NovelToon NovelToon
Tawanan Mantan Suami

Tawanan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis:

Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Malam di Surabaya

Mobil hitam melaju perlahan memasuki kawasan Gubeng, Surabaya. Jam di dashboard menunjukkan pukul 21.30. Jalanan di sekitar kompleks perumahan itu sudah sepi, hanya sesekali terlihat beberapa warga yang berjalan pulang atau sepeda motor yang melintas. Lampu-lampu jalan menerangi aspal yang basah, sepertinya tadi sore sempat turun hujan.

Arthur duduk di kursi belakang, matanya menatap lekat-lekat ke arah rumah nomor 14. Rumah sederhana dengan cat krem yang sudah pudar itu tampak tenang. Lampu di teras menyala redup, tapi di dalam, dari balik tirai, terlihat cahaya hangat dari ruang tamu.

Arthur menahan napas. Di sana. Di dalam rumah itu, Helena dan James tinggal.

"Aldi, ini rumahnya?" tanya Arthur, meskipun dia sudah yakin.

"Iya, Pak. Tepat di depan kita. Rumah Nona Helena," jawab Aldi dari kursi pengemudi.

Arthur menghela napas panjang. "Kita tidak bisa datang sekarang. Sudah malam. Aku tidak ingin mengganggu mereka."

Aldi menoleh ke belakang. "Baik, Pak. Tapi bagaimana rencana Bapak untuk besok?"

Arthur menatap rumah itu beberapa saat lagi. "Besok pagi, aku ingin melihat mereka. Aku ingin tahu bagaimana keseharian mereka. Helena mungkin pergi bekerja. Dan aku ingin melihat James. Aku ingin melihat dia beraktivitas, seperti apa anakku yang selama lima belas tahun ini tidak pernah aku kenal."

Aldi mengangguk paham. "Saya sudah memesan kamar di hotel dekat sini, Pak. Jaraknya sekitar lima menit berjalan kaki. Bapak bisa beristirahat malam ini, dan besok pagi kita bisa memantau dari jarak aman."

Arthur mengangguk. "Bawa aku ke hotel."

---

Hotel yang dipesan Aldi bukanlah hotel berbintang mewah seperti biasa Arthur gunakan. Ini adalah hotel butik yang cukup tenang, dengan kamar-kamar yang menghadap ke jalanan kompleks perumahan. Arthur memilih tempat ini agar bisa mengamati dengan mudah tanpa menarik perhatian.

Arthur memasuki kamarnya, meletakkan koper di sudut ruangan. Dia berjalan ke jendela, membuka tirai sedikit, dan menatap ke arah rumah Helena dari kejauhan. Meskipun jaraknya agak jauh, dia masih bisa melihat atap rumah itu dari sini.

Dia duduk di kursi dekat jendela, menatap rumah itu dalam diam. Pikirannya melayang pada Helena, pada James, pada semua rahasia yang belum terungkap.

Besok aku akan melihatmu, James. Aku akan melihat anakku. Arthur menggenggam ponselnya, membuka foto James yang sudah dia simpan. Dia menatap wajah remaja itu, merasakan ada ikatan yang tidak bisa dia jelaskan.

"Besok, James," bisik Arthur di keheningan malam. "Besok aku akan melihatmu, Nak."

---

Keesokan paginya, pukul 06.30, Arthur sudah bangun. Dia mandi, mengenakan pakaian santai—kemeja lengan panjang berwarna abu-abu dan celana jeans hitam—dan memakai topi agar tidak terlalu mencolok. Dia tidak ingin Helena tahu bahwa dia sedang mengawasi.

Aldi sudah menunggu di lobby. "Selamat pagi, Pak. Saya sudah menyiapkan posisi pengamatan di sebuah kafe di dekat rumah Nona Helena. Dari sana, Bapak bisa melihat halaman rumah dengan jelas tanpa terlihat."

Arthur mengangguk. "Ayo."

Mereka berdua berjalan menuju kafe kecil di sudut jalan. Kafe itu belum terlalu ramai, hanya ada beberapa pekerja yang sedang sarapan. Arthur memilih duduk di meja dekat jendela yang menghadap langsung ke rumah Helena.

Arthur memesan secangkir kopi hitam dan sepotong roti bakar. Matanya tidak lepas dari rumah nomor 14.

Pukul 07.15, pintu rumah Helena terbuka.

Arthur langsung menegakkan tubuhnya. Dari dalam rumah, Helena keluar. Dia mengenakan blus putih dan celana panjang hitam, dengan tas kerja di bahunya. Rambutnya diikat rapi, dan wajahnya terlihat lebih segar dibandingkan saat dia berada di mansion. Helena berhenti sejenak di teras, mengunci pintu rumahnya, lalu berjalan menuju sebuah mobil kecil berwarna putih yang terparkir di depan rumah.

Arthur menatap Helena. Dia tidak tahu bahwa Arthur sedang mengawasinya. Helena memasuki mobilnya, menyalakan mesin, dan melaju perlahan meninggalkan kompleks perumahan.

Dia pergi kerja, batin Arthur.

Namun, Arthur tidak mengalihkan pandangannya. Dia masih menunggu.

Beberapa menit kemudian, pintu rumah Helena terbuka lagi. Kali ini, seorang remaja laki-laki keluar. Dia mengenakan kemeja putih dan celana hitam, dengan tas ransel di punggungnya.

James.

Arthur langsung terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Remaja itu berjalan ke teras, mengikat tali sepatunya dengan santai. Wajahnya cerah, dan dia terlihat sedang bersenandung pelan. Dia tidak tampak terburu-buru.

Seorang wanita paruh baya—Rina—muncul di pintu. "James, jangan lupa bekalnya!" teriak Rina.

James berbalik, tersenyum. "Iya, Tante. Aku ambil dulu."

James masuk sebentar, lalu keluar lagi membawa sebuah kotak bekal. Dia mencium kening Rina, lalu melambai. "Tante, aku berangkat dulu ya."

"Hati-hati, Sayang. Jangan lupa pulang tepat waktu."

James melangkah keluar dari halaman, berjalan menyusuri trotoar dengan langkah santai. Sesekali dia melewati beberapa rumah, dan beberapa tetangga menyapanya dengan ramah.

Arthur menatap James. Setiap langkah James, setiap gerakannya, semuanya terasa sangat familiar. Cara dia berjalan, cara dia mengangkat bahu saat mendengar suara burung, cara dia tersenyum pada tetangga—semuanya adalah cerminan Arthur sendiri.

Anakku, batin Arthur, dan untuk pertama kalinya, air matanya hampir tumpah.

"Dia sangat mirip denganmu, Pak," bisik Aldi yang duduk di sebelah Arthur.

Arthur mengangguk, menelan ludah. "Aku tahu, Aldi. Aku sangat tahu."

Arthur terus mengamati James sampai remaja itu berbelok di ujung jalan dan menghilang dari pandangan. Dia menatap ke arah itu beberapa saat, lalu kembali menyesap kopinya. Namun, kopinya sudah dingin. Dia tidak benar-benar meminumnya.

"Aldi, aku ingin tahu semua jadwal James. Kapan dia sekolah, kapan dia pulang, apa kegiatan sepulang sekolah. Aku ingin mengenal dia tanpa dia tahu."

Aldi mengangguk. "Saya akan mengumpulkan informasinya, Pak. Mungkin butuh satu atau dua hari, tapi saya akan dapatkan semuanya."

Arthur menatap jalanan yang sudah sepi. "Aku tidak bisa menunggu terlalu lama, Aldi. Aku sudah kehilangan lima belas tahun. Setiap hari yang aku lewatkan adalah hari yang tidak akan pernah kembali."

Aldi menatap Arthur dengan prihatin. "Tapi Pak, jika Bapak terlalu terburu-buru, Nona Helena bisa marah. Dia mungkin akan membawa James dan menghilang lagi."

Arthur menghela napas. Dia tahu Aldi benar. Helena adalah wanita yang sangat protektif. Jika dia tahu Arthur mengawasi, dia bisa saja membawa James pindah ke kota lain lagi.

"Baik. Kita lakukan dengan hati-hati. Aku akan mendekati Helena secara perlahan. Aku akan mencoba membangun kembali kepercayaannya. Dan setelah itu, aku akan memberitahunya bahwa aku ingin bertemu James."

Arthur kembali menatap jalanan. Matahari pagi mulai terbit, menerangi wajahnya yang penuh tekad. Di depannya, ada perjalanan panjang yang harus dia lalui. Tapi dia tidak akan menyerah. Dia sudah menemukan Helena. Dia sudah menemukan James. Dan kali ini, dia tidak akan kehilangan mereka lagi.

1
Mamah Dini11
semoga kalian tetap bersama saling berbagi kasih sayang saling mencintai mungkin james pindah sekolah dn kmu helen tak usah kerja lgi arthur udh udah banyak uang ,
Mamah Dini11
pada. ke. mana ya thor ko sepi
Mamah Dini11
semoga arthur selamat , tolong thor selamatkan arthur dia baru bertemu dgn masa lalunya dn blm mengetahui semuanya
Mamah Dini11
alhmdulilah james selamat semoga kedepan nya gk ada hendra2 yg kain nya , james satukan ke dua orang tuamu biar punya kluargfa lengkap kmu james anak hebat
Mamah Dini11
blm juga arthur menemui anaknya mengenal anaknya dekat sm anakny udh ada yg nyulik berarti hilang nya helena , ada tim musuh yg mencarinya , dan arthur kmu kalah malah musuhmu yg nenang duluan , semoga james baik2 saja dan cepat kembali ke pelukan helena , kasian helen yg berjuang sendirian tiba2 anaknya hilang di culik enak bener tuh penculik , ayo arthur basmi musuh2mu jgn beri ampun , dn apa sih maunya .
Mamah Dini11
semangat arthur 💪 semoga semua masalahmu cepat selesai cepat terbongkar semua yg berkaitan dgn helena
Mamah Dini11
semoga kedepan nya kmu dn anakmu lbh bahagia sm arthur tentu nya jemputlah helen masa depan kaluan dgn senyuman , dan hadapilah orang2 yg julid dn gk suka sm kmu arthur ada bersamamu helen , jgn pergi lgi james berhak tau siapa ayahnya .lanjut
Mamah Dini11
kenapa msh meragukan mantanmu hel dia baik mbok jum baik , kalau kmu msh cinta lihat arthur juga sampai sekarang msh sendiri ,itu tandanya lelaki setia sm pasangan ,dan hel bersatu lagi kalian kasian james dia butuh sosok seorangf ayah, dn seberat apapun badai yg akan datang hadapilah sm kalian berdua di rasa arthur tdk akan tinggal diam diai pasti bisa mengatasinya , kmu percayakan sm mantannu
Mamah Dini11
beri alasan yg masuk akal arthur ke teman2 nya helena yg masuk akal biar mereka gfk hawatir
Mamah Dini11
tenang helen arthur tdk seburuk yg kamu pikirkan, asal kmu berkata jujur aja apa adanya ok
Mamah Dini11
kayaknya arthur orang baik dehh tpiii kenapa ada perceraian, dn berharap arthur tdk melakukan yg membuat helena bersedih ya malah sebaliknya
Mamah Dini11
semoga pertemuan mu dgn mantan suamimu membawa ke baikan helena bkn menambah ke sedihan , dan moga aja membongkar ke salahpahaman yg berlarut dn pd akhirnya menuju ke bahagian kmu dan anakmu pantas mendapatkan nya
Mamah Dini11
ya kadang2 suka membingungkan cerita di novel mh he he
Mamah Dini11
permisi ikutan nimbrung thor 🙏
Ita Putri
masak horang kaya nunggu 15 th dulu baru dapat orang kepercayaan yg punya kemampuan hebat baru sekarang
Rian Moontero
mampiiirr👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!