Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Daniella Larasati, seorang gadis cantik yang terpaksa harus menikah dengan seorang psychopat.
Mampukah Ella bertahan hidup dengan penuh ketakutan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di mobil
Warning!!!
Yang merasa di Bawah umur, harap minggir dulu ya Sayang, karena di part ini akan sedikit mengandung ‘Anu.’
“Eughhh,”
“Ja-jangan disini, a- aku aahh.”
Glek!
Berulang kali Jhon menelan saliva nya, tak ingin berlama lama terjebak dalam mahligai cinta tuan dan nona nya, Jhon pun semakin menambah kecepatan mobil nya. Ia fokus kan dirinya untuk menatap ke jalan, walau suara suara serak Ella terus mengganggu nya.
“Jhon, tepikan mobil nya,” perintah Stive, dan Jhon pun segera mencari tempat sepi untuk menepi, setelah menepi, ia pun segera keluar dan memilih sedikit menjauh dari mobil.
Sebagai lelaki normal, Jhon juga tahu bahwa bos nya sangat membutuhkan pelampiasan karena tadi saat di acara makan malam, ia kecolongan. Stive di beri obat perangsang oleh tuan Gunawan. Yah, tuan Gunawan sengaja memberikan obat ke dalam minuman tuan Stive agar Stive bisa tidur dengan putri nya, dan setelah itu ia bisa menjebak nya dnegan sebuah pernikahan. Namun sayang, Jhon terlalu cepat kembali dan mengetahui ada yang tak beres, dengan cepat Jhon mengajak tuan Stive untuk keluar dari restauran tersebut dan mengajak nya menjemput Ella.
Bila saja, Jhon tidak datang tepat waktu, mungkin kini Ella sudah di pastikan bisa menginap di rumah orang tua nya. Karena tuan Stive akan menjemputnya esok pagi.
“Tu- tuan emmmtttthh,”
“Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu,” ucap Stive dengan sorot mata tajam nya.
“Ahhhh sakittt!” jerit Ella saat merasakan sesuatu telah memasuki nya.
“Ini hanya tangan ku, belum adikku.” Kata Stive, lalu ia kembali menyerang bibis Ella dengan penuh napsu.
“Ta- tapi sakit. Jarimu terlalu besar,” protes Ella meringis.
“Aku akan melakukan perlahan,” ucap Stive.
Bayangan demi bayangan dimana dirinya bertemu adik dari Stive, membuat Ella ketakutan, ia menelan saliva nya berulang kali, di antara kenikmatan atas cumbuan Stive, pikiran Ella melayang membayangkan betapa besar dan apakah nanti nya akan muat atau tidak.
“Stive, a-aku aahh!” jerit Ela saat akhirnya ia mencapai puncak tertinggi.
“Yah, sebut nama ku baby,” kata Stive lalu ia segera mengangkat tubuh Ella agar kembali duduk di pangkuan nya, ia resleting drees yang di kenakan Ella, hingga terlihat nya dua buah yang sedang mangkel hendak matang terlihat begitu menggiurkan untuk melepas dahaga Stive.
“Stop, eughh stop, hentikan, hah hah,”
“baiklah, kita ke inti sekarang. Maafkan karena aku melanggar janji ku, dan mungkin aku akan sedikit menyakiti mu,” bisik Stive lalu ia segera mengarahkan adik kesayangan nya untuk memasuki pintu utama.
“Auuwhh, sakit sakitt! Gak muat, hentikan!” desis Ella merintih.
“Tahan sedikit lagi,” ucap Stive dengan suara yang sudah sangat parau.
“Hah, hah, auwhhh perih Stive. Gak akan muat hiks hiks,” kata Ella menggigit bibir bawah nya sambil terisak.
“Tidak mungkin,” ucap Stive masih terus berusaha mendorong adiknya, namun ini memang sangat lah sempit hingga membuat adik nya begitu sulit untuk membuka pintu nya.
“Tidak mungkin bagaimana? Makanya jangan gede- gede, susah kan hiks hiks. Kamu nyakitin aku hiks hiks,” ujar Ella terisak, tangan nya sejak tadi mencakar bahu Stive yang sudah bertelanjang dada.
Stive mencoba menulikan telinga nya dan ia memfokuskan diri untuk mencetak gol pertama nya. Hingga akhirnya dengan satu kali hentakan, adik nya berhasil masuk walau tak bisa sepenuhnya, namun ia berhasil mencetak gol pertama.
‘Akhirnya,’ gumam Stive dalam hati merasa sangat lega.
wah Ella terancam ini