Sekuel dari 'Oh! My Bee'
Kebahagiaan Arse semakin lengkap dengan hadirnya kelima anak laki-lakinya dengan julukan Pandawa Lima karena nama mereka diambil dari kisah Mahabharata.
Dan jangan lupakan Bee, wanita yang sangat dicintai Arse dan ibu dari Pandawa.
Kehidupan harmonis mereka diganggu oleh datangnya seorang mafia yang ingin merebut Bee dari mereka.
Hingga Bee diculik dan dibawa ke California.
Dan disinilah petualangan Arse dan Pandawa yang harus merebut kembali istri dan mommy yang mereka cintai.
Kisah ini dibumbui dengan komedi, simak kisah kocak mereka melawan mafia yang paling ditakuti di California!
Happy Reading🥰
Series Pandawa
101-120 Young CEO
121-140 Touch Me, Baby
141-160 100th Girlfriend
161-180 My Girlfriend is Alien
181-200 Buncit, I Love You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Mafia Jatuh Cinta
✨✨✨
Keesokan harinya
Bianca hari ini kembali menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin belum terselesaikan. Setelah design panggung selesai, kini dia dan teman-temannya ikut mengatur bagaimana panggung itu dibuat.
"Kak Bee, bagaimana latar panggungnya sudah selesai?" tanya salah satu temannya.
"Sebentar lagi selesai," jawab Bianca yang masih sibuk berkutat di layar komputer yang disediakan stasiun TV itu.
"Oke, sudah 80℅ sebentar lagi pekerjaan kita selesai!"
Bianca tersenyum bahagia rasanya menjadi crew di acara tersebut.
Sampai menjelang sore akhirnya semua selesai, selanjutnya adalah tugas stasiun TV itu. Kini tugas Bianca dan kawan-kawan selesai, mereka tersenyum gembira sembari membawa satu amplop tebal hasil kerja payah mereka.
"Bagianku untuk kalian saja ya, buat beli alat gambar kalian," ucap Bianca yang sudah berada di luar gedung.
"Sultan mah bebas, duit receh begini bagaikan remahan rempeyek kali ya," celetuk salah satu temannya.
"Jangan ngadi-ngadi deh, itu sebagai bentuk minta maaf karena lama tidak bergabung. Aku mah suka uang secara aku mata duitan," canda Bianca.
Mereka pun tertawa bersama sebelum Bianca pamit pulang duluan.
"Beneran gak ikut makan bersama?"
"Pandawa sudah menungguku, mereka pasti akan membuat pelayan di mansion kewalahan secara aku pawang mereka," jawab Bianca.
"Kapan-kapan bawa mereka saat kita berkumpul di galeri ya!"
"Aduh, bisa hancur galeriku! tapi untuk Dewa pasti akan aku bawa sebenarnya anak itu punya bakat menggambar sepertiku cuma tertutupi oleh bokernya," celetuk Bianca.
"Kak Bee.... "
"Hehehe.. canda kok! Aku pulang duluan ya, Byee!"
"Wait!"
"Apalagi?"
Salah satu temannya memberikan beberapa lolipop untuk dirinya.
"Buat Pandawa!"
"Thanks ya."
Bianca pun mengambil lolipop itu dan membukanya satu untuk dia makan sambil berjalan menuju parkiran mobilnya.
Dan, pemandangan itu tak terlepas dari pandangan Zack yang dari tadi sudah menunggunya setelah melacak plat dari mobil Bianca dan menemukan lokasinya.
Seperti sebelumnya dia dibuat terpana dan serasa dunianya berputar balik.
"Ck, jangan bertingkah bodoh! kau bos mafia! jangan jadi lembek begini!" gerutu Franks yang duduk dibalik kursi kemudi.
Kini keduanya sedang menunggu Bianca di dalam mobil.
"Kau tidak tahu rasanya jatuh cinta berjuta rasanya ya!"
"Hahahaha.. Aku tidak akan mau jatuh cinta jika akan jadi bodoh sepertimu," celetuk Franks.
"Diamlah!"
Lalu Zack meraih botol air mineral dan keluar dari mobil untuk mendekati Bianca yang sudah berdiri di samping mobilnya. Tempat parkir itu berada di basement yang kala itu sepi.
Saat Bianca akan membuka pintu mobilnya tangannya dicekal oleh Zack.
"Kau!" teriak Bianca saat tahu siapa yang berani mencekal tangannya.
Dan Zack mulai mengguyur kepalanya dengan air mineral yang dia bawa sebelumnya sambil mengibaskan rambutnya.
"Aku seksi bukan," ucapnya setelah melakukan aksinya.
"Aku kira kau mau keramas disini," sahut Bianca santai.
"What?! coba kau periksa matamu baik-baik pasti matamu bermasalah iyakan?!"
"Mataku baik-baik saja! Yang sakit itu otakmu!"
"Aku biasanya melakukan itu pasti para wanita langsung menjerit histeris. Kau pasti punya kelainan!"
Bianca memutar bola matanya malas.
"Aku sedang buru-buru tidak ada waktu meladenimu, pria saiko!"
Tapi Zack tidak peduli malah menarik lolipop yang ada di mulut Bianca dan setelah itu dia memakannya.
"Hei, itu lolipopku! kemarin minumanku sekarang lolipopku!" gerutu Bianca.
Tangan Zack meraih pisau khusus yang ada di kantong coat yang dia pakai setelah itu dengan cepat dia menggoreskan pisau itu ke leher Bianca.
"Akhh! apa yang kau lakukan!" geram Bianca yang melihat lehernya berdarah.
Zack tersenyum puas, lalu dengan jari telunjuknya dia mengambil lelehan darah yang ada di leher Bianca dan memasukkan ke mulutnya.
"Manis!" ucapnya.
"Dasar pria saiko!" teriak Bianca menahan sakit di lehernya.
"Itu cap yang aku berikan! artinya kau sudah menjadi milikku darling!"
"Kau benar-benar saiko, gila, tidak punya otak! Aku sudah menikah!"
Zack terkekeh mendengarnya.
"I don't care!"
Karena merasa semakin terancam Bianca dengan cepat membuka pintu mobilnya dan langsung masuk ke dalam mobil tapi lagi-lagi saat akan menutup pintu, pintu mobil itu di tahan oleh kaki Zack.
"Kita akan bertemu lagi darling, dan kali ini kau yang akan mencariku! Kau harus mengingat nomor ini 060913"
Bianca mengerutkan keningnya.
"Apa itu nomor togel?"
"To.. to.. apa tadi?"
Zack meraih ponselnya dan mencari apa yang dimaksud Bianca, kali ini dia tidak boleh kelihatan bodoh lagi.
"To.. apa?" tanya Zack lagi yang sudah mengetik pencarian di google.
"Aku tidak bodoh loh! jangan berpikir begitu! Aku jenius!"
"Sak karepmu!" teriak Bianca dengan menginjak pedal gas mobilnya, dia sudah tidak peduli lagi dengan pintunya yang belum tertutup sebelah yang penting dia bisa menjauh dari pria psikopat itu.
Zack masih terdiam sambil mengingat-ngingat kata aneh yang baru didengarnya dari mulut Bianca.
"Sebenarnya aku yang bodoh atau wanita boba itu yang aneh," gumam Zack dengan memutar-mutar lolipop di mulutnya.
"Ah, dia begitu membuatku penasaran!"
✨✨✨
ngakak w
aku keren
aku keren
aku keren
😂😂😂