NovelToon NovelToon
Perfect Imperfecta

Perfect Imperfecta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / POV Pelakor / Karir / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Playboy / Tamat
Popularitas:283.3k
Nilai: 5
Nama Author: Etika

Bella sudah berusia dua puluh delapan. Ia masih belum memikirkan soal pernikahan dengan siapapun. Namun, ketika adiknya dilamar orang lain ia dijodohkan dengan seorang yang bahkan tak ia kenal dan sama sekali bukan tipenya.

Bella si perfeksionis harus menikah dengan Aska si urakan. Lantas kehidupan Bella berubah drastis setelah pernikahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Etika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbeda

Aska memeluk Diana begitu erat, mengabaikan pandangan mata yang melihat mereka. Kehilangan Diana tiga hari seperti kehilangan sepwruh jiwanya yang lain.

" Akhirnya kamu balik," ungkap Aska masih tak percaya dengan seseorang di pelukannya. Bertemu dengan Diana dalam keadaan yang sehat seperti itu membuat perasaannya lega.

" Kamu baik-baik aja, kan?" Diana berusaha menarik diri dari pelukan Aska. Sadar banyak mata melihat mereka.

" Nggak sebaik yang kamu pikir, Di," Aska menarik tangan Diana untuk berjalan meninggalkan minimarket.

" Oh, ya?"

" Hm. Aku sempet frustasi waktu tahu kamu nggak ada."

" Terus kamu nyari aku?"

Aska tertawa mengingat tingkahnya yang tiba-tiba melaporkan Diana sebagai orang hilang ke kantor polisi.

" Kamu kenapa?"

" Aku panik banget waktu itu..." ia tertawa lagi bahkan sebelum menyelesaikan kalimatnya, " aku ke kantor polisi, Di," dan tertawa lagi.

Diana masuk ke dalam mobil Aska dan ikut tertawa, " serius kamu? Astaga!"

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Aska tak pernah merasa selepas ini sebelumnya. Beberapa hari terakhir ia merasa... entahlah. Hanya perasaannya tak seberat biasanya.

" Ka, maafin aku ya."

Aska tersenyum penuh arti, " kamu nggak salah, Di," ucapnya sebelum akhirnya celingukan dan keluar dari mobil tanpa bilang apa-apa pada Diana.

" Kamu mau kemana, Ka?" Diana berteriak dari dalam mobil, mengeluarkan kepala dari mobil.

" Cari Bella."

Di dalam mobil, Diana tersenyum kecut. Memandang Aska berlari kecil kembali masuk ke minimarket untuk mencari Bella mambuatnya agak cemburu.

Diana menarik napas dalam-dalam dan mengeliarkannya perlahan. Sambil menunggu Aska, ia memejam. Berusaha sekuat apapun untuk tetap tenang, namun Diana malah semakin cemas.

Diana menoleh ketika mendengar pintu mobil pada sisi dekat kemudi terbuka. Ia membuka mata, melihat Aska sudah duduk di kursinya.

" Bella kenapa?" tanya Diana.

" Dia nggak ada."

Diana sempat melihat Bella ke kasir tadi. Tapi setelah itu, entahlah. Ia tak terlalu mempedulikan siapapun saat ini.

Mobil Aska melaju cepat. Menerabas jalanan Jakarta yang mulai panas. Dari caranya menyetir, Diana tahu Aska buru-buru. Mungkin Bella sudah menjadi berarti baginya. Namun, melihat Aska melakukan hal itu untuk perempuan lain memnuat Diana bukan lagi merasa cemburu, ia juga takut. Takut Aska akan jatub cinta pada Bella.

" Ka,"

" Hm?"

" Kamu panik?"

Aska tak menjawab. Ia semakin melajukan mobilnya dan memarkir di parkiran sebuah apartemen dimana terakhir kali Diana dibawa pergi oleh Doni.

Diana langsung paham ketika Aska keluar dari mobil tanpa bicara apa-apa kepadanya. Lelaki itu berlari kecil dan langsung masuk ke lift.

Dari dalam mobil, Diana dapat melihat Aska yang berbeda. Ia menyandar lagi, memejamkan mata dan memeluk tubuhnya sendiri yang terasa amat kedinginan.

***

" Bella!"

Aska berteriak memanggil Bella ketika baru saja membuka pintu. Ia periksa di kamar, tak ada siapa-siapa. Namun, ketika ia berbalik, Bella terlihat berjalan santai membawa tiga cangki teh hangat di atas nampan, dan meletakkan gelas-gelas itu di atas meja.

" Kamu udah pulang?" tanyanya santai.

Aska terdiam. Melihat gerak-gerik Bella yang tak biasa, " itu buat siapa?" tanyanya kemudian sambil menunjuk cangkir-cangkir teh.

" Loh, bukannya kita mau kedatangan tamu penting?"

Aska memejam sebentar, kemudian mendekat ke arah Bella.

" Diana dimana?" Bella bertanya. Santai.

" Kamu ngizinin dia kemari?"

Bella tersenyum, " kenapa enggak? aku nggak pernah nolak siapapun buat bertamu."

Aska menelan ludah. Merasa bersalah sudah memeluk Diana di depan umum. Selain itu Aska juga malu pada Bella karena belum bisa menjadi suami baik untuknya.

" Jadi, dimana Diana?" Bella bertanya sekali lagi.

" Bel, kenapa kamu pulang duluan?" Aska bertanya benasaran. Iya yakin, Bella menyembunyikan sesuatu.

" Nggak apa. Cuma nggak enak aja ngeliat pranv pelukan di tengah minimarket. Jadi cepat-cepat pesan taksi..."

" Bel, kamu bohong kan?" Aska menginterupsi.

Bella diam. Ia bahkan tak mengerti dengan perasaannya sendiri ketika melihat Aska dan Diana berpelukan.

" Bel, bilang sesuatu."

Bella masih diam.

" Bel, kamu istri aku."

Kali ini Bella mendongakkan kepala agar dapat mamandang manik Aska, berusaha mencari kebohongan dari sana. Namun, semakin ia lihat, pandangan Aska malah mengungkapkan sesuatu yang berbeda.

" Kamu mau kan kuanggap istri?" ucapnya mendekat.

Tak mau pun, tak ada yang akan berubah. Mereka memang sudah menjadi suami istri.

Aska berjalan mendekat, " Bel, kamu jangan pernah ngelakuin itu lagi ya?" tanyanya seraya menarik Bella dalam pelukannya.

" Bukannya Diana lebih berarti dari apapun buat kamu?"

Pertanyaan Bella membuat Aska tak bisa menjawab apa-apa. Karena Aska tak mengerti mengapa kini Bella menjadi berarti juga.

***

Diana terkejut mendengar suara pintu mobil dibuka. Diana ketiduran dengan tangan yang masih memeluk tubuhnya. Diana menoleh dan mendapati Aska tersenyum ke arahnya.

" Kamu baru balik ternyata," ucap Diana sambil melakukan peragangan pada badannya yang pegal-pegal.

" Iya. Bella udah pulang ternyata."

Diana manggut-manggut, " kamu tinggal di sini sekarang?"

" Iya. Lantai sepuluh. Kamu mau mampir?"

Diana memegang punggung tangan Aska dan tersenyum pilu. Ia tak mengharapkan itu. Aska yang dulu tak pernah menawarkan seperti itu, ia selalu langsung mengajak Diana masuk dan meminta untuk tinggal.

" Maaf, ya, Di."

" Nggak apa. Mungkin udah waktunya."

Aska memgambil sesuatu dari kantong celananya. Memberikan benda pipih berwarna hitam kepada Diana, " ini punya kamu. Waktu itu ketinggalan di laci."

Dina menerima ponselnya. Ia bahkan tak mempermasalahkan jika ponselnya hilang atau tak dikembalikan oleh Aska, " makasih."

" Selama menghilang kamu tinggal dimana?" Aska bertanya sambil melajukan mobilnya.

Diana berpikir sejenak, ia tak akan mengatakan jika dirinya diberi tumpangan tempat tinggal oleh Doni. Karena hal itu aka membuat masalah baru.

" Di?"

" Aku tinggal di tempat Steven."

Aska mengerutkan kening, " Steven?"

Diana mengangguk, " tenang. Dia nggak ngapa-ngapain aku kok."

Meski Diana bilang begitu, tetap saja Aska tak pernah percaya dengan manusia macam Steven yang bejat itu.

" Aku nggak mau kamu tinggal sama dia lagi."

Diana mengangguk paham, " iya. Aku nggak akan tinggal sama dia lagi."

" Gimana kalau aku bantuin kamu cari tempat tinggal?"

Diana berpikir sejenak. Ia sudah berjanji tak akan berkerja sebagai model dewasa lagi, ia tak tahu mau melakukan apa. Ia takut tak bisa bayar sewa. Bagaimanapun, Diana tak mau menyusahkan siapa-siapa lagi. Termasuk kekasihnya, Aska.

" Nggak usah. Buat sementara, aku tinggal di rumah temen aja."

" Siapa?"

" Anya. Kamu tahu, kan?"

Aska mengangguk, " kamu yakin?"

" Aku yakin, Sayang."

Aska memarkirkan mobilnya di depan kafe, " kamu lapar kan?"

Diana mengangguk, " banget."

Aska keluar dan membukakan pintu untuk Diana. Aska menggandeng masuk Diana. Sepanjang perjalanan menuju meja di pojok ruangan dan mengantri memesan makanan, Diana merasa ada yang beda pada Aska. Entah, ia belum paham.

***

1
Resti Chaniago
astaga diana, knp ngga lepas kerjaan itu aja dr dulu sih
Yesi Marlina
rugi donk bela dapat Aska yg sudah celap celup sama diana
Rini Haryati
bagus
sukses
.....semangat
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan ❤️
Hello_Clo
Violita Putri
pengen liat azka nyesel karena lebih milih diana
Violita Putri
serakah
Violita Putri
kuat janinnya padahal sempat overdosis
Violita Putri
ntar mutia hamil trs minta tanggung jawab 😏
Violita Putri
jangan Bella dulu dong yg jatuh cinta
Ilan Irliana
y loe buruk lg..celup sana celup sono...wllee
Ilan Irliana
bagus lh aska milih diana...mg mutia nnt dtg trus hamil ank aska....bella bhgia m cnt br'y...aska puyeung m 2 cewek'y...hihi
Ilan Irliana
astaga...mg ktauan y m bella..
widya widya
Bella sama Arya aja.. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Labil bener ga sesuai umur.. aska plin plan pula dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
widya widya
lebih setuju bella dan arya. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Blm lg aska plin plan dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
Aulia Franisti08
semangat
Jeny Chan
like kakak...
Aulia Caem
mntep
J-nee Suho💃
eeeh udah tamat aja.. seneng liat bella akhirnya bahagia.. semoga aska juga bahagia yah thor nanti nya..
Diary Tika: Kita lihat saja nanti hehe. Terimakasih buat dukungannya! 😁
total 1 replies
J-nee Suho💃
yang langgeng ya bella sama arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!