NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta (Part 4)

“ Sepertinya benar selebriti Bas.

Lihat mereka berbisik-bisik. ” Key menunjuk orang-orang yang saling berbisik di

deretan gerai makanan lain di dekat mereka. Lampu kamera juga mulai berkilat-kilat. Ada yang sangat

berbeda disini. Keadaan yang belum pernah dialami Key sebelumnya. Ia tak pernah

datang ke pesta, selain pergi kondangan acara pernikahan dulu. Saat ia masih

tinggal dipinggiran kota tempat Bibi Salsa. Sementara Key yang bersikap seperti

anak kecil yang kagum dengan kedatangan selebriti Basma memilih duduk bermain

ponselnya, setelah ia memeriksa dua kukusan somainya. Sudah panas, ia

mengecilkan apinya sedikit lagi.

“ Duduk Mba. Gak inget tadi pesan

panitia divisi humas, buat profesional.”

“ Aku kan gak teriak-teriak Bas.” Suara Key terdengar sedih.

“ Gak boleh norak juga kali.”

“ Ia, ia.” Key duduk di sebelah

Basma. Melirik ponsel yang dipegang adiknya. “ Foto yuk. Kenangan kalo kita

pernah jadi bagian pesta ulang taun ke 25 Grand Mall.”

Mereka berselfi beberapa kali.

Cekrak, cekrik sambil tersenyum. Key menempelkan pipinya ke pipi Basma tanpa

canggung. Membuat jantung Basma berdekat kencang. Dia tiba-tiba bangun berdiri.

“Kenapa?” Key bertanya heran.

“ Tidak, aku mau pergi ke kamar mandi.”

“ Baiklah, sudah tahu ada di mana kamar mandinya.” Mata Key berkeliling ruangan yang ramai. mencari petunjuk arah di mana letak kamar mandi.

“ Aku bisa tanya petugas.”

Basma berjalan sambil memegang

dadanya yang masih bergetar. Apa-apaan ini, dia memukul dadanya sendiri

beberapa kali. Mengutuki dirinya sendiri, kenapa dia bisa begitu mudah

terprovokasi akhir-akhir ini. Dia tidak seperti ini sebelumnya. Mengapa perasan

semacam ini lebih sering tampil ke permukaan sekarang.

“ Maaf Pak kamar mandi sebelah mana?”

Seorang petugas menunjuk sebuah pintu.” Belok saja dari sana”

“ Terimakasih pak.”

Basma berjalan menuju pintu. “ Belok, belok kemana, kanan atau kiri. Ahh” dia memilih belok ke kanan. Ada

petugas yang sedang berjaga. Mereka terlihat tidak suka ketika Basma berjalan

mendekat.

“ Ini area VVIP. Apa yang kamu lakukan di sini?” dia memeriksa pengenal milik Basma. “ Apa yang kamu lakukan

di sini.” petugas mengulang pertanyaanya.

“ Maaf pak, saya cuma mencari kamar mandi.”

“ Apa?” Tidak percaya dengan jawaban Basma.

“ Kamar mandi.” Jawab Basma lagi.

“ Jangan sembarangan, memang kamu

belum pernah ke sini sebelumnya. Staff makanan sudah bekerja sama dengan Adiguna

Grup bertahun-tahun. Tempat ini sudah seperti rumah saja bagi  mereka.”

“ Benar pak, ini pertama kalinya

saya kemari.” Basma kesal dibuatnya. Memang apa salahnya, dia hanya tersesat

mencari toilet. Memang tempat apa ini, apa ini ruangan VVIP milik ketua Adiguna

Grup sampai dia harus mengintrogasi segala.

“ Ada apa?” suara penuh wibawa

terdengar. Mereka menoleh. Wajah petugas dihadapan Basma terlihat pias. Dia

menunduk beberapa kali. Dua orang pria tua berdiri dihadapan mereka.

“ Maaf pak. Anak ini hanya tersesat.” Petugas memberikan info.

Basma maju beberapa langkah,

petugas itu terlihat panik, namun dia tidak perduli.

“ Maaf Paman, saya hanya mencari

kamar mandi. Saya tersesat tadi, mungkin tadi seharusnya saya belok ke kiri

malah saya belok ke kanan.”

Kedua wajah laki-laki tua itu

membeku. Mereka berdiri terdiam. Pak tua yang satunya jauh terlihat syok. “ Siapa namamu Nak?” tanyanya.

Basma menoleh pada petugas

di belakangnya yang semakin ketakutan, dia tidak menjawab pertanyaan Adiguna.

“Siapa mereka?” tanyanya berbisik memakai bahasa bibir. Petugas itu mengusap

wajahnya pelan. Seperti ingin mati saja dia. “Ketua Adiguna Grup.” Bisiknya tak

kalah pelan. Sekarang wajah Basma yang berubah pias.

“ Maaf Tuan saya sudah lancang.

Mohon maafkan saya. Saya permisi.” Basma membungkukan kepala beberapa kali.

Lalu tanpa menunggu reaksi lebih lanjut ia memilih kabur bergegas. Saat salah

satu laki-laki tua itu memangilnya, tidak tahu yang mana ia hanya menoleh dan

membungkukan kepala. Lalu lari meninggalkan lorong VVIP. Dia sampai juga di

belokan awal tadi, langsung ia masuk ke dalam kamar mandi. “ Aku pasti sudah

gila. Ketua Adiguna Grup, bagaimana bisa aku memanggilnya paman.”

***

Wajah kedua orang tua itu berubah,

jauh lebih cerah daripada sebelum mereka sampai di tempat ini. Ketua Adiguna

Grup yang terlihat jauh lebih sumringah, seperti sudah menemukan separuh dari

kehidupannya.

“ Kamu melihatnyakan, tidak mungkin

salah lagi?” Adiguna bicara dengan pelan. Meyakinkan dirinya lagi, bahwa

ketidakmungkinan bisa menjadi mungkin jika Tuhan sudah membuka jalannya.

“ Ia.” Tidak perlu dijelaskan

tentang apa. Laki-laki yang sudah mendapinginya sepanjang perjalanan hidupnya

itu adalah ayah Anjas. Haryo Purnama.

“ Pemuda itu memiliki semua garis

wajahnya, senyum dan cara bicaranya juga sama. Siapa dia.”

“ Staff makanan. Akan saya periksa

lagi nanti.” Haryo  sempat membaca tanda pengenal di leher Basma.

Betapa tidak terduganya dunia ini jika anak laki-laki itu adalah anak yang ia cari selama ini.

“ Tentang pertunangan, tetap akan

diumumkan hari ini.” Adiguna Bicara lagi.

“ Baik.”

“ Apa Bian bicara padamu?” suaranya terdengar getir.

Sekretarisnya berfikir, agak lama menjawab.

“ Ia. Dia hanya meminta Anda untuk

membatalkan itu, tidak perlu membuat pengumuman pertunangan segala, dia ingin

hanya fokus pada perayaan ulang tahun.” Mencoba memilih kalimat paling bijak.

“ Anak itu bahkan tidak minta bertemu denganku.”

“ Itu karena dia terlalu sibuk.”

Mencoba menghibur gurat kecewa di wajah Adiguna. Namun mereka juga tahu, bahwa

kebencianlah yang melandasi ikatan antara mereka berdua. Kebencian yang sudah

ditanamkan ibunya, untuk membenci apa pun yang dilakukan ayahnya.

“ Apa Yuna sudah ada di sini?”

“ Ia.”

“ Pastikan tentang pemuda tadi,

berikan aku informasi secepatnya.”

“ Baik.”

Hari ini bukan hanya ulang tahun

Grand Mall yang membuatnya senang, namun lebih dari itu. Mungkin saja ia masih

bisa mengumpulkan serpihan cinta yang sudah tercerai berai dimasa lalu.

Bersambung.....

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!