Kisah ini tentang seorang pewira polisi bernama Alfa dan seorang Dokter bernama Karina. Keduanya memendam cinta sejak bangku SMA.
Karina adalah perempuan yang ceria, ia memiliki empat sahabat, Viona, Algi, Fefin dan Alfa. Mereka bersahabat sejak SMA. Namun tanpa Karina sadari ada sosok Alfa yang diam-diam mencintainya sejak mereka duduk dibangku sekolah. Karina terlalu nyaman dengan sosok Alfa sahabatnya sampai keduanyapun berpisah karena Alfa harus mengikuti pendidikan sebagai seorang taruna polisi dan Karina disibukkan dengan kuliah.
Karina hanya bisa bertemu Alfa lewat video call melalui laptopnya jika Alfa sedang libur pendidikan. Bertahun keduanya hanya bisa telepon sejak Alfa telah bekerja menjadi seorang perwira polisi dan Karina bekerja disalah satu rumah sakit swasta. Akankah cinta Alfa bebalas meski Karina telah memiliki tunangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puputhamzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Serena dan Karina terlelap didalam kamar keduanya sama-sama lelah. Satu jam lamanya keduanya tertidur pulas tapi setelah itu suara ketukan pintu membuat Karina membuka matanya. Karina kemudian membuka mulutnya dengan lebar karena masih mengantuk. Karina segera bangun ketika suara ketukan pintu kembali ia dengar. Ia melangkahkan kakinya membuka pintu dan melihat sosok Maria, Mamanya Serena tersenyum padanya.
"Acara mau dimulai bangunkan Serena dan kalian pakai baju yang bagus ya, biar nggak malu-maluin Tante!" pinta Maria.
"Iya Tante" ucap Karina.
Karina kembali menutup pintu kamar saat melihat Maria telah melangkahkan kakinya menjauh dari kamar ini. ia kemudian mendekati Serena dan menggoyangkan lengan Serena agar Serena segera bangun.
"Ren bangun!" ucap Karina.
Serena menggeliat dan perlahan membuka matanya "Gue masih ngatuk banget Rin!" ucap Serena.
"Mama kamu minta kita ikutan acara, jadi kita mesti mandi Ren terus gabung kesana!" ucap Karina.
"Males banget Rin, ini gue pengen bobok lagi aja!" ucap Serena membuat Karina menarik tangan Serena.
"Ayo jangan bandel, gue nggak enak sama Mama lo kalau gue nggak ngebangunin lo Ren!" ucap Karina.
"Iya, lo mandi duluan Rin setelah itu baru gue!" ucap Serena.
"Oke" ucap Karina segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Karina telah selesai mandi dan ia menghela napasnya melihat Serena yang saat ini kembali tidur dengan mulut yang terbuka. "Ren bangun!" ucap Karina.
"Bentar lagi Rin!" ucap Serena.
"Ren kalau kamu nggak bangun, malam ini aku balik sendiri ke hotel!" ancam Karina membuat Serena segera membuka matanya dan segera duduk. "Mandi!" ucap Karina melempar handuk kepada Serena.
"Siap Nyonya Alfa!" ucap Serena tersenyum manis membuat Karina menghela napasnya.
Serena segera masuk kekamar mandi dan beberapa menit kemudian ia selesai mandi dan melihat Karina telah rapi dengan pakaiannya. "Kok pakek baju bagus banget Rin?" tanya Serena.
"Nggak enak kalau pakai baju jelek Ren, tadi Mama kamu bilang pakai baju yang bagus" jelas Karina.
"Oke, aku pakai gaun aja kayak kamu Rin" ucap Serena mengambil gaunya bewarna navy dan segera memkainya. Ia kemudian mengoleskan make up tipis diwajahnya.
ketukan pintu kembali terdengar membuat Karina segera membukanya dan Maria tersenyum melihat Karina yang terlihat sangat cantik "Aduh Rin kamu cantik sekali, seandainya kamu mau sama berondong, Tante setuju kamu sama adiknya Karina!" ucap Maria membuat Karina tersenyum.
"Karina udah punya pacar Ma. Namanya Alfa, orang ganteng banget" jelas Serena.
"Ajak kesini dong Rin kenalin sama Tante!" ucap Maria.
"Iya Tante nanti Karina ajak ke sini Alfanya" ucap Karina.
"Ayo keluar acarannya mau dimulai!" ucap Maria dan ia segera memegang lengan Serena agar mengikutunya.
Acara ini memang tidak terlalu mewah dan sekitar dua puluh orang tamu saat ini sedang duduk bersama di ruang tengah. Karina dan Serena membulatkan matanya saat melihat Tama dan Alfa juga hadir di acara ini.
Idris saat ini mendekati Serena. Ia memegang tangan Serena dan mengajak putrinya itu mendekati sepasang suami istri parubayah yang saat ini berada disamping Tama.
"Serena ini orang tua Tama, ayo salim nak!" ucap Idris membuat wajah Serena memucat dan ia menatap kearah Tama yang memilih untuk diam dan namun tatapanya saat ini sangat serius pada Serena.
"Serena Tante" ucap Serena mencium tangan kedua orang tua Tama.
"Aduh ayu tenan anaknya Pak Idris ya Pi" ucap Lita Maminya Tama.
Karina dan Alfa saling bertatapan lalu tersenyum melihat Serena dan Tama yang saat ini sedang memasang cincin tunangan. Hari ini ternyata kedua orang tua Tama dan Serena sengaja melakukan pertunangan sebelum Serena dan Karina kembali ke Jakarta.
Serena sama sekali tidak tahu jika hari ini Tama datang bersama keluarganya untuk melamarnya sekaligus melangsungkan acara tunangan. Karina ingin tertawa karena Serena mungkin saat ini sangat kesal. Setelah acara pertunangan ini selesai, Alfa mengajak Karina berjalan ke depan supermarket yang tidak jauh dari rumah orang dinas Pak Kapolda.
Suasana malam membuat Karina kembali mengingat saat Alfa menemaninya mencari kayu bakar dihutan ketika mereka pergi berkemah.
"Al ingat nggak saat kita ikut Pramuka?" tanya Karina.
"Ingat, saat itu kita menemukan tempat berkumpulnya kunang-kunang didalam hutan" ucap Alfa.
"Dan waktu itu kau ingat kau mengatakan apa padaku?" tanya Karina.
"Iya, tentu saja aku mengingatnya Rin" ucap Alfa.
tbc...
wkwkwk Karina oon🤣🤣
meleleh aku