NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Reinkarnasi Jenius Di Rahim Ibu Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Anak Genius
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rina ylna

**Alya** adalah gadis yatim piatu yang bekerja keras demi bertahan hidup. Namun, sebuah kesalahan fatal di satu malam—akibat salah memasuki kamar hotel—mengubah takdirnya. Ia terbangun di samping **Devan Dirgantara**, CEO dingin nan kejam dari Dirgantara Group yang sangat membenci skandal.

Alya memilih melarikan diri dan merahasiakan malam itu. Namun takdir berkata lain, beberapa minggu kemudian ia dinyatakan hamil. Di sinilah keajaiban dimulai. Janin di dalam kandungan Alya ternyata bukanlah janin biasa. Sejak usia beberapa minggu, janin tersebut bisa berkomunikasi secara telepatis hanya dengan Alya!

Si "janin ajaib" ini memiliki kecerdasan luar biasa, indra keenam, dan bahkan bisa mendeteksi niat buruk orang-orang di sekitar ibunya.

Saat ibu tiri Alya mencoba meracuninya, si janin memberi peringatan. Saat Devan akhirnya mengetahui kehamilan Alya dan berniat merebut bayinya dengan kontrak dingin, si janin justru mendiktekan syarat-syarat kontrak tandingan yang membuat sang CEO jeni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina ylna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Suasana di Penthouse Lavender siang itu terasa sangat menenangkan. Angin hangat pertengahan tahun berembus lembut menembus celah jendela *balcony* yang sedikit terbuka, membawa aroma segar taman gantung yang dikelola khusus untuk kenyamanan Alya.

Sejak pembersihan koruptor di Dirgantara Creative Foundation dan tumbuhnya reputasi Alya sebagai Nyonya Muda yang berwibawa, hari-harinya diisi dengan kepuasan batin. Perutnya yang kini memasuki usia empat bulan sudah mulai tampak membuncit secara jelas, membentuk kurva kehamilan yang sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun hamil *A-line* berwarna pastel favoritnya.

Alya sedang menikmati secangkir teh herbal hangat di ruang santai ketika ponsel pribadinya bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk dari aplikasi percakapan grup SMA-nya—grup yang sudah bertahun-tahun membisu dan tenggelam di daftar paling bawah—tiba-tiba aktif kembali.

Alya mengernyitkan dahi, membuka aplikasi tersebut.

> **[Grup Reuni Alumni SMA Garuda - Angkatan 2018]**

> **Rina:** *"Halo semuanya! Nanti malam jam 7 ada acara Reuni Akbar 8 Tahun Alumni di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt ya! Jangan lupa datang, khusus angkatan kita tempatnya sudah di-booking penuh oleh Mita dan suaminya!"*

> **Maya:** *"Wah, Mita hebat banget ya sekarang! Suaminya kan pengusaha properti kaya itu. Beda banget sama si Alya dulu yang selalu dapat beasiswa tapi bajunya itu-itu saja, haha."*

> **Mita:** *"Ah, biasa saja kok guys, namanya juga rezeki suami. Oya, Alya masih di grup ini kan? Datang dong Al, kita kangen nih mau lihat nasibmu sekarang setelah dengar kabar kamu diusir dari rumah keluarga tirimu dulu."*

Membaca deretan pesan bernada meremehkan itu, jemari Alya terhenti di atas layar kaca. Ingatan masa SMA-nya yang penuh dengan kepahitan perlahan merayap kembali. Saat itu, setelah ibu kandungnya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi dengan Ratna, Alya dipaksa hidup serba kekurangan. Baju seragamnya yang kusam, sepatu yang mulai jebol, dan tas lusuh kerap menjadi bahan cemoohan Mita—anak pengusaha beras yang merasa paling berkuasa di angkatan mereka—serta antek-anteknya.

Alya menghela napas panjang. Ia sama sekali tidak bermaksud untuk memamerkan posisinya sekarang sebagai istri dari CEO paling berpengaruh di negeri ini, namun nada meremehkan yang ditunjukkan Mita dan teman-temannya membangkitkan rasa tidak nyaman yang lama terendam.

Tiba-tiba, sebuah gelembung rasa hangat mendidih yang sangat pekat meledak dari rahim Alya. Suara Baby El yang penuh dengan keangkuhan seorang raja dan rasa tidak terima yang amat sangat langsung melengking di dalam otaknya.

> *[APA?! Orang-orang tidak berguna dari masa lalu ini berani meremehkan Ibuku?!]*

> *[Luar biasa! Mereka mengira Mita dan suami pengusaha properti kelas sekundernya itu sudah paling hebat di dunia?! Mereka tidak tahu bahwa perusahaan properti suaminya itu hanyalah anak perusahaan tingkat tiga yang saham utamanya dipegang oleh Dirgantara Group!]*

> *[Ibu! Buka grup itu dan katakan kau akan datang! Kita tidak bisa membiarkan kerumunan domba ini merasa menang di atas awan kekayaan palsu mereka. Malam ini, aku sendiri yang akan memimpin parade keagungan Nyonya Muda Dirgantara!]*

Alya tidak bisa menahan senyum gelinya mendengar kemarahan bayinya yang begitu protektif. "El, kamu ini senang sekali cari ribut. Apa tidak lelah? Kamu harus istirahat, kandungan Ibu baru empat bulan."

> *[Istirahat? Bagaimana aku bisa tidur nyenyak kalau ada orang yang menyebut Ibuku miskin?! Ini bukan cuma soal gengsi, Ibu, tapi soal kehormatan darah Dirgantara yang mengalir di tubuhku! Ketik sekarang: 'Aku datang.']*

Alya menggelengkan kepala terkekeh. Namun, di dalam hatinya, ia juga merasa ini adalah saatnya untuk menutup babak lama kehidupannya yang penuh perundungan. Ia ingin melangkah maju tanpa ada bayang-bayang masa lalu yang menganggapnya lemah.

Alya pun mengetik balasan singkat di grup:

*“Baik, aku akan hadir nanti malam.”*

---

Pukul lima sore, Devan kembali ke penthouse lebih awal dari biasanya. Pria itu masuk ke ruang ganti utama dan tertegun melihat Alya sedang berdiri di depan cermin, memilih gaun formal yang cocok untuk acara malam.

Devan melangkah mendekat, melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Alya dari belakang, meresapi kehangatan perut istrinya yang mulai membuncit manis. Pria itu mengecup leher Alya dengan lembut. "Ada acara malam ini, Wifey? Kenapa tidak memberitahuku?"

Alya bersandar pada dada bidang suaminya. "Hanya acara reuni alumni SMA di Hotel Grand Hyatt, Devan. Aku pikir ini acara santai, jadi aku tidak ingin mengganggumu yang sedang sibuk di kantor."

Devan menaikkan sebelah alisnya. Ia melirik layar ponsel Alya yang masih terbuka di meja rias, menampilkan obrolan grup SMA yang dipenuhi kata-kata sindiran dari Mita. Dalam sekejap, pandangan mata abu-abu sang CEO berubah menjadi sangat dingin dan tajam bagaikan pisau bermata dua.

"Reuni SMA... dan teman-temanmu berbicara seperti ini padamu?" suara Devan terdengar sangat rendah dan berbahaya.

> *[Lihat kan, Ibu! Ayah Dingin saja langsung murka membaca pesan-pesan dari manusia-manusia idiot itu! Ayah, tolong siapkan armada tempur paling mewah malam ini! Kita ajarkan mereka cara menghormati Ratu Dirgantara!]*

Suara Baby El yang memanas-manasi keadaan membuat Alya menahan tawa. "Devan, tidak apa-apa. Aku hanya ingin datang sebentar, menunjukkan bahwa aku baik-baik saja, lalu pulang."

Devan memutarkan tubuh Alya agar menghadapnya. Matanya menatap Alya dengan intensitas yang dalam dan tak terbantahkan. "Kamu adalah Nyonya Muda Dirgantara, Alya. Kamu membawa pewaris tunggal dari keluarga terpandang di negeri ini. Tidak ada seorang pun—termasuk teman masa lalumu—yang boleh memandangmu sebelah mata."

Devan berpaling ke arah pintu dan memanggil dengan suara tegas, "Yudha!"

Yudha yang berjaga di luar segera melangkah masuk dan membungkuk hormat. "Siap, Tuan Muda!"

"Hubungi desainer pribadi keluarga Dirgantara sekarang juga. Bawa gaun malam koleksi *Haute Couture* terbaru bernilai miliaran ke sini dalam waktu tiga puluh menit. Siapkan juga perhiasan berlian *Black Orlov* milik Nyonya. Dan pastikan iring-iringan lima mobil pengawal Rolls-Royce siap di depan lobi Grand Hyatt pukul tujuh malam tepat," perintah Devan tanpa jeda.

Yudha membungkuk mantap. "Segera dilaksanakan, Tuan Muda!"

Alya terperanjat, matanya membelalak menatap suaminya. "Devan! Lima mobil Rolls-Royce?! Itu terlalu berlebihan untuk sekadar reuni sekolah!"

Devan tersenyum tipis—sebuah senyuman penuh dominasi yang sangat menawan namun mematikan. Ia mengusap pipi Alya dengan jemarinya. "Untuk wanita yang kucintai dan anak di dalam kandungannya, tidak ada istilah berlebihan di dunia ini, Alya. Malam ini, aku sendiri yang akan mengantarmu masuk ke ruangan itu."

---

Pukul tujuh malam tepat, suasana di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt sangat meriah. Puluhan alumni SMA Garuda angkatan 2018 sudah berkumpul dengan pakaian terbaik mereka. Di sudut utama ruangan, Mita berdiri anggun dalam balutan gaun merah mencolok, didampingi oleh suaminya, **Bram**, seorang pria paruh baya bertubuh agak tambun yang mengenakan jam tangan mewah.

"Mita, hebat banget ya suamimu bisa sewa tempat semewah ini!" puji Maya dengan nada berlebihan.

Mita menaikkan kepalanya penuh rasa bangga, meminum anggur merah dari gelas kristalnya. "Tentu saja. Perusahaan properti Mas Bram kan sedang naik daun. Eh, omong-omong, si Alya benar-benar mau datang? Jangan-jangan dia cuma bohong di grup karena malu?"

"Mungkin dia datang naik angkutan umum atau taksi online, Mita. Makanya terlambat," sahut alumni lain yang disambut tawa mengejek dari kerumunan kecil itu.

Namun, sebelum tawa mereka reda, suasana di luar ballroom mendadak menjadi sangat riuh. Suara derum mesin mobil-mobil bertenaga tinggi yang sangat halus namun berwibawa terdengar memotong keheningan lobi hotel.

Beberapa pelayan dan manajer utama hotel terlihat berlari tergesa-gesa menuju pintu masuk utama, membungkuk sangat dalam dengan wajah yang dipenuhi ketakutan dan rasa hormat yang luar biasa.

*Klek.*

Pintu ganda Grand Ballroom yang terbuat dari kayu mahoni berukir emas mendadak dibuka lebar-lebar oleh delapan pengawal bersetelan jas hitam rapi yang memakai *earpiece*.

Seluruh alumni di dalam ruangan seketika menghentikan obrolan mereka, menoleh ke arah pintu dengan pandangan bingung sekaligus terpesona.

Dua sosok melangkah masuk menembus cahaya lampu kristal yang berkilauan.

Di sebelah kiri, berdiri seorang pria jangkung dengan setelan tuksedo buatan tangan asal Italia, memancarkan aura ketampanan yang dingin dan ketegasan mutlak yang membuat siapa pun yang melihatnya ingin berlutut. Pria itu tidak lain adalah **Devan Dirgantara**.

Dan di lengan kokoh pria itu, bersandar seorang wanita yang sangat memesona. Alya melangkah dengan keanggunan seorang ratu sejati. Ia mengenakan gaun malam *maternity* berwarna biru malam yang ditaburi kristal swarovski mikro, memeluk lembut tubuhnya yang anggun dan perutnya yang tampak membuncit indah. Di lehernya, sebuah kalung berlian langka memancarkan kilau yang sanggup membutakan mata siapa pun yang memandangnya.

Seluruh alumni SMA Garuda ternganga, terpaku bagaikan patung.

"I-itu... Alya?!" bisik Maya dengan suara bergetar, matanya hampir melompat keluar dari rongganya. "Bagaimana mungkin... dia terlihat seperti ratu kerajaan?!"

Mita membelalakkan matanya dengan syok yang tak terhingga. Gelas anggur di tangannya bergetar hebat. Sementara itu, Bram—suami Mita—yang berada di sampingnya, seketika memucat pasi bagaikan mayat saat mengenali wajah pria jangkung yang menggandeng Alya.

"T-Tuan Muda Devan Dirgantara?!" bisik Bram dengan nada suara yang dipenuhi ketakutan luar biasa, lututnya mendadak lemas di tempat.

> *[Hmph! Lihatlah muka-muka domba kelaparan itu, Ibu! Senjata kemewahan kita telah menghancurkan mental mereka hanya dalam waktu tiga detik pertama!]*

> *[Mari kita mulai pertunjukannya... Ibu, langkahkan kakimu dengan tegak dan tatap Mita itu tepat di matanya!]*

Alya mengulas senyuman paling anggun dan menawan yang pernah ia miliki, melangkah masuk ke dalam ruangan bersama Devan di sampingnya, siap untuk membungkam seluruh prasangka masa lalu dengan kejayaan yang tak tertandingi.

1
beybi T.Halim
keren ceritanya,gak menye menya,gas poll👍
Ariany Sudjana
haha dasar pelacur murahan kamu itu Mita, suami yang kamu banggakan, ternyata kalah jauh dibanding Devan Dirgantara 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
bagus Devan, orang sombong dari masa lalu Alya, memang harus dibungkam
Miu Miu 🍄🐰
seru ceritanya 😍
Ariany Sudjana
hahaha bangkrut keluarga Alexander, kalian salah cari lawan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
harusnya dua tikus itu dibunuh saja
Ariany Sudjana
Alya gitu lho 😂😂
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Tiffany 🤣🤣😂😂
Rina ylna
buat kalian yang emang bener² suka sama ceritanya, pliss kasih like, vote dan komen lanjut Thor biar aku makin semangat nulisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!