Seorang pria tampan yang hidup dengan kegelapan penuh dengan tragis, di musuhi oleh orang sekitarnya hingga di buang oleh ibu tirinya. Hingga satu hari dia di buang oleh ibu tirinya dan di selamatkan oleh gadis berhati malaikat.
kisah yang memilukan yang sangat membuat dirinya merasa tidak layak hidup di dunia ini, sebelum seorang gadis menyelamatkan dirinya.
cover by:canva
Baca lebih lanjut di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Putri yesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Graduation
Hari ini hari di mana Julian merayakan ke
lulusan dirinya. Dia sudah bersiap- siap dengan pakaian terbaik yang dia punya. Ia mencoba pakaian yang dia pakai itu apa cocok dengan dia. Ia tidak punya pakaian yang lebih bagus lagi tak seperti teman-temannya yang lain.
Julian pun melirik pakaian ke arah Arga yang belum selesai menggunakan pakaian. Ia
melihat pakaian Arga yang belum terkancing kan dengan baik, dia mulai mendekati
Arga mengancingkan baju Arga memasangkan
dasi Arga yang memuat dia bingung pakaian yang di kenakan Arga sangat bagus dan mahal. Julian menepis pikiran tersebut dia fokus memperbaiki tatanan rambut Arga.
“Kak Arga kau terlihat sangat tampan dengan
pakaian mu ini!”puji Julian pada Arga yang sedang menatap diam Julian dengan
kagum.
“Apa aku setampan itu?” tanya Arga.
“Iya kakak, kamu sangat tampan sekali! Mungkin banyak orang akan melirik mu dan
memuji ketampanan mu itu.”
“Jika begitu baguslah, mereka menyukaiku.”
“Tapi aku tidak rela jika mereka memuji kakak
seperti itu!” ketus Julian.
“Kenapa kamu gak rela?” pancing Arga.
“Kak Arga hanya milik ku aku yang boleh melihat wajah tampan kak Arga.”
“Iya ... iya kamu boleh menikmati ketampanan aku sepuas hatimu aku akan dengan senang
hati jika itu mau kamu Julian.”
“Iya... akan aku pandang sepuas ku dan tidak akan rela aku berbagi dengan yang lain.”
Arga yang mendengar setiap penuturan Julian merasa senang di dalam hatinya,dan tentu
saja itu yang di inginkan Arga. Dia tidak akan membiarkan itu semua di rebut
oleh siapapun.
Julian dan Arga sudah sampai di sekolah Julian menggandeng tangan Arga masuk ke dalam aula yang sudah di sediakan untuk acara berlangsung. Julian duduk di deretan
kursi yang sudah di sediakan oleh panitia yang membantu mengadakan acara Graduation.
Semua orang telah berdatangan dan duduk di
tempat yang telah di sediakan oleh pihak sekolah.
“Selamat siang semua para tamu undangan yang terhormat, kami mengucapkan terima kasih sudah memenuhi undangan kami di acara Graduation anak anak kita pada hari ini.
para tamu undangan bisa menempati tempat yang sudah kami sediakan.
Selanjutnya acara Graduation akan segera kita mulai, agar kita mempersingkat waktu...
dengan mengucapkan Basmalah.. acara kita
mulai.
Ke dua MC sudah berdiri di atas panggung untuk memandu acara yang akan berjalan.
“Selamat siang para tamu undangan, kepada tamu undangan di harapkan untuk menempati
tempat duduk yang telah kami sediakan.”
“Puji syukur atas kehadiran Allah SWT atas
rahamat nya kita bisa hadir di acara Graduation kakak- kakak kami kelas 12 SMA 09
Jakarta. Dan tak lupa juga ucapkan selawat kepada pimpinan kita semua umat
muslim di seluruh dunia yakni baginda Muhamad Saw. Baik la kami tidak akan
memanjangkan kata- kata kita langsung sambut kata sambutan dari komite sekolah,
pengurus sekolah, dan Kepada Kepala sekolah............”
“Selamat siang para tamu undangan yang terhormat yang hadir pada siang ini dalam rangkah perpisahan anak kita kelas 12 pada hari ini hari yang akan berkesan untuk kita semua dalam rangkah menyambut ke
lulusan anak- anak kita kelas 12 SMA.
“Pada hari ini kita juga ingin mengumumkan
berita bahagia bahwa ada tiga Orang dari siswa-siswi kita yang meraih dan dapat
undangan Kuliah di luar Negeri dengan Beasiswa full samapi tamat. Dan untuk
para siswa-siswi yang terpanggil diharapakan untuk menaiki panggung. Baik kita langsung kita sebutkan saja siswa-siswi kita ini yang berprestasi. Yang ke tiga jatuh ke pada
Riki Syan dengan jurusan Arsitektur di salah satu university di london....
kepada ananda yang tersebut untuk naik ke atas panggung.”
Riki Syan berdiri dan berjalan ke atas panggung dengan wajah sangat ceria dan senang
sekali dirinya di kasih kesempatan untuk mendapatkan Beasiswa.
“Selanjutnya kepada Reni Ferisa, dengan Beasiswa ke korea selatan dengan jurusan
Bisnisment ..... kepada Ananda di persilahkan untuk menaiki panggung.”
Reni Ferisa juga menaiki panggung dan berdiri di samping Riki Syan dan tersenyum
senang di atas sana.
“Yang pertama itu jatuh Kepada Julian Axial! Dengan Beasiswa Ke Amerika dengan
jurusan Bisnisment .... kepada Ananda di harapkan menaiki panggung.”
Seru tepuk tangan untuk ke tiga siswa-siswi di
atas panggung itu