Sinopsis
Menikah dengan pria yang kita cintai dan keluarga nya pun menerima kita dengan baik, jelas membuat kita bahagia tapi semua nya ngak akan semudah itu dalam mencari kebahagiaan . Karena saat ini suami nya malah meninggal dalam kecelakaan, selama itu juga Anggita tak pernah sama sekali menikah .
Apalagi dirinya hanya seorang anak yatim piatu, tidak memiliki keluarga sama sekali dan dibesarkan di panti asuhan di daerah pinggiran kota. Setelah suami nya meninggal, dia tak pernah menikah lagi hingga kedua mertua nya berniat menjodohkan nya dengan adik ipar nya yang usia nya tiga tahun di bawah nya .
Adik ipar nya sama sekali menolak dijodohkan, dia malah menganggap kalau kakak iparnya hanya ingin mencari keuntungan dari keluarga nya tapi saat malam itu dia masuk dan memaksa kakak ipar nya untuk melakukan hubungan suami istri karena dia mabuk tapi ternyata kakak ipar nyaaaaa.....
Bagaimana nasib Anggita kedepan nya ? Yuk mulai ikuti novel ku ya ,makasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Arhan
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Anggita terkejut dan berniat untuk mendorong dada Arhan agar tak menempel pada nya, tapi kedua tangan Arhan menahan pinggang Anggita agar Anggita tak bergerak
"Tetap seperti itu Nggi,biar mami foto " ucap mami nya Arhan dan Anggita mau tak mau hanya bisa diam .
"Kau cantik sekali hari ini Hhmmm,wangi lagi " bisik Arhan dan tubuh Anggita menegang saat melihat senyuman sinis di bibir Arhan ,Dia hanya bisa menahan semua nya karena permintaan mami nya Rendra.
"Sudah ,sekarang ganti pakaian nya . Biar mami foto lagi, nanti biar rendra yang putusin mau yang mana pakaian pria nya. Kamu pilih yang mana Nggi ? "ucap mami nya Rendra dan Anggita pun mendorong dada nya Arhan agar mereka tidak menempel seperti tadi lagi .
"Semuanya cantik mi ,yang mana aja boleh " jawab Anggita dengan pelan ,dia berusaha untuk tersenyum.
"Kalau gitu biar rendra aja yang pilih ya,sekarang kalian ganti baju nya lagi " ucap mami nya Rendra dan dia pun kembali menatap ke arah ponsel nya, mengirim foto kebersamaan Arhan dan Anggita pada rendra dan papi nya.
Arhan menarik pinggang Anggita hingga tubuh mereka menempel saat mereka berada di belakang panggung, tak ada pelayan disana sehingga Arhan bisa seenak nya mengancam Anggita lagi.
"Dengar.....aku menerima pernikahan kalian ,tapi bukan berarti kau bebas melakukan apa pun pada kakak dan kedua orang tua ku . Aku akan mengawasi mu " ancam Arhan, dia sempat sempat nya mencium leher Anggita di bagian telinga nya membuat Anggita berusaha melepaskan diri .
"Aku akan menjaga pernikahan ini mas Arhan, tolong jangan seperti ini pada ku" jawab Anggita, dia ngak suka Arhan se-intim ini dengan nya .
"Ck....kau pikir aku mau sama kamu ? Kau itu ngak ada beda nya sama wanita lain nya ,semua nya berusaha untuk menggoda ku " ucap Arhan, dia ngak mungkin mengatakan kalau saat ini dia benar benar ingin menarik Anggita dan meniduri nya .
Entah kenapa Arhan malah berpikiran hal itu saat sedang bersama dengan Anggita, dia tak pernah berpikiran hal itu pada wanita lain begitu juga dengan kekasih nya dulu tapi godaan Anggita membuatnya tak bisa menahan nya .
Setelah mencoba beberapa pakaian pengantin dan mami nya pun mengambil foto mereka ,mengirimkan nya di grup keluarga Wardana kini mereka pun sudah kembali pulang ke rumah.
Kali ini mereka di antar oleh Arhan, Arhan meninggalkan pekerjaan nya dan pulang kerumah kedua orang tua nya. Mereka bahkan makan siang bersama, Anggita hanya diam saja dan takut jika nanti nya Arhan berbuat tak baik saat tak ada rendra di rumah .
"Aaah .....Mami capek ,mau istirahat dulu. Kamu juga harus banyak istirahat Nggi,besok kita mulai liat gedung nya dan kamu bisa nentuin dekorasi yang kamu inginkan " ucap mami nya Rendra dengan senyuman manis nya, Anggita ingin sekali ikut istirahat bersama dengan mami nya Rendra tapi ngak mungkin hal itu dia lakukan
"I. ..iya Mi,nanti saya istirahat " jawab Anggita akhirnya, dia pun ikut bangkit dan dengan cepat menuju kamar tamu dimana dia tidur saat di rumah ini
Arhan terkekeh kecil melihat Anggita yang ketakutan ,dia menikmati teh hangat yang tadi dia seduh sendiri kemudian dia pun mengikuti Anggita ke kamar tamu . Meraih gagang pintu kamar itu dan ternyata sudah terkunci ,Arhan kembali tersenyum tipis dan mengambil kunci cadangan yang dia siapkan selama ini di saku nya.
Ceklek
Pintu pun terbuka, tak ada Anggita di kamar itu tapi ada suara gemericik air dari kamar mandi . Arhan kembali tersenyum tipis ,dia duduk di pinggiran tempat tidur . Memainkan ponselnya sambil menunggu Anggita, dia senang sekali mengganggu Anggita seperti saat ini
"Eh....ma....mas Arhan kenapa bisa masuk ?" tanya Anggita yang memegangi handuk nya di bagian dada nya ,dia sudah menyiapkan pakaian ganti di atas tempat tidur tepat di samping Arhan duduk saat ini
"Aku menunggu mu dari tadi ,lama banget mandi nya " jawab Arhan yang kini sudah berdiri ,dia berjalan mendekati Anggita yang kini mundur dan berusaha berbalik untuk kembali ke kamar mandi tapi di tahan oleh Arhan
"Aaakhhh.....mas ,Tolong lepaskan aku. Keluar dari sini, aku ini calon kakak ipar mu . Jangan yang ngak ngak mas" ucap Anggita yang kini sudah menangis ,dia takut jika Arhan melakukan hal yang ngak pantas pada nya karena saat ini tubuh nya hanya di balut oleh sehelai handuk tebal dan dengan sekali tarikan saja Arhan pasti bisa membuka nya
Arhan malah mendekap tubuh Anggita, kemudian dia meremas salah satu dada milik Anggita dengan keras membuat Anggita meringis dan berusaha untuk teriak tapi tangan Arhan sudah menutupi mulut Anggita yang tak tinggal diam. Anggita menggigit tangan Arhan dengan keras hingga Arhan melepaskan nya ,Anggita pun langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci nya ..
Tangan Arhan merah,berdarah karena Anggita menggigit nya dengan kuat . Arhan hanya bisa menahan sakit ,kemudian dia pun keluar dari sana . Menutup pintu nya kembali, sedangkan Anggita sudah menangis di dalam kamar mandi dan bingung harus bagaimana hingga akhir nya Anggita memilih tidur didalam bath up dengan beberapa handuk yang dia jadikan selimut .
Untung nya handuk berada didalam kamar mandi sehingga Anggita bisa dengan mudah mengambil nya, tak lama Anggita mendengar suara rendra didepan pintu kamar mandi. Anggita pun bangun dan membuka pintu nya, memeluk tubuh rendra dengan cepat sambil menangis membuat Rendra kebingungan
"Kenapa hhmmm?" tanya Rendra yang membalas pelukan Anggita, dia mengelus kepala Anggita dengan lembut.
"Mas....aku hiks hiks kangen kamu " jawab Anggita membuat rendra tersenyum, dia tau kalau Anggita pasti takut dengan adik nya karena saat pulang tadi dia melihat Arhan tidur di kamar nya
"Mas juga kangen kamu ,baru siap mandi ?" tanya Rendra dan Anggita hanya mengangguk, dia ngak mungkin menceritakan kejadian yang sebenar nya pada rendra
"Sekarang kamu pake baju dulu ,semua udah nunggu buat makan malam " ucap Rendra dan Anggita kembali mengangguk, rendra mengecup kening dan bibir Anggita lebih dulu sebelum dia keluar dari kamar tamu .
"Sudah jam segini aja ,aku jadi ketiduran di kamar mandi gara gara dia " gumam Anggita dan dia pun mengambil pakaian yang dia siapkan di atas tempat tidur, kemudian dia memakai nya lalu keluar dari sana.
Anggita bisa melihat jelas Arhan duduk di samping rendra di meja makan ,dia juga melihat kedua orang tua Rendra yang sudah duduk di tempat nya dan dia pun ikut duduk disana dan mulai makan dengan tenang.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘