NovelToon NovelToon
What'S Wrong With My Brother?

What'S Wrong With My Brother?

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Misteri / Contest / Tamat
Popularitas:430.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lee Sizunii

Eric Karendra, seorang pengusaha muda. Dia mempunyai seorang adik perempuan yang bernama Kyra, seorang gadis cantik dan juga manja. Sejak kecil mereka tumbuh bersama, tanpa Eric sadari lama kelamaan Eric pun jatuh hati kepada adiknya tersebut. Eric pun menyatakan perasaannya kepada Kyra. Namun Kyra malah berusaha menghindar karena merasa perasaan kakaknya adalah sebuah kesalahan. Hingga suatu hari, Eric bertemu dengan seseorang dan membuat semua ingatannya kembali. Ingatan tentang siapa dia dan keluarganya. Namun karena sebuah kesalah pahaman, Eric tidak menceritakan kepada Kyra bahwa dia bukan kakak kandungnya. Hingga suatu malam, Eric yang tengah di pengaruhi obat tanpa sadar telah meniduri adiknya tersebut dan membuatnya hamil di luar nikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lee Sizunii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 24

"Kyra ... kamu sudah siap belum?" seru Eric yang kini berada di depan pintu kamar Kyra.

"Sebentar!" teriak Kyra dari dalam kamarnya.

"Kalau begitu aku tunggu di bawah ya" lanjut Eric.

"Iya!"

Tak berselang lama, Kyra pun keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah koper di tangannya.

Eric dan kedua orangtua mereka kini tengah menunggu Kyra di ruang tamu.

"Kamu sudah siap?" tanya Eric yang di balas anggukan kepala oleh Kyra.

"Kyra, jaga dirimu baik-baik ya ..." ucap Bu Sofia sambil memeluk putri semata wayangnya.

"Tentu saja Ibu, ada kakak juga yang menjagaku, jadi Ibu jangan khawatir" ucap Kyra sembari membalas pelukan ibunya.

"Jaga adikmu dengan baik Eric" kata Bu Sofia.

"Bu, jangan terlalu dramatis deh, mereka cuma sementara saja pergi dari rumah, kalau Kyra sudah selesai dengan pendidikannya, nanti juga akan pulang" seru Pak Daniel.

"Iya Bu, lagian aku dan Kyra pasti pulang kalau akhir pekan" imbuh Eric.

"Janji?" ucap Bu Sofia.

"Tentu saja" lanjut Eric.

"Kalau begitu kami pamit dulu ya Ayah, Ibu" ucap Kyra sembari meraih telapak tangan kedua orang tuanya dan menciumnya.

Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke tempat tujuan.

"Aish, rumah ini jadi sepi sekali tanpa mereka" gumam Bu Sofia.

"Halah, kamu itu terlalu berlebihan" ujar Pak Daniel.

"Heih, memangnya Ayah tidak merasa begitu?"

"Ya kalau sepi, tinggal kita buat anak lagi aja gimana?" kata Pak Daniel dengan santainya sembari berjalan masuk ke dalam rumah.

"Hey! dasar mesum, sudah tua juga masih mikirin mau tambah anak!" gerutu Bu Sofia.

...----------------...

Di tengah perjalanan menuju ke apartemen baru Eric, Kyra hanya diam saja sepanjang jalan.

"Uhh ..." lenguh Kyra tiba-tiba sambil memegangi perutnya.

"Kenapa?" tanya Eric. "Perutmu sakit?" imbuhnya.

"He'em ..." jawab Kyra sembari menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit.

"Perlu ke rumah sakit?" tanya Eric dengan Khawatir.

"Tidak, kita berhenti saja di supermarket" jawab Kyra.

Eric pun menghentikan mobilnya di depan supermarket seperti yang Kyra katakan.

"Kamu perlu obat ya? beri tahu aku, aku akan membelikannya, jadi kamu tunggu di sini saja" ucap Eric sembari melepaskan sabuk pengaman.

"Jangan ..." cegah Kyra. "Biar aku sendiri saja".

"Beneran nih?" tanya Eric.

"Iya" jawab Kyra singkat dan sambil keluar dari mobil dan berjalan gontai menuju ke supermarket.

"Sebenarnya perutku sakit sekali, tapi tidak mungkin juga kan aku bilang ke Kakak kalau aku butuh pembalut. Itu memalukan sekali" batin Kyra yang kini tengah berada di dalam supermarket.

Beberapa saat kemudian Kyra keluar dari supermarket dan masuk ke dalam mobil. Eric yang tengah melihat wajah Kyra yang pucat, dia menjadi sedikit khawatir.

"Aku antar ke dokter ya?" ucap Eric khawatir sambil menggenggam telapak tangan Kyra.

Kyra hanya menggelengkan kepalanya, hari pertama menstruasi sangat sakit baginya sehingga ia tidak mau membuang tenaganya untuk berbicara.

"Tapi kamu terlihat pucat se—"

"Kak, aku ingin istirahat" sanggah Kyra.

Tanpa banyak bertanya Eric pun melajukan mobilnya segera menuju ke apartemen mereka. Hari sudah semakin gelap, akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuan.

Eric memarkirkan mobilnya dan berjalan keluar membukakan pintu untuk Kyra. Kyra berjalan keluar sambil masih memegangi perutnya.

Sesaat pandangan Eric tertuju ke bagian belakang dress warna peach yang Kyra kenakan.

"Ck, ternyata lagi datang bulan ya?" batin Eric yang melihat bercak darah di dress Kyra.

Eric yang melihat Kyra berjalan gontai yang hendak mengambil kopernya yang ada di bagasi dengan cepat menghentikan Kyra.

"Kenapa?" ucap Kyra lirih.

"Aku tidak mungkin membiarkan mu berjalan seperti itu" kata Eric sembari menggendong tubuh Kyra.

"Kak ... aku bisa jalan sendiri kok" ucap Kyra.

"Apartemen kita ada di lantai empat, dengan keadaan mu yang seperti ini, mungkin besok kita baru sampai di sana" kata Eric.

"Ck, baguslah, kakak kan memang punya tenaga yang besar untuk menggendong tubuh kecilku ini, perutku juga memang sangat sakit sekali" gerutu Kyra yang kini tengah membenamkan wajahnya di dada Eric.

"Siapa bilang tubuh mu ini kecil"

Sesampainya di dalam apartemen, Eric langsung menuju ke kamar dan membaringkan tubuh Kyra di atas kasur.

"Kakak ..." ucap Kyra sembari memegang tangan Eric. "Tolong ambilkan koperku, aku ingin mandi sekarang" lanjut Kyra.

Eric hanya mengangguk dan segera berjalan menuju ke mobilnya untuk mengambil barang-barang mereka. Sedangkan kini Kyra sedang mandi di dalam kamarnya.

Tak berselang lama, Kyra pun keluar dari kamar mandi.

Tok tok tok

"Kyra, kamu sudah selesai mandi?" tanya Eric di depan pintu kamar Kyra.

"Sudah!" teriak Kyra.

Eric lalu membuka pintu kamar Kyra dan berjalan masuk menghampiri Kyra sembari membawa secangkir teh hangat dan sebotol minyak kayu putih.

"Kamu sedang apa?" tanya Eric sambil meletakkan secangkir teh tadi di atas meja.

"merapikan pakaian" ucap Kyra yang kini tengah berada di depan lemari pakaiannya.

Eric pun menunggu Kyra dan duduk di tepi ranjang.

"Kakak bawa apa?" tanya Kyra yang sedang menghampiri Eric.

"Sini!" kata Eric sembari menarik tangan Kyra dan menyuruhnya duduk di sebelahnya. "ini minum" ucap Eric sembari menyodorkan secangkir teh ke hadapan Kyra.

"Kakak membuatnya sendiri?"

"Tentu saja"

"Terimakasih" ucap Kyra sembari tersenyum manis dan menyeruput tehnya.

"Bagaimana? sudah mendingan?" tanya Eric yang di balas anggukan kepala oleh Kyra. "Kakak tidak tau cara mengatasi sakitmu itu, tapi teh hangat mungkin bisa sedikit meredakan rasa sakitnya" kata Eric dengan tulus.

"Ini sudah cukup kok, terimakasih ya kak" seru Kyra.

"Hem, ini sudah malam, apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Eric.

"Tidak, aku hanya ingin beristirahat" kata Kyra yang masih saja merasa sakit di perutnya.

Melihat ekspresi wajah Kyra, Eric pun segera mengambil cangkir teh yang ada di tangan Kyra dan meletakkannya di atas meja. Dan langsung saja Eric meraih tubuh Kyra dan meletakkan kepala Kyra ke dalam pangkuannya.

"Kakak sedang apa?" ucap Kyra yang kini wajahnya tengah menghadap ke perut Eric.

"Tidak ada"

Eric pun langsung menyibakkan baju tidur Kyra dan memijat punggung Kyra dengan minyak kayu putih yang ia bawa tadi.

"Kakak tidak perlu repot-repot" ucap Kyra.

"Aku hanya tidak ingin melihatmu kesakitan" kata Eric sambil terus memijat lembut punggung Kyra.

"Aku sudah terbiasa seperti ini" lanjut Kyra lagi.

"Maka mulai sekarang, aku juga akan membiasakan diri untuk memijat mu seperti ini jika kamu sakit" kata Eric dengan lembut.

Kyra hanya tersenyum mendengarnya, lalu memeluk pinggang Eric dan membenamkan wajahnya di sana. Semerbak wangi aroma tubuh Eric dan parfum yang ia pakai, membuat Kyra tidak ingin jauh dari sana.

"Tunggu ... apa maksud kakak? dia ingin terbiasa memijatku seperti ini? dia berniat akan seperti ini terus dengan ku? ... Ah sudahlah, perutku sakit sekali, persetan dengan apa yang dipikirkannya" batin Kyra.

Kyra yang sedang nyaman dengan pijatan Eric di punggungnya dan wangi aroma tubuh Eric yang membuatnya perlahan memejamkan matanya lalu tertidur di pangkuan Eric.

1
Ana_Mar
masih lanjutkah atau uda ending ini cerita nya kk othor.
nurul nazmi
alurnya ok banget
zeze^^¶••
gw kira mau di peluk ama farhan, gataunya di cium wahh di liar dugaan 🤣
Mamahnya Ferrel
lanjut thor
Mamahnya Ferrel
seru ni ,di gebukin dulu baru di restuin
Mamahnya Ferrel
knp pd payah sih ,malah musuh yg menang mulu ,gmn mau lawan kalo payah semua🤦
Mamahnya Ferrel
kyra hamil kayaknya
Mamahnya Ferrel
cepat di ungkap dong kak jgn sampai si eric nikah ama ulet keket itu
Mamahnya Ferrel
aaaku males bacanya jd deg deg kan sendiri ama jebakan Batman
Mamahnya Ferrel
lah si ulet keket ,sebel deh 😈
Mamahnya Ferrel
weh lg panas panase critane
Mamahnya Ferrel
enak banget ya jadi kyra ,disayangi semua orang 😁
Mamahnya Ferrel
aaaa serasa eric nembak aku ♥️♥️
Mamahnya Ferrel
semoga ibgatanya cepat kembali
Mamahnya Ferrel
takut jatuh cinta ,tapi ditrima ciuman kakaknya yg berlebihan ,mpek grayangin 🤣🤣🤣
Mamahnya Ferrel
wadidow 🙈🙈
Mamahnya Ferrel
jangan kasih kendor eric
Mamahnya Ferrel
🤔😝
Mamahnya Ferrel
sepertinya seru ceritanya ,perlu ke favorit nie 🤗
Mamahnya Ferrel
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!