Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.
Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.
•••
"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"
Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
.
...
"Fellix--Maksud ku.. Bu-bukan..." Sophia malah tertawa, "Maksud ku bukan itu-"
"Ah sudahlah aku sudah tidak tertarik, atau jangan-jangan kau juga mulai mengkhawatirkan dia."
"Khawatir? Tentu khawatir, dia yang membawa ku kesini, ketempat ini, bagaimana mungkin aku tidak memikirkan keadaannya walaupun aku memiliki kau."
Felix mendengus ia sedikit panas mendengar itu, walau secara logika yang di lakukan Sophia benar, "Fikirkan dan khawatirkan saja sendiri, aku akan pergi!"
"Pergi kemana? Ini masih terlalu pagi!"
Felix mengendik acuh, "Memikirkan dan mengkhawatirkan orang lain." Jawab Felix santai membuka pintu kamar mandi.
Sophia kesal, ucapannya di balik, lalu bagaimana bisa Felix sesantai itu akan keluar, ada Serra disana, "FELIX!" Tahan Sophia.
Memasang wajah datarnya Felix pun menoleh, "Jangan tahan aku, kau khawatirkan dan fikirkan saja orang lain!" Jawab bibir iblisnya menajam seperti biasa.
Sophia menggeleng, "Bu-bukan itu, ada Serra di depan, kau yakin keluar? " Jelas Sophia, yang sukses membuat Felix terparangah ia fikir Sophia akan melarangnya pergi, menahan dan memohon untuk dia tetap disana.
Shit
Felix mengumpat dalam hati, "Terserah! Aku tidak akan pulang malam ini, jangan cari aku!"
"Mencari mu?" ulang Sophia.
"Tidak ada, aku akan keluar!" pungkas Felix, Tidak mau kalah malu sudah terlalu percaya diri berfikir akan di cari Sophia saat ia tidak kembali, Felix pun keluar kamar mandi.
"FELIX!!" panggil Sophia keluar dari pintu mengikuti Felix.
Tiba-tiba saja suara-suara terdengar didepan pintu, yang Felix yakini adalah Eleeza, "Sophia! Serra!" Langkah pelan-pelan Felix yang sudah sangat pelan akan keluar pun seketika berbalik.
"Sayanggg... masuk! Ada Ele iluar!" lelaki itu panik, dia yang cukup pembarini bertingkah menggelikan kali ini.
Sophia pun mengikuti Felix yang menariknya masuk kembali kedalam toilet, membuatnya heran, "Kenapa kau menarik ku, harusnya aku menemui mereka, bukan!"
Felix yang tadi sedikit kesal dengan Sophia pun melepaskan wanita itu, Shit lupa... ia mengusap kepalanya, "Keluarlah! Temui kedua mertua mu!"
Sophia menatap sebal, "Kau ini kenapa?"
Sophia pun berlalu meninggalakan Felix di dalam kamar mandi, bergegas membukakan pintu, "Sophiaaaaaa, Serraaaaaa, kalian didalam?"
Seketika Sophia pun membukakan pintu, "Iya Mom, Maaf tadi aku habis memakai pakaian, ada apa Mom?"
"Kami ingin melihat Serra, seseorang sepertinya memasukan binatang itu ke kamar Serra, bagaimana mungkin ada banyak serangga terbang didalam kamarnya, padahal dikamar lain tidak ada."
Elleza pun berjalan masuk, mengecek kamar milik Sophia pula, dan melihat Serra tertidur disana, Sophia sedikit takut, ini benar-benar dalam keadaan yang berbahaya.
"Di masuki serangga mom? Siapa pelakunya, jahat sekali orang itu? "
"Sedang di selidiki! Ayo bersiap-siap Sophia kita akan pergi kesuatu tempat bersama Dominique juga Felix 1 jam lagi, di acara launching museum seni-nya, kau bisa menggantikan Nick disana."
"Ha?" Ah iya Baiklah Mom!"
Sophia menutup pintu menyandar di belalang sana, Kini hari-harinya dan Felix akan benar-benar menjadi seperti didalam drama saling berakting didepan Dominique dan Elleza.
Seketika ia ingat Felix, Sophia pun bergegas ke toilet, mendorong pintu dan masuk kedalam sana untuk memintanya keluar cepat, "Felix-"
Srrrrr.. Srrr...
terdengar suara air diujung sisi Felix tengah mandi didalam sana, tampak jelas dari dinding kaca lelaki itu didalam sana berguyur dibawa shower.
"Astaga!!! Kenapa dia mandi!" Sophia menggigiti jemarinya, menoleh ke arah pintu, apakah suara ini terdengar oleh Serra disana yang sudah ia bohongi tentang toilet rusak.
Felix selalu saja berbuar sesukanya, kini dia mengeluarkan kepalanya sebalik dinding kaca, "Handuk!" pintanya melebarkan senyuman pada wajah tampannya.
Sophia menatap sebal, benar-benar tidak ada takutnya manusia ini berada di tempat yang salah, dengan wajah sebal seraya menggerutu kesalpun, Sophia berjalan mengambilkan handuk untuk Felix, kemudian berjalan mendekat.
Ia mengulurkan tangannya tanpa menoleh pada tubuh Felix yang sudah jelas tanpa busana, "Cepat pergi!"
Lelaki itu mengambil cepat handuk, dan memakainya lalu berjalan keluar, dari bilik kaca blur itu.
"Apa yang dikatakan Elle?"
"Aku akan ikut dia pergi, ke acara mereka, acara apa kau juga akan bersama mereka, Hum?" Tanya Sophia menatap.
"Acara tahunan, untuk apa kau ikut! Aku tidak suka kau ada disana!"
"Kau sakit? Jadi aku harus apa?"
"Katakan kau sakit perut! Acara itu berada disebuah hotel berbintang dan dihadiri banyak tamu penting bangsawan juga pimpinan-pimpinan berbagai macam kalangan besar, itu bahaya untuk mu, kau akan banyak dikenal orang sebagai calon menantu Hollrack dan semakin rentan terjadi bahaya untuk mu!"
"Kau kan ada!" Jawab Sophia santai, "Apa yang akan ku takuti!"
"Tugas ku melindungi Dominique dan Elleza, jangan buat aku juga kehilangan Fokus karena harus melindungi mu!"
"Tapi aku juga akan apa dirumah, kau lihat ada Serra disini, aku ingin tahu bagaimana lingkungan kalian di luar sana,"
"Kau tidak akan ikut tidak! Jika kau tidak membatalkan aku yang akan buat batal!"
"Kau sayang aku Felix?" Tanya Sophia tiba-tiba.
"Ten-tentu, kau sangat tahu itu!" Lihat Felix wajah cantik Sophia.
"Maka jangan pergi, temani aku disini!" Balik Sophia menjebak Felix.
Felix terperangah, "Jangan konyol Sophia, aku bukan sedang bermain-main aku sedang bekerja, jangan minta yang bukan-bukan dalam kondisi seperti ini, tidak ada pilihan antara kau dan Dominique keduanya sama penting."
"Artinya aku boleh pergi, kau juga bisa melindungi aku dan Dominique bersamaan,Ya...ya..." Sophia memelas, kini mendekat pada Felix.
"Sayaaaaaang, aku akan bawa Coco kesini bermainlah dengannya, aku tidak akan tenang jika ada kau di lingkungan berbahayaku."
Sophia menggeleng, "Aku mau ikut, Ya...ya!" Pelan-pelan Sophia mendekat, seketika memeluk punggung Felix. "Aku bosan disini!" tangan Sophia melingkar di tubuh yang basah itu, ia mengerat menghirup aromab berbau sabun segar di tubuh Felix itu.
"Biarkan aku ikut ya...ya...aku akan menuruti mu, aku tidak akan membuat masalah, aku tidak akan membuat mu khawatir atau menjadi beban untuk mu, aku tidak ingin apa-apa aku hanya ingin mengetahui saja lingkungan calon suami ku seperti apa," Sophia memainkan telapak tangannya mengusap pada dada Felix.
Lelaki Normal mana yang tidak luluh, Lelaki itu menghangat mendapatkan hal-hal seperti ini dari orang yang sangat ia cintai, shit kini fikiran warasnya terkalahkan. Seketika Felix berbalik menghadap Sophia, menatapnya tersenyum.
"Calon suami?"
Sophia mengangguk samar seraya tersenyum, membuat sebuah seonggok hati yang biasa selalu dingin kini meleleh, membalas memeluk pinggang wanitanya.
"Calon suami, calon ayah...dari anak-anakku." Ucap Sophia, membuat Felix semakin berdesir dadanya berbunga-bunga.
Sebuah kecupan pun mendarat pada pipi Sophia, "Bersiaplah, kita akan pergi kesana, ingat kau berada dibawah pengawasanku, jangan buat kau menjadi perhatian disana, kenakanlah pakaian yang biasa saja."
"Tentu, aku tidak akan mengecewakan mu..."Cup
...cup.. Sophia berjinjit, mengecup berkali-kali bibir lelaki yang memeluknya.
Lelaki itu sedang di buat terbang, sebuah senyuman pun seakan tidak pernah memudar dari bibirnya, kisah toilet benar-benar tidak ada habisnya membuat keduanya semakin dekat, jelas saja membuat Felix tidak sabar ini cepat pergi dari sini menikah dan memulai kehidupan normal mereka.
"Tentang Nick tadi, aku benar mengkhawatirkannya," Mulai Sophia lagi.
Senyuman Felix hilang, "Dia tidak ada kabar, untuk apa kau terus mengkhawatirkannya, itu bukan urusan mu, itu adalah urusan ku!"
"Apa yang kau fikirkan, aku-"
"Jangan ucapkan apapun, aku tetap tidak suka apapun alasannya, kawatirkan saja ayah dari anak mu, fikirkan saja perutmu, mungkin saja sedang ada yang berusaha tumbuh saat ini disana," takuti Felix.
Sophia terdiam sesaat, "Mengkhawatirkan mu, apa maksud mu."
Felix mengendik, "Berdoalah, supaya kita bisa kembali ke Manila bersama,"
Sophia mendadak takut, Hal-Hal seperti itu tidak pernah terfikir olehnya sebab ia terlalu menganggap Felix bisa segalanya apalagi melindungi dirinya.
"Jangan ucapkan seperti itu, aku tidak suka mendengarnya!" Sophia menyeka air matanya. "Aku tidak mau jika benar aku hamil, hidup anak ku akan seperti ku, tidak punya ayah dan tidak tahu siapa ayahnya."
Felix terkekeh, "Kenapa kau menangis, aku hanya meminta kau berdoa, tidak mengatakan apapun." Felix menyeka air mata Sophia, seraya mentertawakannya. "Tenanglah, jika aku mati pun nanti aku akan minta Pada Tuhan, supaya arwah ku selalu berada dekat dengan mu, percayalah.."
Bughh...
Sophia pun mendorong kasar Felix, Ia semakin menangis, "Jagaaa ucapan mu....Feliiiixxxxxxx Hiksss hikss... " Sophia terseduh-seduh membuat Felix semakin terkekeh, seketika membawa tubuh Sophia dan memeluknya.
Next »
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Note : Sampai sekarang admin NT belum membalas chat saya, oh ya yang di Watttpad saya up mengantisipasi mana tahu disini, dihapus. 🙂, jangan takut saya enggak lanjut, saya tidak suka menggntung, dan yang awalnya gratis tetap saya buat gratis kok sampai tamat walaupun pindah. (Up disana lebih cepat karena tidak ada review)
lagi2 ngutuk Simon jahat
eeehhh... makin kesini malah d bikin ngakak abis thor.🤦♀️😆😆😆
sktk cek bahu pas Julio Pagang bahunya krg ajar si gio,,ape bgt jullio/Curse//Curse/
tdi siapa yg bilangin dilvi kyak GK punya tuhan 🤣🤣🤣