NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Sinar matahari pagi Chicago menembus celah-celah tirai tipis di area dapur berdesain minimalis modern milik unit penthouse nomor 202.

Udara pagi yang biasanya dingin kini terasa hangat oleh kepulan uap dari penggorengan.

Suzanne Klatten berdiri tegak di depan kompor, mengenakan apron linen abu-abu di atas pakaian rumahnya yang sederhana.

Tangannya yang memegang spatula bergerak dengan ritme yang sangat teratur, membalik potongan daging dan menyiapkan sarapan dengan ketenangan yang luar biasa.

Di atas meja marmer, beberapa piring porselen telah tertata rapi.

Suzanne sedang berkutat dengan masakan di dapurnya, memasak porsi yang sengaja ia lebihkan hari ini.

Sambil mengaduk saus di panci kecil, seulas senyum tipis—sebuah senyum konyol yang sarat akan sarkasme—terukir di wajahnya yang jelita.

Ia sedang menunggu sepasang kekasih terlarang itu keluar dari kamar utama.

Suzanne benar-benar tersenyum di balik kepulan asap masakan, memikirkan betapa tidak tahu malunya kedua orang itu.

Menjadikan rumah pernikahan sah sebagai tempat pembuangan gairah menjijikkan sepanjang malam, seolah-olah Suzanne tidak lebih dari sekadar hantu penunggu apartemen yang tidak memiliki mata dan telinga.

Rasa muak yang semalam sempat menguasai dadanya kini telah mengkristal menjadi sebuah antipati yang dingin.

Dia ingin melihat, sedalam apa kepalsuan yang akan dipamerkan suaminya pagi ini.

Hingga bunyi ceklek yang pendek namun tajam memecah keheningan koridor dalam apartemen.

Pintu kamar utama itu akhirnya terbuka.

Suzanne tidak menghentikan aktivitasnya, namun pandangan matanya bergerak lambat, mengunci arah koridor.

Willem Daendels melangkah keluar terlebih dahulu.

Pria itu hanya mengenakan jubah mandi satin hitam yang longgar.

Namun, perhatian Suzanne langsung tertuju pada area leher pria itu.

Kulit leher Willem dipenuhi oleh bekas-bekas kemerahan yang sangat mencolok, bertebaran acak hingga ke dekat rahangnya.

"Sudah seperti macan kutil dino," batin Suzanne sinis, hampir saja tertawa menyaksikan pemandangan menggelikan itu.

Keangkuhan Willem sebagai eksekutif muda Daendels Group runtuh seketika oleh penampakan fisik yang begitu vulgar.

Dan tepat di sampingnya, mengekor dengan langkah yang sengaja dibuat manja, sang 'Ratu' kita yang mendesah hingga kehabisan tenaga semalaman penuh tidak kalah mengenaskan.

Lydia Gonne berjalan sambil memegangi lengan Willem, mengenakan salah satu kemeja putih milik Willem yang kebesaran.

Lehernya pun tidak kalah mengerikan; penuh dengan tanda merah keunguan yang pekat, seolah kulitnya habis dicabik-cabik.

Mereka ini sedang berlomba membuat tanda atau bagaimana? batin Suzanne dengan cibiran yang membakar di dalam hati.

Pertunjukan itu benar-benar menguji batas kewarasannya.

Namun, tak peduli seberapa keras Suzanne mencoba bersikap sinis dan membangun benteng pertahanan dari sisa harga dirinya, demi Tuhan... sudut hatinya yang paling dalam tetap merasakan sesak yang teramat sangat.

Rasa perih itu merayap naik, mencengkeram dadanya hingga ia harus menahan napas sejenak.

Willem... pria yang enam bulan lalu menyematkan cincin di jarinya, pria yang seharusnya menjadi pelindungnya setelah kehancuran keluarga Klatten, benar-benar telah membuangnya ke titik terendah.

Penghinaan fisik ini adalah bukti mutlak bahwa Suzanne di mata Willem sudah tidak memiliki harga sepeser pun.

Willem menuntun Lydia duduk di salah satu kursi bar konter dapur, tepat di hadapan Suzanne yang masih memegang spatula.

Pria itu menatap Suzanne dengan pandangan mata yang dingin, tanpa ada rasa bersalah atau canggung sedikit pun karena telah membawa wanita lain ke rumah mereka.

Namun, satu detik kemudian, jantung Suzanne mendadak copot.

Seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah disedot paksa mendengar untaian kata yang keluar dari mulut suaminya.

"Lydia hamil," ucap Willem datar, suaranya terdengar begitu santai seolah sedang membicarakan prakiraan cuaca pagi hari.

Ia melirik Lydia yang kini memasang senyum kemenangan yang amat memuakkan ke arah Suzanne. "Dia akan tinggal di sini mulai hari ini. Bersamaku, di kamar utama."

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Suzanne. Spatula di tangannya bergetar hebat, hampir saja terlepas ke atas lantai marmer.

Pengumuman itu laksana hantaman godam yang menghancurkan sisa-sisa kesabaran yang selama ini ia pelihara demi pengobatan ayahnya.

Hamil.

Jalang itu mengandung anak dari suaminya, sementara dirinya sendiri dicampakkan dalam kondisi yang bahkan belum pernah disentuh oleh Willem sama sekali.

Suzanne meletakkan spatula itu dengan hentakan kasar ke atas tatakan, mematikan kompor, lalu membalikkan tubuhnya sepenuhnya menghadapi Willem.

Matanya yang jernih kini menyalang penuh amarah yang berkobar.

"Kau gila?!" desis Suzanne, suaranya meninggi, bergetar hebat karena amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

"Willem, otakmu sudah hilang ke mana?! Kau bisa dipenjara karena membawa jalangmu ini tinggal di apartemen pernikahan kita! Ini adalah bentuk penghinaan yang nyata di atas hukum pernikahan yang sah! Aku akan melaporkan hal ini ke polisi dan pengadilan hari ini juga!"

Mendengar ancaman Suzanne, Willem bukannya panik, ia justru bersandar pada kursinya dan terkekeh meremehkan.

Suara tawanya terdengar begitu menjengkelkan, penuh dengan rasa superioritas yang absolut.

"Lapor saja," kata Willem dengan nada menantang, matanya menyipit kejam menatap Suzanne.

"Laporkan saja ke mana pun kau mau, Suzanne. Jika kau berani melangkah ke kantor polisi atau pengadilan, aku akan menceraikan mu hari ini juga. Aku akan memutus seluruh aliran dana rumah sakit ayahmu detik ini juga. Biarkan pria tua bangka itu mati membusuk tanpa mesin bantuan karena putrinya terlalu sombong untuk sadar diri."

"Brengsek!" teriak Suzanne, air mata amarah akhirnya lolos membasahi pipinya.

Dia sudah tidak bisa lagi menahan tekanan ini. Ancaman tentang ayahnya selalu menjadi senjata pamungkas Willem untuk merantai kakinya, dan hari ini, senjata itu terasa seribu kali lebih tajam karena keberadaan Lydia di samping pria itu.

"Kalau begitu ceraikan saja aku, Willem! Ceraikan aku sekarang!" teriak Suzanne frustrasi, dadanya naik turun memburu.

"Kau selalu saja mengancamku dengan nyawa ayahku! Kau muak melihatku, kau menganggapku parasit, lalu untuk apa kau mempertahankan pernikahan sampah ini?! Ceraikan aku!"

Willem berdiri dari kursinya, mendekati Suzanne hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti.

Aura intimidasi pria itu begitu pekat, namun Suzanne tidak mundur satu senti pun.

"Belum waktunya," kata Willem, suaranya merendah menjadi bisikan yang sangat kejam di telinga Suzanne.

"Daddy-ku belum menyerahkan..." Kalimat Willem mendadak menggantung, suaranya perlahan hilang di udara saat ia menyadari bahwa ia hampir saja membocorkan motif finansial terdalamnya di depan wanita yang ia benci.

Willem berdehem, mencoba menguasai kembali ekspresinya. Namun Suzanne bukan wanita bodoh.

Detik itu juga, Suzanne langsung menangkap arah pembicaraan suaminya.

Warisan.

Willem membutuhkan status pernikahan 'bersih' dan bermartabat di hadapan Ayahnya demi bisa mengklaim seluruh aset warisan keluarga yang nilainya triliunan, sebelum ia bisa mendepak Suzanne dari hidupnya secara legal tanpa kehilangan sepeser pun kekayaan.

Rasa muak Suzanne telah mencapai puncaknya.

Batas sabarnya telah jebol sepenuhnya pagi ini.

Dengan jelas dan lantang, Suzanne menatap tepat ke dalam manik mata Willem, memancarkan kebencian murni yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Persetan dengan warisanmu, Brengsek!" ucap Suzanne tajam, setiap suku kata ditekankan dengan kepastian yang mengerikan.

"Kau mau memanfaatkan statusku demi uang Daddymu sementara kau bersenang-senang dengan jalang ini? Tidak akan pernah lagi."

Suzanne maju satu langkah, membuat Willem sedikit tersentak oleh keberanian istrinya.

"Mari kita lihat, Willem... mari kita lihat siapa yang akan membusuk di neraka setelah perceraian kita nanti. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan satu sen pun dari apa yang kau incar jika kau berani mengusik nyawa ayahku."

Tanpa menunggu jawaban dari Willem atau tatapan mengejek dari Lydia, Suzanne menyentak apronnya hingga terlepas, melemparkannya tepat ke atas wajah konter marmer, lalu berjalan cepat meninggalkan area dapur menuju kamarnya untuk bersiap pergi.

Jiwanya yang terluka kini telah bertransformasi menjadi sebuah tekad berdarah: dia akan mencari cara untuk menghancurkan Willem Daendels, bahkan jika dia harus menggunakan kartu as berupa remaja delapan belas tahun yang tinggal di lantai yang sama dengannya.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Rosdianah: huhuhu Maafkan typo author 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!