Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.
Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.
Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?
Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku juga mau adegan seperti itu
William menatap Lura, "Kenapa bisa bajumu kotor seperti itu? Kamu jatuh atau kepeleset gara-gara kejar waktu lima menit yang aku perintahkan agar kamu tidak mendapatkan hukuman, iya kan?"
"Tidak, ini gara-gara cewek kamu," ketus Lura.
Apa gara-gara cewekku apa jangan-jangan Shintia sudah kembali? Apa Lura tahu yang sebenarnya batin William mulai panik.
"Siapa cewekku? Dimana kami lihatnya?" tanya William panik.
Kenapa William panik sekali ada apa sebenarnya batin Lura.
"Itu si Cantika, fans fanatik kamu. Kamu harus beri peringatan sama dia. Seenaknya saja dia mengotori bajuku dengan kopinya, emang kamu dengan dia ada hubungan apa sich?" tatap Lura.
Di pikiran Lura kini timbul berbagai pertanyaan ketika melihat laki-laki di depannya yang berstatus kekasihnya itu terdapat beberapa guratan khawatir. Entah khawatir dengan keadaanku atau cemas akan masalah lainnya. Ia hanya berharap yang terbaik karena ia hanya mengenal kekasihnya itu di waktu yang singkat tidak tahu latar belakang sebelumnya.
Cantika karyawan tukang gosip, syukur bukan Shintia aku harus segera bereskan masalahku dengan Shintia. Aku weekend harus segera pergi ke New York untuk menyelesaikan masalahku dengannya batin William.
"Biar aku peringatkan dia nanti, apa perlu aku pecat dia?"
William berjalan mendekati Lura dengan melepas jasnya untuk dipakaian ke tubuh kekasihnya yang kelihatan bagian tubuh dalamnya.
"Ngak perlu kamu pecat, jika kamu pecat jadi masalah nantinya. Sudah biarkan saja jika mereka macam-macam biar aku atasi sendiri, mereka belum tahu berhadapan dengan siapa? Memang aku diam saat mereka bully karena takut, kalian salah," cerocos Lura.
"Kalau kamu butuh sesuatu atau apa bilang ya. Sini aku bantu bersihkan baju kamu," tawar William kini memapah Lura menuju sofa.
"Apa?! Mau bantu bersihin? Tidak perlu, aku bisa sendiri. Sudah kamu duduk jauh-jauh dariku."
Lura tidak mau William membantunya karena pakaian kotornya tepat di posisi sebelah bukit kembarnya yang sangat terlihat jelas bentuk bra yang ia kenakan. Ia tidak mau jika laki-laki di depannya khilaf saat membantu membersihkan hingga berujung dosa besar.
"Ra, nanti pulang dari kantor aku ada acara melihat bahan mentah dari klien apa kamu mau ikut atau sebaiknya kamu pulang saja. Bajumu kotor seperti itu, aku tidak mau kamu jadi pemandangan gratis laki-laki lain selain aku."
Laki-laki itu kenapa sulit sekali untuk peka, harusnya ia menawari aku beli baju ganti lah umpat serapah Lura di dalam hatinya.
"Kamu itu licik," ketus Lura.
"Maksud kamu licik kenapa?"
"Sudah lupakan aku mau pulang, jas kamu aku pakai ya," pamit Lura meninggalkan ruangan William.
****
Lura pulang lebih dulu ke rumah dengan naik taxi, sedangkan William masih harus melihat barang mentah dari salah satu kliennya yang ada di lapangan. Ia memang sengaja tidak mengajak Lura untuk terjun langsung ke lapangan dengan beberapa alasan.
Lura masuk ke dalam kamar dengan malas tidak semangat karena biasanya ia selalu bersama William tapi sekarang ia sendirian di rumah. Selesai mandi ia memilih untuk merebahkan dirinya di atas kasur tengkurap dengan kakinya di angkat ke atas dengan mengayun-ayunkannya.
Bermain ponsel, mencoba mengirim pesan whatsapp pada saudara laki-lakinya untuk memberi kabar jika dirinya sedang baik-baik saja tidak perlu mencarinya. Namun pesan itu hanya centang dua tanpa biru yang berarti belum dibaca oleh sang pemiliknya.
"Tumben banget itu Daffian ngak online biasanya juga on terus, apa terjadi sesuatu di rumah? Gimana kabar mama sama papa aku kangen kalian, apa dengan aku kabur dari rumah semua baik-baik saja," lirih Lura dengan melempar ponselnya di kasur samping ia rebahan.
Lura menyalakan laptopnya yang ada di depannya sambil menonton drama korea favoritnya. Hampir satu jam ia menonton sangking asyiknya menatap adegan-adegan romantis ia tidak tahu William masuk ke dalam kamarnya.
William yang baru masuk, ikut merebahkan tubuhnya disamping Lura dengan posisi tengkurap melingkarkan tangannya di punggung kekasihnya itu.
"Seru amat lihatnya, aku juga mau adegan seperti itu?" bisik William di daun telinga Lura.
Bersambung..
Mmpir juga di karya teman aku di jamin seru abis
😍😍