Kania Larasati adalah seorang gadis dari keluarga broken home.Kehormatannya telah direnggut secara paksa oleh kekasihnya saat ia memutuskan untuk melanjutkan studinya hingga dia hamil,dan setelah kekasihnya tahu bahwa ia hamil ia malah dikhianati dan dicampakkan olehnya.Saat Papanya mengetahui bahwa ia tengah hamil dia pun diusir dari rumah hingga hidupnya semakin hancur dan akhirnya tenggelam dalam narkoba.Apakah ia
bisa terbebas dari jerat narkoba atau semakin tenggelam didalamnya?Dan akankah ia kembali menemukan cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila a.v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Setelah kejadian itu tiap aku mengalami masalah aku selalu meminum barang haram itu walau itu hanya masalah kecil.Semakin hari aku semakin jatuh dalam jerat narkoba,tubuhku pun semakin ketagihan untuk meminumnya hingga tak kusadari aku malah semakin menghancurkan diriku sendiri.
Sementara itu ditempat kerja pak manager terus mendesak Dinda
untuk membujukku agar aku mau kembali bekerja di bar itu.Hari ini pun Dinda kembali dipanggil ke ruangannya
tok tok tok
"Masuk"terdengar jawaban dari dalam.
"Permisi pak, Bapak manggil saya"kata Dinda sesampainya ia didalam ruangan.
"Iya,ada yang ingin saya tanyakan sama kamu!"katanya sambil memandang Dinda.
"Iya pak silahkan!"
"Ini masih mengenai Kania,apa kamu sudah mencoba membujuknya agar mau kembali bekerja disini?"
"Saya sudah berusaha pak tapi jawaban Kania tetap sama,ia tak mau lagi kerja disini"
hampir tiap hari pak manager terus menanyakan pertanyaan yang sama dan jawaban Dinda pun selalu sama karena aku memang tak ingin lagi untuk kembali bekerja di bar itu.Pak manager pun menghela nafas panjang karena selalu mendengar jawaban yang sama
"Memangnya kenapa Kania tidak mau lagi bekerja disini? apa karena dia sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik?"tanyanya lagi sambil mengubah posisi duduknya.
"Bukan begitu pak,bahkan sampai hari ini pun Kania belum juga menemukan pekerjaan baru!"kata Dinda berusaha menjelaskan.
"Kalau dia belum juga mendapatkan pekerjaan lalu kenapa dia terus nenolak?"
"Saya rasa dia sangat kecewa dengan kejadian hari itu pak dan sepertinya ia juga sakit hati sama bapak,karena semenjak hari itu saya lihat Kania semakin terpuruk.Tiap hari saya melalu melihat ia termenung sambil menangis pak !"
pak manager pun tertunduk lesu mendengar penjelasan dari Dinda
"Kamu harus terus berusaha membujuknya agar mau kembali bekerja di bar ini Din,karena kalau tidak kita semua yang bekerja disini akan mengalami masalah besar"kata pak manager lirih.
"Memangnya apa yang akan terjadi pak?"tanyaku tak mengerti.
"Itu bukan urusan kamu,tugas kamu hanya meyakinkan dia agar mau kembali bekerja disini,sudah sana kamu kembali kerja!"kata manager sambil mengibaskan tangannya tanda mengusir Dinda.
"Baik pak,kalau begitu saya permisi dulu"kata Dinda sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
Dinda pun segera pergi meninggalkan ruangan pak manager, dalam hati ia menyisakan tanda tanya besar dengan perkataan pak manager tadi.
...****************...
Berulangkali Dinda mencoba menasehatiku untuk menghentikan kebiasaan burukku itu,tapi aku tak pernah mengindahkan nasehat darinya.Tiap ia menasehatiku aku memang mendengarkannya,tapi hanya masuk kuping kanan dan keluar lewat kuping kiri.
Menyadari aku yang semakin menjadi dan tak pernah memperdulikan nasehatnya ia pun berinisiatif untuk menyembunyikan barang haram itu disuatu tempat agar aku tak bisa meminumnya,tapi ternyata tindakannya itu malah membuatku mengalami sakaw.
Aku mengobrak-abrik isi lemari Dinda sambil berteriak-teriak untuk mencari barang haram itu tapi tak kunjung jua aku temukan.Tubuhku terus mengeluarkan keringat dan perutku juga terasa mual dan muntah,tapi semua itu tak kuhiraukan.Aku terus berusaha mencari barang haram itu ditempat lain.
Tiba-tiba jantungku berdebar sangat kencang,dadaku terasa sesak dan aku pun sulit untuk bernapas.Pandanganku juga kosong dan tubuhku menggigil kedinginan.Aku tak kuat lagi menahan rasa sakit disekujur tubuhku dan aku pun meringkuk kedinginan diatas lantai didekat dapur.
Bersamaan dengan itu Dinda telah kembali kerumah.Dia sangat terkejut saat masuk kedalam dan mendapati rumah dalam keadaan berantakan.
"Ada apa ini,kenapa rumah sangat berantakan? apa ada maling yang masuk?memangnya apa yang ia ambil dirumah ini kan nggak ada barang berharga!"kata Dinda kebingungan.
"Ya Tuhan Kania.....!"teriak Dinda.
Tiba-tiba ia teringat padaku,dia langsung berlari mencari keberadaanku disemua ruangan sambil berteriak memanggil namaku.
"Kania jawab aku kamu ada dimana? tolong jangan buat aku khawatir seperti ini!"kata Dinda terus berteriak.
Sebenarnya aku mendengar suara teriakan Dinda tapi aku tak mampu untuk menjawabnya,lidahku terasa kelu dan pandanganku pun kosong.
"Astaga Kania!"teriak Dinda saat mendapatiku meringkuk diatas lantai didekat dapur.
Dinda langsung menghampiriku dan mencoba menyadarkan ku.
"Kania apa yang terjadi denganmu? kenapa kau menjadi seperti ini?"teriak Dinda sambil mengguncang tubuhku berusaha menyadarkan ku.
"Dinda tolong berikan aku obat itu"kataku lirih.
"Tidak,aku tidak akan memberikanmu barang haram itu lagi!"jawab Dinda tegas
"Kumohon Dinda berikan aku obat itu sekujur tubuhku rasanya sakit sekali,aku tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini"
"Tapi...."
"Kumohon kali ini saja"
"Baiklah aku akan ambilkan obat itu,tapi kamu harus benar-benar janji ini untuk yang terakhir kali!"jawab Dinda mengalah.
"Ya!"jawabku singkat.
Dinda pun segera pergi mengambil barang haram yang sudah ia sembunyikan itu dan segera memberikannya padaku.
"Ini minumlah!"kata Dinda sambil menyerahkan barang haram itu padaku.
aku pun mengambil barang haram itu dari tangan Dinda dan segera meminumnya.sesaat setelah meminum barang haram itu tubuhku mulai bereaksi,aku kembali merasakan sensasi luar biasa yang pernah kurasakan dan tak lagi merasakan sakit disekujur tubuhku.
Melihatku yang mulai tenang Dinda pun memapah tubuhku menuju ke kamarku kemudian dia membaringkanku diatas ranjang.Dia menyelimuti tubuhku dan mengelus perutku yang semakin membuncit.
"Kania kenapa kau jadi seperti ini? andai saja kau tahu kalau aku sangat menyesal telah memberikan barang haram itu padamu waktu itu.Kalau saja aku tahu bahwa kejadiannya akan seperti ini,tak mungkin aku memberikannya padamu.Tapi semua itu sudah terjadi dan penyesalan tidak lagi berarti.Aku hanya bisa berharap semoga kau dan bayimu tidak mengalami hal-hal yang buruk,dan semoga saja kau benar-benar menepati janjimu untuk berhenti memakai barang haram ini"kata Dinda lirih.
Dinda segera keluar dari kamarku dan membiarkanku terlelap dalam tidurku.Dia memunguti semua barang-barang yang tadi sudah aku obrak-abrik dan mengembalikan ketempatnya semula,ia juga merapikan kembali pakaiannya yang berserakan dilantai akibat dari ulahku.
Setelah semua selesai dia pun memutuskan untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.Direbahkannya tubuhnya diatas ranjang dan melepas semua kepenatan,pikirannya menerawang mengingat pertemuan pertama kami hingga tanpa terasa ia pun terlelap saat kantuk datang menyerang.
Dinda terus menyesali tindakannya waktu itu yang sudah memberikanku barang haram itu hingga membuatku ketagihan dan menghancurkan diriku sendiri.Tanpa ia sadari aku tak pernah sedikitpun menyalahkannya atas apa yang kualami saat ini karena ini memang bukan kesalahannya.Aku malah bersyukur karena sudah dipertemukan dengan sahabat sebaik dia,sahabat yang rela melakukan apa saja demi kebaikan sahabatnya dan mungkin takkan pernah kutemukan lagi sahabat yang seperti dia.
*
*
*
hai reader tersayang,demi kalian author aja berusaha untuk terus update.
terus dukung author ya biar makin semangat up nya.jangan lupa like,koment dan favoritnya ya........makasih🤗🤗
Kalaupun Kania tersesat di jalan yang salah. ini hukan salah Kania sepenuhnya. Orang" yang Ia sayangi sudah menghianatinya dan membuat hantiya hncur.
siappun yg ada di posisi Kania entah apa yang akan Ia Lakukan.
Tetap semangat Kania. Hidup tak selamanya sulit.
Novelmu Keren Thor.
Bikin sesak dan sedih.
Emosi aku thor.
😠
semangat