"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyusun Acara
Dua Minggu Telah berlalu, Berarti sudah 2 Minggu pula tuan Brayen menyuruh karyawan nya menyusun acara untuk kepulangan adik kandung nya. Bella dan Rio Sudah pusing mencari tema dan susunan acara untuk penyambutan adik tuan nya itu. Mereka telah banyak mengumpulkan ide-ide kreatif mereka untuk membuat acara itu mewah dan megah, Akan tetapi Hasil dari kerja keras mereka di tolak mentah-mentah oleh tuan Brayen. Entah apa yang membuat tuan nya itu selalu menyulitkan pekerjaan mereka. Bahkan ini hanya acara penyambutan kepulangan adiknya yang selama ini merintis karier di London. Tetapi Begitulah Kalau Menjadi Penguasa, semuanya akan tunduk, kalau tidak tinggal menandatangani surat pengunduran diri jika tidak ingin di usir secara hina.
Huh, Tema apalagi yang pantas untuk menyambut kepulangan adik nya itu ? bahkan aku sudah Memberi tema yang unik-unik dan mewah. tapi kenapa masih saja di tolak ? Sebenarnya seberapa spesialnya sih adik nya itu ? Apa harus di sambut dengan Bersorak ria segala ? Hhhh. batin Bella menggerutu.
"Bagaimana keadaan mama ? apa sudah agak baik kan ?" Tanya Dodi membelai rambut ibunya lembut.
"Mama sudah tidak apa-apa lagi nak" ucap mama Dodi .
"Tapi mama harus istirahat yang banyak dulu. agar tubuh mama kembali Fit" ucap Dodi menatap ibunya.
"Ma ? "
"ada apa nak ?"
"Dua minggu lagi Dodi akan pergi ke Indonesia untuk mengurus sesuatu. mama tidak apa-apa kan Dodi tinggal bersama Bu Murti ?" tanya Dodi ragu.
"Pergilah nak, mama sudah merasa lebih baik sekarang"
"Dodi hanya beberapa hari disana , Setelah urusan Dodi selesai , Dodi akan kembali bersama mama" ucap Dodi penuh kasih.
Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan mama. tapi hatiku juga sudah terlalu merindukan gadis itu. batin Dodi bimbang
"Nak, Apa kau belum bisa melupakan gadis itu ?" tanya mama Dodi
"Sudah lah ma, itu tidak perlu dibahas lagi" Dodi
"Mama sungguh menyesal nak" ibu Dodi
"Tidak ada yang perlu disesalkan lagi ma. semua nya sudah berlalu.
**FLASHBACK DODI
"Lalu apa rencana mu sekarang ?"
"Aku juga tidak mengerti lagi" ucap Dodi dengan suara lemah.
"Apa kau sangat mencintaiku ?" tanya perempuan itu menatap mata Dodi lekat.
"Tentu saja sayang apa kau masih meragukan cintaku ?" balas Dodi balik bertanya.
"Kalau kau sangat mencintaiku, kau pasti akan melakukan apapun demi ku bukan ?" tanya nya lagi.
Dodi mengganggukkan kepalanya Menatap gadis yang sangat di cintai nya itu.
"Kalau begitu, Ikutilah perintah ibumu" ucap perempuan itu mencoba tegar.
"A..apa maksudmu ? apa kau ingin aku meninggalkan mu? bersabar lah sebentar lagi aku akan berusaha meyakinkan mama" ucap Dodi memegang pundak kekasihnya.
"Tidak ada guna nya Dodi. kau hanya mencoba menghempaskan pasir di laut. itu tak akan pernah terjadi." ucapnya meneteskan air mata.
"tapi aku sangat mencintaimu" Dodi
"Aku juga sangat mencintaimu. tapi Kau juga harus mengikuti kata ibu mu. aku hanya tidak ingin kau kehilangan ibu mu seperti aku. asalkan kau tahu, ibu adalah tempat berteduh di saat senang dan susah, kita akan sangat menyesal bila kehilangan ibu hanya demi mempertahankan keinginan kita. jika bukan karna ibu, kau tidak bisa lahir ke dunia ini dan mencintai gadis sepertiku." ucap gadis itu.
"Kau pasti bisa melewati ini semua. Rawat ibu mu sampai sembuh dan cari lah wanita yang lebih baik dariku. Aku yakin kau pasti bisa" sambungnya lagi.
"Christin, apa kau benar-benar yakin dengan keputusan mu ?" tanya Dodi pasrah.
"Tentu Saja. Aku juga akan melakukan hal yang sama seperti ibumu jika aku punya anak kelak, Karena Seorang ibu pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya." tersenyum
Aku juga belum yakin dengan keputusan ku. tapi apa boleh buat, ibu mu tidak merestui hubungan kita. aku sangat mencintai mu. sangat. tapi tidak ada cara lain selain berpisah dengan mu, aku ingin kau bahagia bersama wanita yang lebih baik dariku. Hanya itu. Batin Christin
"aku akan melakukan semua yang kau mau"ucap Dodi akhirnya.
"Bagus, aku memang wanita yang sangat beruntung bisa bertemu lelaki seperti mu. Semoga wanita yang lebih beruntung dariku bisa membuat mu dan ibu bahagia" ucap Christin tersenyum.
"Tapi kau tidak akan membenciku kan?" Dodi
"Jika kau bisa membuat ibu bahagia, aku tak akan membencimu. kita masih bisa bertegur sapa jika bertemu nanti walaupun hanya sekedar berteman." balas Christin
"Terimakasih Christin. semoga keputusan ini dapat menjadi pelajaran untuk kita, semoga kau juga mendapatkan lelaki yang pantas untukmu" Dodi
Ya, Christin adalah mantan kekasihnya Dodi. Mereka Memilih memutuskan hubungan sebagai sepasang kekasih karena ibu Dodi tidak merestui hubungan mereka. secara Christin hanyalah anak yatim piatu yang hanya bekerja mengurus perusahaan orang lain. Semenjak itu juga hubungan mereka memudar, tapi mereka tidak saling membenci satu sama lain. Christin bersikap sangat dewasa dan menganggap ikatan uang terjalin selama ini tidak ada meskipun itu menyakitkan baginya. Setiap hari Dodi hanya bisa menyesali perbuatan ibunya , tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan ibunya, karena dia yakin ibunya ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan lama-kelamaan mereka pun bisa move on dari percintaan yang terjalin begitu lama nya, sehingga saat mendengar kabar Christin punya kekasih baru nya, Dodi masih mengucapkan selamat untuknya. tetapi Dodi sendiri belum mencintai wanita lain , dia ingin fokus merawat ibunya yang mengidap penyakit kanker . Sampai suatu hari dia terkejut melihat pesan dari Christin , mantan kekasihnya. meminta bantuan untuk memberi tahunya jika ada pekerjaan di perusahaan nya. Ternyata, Orang yang di ajukan Christin adalah wanita yang membuat Dodi jatuh cinta untuk kedua kali nya pada pandangan pertama. Setiap saat Dodi memikirkan gadis itu, tetapi ia belum berani mengungkapkan isi hati nya karena takut ibu nya melakukan hal yang sama seperti Christin.
Aku Mencintai Sahabat Mantan kekasihku sendiri. batin Dodi saat pertama kali hatinya bergetar bertemu gadis itu yang tak lain adalah Bella.
FLASHBACK OFF**
"Tidak menarik" ucap Brayen cuek saat melihat lembaran yang di berikan Bella padanya.
"Sebenarnya apa mau mu tuan Brayen ? Aku sudah mengusulkan banyak ide2 yang muncul dikepala ku. Tapi kenapa tuan tidak menyetujui satu pun ? " Ucap Bella memukul meja kerja Brayen .
"Ohh, kau sudah pintar ternyata. berani-berani nya kau memukul meja ku" geram
'kenapa ? kau ingin mengancam ku ? ingin memecat ku ? Silahkan, aku tidak takut" balas Bella dengan amarah membara.
"Hhhm , Kau yakin dengan perkataan mu ?" Brayen serius
Astaga, kenapa aku ini. gawat. kalau dia benar-benar mengancam ku bagaimana ? Tamat lah Riwayatku. batin Bella ketakutan.
"Mengapa kau diam ? sudah Sadar ? hahh ?" geram Brayen.
"Maaf tu"
"Keluar" teriak Brayen menunjuk pintu.
Bella Terkejut mendengar nya, ia juga tidak tahu pikiran mana yang menyuruh mulutnya berbicara seperti itu kepada tuan nya .
"Ba..baik tuan" ucap Bella menunduk. lalu pergi meninggalkan lelaki itu di ruangannya.
Bagaimana ini ? Jika ia benar-benar memecatku bagaimana ? aduh.. kenapa si mulut ku tidak bisa menahan ucapan itu. gerutu Bella.
Brayen sangat kesal dengan tingkah seketaris nya itu. ia terlihat ngos-ngosan saat menahan dirinya untuk tidak berbuat kasar.
"Sialan. Kau lihat saja, kau akan semakin tersiksa nanti nya" gumam Brayen
"Permisi tuan" suara ketokan dari luar.
"Masuk" Brayen
"Maaf tuan, saya ingin menanyakan Tentang penyambu.."
"Katakan" ucap Brayen memotong pertanyaan Rio
"Ehm, Begini tuan. Acara penyambutan tinggal 2 Minggu lagi tetapi sampai sekarang kita belum menemukan bagaimana susunan acaranya nanti. Bagaimana Jika kita Rapat khusus bertiga dengan Seketaris Bella ? Agar program ini dapat segera di urus lagi" ucap Rio ragu menatap tuan nya .
"Hhhh, Ya sudah. Tapi kau harus ingat, kalau sampai usulan-usulan mu dengan gadis bodoh itu tidak masuk akal, aku akan memotong lehermu" ancam Brayen.
"Baik tuan, saya dan Bella akan berusaha memberi yang terbaik" ucap Rio ngeri.
"Satu lagi, kalau kau berkerja sama dengan nya aku akan mencingcangmu sekalian" ancam Brayen lagi.
"Ba..baik tuan. Permisi" Rio
Tuan brayen bagaimana si, kerasukan setan apa dia ? kalau tidak kerja sama bagaimana program ini cepat kelar. semenjak Bella menggantikan Dodi tuan Brayen semakin seram saja. Tuhan Bantu aku. Batin Rio