NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 ~ Selamat Tinggal

Sementara itu…

Didalam kamar lain, Shella berjalan mondar-mandir dengan wajah gelisah. Tangannya masih gemetar mengingat ucapan dokter tadi.

Ayra hamil.

Dan itu berarti… posisinya didalam keluarga ini mulai terancam.

Selama ini satu-satunya alasan Nyonya Ratna menerima dirinya adalah karena Samuel. Karena Shella mampu memberikan keturunan saat Ayra tidak bisa.

Tapi sekarang semuanya berbeda. Jika Ayra benar-benar melahirkan anak kandungnya sendiri, lalu apa gunanya Shella lagi?

Semakin memikirkannya, dada Shella terasa semakin panas. Jadi tanpa menunggu lama, wanita itu langsung meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang.

Tuut…

Tuut…

“Halo?” suara seorang wanita terdengar dari seberang sana.

“Mama…” suara Shella langsung melemah. “Ayra hamil…”

Deg.

Nyonya Linda langsung terdiam beberapa detik. “Apa?” tanyanya tajam.

Shella menggigit bibirnya kuat. “Dokter baru saja bilang tadi. Dan sekarang Mas Arga pasti akan semakin sayang pada Ayra…”

Wajah Shella berubah kesal.

“Aku takut posisiku tergeser, Ma…” bisiknya penuh emosi. “Kalau Ayra punya anak sendiri, keluarga itu pasti akan lebih memilih dia.”

Nyonya Linda langsung menghela napas pelan. Namun berbeda dengan Shella yang panik, wanita itu justru terdengar tenang.

“Makanya Mama sudah bilang dari awal. Jangan hanya mengandalkan Arga.” ucapnya dingin.

Shella mengernyit. “Maksud Mama?”

“Kamu harus lebih pintar mengambil hati keluarga mereka.” suara Nyonya Linda berubah serius. “Terutama mertuamu dan Samuel.”

Deg.

Shella langsung terdiam.

“Selama Samuel masih dekat denganmu, posisi kamu tidak akan mudah digeser.” lanjut wanita itu tenang. “Anak itu adalah senjata terbesar yang kamu punya sekarang.”

Tatapan Shella perlahan berubah.

“Dekati Samuel lebih sering.” ujar Nyonya Linda lagi. “Buat dia lebih memilih kamu dibanding Ayra.”

“Tapi Samuel sangat dekat dengan Ayra…”

“Karena Ayra yang membesarkannya.” potong Nyonya Linda cepat. “Kalau begitu perlahan rebut posisi itu.”

Shella mengepalkan tangannya kuat.

“Lalu Ayra?” tanyanya pelan.

Senyum tipis langsung terukir diwajah Nyonya Linda.

“Wanita seperti Ayra itu lemah kalau sudah terluka. Kamu tinggal dorong sedikit lagi… maka dia akan pergi dengan sendirinya.”

Mata Shella perlahan menyipit. Dan untuk pertama kalinya sejak mendengar kabar kehamilan Ayra… bibir wanita itu akhirnya tersenyum tipis penuh ambisi.

••

••

Diseberang sana Bima sempat terdiam beberapa detik. “Nona Ayra… apa terjadi sesuatu?”

Wanita itu menutup matanya kuat-kuat sebelum menjawab lirih. “Aku mau pulang ke rumah Oma sekarang…”

Deg.

Suara diseberang sana langsung berubah panik.

“Baik Nona. Saya jemput sekarang juga.”

Panggilan terputus. Ayra perlahan menurunkan ponselnya. Dadanya terasa sesak. Selama bertahun-tahun dia terlalu fokus mempertahankan rumah tangganya sampai melupakan keluarganya sendiri.

Padahal dulu Oma Gloria adalah orang yang paling menentang pernikahannya dengan Arga, karena menganggap seluruh keluarga Arga hanyalah parasit.

Tok.

Tok.

Suara ketukan pelan kembali terdengar. Namun kali ini Ayra tidak menjawab.

Pintu terbuka perlahan. Arga masuk perlahan kedalam kamar. Tatapan pria itu langsung pada Ayra, wanita itu tampak tengah bersiap-siap untuk pergi.

“Apa kamu masih mau pergi?” tanyanya lirih.

Ayra tidak menatapnya sama sekali. “Aku sudah meminta seseorang menjemputku.”

Rahang Arga langsung mengeras. “Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dalam keadaan seperti ini.”

Ayra tertawa kecil. Namun terdengar begitu pahit. “Memangnya Mas masih punya hak untuk melarangku?”

“Ra… Kamu sedang hamil anak kita."

Ayra menoleh. Matanya yang sembab langsung menatap Arga tajam.

“Anak kita?” ulangnya lirih penuh penekanan. “Kita yang mana, Mas?”

Arga langsung terdiam.

Ayra tertawa getir sambil menggeleng pelan. “Setelah semua kebohongan yang kamu dan keluargamu sembunyikan dariku… kamu masih berharap aku tetap tinggal disini?”

“Tidak seperti itu, Ra…”

“Lalu seperti apa?” potong Ayra cepat. “Aku hidup bertahun-tahun bersama pria yang ternyata diam-diam menikahi wanita lain dibelakangku! Bahkan anak mereka aku rawat dengan seluruh kasih sayangku tanpa mengetahui apa pun!”

Setiap kata yang keluar dari bibir Ayra terdengar seperti pisau yang menusuk dada Arga.

Pria itu mencoba meraih lengan Ayra perlahan. “Aku tau aku salah… Tapi aku juga berhak atas anak yang ada didalam kandunganmu sekarang.” suaranya melemah. “Tolong jangan pergi seperti ini.”

Ayra menunduk menatap tangan Arga yang menyentuh lengannya beberapa detik. Lalu perlahan wanita itu menepisnya.

“Seharusnya Mas memikirkan semua itu sebelum memilih menyakitiku.” bisiknya lirih.

“Ra, aku akan memperbaiki semuanya.” Arga kembali mendekat. Tatapannya penuh penyesalan. “Aku janji akan menebus semua kesalahanku.”

Namun Ayra hanya tersenyum pahit.

“Sudah terlambat, Mas.”

Deg. Tatapan Arga langsung berubah panik.

“Aku tidak mau kehilangan kamu, Ra… Tolong jangan tinggalkan aku,” suara pria itu mulai terdengar pecah.

“Tidak…” bisiknya pelan, tatapannya dipenuhi luka. “Sebenarnya kamu sudah kehilangan aku sejak hari pertama kamu memilih menikahi wanita itu.”

Hening.

Dan untuk pertama kalinya, Arga benar-benar tidak mampu membalas ucapan Ayra.

“Harusnya kamu sadar, satu keputusanmu itu… Bukan menyelamatkan rumah tangga kita, Mas. Tapi menghancurkannya.”

Ponsel ditangan Ayra kembali bergetar pelan. Wanita itu langsung mengangkatnya tanpa menoleh pada Arga sedikit pun.

“Saya sudah ada diluar, Nona.” suara seorang Bima terdengar dari seberang sana.

Ayra menarik napas pelan. “Tunggu aku disana. Aku akan segera turun.”

Telepon dimatikan.

Arga langsung menatap Ayra tidak percaya. “Aku mohon, pikiran lagi.. Bagaimana dengan Samuel, dia pasti akan sangat kehilangan kamu, Ra.."

Namun Ayra tidak menjawab. Wanita itu hanya acuh lalu berjalan melewati Arga begitu saja.

“Ra…” Arga spontan menahan pergelangan tangannya sekali lagi. “Apa kamu tega meninggalkan Samuel?"

Langkah Ayra berhenti sesaat. Namun beberapa detik kemudian, wanita itu perlahan melepaskan tangan Arga dari lengannya.

Kini tatapannya benar-benar dingin.

“Bukankah Samuel adalah anakmu dengan Shella? Kenapa aku harus memikirkannya? Kenapa kamu tidak meminta Shella untuk mengurusnya..? Bukankah dia ibu kandungnya?"

Setelah mengatakan itu, Ayra langsung melangkah keluar kamar.

Arga berdiri mematung ditempatnya. Dadanya terasa sesak melihat Ayra benar-benar pergi meninggalkannya.

Ayra menuruni tangga perlahan. Begitu sampai diruang utama, Ayra langsung mengambil koper besarnya yang tadi sudah berada disana.

Begitu ayra keluar sambil menyeret kopernya, seorang pria tinggi dengan setelan hitam menyambutnya dari samping mobil dengan langkah tenang.

“Nona Ayra.” ucapnya sopan sambil sedikit menundukkan kepala.

Ayra mengangguk pelan.

Bima adalah orang kepercayaan Oma Gloria. Pria itu langsung mengambil alih koper milik Ayra tanpa banyak bicara.

Sementara dari lantai atas, Arga turun dengan langkah cepat.

“Ra!” panggilnya panik.

Namun Ayra tetap melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Wanita itu langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintunya pelan.

Sementara Bima dengan sigap mengambil alih koper milik Ayra lalu memasukkannya kedalam bagasi belakang. Setelah itu pria tersebut kembali duduk dikursi kemudi.

Arga refleks melangkah maju, seolah masih ingin menghentikan semuanya.

“Ra—”

“Arga.”

Suara Nyonya Ratna tiba-tiba menghentikan langkah pria itu.

Wanita paruh baya tersebut baru saja keluar dari dalam rumah. Wajahnya terlihat tenang, seolah semua kekacauan hari ini bukan sesuatu yang besar.

“Biarkan dia pergi.” ucapnya dingin.

Arga langsung menoleh tidak percaya. “Tapi, Ma—”

“Itu hanya emosi sesaat.” potong Nyonya Ratna santai. “Ayra sedang hamil. Cepat atau lambat dia pasti akan kembali.”

Rahang Arga langsung mengeras mendengar ucapan itu. Namun sebelum pria itu kembali berbicara, mobil hitam tersebut perlahan mulai melaju meninggalkan halaman rumah.

Dari balik kaca mobil, Ayra masih bisa melihat Arga berdiri diteras rumah dengan wajah penuh penyesalan. Mobil terus melaju menjauh.

“Selamat tinggal, Mas…”

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!