai seperti serigala yang begitu puas dengan mangsanya yang tak berkutik, tampak nyata di bibirnya.

"Kamu akan mengalaminya sepanjang hidupmu jika kamu tidak menurutiku. Kecuali aku bisa memiliki Asha, aku tak akan lagi menyentuhmu." Suaranya yang ngos-ngosan itu terlihat kejam. Dia terlihat begitu puas telah melampiaskan hasratnya pada perempuan yang kini terbaring di atas tempat sofa itu, nyaris tergeletak seperti seonggok kain, yang diam tak bergeming tanpa sekalipun berbicara maupun membuka matanya bulat-bulat dalam tubuh tak terbalut oleh apapun lagi.

"Aku tak akan lagi melakukannya, Kak. Aku rela menerima siksaanmu, sampai aku mati tapi aku tak mau melakukan hal itu lagi. Mereka adalah orang baik, Asha dan pak Gading adalah orang baik...aku tak mau lagi..." Suara itu bergetar parau dari bibirnya yang bergerak, meski tubuhnya tak bergeming.

"Kamu sekarang kebih keras kepala setelah kamu keluar dari rumah Gading, entah apa yang meracuni otakmu!" Darius berucap kesal sambil mengenakan celananya kembali.

Kemudian matanya tertuju pada bayi yang tertidur lelap di atas tempat tidur.

"Kamu mungkin bisa menahannya, tapi anakmu tidak..." Kata-kata itu hampir tak terdengar tetapi sungguh membuat Laras langsung bangun dan berdiri. Lalu meraih taplak meja di sampingnya untuk menutup tubuhnya, dengan tergesa.

"Ja...jangan...jangan menyentuh Zyanku." Laras merentangkan tangannya, matanya nyalang menghalangi pandangan Darius dari anaknya.

...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...

...Biar author tambah rajin UP...

...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...

...I love you all...

1
Carlina Carlina
sruh urus. sdri aja ,knp hrus asha🤦🤦🤦😡😡😡
Carlina Carlina
biasa nya author bikin crita nya bnyak humor nya x ini luaarr biasa menguras emosiii🤔😊
Carlina Carlina
waduuuuuhhh ternya nya oooo...ternyata akar nya permasalahsn nya nai nya dariusss🤦🤦🤦🤦🥺🥺🤔🤔🤔😏😊
Carlina Carlina
manataaaapppp gading👍👍👍👍👍
dasar laras jalang g tau diriii😡😡😡😡
Carlina Carlina
mertua labil daniah😏😏😏🥺
Carlina Carlina
widiwwww mantaaappp gading👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰👏👏👏🤗🤗🤗
Carlina Carlina
hadeeeuuu🤦🤦😡😡😡
Fera Susanti
lupa alur nya
Suesant SW: author pun nyaris lupa🤣
total 1 replies
Atiek As Ardhy
Darius tdk bisa nikah sama Asha haram dia sepersusuan klo ga salah bgitu
Atiek As Ardhy
ini novel ketiga
Suharnani
Heran aku, knp mamanya ngrecek aja tak ada habisnya
Suharnani
Aku sendiri posisi sebagai mertua, tapi gak seperti pikiran Daniahmadsuryan. urusan masalah anak dan mantu gak ikut campur. paling cuma ngasih nasehat aja dan gak KDRT dan selingkuh
Santi
sepersusuan ternyata
jadi mahram
Madestata
mana nih kenapa belum update nya thor lanjut lagi apa tidak nih🙏🙏🙏🙏
Madestata
mana nih Thor lama update nya 🙏💪💪
Madestata
mertua selalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya baru setahun kok dah rempong deh bilang menantu mandul kelewatan nih mertua 🙏👍💪😘
Madestata
suka tuh sama alur ceritanya
jangan lama-lama up Thor 💪💪💪
ande
mulut mertua yg bikin geregetan😌
ande
semakin malang nasip laras
ande
semakin malang nasip laras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!