NovelToon NovelToon
Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: shanty fadillah

Season satu : Polisi Sang Penakluk Hati
Season dua : Antara Aku Kamu dan Dia

Season ke tiga : ISTRI UNTUK MANTAN SUAMIKU.

Berkisah tantang rumitnya perjalanan sebuah rasa yang di sebut cinta.

Angga jatuh cinta kepada Cia.
Cia yang justru jatuh cinta kepada Arfi
Dan Arfi yang masih menharapkan Sisi sang mantan Istri.

Kejutan kian menjadi, saat Cia tahu ia mencintai mantan suami sahabatnya sendiri.

***
Follow IG aku yak : @shanty_fadillah123

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S A H

*Selamat Membaca*

Hari terus berganti, waktu terus berlalu. Hari bahagia yang di tunggu oleh Airin dan Alvian pun telah tiba. Di sepanjang waktu yang terus bergulir, si cantik memantapkan diri untuk menjadi seorang istri, belajar memahami segala hal, agar kelak bisa menjadi istri yang paham membahagiakan suami, begitu pun dengan Alvian, pria tampan yang tampak memiliki kekurangan, namun nyatanya memiliki banyak rahasia yang tak di ketahui banyak orang, termasuk Airin dan kedua orang tuanya. Alvian bersikap bagaikan anak-anak dengan semua sifat manjanya saat berada di rumah, namun ia akan 100 persen berbeda saat melakukan pekerjaan secara diam-diam, ia adalah pemimpin yang tegas dan di takuti para pekerjanya.

"Ton, semua urusan kantor, ku serahkan kepada papamu, tapi ingat.. rahasiakan dari siapapun bahwa perusahaan itu miliku! Cukup kau dan ayahmu saja yang tau," ujar Alvian kepada sahabatnya.

Namun tanpa Alvian ketahui jika Toni memberitahukan kepada para karyawan kantor, bahwa perusahaan yang di manageri oleh sang papa, adalah milik seseorang yang bernama Alvian Atala Putra.

***

"Al, kau sudah siap sayang?"

"Sudah mah,"

Alvian pun keluar kamar dengan senyum mengembang. Anak muda itu menggunakan baju kemeja putih dan jas hitam yang membalut tubuhnya, memperlihatkan betapa tampanya ia.

"Bi, biar aku yang dorong kursi roda, Alvian," seru Tania lagi, kepada sang bibi yang sejak tadi berada di belakang anaknya.

"Baik, bu,"

Si bibi pun segera pergi, sementara Alvian menuju ruangan yang sudah di siapkan untuk ia mengikat janji pernikahan.

"Al, kemarilah!" si papa menarik kursi roda sang anak untuk segera mendekat ke arahnya.

"Pah, Amira dan keluarganya kok belum datang?"

"Kenapa? Kok kamu nanyain meraka, kamu masih suka Amira atau bagimana?" si papa menatap heran wajah Alvian.

"Tidak, aku tidak menyukai Amira sedikitpun, tapi om Yuha dan tante Anita adalah sahabat mama dan papa, jadi wajar dong, kalau mereka juga hadir disini untuk menyaksikan hari bahagiaku. Lagi pula Om Yuda sudah membantu membiayai pernikahanku ini," jelas Alvian panjang lebar.

Namun tak ada yang tahu maksud dan tujuannya untuk menanyakan hal tersebut, sebenarnya Alvian benar-benar sudah tidak sabar lagi, ingin melihat ekspresi keluarga Airin saat melihat bahwa Airin anak yang mereka buanglah yang kini menikah denganya.

"Mana mempelai wanita Kenapa belum hadir sini, juga?"

"Sebentar pak, istri saya sudah menjemput di kamarnya!" jelas Reyhan agar orang yang akan menikahkan anaknya tersebut untuk sabar sebentar.

Dan....

Semua mata kini tertuju akan hadirnya sosok gadis cantik yang turun perlahan dari tangga, untuk menuju ke ruangan di mana Alvian dan orang-orang berada. Dengan di irngi oleh Tania, Airin melangkah begitu hati-hati.

"Rin," lirih Alvian setelah Airin sudah duduk di sampingnya.

"Wooow, menantu anda cantik sekali, pak Reyhan," puji semua orang yang berada di ruangan tersebut.

Airin hanya tersenyum simpul saat mendengar banyak orang memuji kecantikanya.

"Ga, nyesel tu cewek nikah, dengan pria yang memiliki ke kurangan seperti, Alvian?" bisik-bisik mereka lagi.

Dari mulai pujian hingga perkataan yang menykitkan, sama-sama di dengarkan oleh Alvian dan Airin, keduanya hanya mambalas mereka dengan senyum mengembang.

"Kita yang jalani, jangan perdulikan mereka!" bisik Alvian pelan.

Namun berbeda dengan kedua orang tua Alvian... jika Tania menghadapinya dengan santai-santai saja saat mendengar perkataan-perkataan yang cukup menyakitkan, tapi tidak dengan Reyhan, pria paruh baya itu menganggap bisikan-bisikan mereka adalah hal yang sangat memalukan

***

"Bagimana saksi, "SAH"...?"

"SAH......!"

Jawab mereka bersamaan, dengan satu kali ucap saja, Alvian kini, sudah resmi menjadi seorang suami. Sementara Airin menangis haru, ia tak mampu berkata-kata bahwa hatinya dan perasaannya kini benar-benar sangat bahagia, gadis cantik itu tak pernah bermimpi jika hari bahagia ini, akan benar-benar terjadi.

"Cium dong istrinya!" titah sang mama.

Alvian pun segera mendaratkan kecupan tepat di kening Airin, wanita cantik yang baru saja "SAH" menjadi istrinya

"Terima kasih, Al, sudah mau menerima semua cerita burukku, bahkan kau tak ragu, menepatkan aku menjadi istrimu," ucap Airin dengan ketulusan atas cinta dan rasa yang ia punya.

"Aku pun sama, Rin.. terima kasih, karena kau juga mampu menerima ke kuranganku," balas Alvian pula tanpa ragu.

Kisah cinta yang terjadi dengan begitu tiba-tiba, bahkan banyak rintangan yang menghalanginya, tak membuat surut niat keduanya. Dengan ketulusan yang keduanya punya, Airin dan Alvian berjanji saling melengkapi dalam segala hal.

"Al, kau benar-benar tampan, nak," puji si mama untuk anaknya yang kini sudah duduk di kursi pelaminan bersama Airin.

"Iyalah, anak papa," tambah sang papa pula.

Meski awalnya melarang pernikahan antara Airin dan Alvian, kini Reyhan berusaha untuk menerima, sebagai seoarang ayah, Reyhan tetap berharap sang anak akan bahagia mengarungi mahligai pernikahanya.

"Selamat ya, pak, semoga anak anda akan hidup damai dan sejahtera bersama istrinya yang cantik luar biasa," ujar salah satu tamu undangan kepada Reyhan.

Ucapan selamat dan doa yang baik-baik, Airin dan Alvian dapatkan. Para tamu undangan beramai-ramai datang di hari bahagia anak tunggal Reyhan dan Tania.

Bisik-bisik, dari mulut ke mulut yang mempertanyakan keberadaan orang tua mempelai wanita, terdengar jelas di telinga Airin, tentu hal itu membuat hati Airin menangis.

"Kenapa, Rin?" tanya Alvian pada sang istri yang terlihat begitu sedih.

"Aku, benar-benar sedih Al," ungkapnya.

"Jangan sedih, hanya karena ucapan mereka yang mempertanyaakan keberadaan kedua orang tuamu," Alvian menepuk pelan pundak sang istri. "Lihatlah, siapa yang datang!" titahnya seraya menunjuk ke arah pintu utama para undangan untuk masuk ke ruang resepsi pernikahan.

"Mama, papa, Amira," lirih Airin seraya menyeka air mata yang membasahi wajahnya.

Melihat kedatangan sahabat akrabnya, Reyhan dan Tania pun segera turun dari pelaminan untuk menyambut kedatangan Wijaya Bratayuda, yang para tamu pun tahu, bahwa Yuda adalah pemilik perusahan yang sangat kaya raya.

"Yuda, mari duduk!" ajak Reyhan pada sahabatnya.

"Makan dulu, dong pah!" ujar Tania.

"Oh, iya, makan dulu, anak Amira juga!" tambah Reyhan kemudian.

Yuda dan Anita serata Amira belum fokus melihat ke arah pelaminan. Karena terlalu banyak yang menyapa kedatanga mereka membuat mereka belum sempat melihat Alvian yang duduk di pelamian.

"Mama, dan papa saja dulu, yang makan! Aku, ingin ke pelaminan dulu, dan mengucapkan selamat kepada Alvian. Aku juga penasaran, secantik apa wanita yang mau menikah dengan Alvian, bahkan sangat Alvian banggakan," ucap Amira yang terdengar sedikit meragukan ke sempurnaan wanita pilihan Alvian.

"Ya sudah sana! Mama dan papa, makan dulu ya," titah Yuda kepada anaknya.

Amira pun berjalan pelan, melwati para tamu undangan dengan membawa segelas jus dingin di tanganya.

Daan.... Praaank!

Segelas jus di tangan Amira pun jatuh dari tangan dan berserakan di lantai. Amira terkejut luar bisa, saat melihat siapa yang kini duduk di pelamianan bersama Alvian.

"Kak.. Airin," gugupnya dengan jantung yang seolah berhenti berdetak.

"Ra, ada apa?"

Yuda dan Anita pun mempertanyakan apa yang terjadi kepada Amira, hingga anaknya itu menjatuhkan gelas kaca dan membuat gaduh para tamu undangan.

"Maah, paah, lihat itu! Siapa wanita yang menikah dengan Alvian,"

Amira menunjuk ke arah Airin yang juga tengah menatap tajam ke arah mereka.

"Rin......,"

.

.

.

.

JANGAN LUPA BAHAGIA, SAMPAI JUMPA BESOK YA🤗❤

1
lovina
penulisannya sprtinya di tulis oleh seseorng yg belum dewasa jdbyk kurang rasionalnya, percintaannya agak kekanak2n jd sulit menemukan hal bagus di dlmnya...novel sgt buruk
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Cerlia Wati
nunggu kelanjutan nya
Aas Aisyah
kapan up LG thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bagaimana kejadian sbnre , si Arfi kemana , cia gimana , sisi jg gimana
Desy Puspita
Lu dimana? Yang nyariin ga cuma satu atau dua orang, tapi banyak loh🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata itu tlsane tamat kok, lha tp nggantung bgt endingnya g jls
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ndang Di Up..ceritanyaa lanjut 3 bab sekalian
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini knpa watak arfi mlh jd kek gt y..kejem kl ky gitu
Yoona🍁
saaayyyyy shantyyy????
Nur Ain
hebat sekali,berjaya menyimpan rahsia besar bertahun lamanya
Nur Ain
sangat luar biasa ni
Nur Ain
Banyak nya musuh
Nur Ain
ayuh jangan lama² pejam mata
Nur Ain
Adakah pacar Nono
Nur Ain
lanjutin biar keren
Nur Ain
Bagaimana rasa bila kita tidak dihiraukan bila dalam kesempitan
Nur Ain
panasaran sekali
Nur Ain
lanjutin biar semakin seru
Nur Ain
lanjutin semakin terkejut cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!