Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Ketahuan
Titan Pov
Ceklek
Aku dan Bayu menengok ke arah pintu
"Titannnnnnnnnnn"Teriak Nadin penuh amarah sampai ke ubun-ubun.
Glekkk
Kutelan ludahku sendiri dengan susah payah.
" Mati aku, ketahuan"Ucapku dalam hati sambil perlahan mendekat ke arah Nadin.
Fiks, pasti Nadin bakalan marah besar karena sudah aku bohongi. Ya aku tidak pernah sakit dan hanya pura -pura sakit saja.
Aku memang sudah terbiasa makan pedas jadi tak akan ada masalah saat aku memakannya. Hanya saja aku tidak suka makanan yang terbuat dari kacang. Walaupun aku sudah memaksa untuk memakannya tetap saja ketika lima sendok makanan itu masuk ke mulutku rasanya sudah tidak tahan dan berasa mau muntah saja.
Sungguh aku tidak pernah berniat untuk membohonginya. Hanya saja begitu aku melihatnya ada di rumah sakit sore itu ide jahil ku muncul begitu saja di kepalaku.
Flashback on.
Sore itu sepulang dari kantor aku bergegas kerumah sakit untuk menjemput mama dan Devan yang sedang menjenguk salah satu teman Devan yang sedang sakit.
Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit hingga tanpa terduga mataku menatap sosok yang aku kenal sedang panik.
Entahlah siapa yang sedang sakit. Sebenarnya aku ingin menemui nya langsung saat itu,hanya saja kaki ku terasa berat hingga aku tetap berada di tempat persembunyian ku dan hanya memastikan kalau Nadin ku tidak dalam masalah.
Hampir 15 menit aku masih setia menunggu di temani nyamuk-nyamuk betina yang terus menempel di sekitar tubuhku. Ya elah din? Kalau aja bukan karena kamu, mana mau aku harus di kecup-kecup manjah sama nyamuk-nyamuk itu.
Yes...
Akhirnya penantianku tidak sia-sia, ternyata ibunya yang sakit dan bersyukur nya lagi tidak apa-apa hanya kecapaian saja dan sebentar lagi mereka akan pulang.
Aku hendak melangkahkan kaki ku meninggalkan tempat persembunyian ku, ketika tiba-tiba ide jahil muncul di kepalaku.
"Tadi kamu sudah ngerjain aku Nadin kini giliranku" Monolog ku sambil tersenyum smirk.
Ku percepat langkahku menuju tempat mama berada.
"Kamu kenapa ngos-ngosan gitu tan? Emang lagi dikejar siapa? " Tanya mama saat aku sudah berada di hadapannya.
"Pokoknya mama harus bantuin Titan? " Ucap ku masih ngos-ngosan.
Mama nampak memperhatikan aku dengan heran.
"Memangnya mama harus bantuin kamu apa sih,penting banget ya? sampai kamu harus lari-lari kayak gitu"
"Banget dan Titan sangat butuh bantuan mama"
Aku akhirnya menceritakan kejadian tadi siang dan saat aku melihat Nadin dirumah sakit ini, hingga rencanaku untuk Nadin.
"Kamu yakin mau ngelakuin itu tan? " Tanya mama padaku.
"Mama mau cepet punya mantu gak?Mau cucu lagi gak? "
"Iya sih, tapi kalau ketahuan gimana? " Ucap mama ragu.
"Gak akan ketahuan kalau acting mama bagus" Ucap ku yakin.
"Kalau soal acting mama jagonya. Kamu tunggu saja. Mama pastiin akan bawa Nadin ke hadapanmu"
"Jangan cuma bawa, tapi pastiin dia yang jagain Titan nanti"
"Iya iya bawel. Siapa yang jatuh cinta? siapa yang susah? " Gerutu mama sambil berlalu.
Aku segera pergi menuju kamar VIP yang ku sewa. Gila gak sih demi cinta aku harus nyewa kamar rumah sakit. Ya kali nyewa kamar hotel ini nyewa kamar rumah sakit.Untungnya ini rumah sakit punya keluarga Bayu, jadi aku tidak begitu susah melakukan sandiwaraku nanti.
Sementara Devan masih berada di ruang rawat temannya. Kalau dia ada bersamaku dan melihat Nadin bisa-bisa anak itu akan menggagalkan rencanaku nanti.
Aku sudah mengganti pakaian ku dengan pakaian khas rumah sakit, infus juga sudah terpasang hanya tinggal menunggu Nadin dan mama datang. Kalau sampai mama gagal bawa Nadin sia-sia dong aku harus pasang infus beneran. Lama aku menanti hingga ku dengar ada suara pintu terbuka dan aku segera menutup mata pura-pura tertidur.
"Maafin mama ya Nad ngerepotin kamu terus. Habisnya mama bingung mau jaga yang mana. Gak mungkin kan mama bawa Devan kemari. Kasihan kan, masalahnya Devan itu kalau di ajak kerumah sakit suka rewel nanti malah gangguin Titan gak bisa tidur"
Wuissss
Gak nyangka aku kalau mama ku pintar akting.Keren banget, mama nya siapa dulu dong?
"Gak apa-apa kok ma"
"Makasih ya Nad, kalau gitu mama pamit pulang dulu. Kasihan Devan kelamaan nungguinnya"Mama lalu mendekat kearahku.
" Mama pulang dulu ya tan? Kamu cepat sembuh ya. Dan awas saja kalau sampai gagal bawa pulang mantu"Bisik mama di kalimat terakhir.
Setelah itu tak ku dengar suara mama lagi.Mungkin mama sudah keluar
Hening....
Hanya suara langkah kaki yang mendekat ke arah ranjang tempat tidurku. Ingin rasanya aku membuka mataku tapi aku masih penasaran dengan apa yang akan Nadin lakukan saat aku tidur.Lama tidak ada pergerakan dari Nadin hingga aku merasakan sentuhan lembut pada rambutku.
"Maaf" Ucapnya pelan
Ya... Nadin mengusap rambut ku dengan lembut sambil mengucap maaf berkali-kali. Suer rasanya hatiku meleleh dan lumer selumer-lumernya. Oh Nadin ku, kamu sudah benar-benar menguasai hatiku dan aku pastikan kamu harus menjadi milikku.
Lalu dengan cara apa aku bisa meluluhkan hatimu? Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah menggodamu, karena dengan cara itu aku akan semakin mendekat kearahmu.
Aku mengerjap-erjapkan mataku seolah sedang bangun tidur dan pura-pura kaget saat melihat Nadin.
"Ngapain kamu disini, mama mana? " Tanyaku sok jutek tapi aslinya pengen ngakak.
"Mama pulang tan? malam ini aku yang jagain kamu"
"Oh..... " Ucapku cuek
"Maafin aku ya tan? Pasti gara-gara aku kamu sampai masuk rumah sakit"
"Gara-gara kamu banget Nad, gara-gara aku jatuh cinta sama kamu aku harus pura-pura sakit dan di infus segala" Batinku
" Hemmmm... antar aku ke kamar mandi"
"Mau ngapain tan? " Tanya Nadin polos.
"Kamu fikir aku sakit apa? "
"Oh... iy maaf lupa" Ucapnya sambil membawa selang infus ku.
Disinilah awal aku mengerjai habis-habisan Nadin. Bisa dibayangin wajah juteknya yang menggemaskan itu. Sebenarnya aku masih belum puas bersama dengan Nadin. Hanya saja pekerjaan penting di akhir pekan harus membuatku segera mengakhirinya. Maka aku menyuruh Bayu datang dan pura-pura menjagaku dan menghubungi Pak Ridwan untuk menjemput Nadin.
Setelah sedikit drama manis sebelum kepulangan mereka. Akhirnya aku bisa bernafas lega juga. Segera ku perintah Bayu untuk memanggil suster. Asli tanganku udah sakit banget dari semalam, gara-gara jarum infus yang menancap di tanganku. Untuk apa coba semua ini? Untuk kamu Nadin, supaya aku bisa selalu dekat dengan kamu.
Sayangnya drama ini harus berakhir dengan tragis karena aku harus ketahuan berbohong.
Nasib-nasib
Flashback Off
*
*
*
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏