Jasmine Elnora Brown, seorang pelukis yang menyukai hal sederhana dan tidak rumit harus menghadapi sebuah cinta unik dari seorang pria pendiam nan misterius, Edward Maleaki Lendsman. Semua berawal baik, tapi semakin jauh Jasmine melangkah dia akhirnya menyadari bahwa dia tidak hanya menghadapi satu sisi pribadi saja dalam diri Edward, tapi juga menghadapi sisi tergelap Edward yang begitu hitam. Sisi yang akan membuat dia berpikir dua kali untuk memperjuangankan Edward.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Long Night
Happy Reading
****
Lucas POV
"Stop.." Jasmine segera menarik tubuhnya menjauh dariku dan menatapku heran.
Sial! Kenapa setiap giliranku selalu begini.
"Ada apa, Jasmine?" ucapku dengan napas berat lalu matanya turun melihat kejantananku. Dia segera membuang muka dan aku terkekeh kecil.
Apa yang kau inginkan, heh?
"Kau tidak menggunakan pengaman?" bisiknya pelan dan aku benar-benar begitu geram melihatnya. Pertanyaannya yang begitu polos dengan wajahnya yang lugu benar-benar memberikan sensasi sendiri untukku.
"Aku akan mengeluarkannya di luar tubuhmu...."
Dia melihat ke arahku, "Pakai saja, hanya untuk berjaga-jaga....."
Aku melihat dadanya yang ditutupi oleh rambut cokelatnya yang panjang. Demi apa pun! Aku ingin menyentuh dan mengisi mulutku dengan itu.
"Okay, Jasmine...." aku turun dari ranjang dan berjalan menuju meja nakas. Aku mengambil bungkusan foil dan hendak merobek bungkusannya, tapi aku mengurungkan niatku. Aku tersenyum kecil.
Aku menoleh ke arah Jasmine yang mengintip dari balik rambutnya kemudian berjalan ke sisi depan Jasmine. Aku menyodorkan bungkusan foil tersebut. Dia menatapku dengan heran.
"Aku ingin kau yang memasangnya...." bisikku.
Dan seperti yang kuduga, dia menggeleng kepalanya dan menatapku ngeri.
"It's okay, Jasmine.. Kau tidak perlu malu..."
Aku tau dia menginginkannya. Yah aku tahu, dia hanya jual mahal.
"Aku akan menuntunmu.." aku menarik tangannya sehingga dia duduk di depan tubuhku. Aku tersenyum senang. Inilah yang kusuka!!! Membuat dia tunduk di depanku.
Aku bisa merasakan amarah Edward di sana, tapi tidak terlalu terasa. Dia dalam posisi lemah, tidak mampu melakukan apapun. Aku bisa bayangkan betapa hancurnya Edward melihat gadis kecilnya kupermalukan.
"Edward... Aku malu.." bisiknya seraya menatap bungkusan foil di atas pahanya tersebut.
Ah, darling.. Aku benar-benar ingin kau memanggilku Lucas.
"It's okay, Jasmine. Aku akan memberimu kenikmatan sebagai gantinya jika kau mematuhiku...." Aku mengelus pucuk kepalanya layaknya peliharaan lalu menyelipkan rambutnya ke balik telinga Jasmine.
Aku mengelus pipinya yang putih bersih. Begitu lembut dan begitu merah merona. Dia memejamkan mata, menikmati sentuhan itu.
"Aku akan memberikan apa yang kau inginkan, Jasmine. Just do it what I said..." bisikku seraya mengelus bibirnya yang penuh.
"Mmm.." dia melenguh kecil, terbuai oleh sentuhan tersebut.
"Robek." perintahku padanya dan dia menatapku dengan bola matanya yang menggelap. Dia mengambil bungkusan foil itu dari pahanya kemudian merobek bungkusan tersebut dengan mulutnya.
Aku melihat tangannya begitu bergetar hebat saat dia menatap kejantananku.
"A-- Aku tidak tahu, Edward.." dia menggeleng.
"Aku akan menuntunmu..."
Menuntunmu dalam kenikmatan luar biasa.
****
Jasmine dan aku mendapatkan pelepasan bersama. Aku segera melepas peganganku pada pinggulnya hingga dia tumbang di tempat tidur. Aku terkekeh melihat keadaan Jasmine. Dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Rambutnya acak-acakan dan wajahnya memerah. Aku melihat bokongnya yang kotor oleh cairanku.
Dia begitu kelelahan dan tampak sangat mengerikan.Aku menyeka rambutnya yang menutupi wajahnya sehingga aku bisa melihat wajahnya yang kelelahan. Jasmine memejamkan mata dan mulutnya setengah terbuka.
Lihat gadis kecilmu, Edward...
Aku berdiri dan segera mengambil kaosku dari lantai. Aku melap cairanku yang berada di tubuh belakang Jasmine dengan itu dan Jasmine tampak tidak bereaksi apa pun karena terlalu lelah. Aku mengelus punggungnya dengan lembut. Saat itu bersih, aku mengecupnya dengan lembut.
"Kau kelelahan?" tanyaku seraya melempar kaos itu ke lantai.
"Ehem.." gumamnya pelan.
Aku menarik selimut dari bawah tubuhnya dan segera menyelimuti tubuh Jasmine. Lalu aku berdiri dari sana hendak pergi.
"Edward.." suara parau Jasmine memanggilku dan aku berhenti berjalan tanpa menoleh ke arahnya.
"Kau mau kemana?"
Aku diam.
"Ayo tidur..."
Aku menarik napas dan segera menoleh ke arahnya yang menatapku dengan bola matanya yang biru jernih. Aku tidak pernah mau tidur dan berbagi ranjang dengan wanita mana pun seumur hidupku. Namun, tatapannya yang sayu membuatku luluh. Sial. Aku mengumpat pada diriku sendiri.
Jangan menatapku dengan tatapan sialan itu, Miss Brown!.
"Ayo..." ajaknya lagi seraya menepuk sisi ranjang.
Aku menggeram karena dia terus menatapku, menyerangku hanya dengan tatapan sialan itu.. Persetan. Sial. Sialan. Akhirnya aku berjalan ke arah meja nakas dan mengambil remote untuk memadamkan lampu dalam ruangan hingga semua gelap.
Aku merangkak ke atas tempat tidur dan bergabung dengan Jasmine di dalam selimut. Dia segera mendekat ke arahku dan memelukku. Tangaku menegang dan tidak membalas pelukan itu. Kulitku dan kulitnya lengket karena keringat, tapi Jasmine nampaknya nyaman-nyaman saja dengan itu
"Kau sangat wangi.." gumamnya asal.
"Good night, Jasmine..."
***
MrsFox
HALO. CHAPTER INI SUDAH DIREVISI. SUDAH DIREVISI. I'M SO SORRY GUYS.
sukaaa bgt semua tulisan miss Foxxy ini
❤️❤️❤️
dan kasihan juga Edward..
terimakasih thor cerita mu luar biasa