Aurora Felicia atau biasa dipanggil dengan Cia. Gadis manis dan polos berusia 16 tahun yang hidupnya tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan keluarga kandungnya.
Cia yang biasanya hidup susah tiba-tiba menjadi anak dan cucu kesayangan keluarga kaya raya. Bahkan Cia juga memiliki tiga orang kakak yang sangat posesif padanya.
Bagaimana Cia menghadapi keluarga yang ternyata sangat posesif padanya?.
Dan bagaimana bisa Cia terpisah dari keluarga kandungnya?.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya 🤗 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Melihat kedatangan keluarga Smith, semua guru langsung menyambut kedatangan mereka. Bahkan kepala sekolah sendiri langsung menghampiri Daddy James.
"Selamat datang tuan James. Mari masuk ke ruangan saya" ucap sang kepala sekolah.
Daddy James dan yang lainnya langsung berjalan menuju ruang kepala sekolah.
"Silahkan duduk tuan" ucap sang kepala sekolah.
"Hem" ucap Daddy James.
"Oh jadi ini putri bungsu keluarga Smith yang akan bersekolah disini. Wah cantik sekali" puji sang kepala sekolah.
"Terima kasih pak" ucap Cia.
"Oh iya, perkenalkan nama bapak Bambang. Bapak adalah kepala sekolah di sini. Kalau boleh tahu siapa namamu? ucapnya.
"Namaku Aurora Felicia bisa dipanggil Cia" ucapnya memperkenalkan diri.
"Princess, jangan lupa nama belakangnya. Sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Smith. Jadi nama kamu sekarang adalah Aurora Felicia Smith" ucap Daddy James.
"Oh iya, aku lupa dad. Maaf ya" ucap Cia.
"Gak papa princess" ucap Daddy James.
"Baiklah, nona Cia selamat datang di sekolah ini. Semoga nona menyukai sekolah ini ya" ucap pak Bambang.
"Aku suka banget, sekolah ini sangat besar dan luas" ucap Cia.
"Syukurlah kalau nona suka" ucap pak Bambang.
"Oh iya, panggil Cia aja gak usah pakai nona. Disini aku kan murid, jadi gak perlu panggil nona" ucap Cia.
"Tapi nona" ucap pak Bambang sambil menatap James.
"Turuti saja permintaan putriku" ucap Daddy James.
"Baiklah kalau itu keinginan nona. Eh Cia maksudnya" ucap pak Bambang.
"Baiklah pak, seperti yang sudah kita bahas kemarin, kedatangan kita semua hari ini karena ingin mengantar putri kesayanganku di hari pertamanya masuk sekolah".
"Ingat, jaga putriku dengan baik. Kalau sampai ada yang berani menyakitinya anda sudah tahu konsekuensinya kan" ucap Daddy James.
"Iya saya tahu tuan. Saya akan memastikan tidak akan ada yang berani mengganggu putri anda" ucap pak Bambang.
"Bagus, sekarang tunjukan dimana kelas putriku" pinta Daddy James.
"Tunggu, kalian mau ikut aku ke kelas juga?" tanya Cia.
"Iya princess, kita ingin tahu suasana kelas kamu" ucap Arsen.
"Selain itu kita juga ingin tahu teman-teman sekelas kamu. Gak papa kan kalau kita ikut ke kelas kamu?" tanya Gara.
"Em.... Begini mom, dad. Bukannya aku gak mau, tapi kayanya kalian gak perlu mengantarku sampai ke kelas deh".
"Aku gak mau jadi pusat perhatian. Seperti tadi saat kita datang, banyak murid yang melihat ke arah kita".
"Aku cuma ingin teman-temanku menerimaku apa adanya. Bukan karena aku bagian dari keluarga Smith".
"Kalau kalian semua ikut mengantarku sampai ke kelas, pasti semua akan heboh. Jadi kali ini plis biar aku ke kelas sendiri aja ya" pinta Cia.
Daddy James dan mommy Aletta langsung saling tatap saat mendengar permintaan putrinya
"Gimana ini mom?" tanya Daddy James.
"Em... Yaudah mas, kita turuti aja permintaan princess. Apa yang princess katakan ada benarnya juga. Kalau kita semua ikut mengantar princess nanti yang ada mereka semua mau berteman dengan princess karena latar belakangnya".
"Jadi menurut mommy apa yang princess katakan ada benarnya juga" ucap mommy Aletta.
"Yaudah deh mas ikut kamu aja" ucap Daddy James.
"Yaudah kita juga ikut kata mommy" ucap Arsen dan Gara.
"Yey, makasih banyak ya mom udah mau mengerti aku" ucap Cia.
"Sama-sama sayang" ucap mommy Aletta.
"Baiklah kalau begitu mari, bapak akan mengantar kamu ke kelas" ucap pak Bambang.
"Iya ayo pak".
"Mom, dad, dan semuanya aku ke kelas dulu ya" pamit Cia.
"Iya princess" ucap semuanya dengan kompak.
"Eh tunggu, kakak antar kamu ke kelas ya princess. Kakak kan sekolah disini" ucap Reynand yang langsung menghentikan langkah Cia.
"Gak perlu kak, lebih baik sekarang kakak masuk ke kelas aja. Pasti kelas kakak udah masuk kan" ucap Cia.
"Yah padahal kakak mau antar kamu. Tapi yaudah lah, kakak akan menuruti ucapan kamu. Nanti saat jam istirahat kakak akan menjemput kamu. Ingat, kamu jangan kemana-mana oke" ucap Reynand.
"Oke siap kak" ucap Cia.
"Yaudah, kalau gitu kakak mau ke kelas dulu ya". Mom, dad aku ke kelas dulu ya" pamit Reynand.
"Iya, belajar yang benar" ucap mommy Aletta.
"Iya mom" ucap Reynand.
"Yaudah princess, kita pamit pulang dulu ya. Ingat, kalau ada apa-apa langsung kabari Daddy" ucap James.
"iya iya dad" ucap Cia.
"Dah princess" pamit mommy Aletta.
"Dah mom" ucap Cia.
"Belajarnya gak usah terlalu serius. Nanti kamu pusing" ucap Arsen.
"Loh kok gitu, nanti kalau aku gak pintar gimana aku bisa cari kerja nanti setelah lulus" ucap Cia.
"Gak perlu princess. Keluarga kita sangat kaya, lagipula kakak juga bisa menghidupi kamu. Jadi kamu gak perlu bekerja nantinya" ucap Arsen.
"Gak mau, aku kan mau mandiri" ucap Cia.
"Udah udah gak usah dengerin ucapan kak Arsen. Semangat sekolahnya, kakak pergi dulu ya" ucap Gara yang langsung menarik tangan Arsen.
"Eh tunggu, aku belum selesai bicara dengan princess" ucap Arsen.
"Udah, nanti lagi aja. Biarkan princess bersekolah dulu" ucap Gara.
Cia sendiri yang melihat tingkah kedua kakaknya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, ayo kita pergi" ajak pak Bambang.
"Oh iya ayo pak, maaf ya udah buat bapak menunggu" ucap Cia.
"Gak papa, ayo jalan" ucap pak Bambang.
Cia sendiri bergegas mengikuti jalan pak Bambang. Saat berjalan menuju kelasnya, Cia merasa kagum saat melihat megahnya bangunan tempatnya bersekolah.
"Mewah banget sekolah ini. Aku jadi gak sabar ingin melihat perpustakaannya. Pasti perpustakaan disini lebih lengkap dari pada di sekolahku yang lama" batin Cia.
Tidak lama, Cia sudah sampai di ruangan yang akan menjadi kelasnya.
"Tok...tok...tok".
"Permisi Bu maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya ingin mengantarkan murid baru" ucap pak Bambang.
"Oh iya pak silahkan" ucap Bu putri.
"Ayo Cia, ini kelas kamu" ucap pak Bambang.
"I-iya pak" ucap Cia merasa gugup.
"Perhatian semuanya, hari ini kalian semua kedatangan murid baru. Bapak harap kalian semua bisa berteman dengannya" ucap pak Bambang.
"Iya pak" ucap semua murid dengan kompak.
"Baiklah Cia, bapak permisi dulu ya. Kalau ada apa-apa langsung bilang sama bapak" ucapnya.
"Iya pak, terima kasih ya" ucap Cia.
"Sama-sama".
"Oh iya Bu Putri, saya titip Cia ya" ucap pak Bambang.
"Baik pak" ucap Bu Putri.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Mari bu" ucap pak Bambang.
"Iya mari pak" ucap Bu Putri.
Setalah pak Bambang keluar, Bu Putri langsung tersenyum.
"Baiklah, perkenalkan saya Bu Putri. Saya adalah wali kelas di sini. Kalau kamu butuh sesuatu bisa langsung bilang pada ibu ya".
"Oh iya, sebelumnya kamu perkenalkan diri kamu dulu" ucap Bu Putri.
"Ba-baik Bu".
"Ha-halo semuanya. Perkenalkan namaku Aurora Felicia. Kalian bisa panggil aku dengan nama Cia. Semoga kita semua bisa berteman dengan baik ya" ucapnya memperkenalkan diri.
"Sebaiknya aku jangan dulu sebut nama Smith deh" batin Cia.
"Baiklah Cia, sekarang kamu bisa duduk. Em... Kamu bisa duduk di sebelah Felly. Ayo Felly angkat tangan" ucap Bu Putri.
"Saya Bu. Sini Cia duduk sama aku" ucap Felly sambil tersenyum.
Cia sendiri langsung berjalan kearah Felly seperti perintah Bu Putri.
gak mau tau up lagi, Thor yang baik hati jangan pelit up ya😁😁😁