NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vanessa Mulai Menjalankan Rencana yang Lebih Berbahaya

Bab 6

Sejak hari itu aku menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di rumah ini bukan sekadar masalah kecemburuan atau persaingan biasa di antara saudara. Pertemuan rahasia Vanessa dengan pria asing di dekat gudang tua itu membuktikan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar dan jauh lebih berbahaya yang sedang disembunyikan di balik senyum manis dan sikap sopan santunnya. Setiap gerak geriknya kini terlihat berbeda di mataku setiap kata yang diucapkannya terasa seperti bagian dari rencana yang jauh lebih panjang dan jauh lebih rumit dari yang bisa dibayangkan oleh siapa pun yang tinggal di dalam rumah ini.

Beberapa hari setelah kejadian itu hal aneh mulai terjadi satu per satu secara perlahan lahan namun terus menerus. Surat surat penting yang ditujukan kepada Ayah sering hilang sebelum sempat dibukanya. Pesan pesan telepon yang diterima oleh Ibu sering tidak disampaikan atau disampaikan dengan kata kata yang sudah diubah maknanya sehingga menimbulkan kesalahpahaman di antara mereka yang berbicara. Kadang kadang Ayah akan pulang dengan wajah yang sangat marah dan kecewa karena janji yang seharusnya sudah disepakati ternyata tidak pernah sampai kepada pihak lain yang seharusnya menerimanya. Setiap kali hal seperti itu terjadi Vanessa selalu ada di sana dengan wajah yang tampak cemas dan bersalah seolah olah ia merasa sangat sedih karena hal itu terjadi di rumah tempat ia tinggal. Ia akan berkata mungkin saja surat itu salah taruh mungkin saja pesannya salah dengar dan selalu saja ia menambahkan kalimat yang halus namun pasti yang secara halus mengarahkan kecurigaan kepadaku. Ia tidak pernah menuduh secara langsung namun setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu meninggalkan kesan bahwa akulah satu satunya orang yang memiliki alasan serta kesempatan untuk mengacaukan segala sesuatu yang penting bagi keluargaku.

Keluargaku semakin hari semakin merasa tertekan dan saling curiga satu sama lain. Ayah menjadi mudah marah dan sering berbicara dengan nada yang tinggi kepada Ibu karena kesalahpahaman yang diciptakan oleh pesan yang diubah isinya. Ketiga kakakku juga mulai tidak tenang di rumah mereka sering terlihat cemas dan gelisah seolah olah ada bahaya yang terus mengintai di setiap sudut rumah yang dulu menjadi tempat paling aman bagi mereka. Tidak ada satu orang pun yang menyadari bahwa sumber segala kegelisahan itu justru berdiri tepat di tengah tengah mereka tersenyum lembut dan tampak berusaha membantu menyelesaikan masalah yang justru ia ciptakan sendiri dari awal sampai akhir.

Suatu sore sesuatu yang jauh lebih serius terjadi. Ayah memiliki sebuah dokumen yang sangat berharga yang harus diserahkan kepada seseorang pada waktu yang ditentukan agar urusan yang sangat penting bagi masa depan keluarga ini dapat terselesaikan dengan baik. Dokumen itu disimpan di dalam sebuah amplop cokelat yang disegel rapat dan diletakkan di atas meja ruang tengah di tempat yang terlihat jelas sehingga tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak melihatnya. Vanessa yang kebetulan sendirian di ruangan itu pada saat itu kemudian datang melapor kepada seluruh keluarga dengan wajah yang pucat dan gemetar ia berkata bahwa ia melihat aku mengambil amplop itu dan menyembunyikannya di balik punggungku lalu berjalan cepat menuju ke arah halaman belakang rumah. Seketika itu juga seluruh rumah menjadi sibuk mencari aku dan dokumen itu. Mereka menemukanku sedang berjalan sendirian di dekat taman belakang seperti yang dikatakannya namun tidak ada apa apa yang tersembunyi di balik punggungku atau di mana pun pada tubuhku. Namun Vanessa dengan cepat berkata mungkin saja aku sudah menyerahkannya kepada seseorang yang menunggu di luar atau mungkin saja aku sudah membuangnya ke tempat yang tidak bisa ditemukan oleh siapa pun.

Ayah menjadi sangat marah dan kecewa hingga wajahnya berubah merah padam ia tidak membiarkanku berbicara sedikit pun dan langsung memerintah orang orang untuk mencari ke seluruh bagian rumah dan halaman dengan harapan dokumen itu masih bisa ditemukan sebelum semuanya terlambat. Dokumen itu tidak ditemukan di mana mana sampai akhirnya beberapa jam kemudian Vanessa datang dengan wajah yang lega sekaligus takut seolah olah ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ditemukannya. Ia membawa amplop yang sama itu yang ternyata terjatuh di balik lemari besar di ruang tamu tempat yang sangat sulit dijangkau dan tidak mungkin diketahui oleh siapa pun kecuali orang yang memang sengaja meletakkannya di sana. Ia berkata dengan suara yang penuh kelegaan syukurlah ternyata hanya terjatuh di sini. Semoga tidak ada yang terlambat dan semoga tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di antara kita semua karena hal ini. Kata kata itu terdengar begitu baik dan begitu tulus sehingga Ayah dan Ibu langsung memeluknya dan memujinya sebagai anak yang paling beruntung dan paling teliti yang pernah dimiliki oleh keluarga ini. Sementara aku yang berdiri di sana tanpa bisa membela diri semakin terlihat seperti orang yang bersalah yang kebetulan saja tidak berhasil melaksanakan rencananya dengan sempurna.

Malam itu aku berdiri sendirian di tepi jendela kamarku menatap ke arah kegelapan di luar sana sambil memegang pena dan buku catatanku yang kini terasa semakin berat dan semakin penting bagiku. Aku menuliskan setiap kejadian secara rinci mulai dari saat dokumen itu diletakkan di atas meja siapa yang berada di ruangan itu pada saat itu siapa yang melaporkan hilangnya dokumen di mana dokumen itu akhirnya ditemukan dan siapa yang menemukannya. Aku menuliskan bagaimana cara Vanessa selalu tampak sebagai orang yang menyelamatkan keadaan setiap kali ia sendiri yang menciptakan masalahnya. Aku menuliskan bagaimana setiap masalah yang muncul selalu berakhir dengan kebaikan yang datang dari pihaknya dan keburukan yang jatuh ke atas namaku tanpa ada satu pun kesempatan bagiku untuk membuktikan sebaliknya.

Aku mulai menyadari bahwa Vanessa tidak hanya ingin membuatku terlihat buruk di mata mereka semua tujuannya jauh lebih besar dari itu. Ia ingin mengacaukan urusan Ayah membuat seluruh keluarga ini saling curiga dan akhirnya membuat mereka lemah dan tidak bersatu lagi. Jika keluarga ini lemah dan terpecah belah maka akan jauh lebih mudah bagi orang orang yang bekerja sama dengannya untuk mengambil apa pun yang mereka inginkan dari keluarga ini. Aku teringat pria yang bertemu dengannya di dekat gudang tua dan benda yang diserahkannya kepadanya serta kertas yang diberikan Vanessa kepadanya sebagai gantinya. Semua hal itu kini tersusun menjadi satu gambaran yang semakin jelas dan semakin menakutkan bagiku. Mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar sesuatu yang akan merugikan seluruh keluarga kami bahkan mungkin membahayakan nyawa orang orang yang aku sayangi meskipun mereka tidak lagi mempercayaiku.

Beberapa hari kemudian aku melihat Vanessa sedang berbicara di telepon dengan suara yang lebih tegas dan lebih dingin dari biasanya tidak ada lagi nada lembut dan sopan yang selalu ia tunjukkan kepada kami di rumah. Ia berkata dengan cepat dan berbisik bahwa semuanya berjalan sesuai rencana bahwa mereka mulai tidak percaya satu sama lain dan bahwa langkah selanjutnya akan segera dilaksanakan setelah semua orang menjadi cukup lemah untuk melawan. Saat ia selesai berbicara dan berbalik ia terkejut melihat aku berdiri tidak jauh darinya di balik pintu yang sedikit terbuka. Untuk sesaat kami saling memandang dan pada saat itu aku melihat wajahnya yang benar benar tidak ada lagi senyum tidak ada lagi kesopanan tidak ada lagi wajah polos yang selama ini ia pakai sebagai topeng. Yang terlihat hanyalah wajah yang dingin tajam dan penuh kebencian yang begitu dalam seolah olah ia telah menyimpan rasa benci itu selama bertahun tahun dan baru sekarang sempat menunjukkannya secara terbuka kepadaku. Namun seketika itu juga ia kembali mengenakan topengnya dengan sangat cepat dan berkata dengan suara yang lemah dan gemetar mengapa kau berdiri di sana sambil mendengarkan pembicaraan orang lain Maya? Kau membuatku takut sekali. Aku tidak menjawab satu kata pun aku hanya menatapnya dengan tenang dan berjalan pergi dari tempat itu. Aku tahu bahwa sejak saat itu ia menyadari bahwa aku sudah mengetahui banyak hal tentang rahasianya dan hal itu berarti bahaya yang mengancam nyawaku kini semakin dekat dan semakin nyata dari sebelumnya.

Aku segera menuliskan kejadian itu di dalam buku catatanku dengan perasaan yang penuh kekhawatiran namun juga dengan tekad yang semakin kuat. Jika ia sudah menunjukkan wajah aslinya kepadaku berarti waktunya tidak banyak lagi. Ia akan segera bergerak lebih cepat dan lebih berani karena ia tahu bahwa aku adalah satu satunya orang yang berdiri di antara dirinya dan tujuan yang ingin dicapainya. Aku harus mempercepat langkahku juga aku harus mengumpulkan bukti yang cukup kuat sebelum ia sempat melakukan hal yang tidak bisa lagi diperbaiki oleh siapa pun.

Alena datang berkunjung beberapa hari setelah kejadian itu dan saat aku menceritakan semuanya kepadanya wajahnya menjadi sangat serius dan penuh kekhawatiran. Ia berkata bahwa keadaan kini sudah berubah sepenuhnya dan bahaya yang mengancam bukan hanya jatuhnya nama baikku saja tetapi juga keselamatan nyawaku dan mungkin juga keselamatan seluruh keluargaku. Ia menyarankan agar aku berhati hati setiap saat tidak pergi sendirian ke tempat yang sepi dan selalu membawa buku catatan itu bersamaku ke mana pun aku pergi agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Kami berjanji satu sama lain untuk tetap saling memberi kabar sesering mungkin dan Alena berjanji akan membantu mencari tahu dari mana asal Vanessa dan siapa saja orang orang yang bekerja sama dengannya di luar sana. Malam itu saat Alena pulang aku merasa bahwa pertarungan yang sesungguhnya kini baru saja dimulai dengan senjata yang jauh lebih tajam dan musuh yang jauh lebih berbahaya dari yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Namun aku tidak akan mundur selangkah pun karena aku tahu bahwa di ujung jalan ini bukan hanya nasibku yang sedang dipertaruhkan tetapi juga nasib seluruh keluarga yang dulu sangat menyayangiku meskipun sekarang mereka telah melupakanku.

 

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!