NovelToon NovelToon
KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: samudra lee

Bagaimana rasanya saat kamu terpaksa harus menikahi gadis yang menjebakmu? Itulah yang di alami Keenan Wijaya, dia terpaksa menikahi gadis yang sudah dengan sengaja menjebaknya, Anindira.

"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menjebakku!" ujar Keenan.

Apakah rumah tangga itu akan kandas di tengah jalan atau akan tetap langgeng dan menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya?

Apa yang melatar belakangi Anindira melakukan penjebakan itu?

Jangan lupa, like, favorite, komen dan vote-nya ya🤗.

Follow:
~ Fb: Samudra Lee
~ Ig: Samudra_Lee_19

Salam sayang dari otor ter--KECEH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Semua tamu sedang menikmati pestanya, berbeda dengan kedua mempelai yang justru sudah merasa tidak betah harus terus tersenyum di hadapan para tamu.

"Kee, dimana toiletnya, aku ingin buang air kecil?" tanya Anindira lirih.

"Cari saja sendiri," jawab Keenan ketus.

"Aku tidak memintamu untuk mengantarku, aku hanya memintamu menunjukkan tempatnya, memang apa susahnya sih?" keluh Dira. "Lagian kalau aku sampai pipis di sini, tidak hanya aku yang malu, tapi kamu dan keluargamu juga akan ikutan malu," lanjut Dira.

Keenan mengesah kasar, "ayo aku antar!" ketus Keenan.

"Kalian mau kemana?" tanya Anita.

"Dira mau ke toilet," jawab Keenan.

"Nak Kee, di sini masih banyak tamu, rasanya tidak elok kalau kedua mempelai tidak ada di pelaminan. Biar Mama saja yang mengantarkan, Dira ke toilet." Anita menawarkan diri.

Keenan melirik ke arah Dira, "Kamu dengarkan?"

Dira mengangguk, dia tahu pasti ada yang sedang ibu tirinya itu rencanakan. Tapi, dia juga tidak mungkin memaksa Keenan untuk mengantarnya.

Dira dan Anita keluar dari tempat resepsi, mereka berjalan ke arah toilet yang letaknya memang agak jauh dari tempat resepsi itu di gelar. Dira yang memang sudah bisa lagi menahan rasa ingin buang air kecilnya segera masuk kedalam toilet yang masih kosong. Selesai dengan urusannya, Dira berjalan ke arah pintu. Dia memegang handle pintu dihadapannya dan memutarnya.

"Ini pasti ulah si nenek lampir," gerutu Dira saat pintu dihadapannya tidak bisa dia buka. Dira berusaha menggedor pintu tersebut dengan sangan kuat, namun, sama sekali tidak ada orang yang mendengarnya.

"Bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini? Pasti Keenan mengira kalau aku sengaja melakukan ini untuk mempermalukan keluarganya. Tidak. Aku harus bisa keluar dari tempat ini. Tapi apa yang harus aku lakukan?"

Dira masih mencari cara agar dia bisa secepatnya keluar dari dalam kamar mandi.

"Apa yang harus aku lakukan?" kembali Dira membatin.

***

Anita begitu senang karena berhasil mengurung anak tirinya di dalam toilet.

"Kamu tidak akan bisa keluar dalam waktu yang lama, setidaknya sampai pesta itu selesai. Kita lihat saja, apa keluarga Wijaya akan tetap menyukaimu setelah ketidak hadiranmu di acara resepsimu sendiri?" Batin Anita penuh kemenangan. Dia begitu bahagia membayangkan adegan di mana semua orang akan membicarakan kejelakan Dira sebagai menantu dari keluarga Wijaya.

Saat Dira sedang berada di dalam toilet, Anita sengaja mengunci pintu toilet tersebut dari luar. Dia juga memasang papan peringatan yang bertuliskan 'Toilet sedang tidak bisa digunakan' di depan pintu. Dengan begitu dia yakin kalau tidak akan ada orang yang datang menolong putri tirinya tersebut.

"Maafkan aku Tuan dan Nyonya Wijaya karena malam ini kalian akan merasa dipermalukan oleh menantu kalian." Kembali Anita bermonolog dalam hati.

Anita kembali ke tempat resepsi dengan perasaan senang. Dia sengaja tidak memperdulikan suaminya yang menanyakan tentang keberadaan putrinya.

"Sus, bawa Tuan pulang sekarang!" suruh Anita kepada suster yang memang bertugas mengurusi suaminya.

Hendrawan berusaha menolak ketika Sang Suster mulai mendorong kursi roda yang dia duduki keluar dari gedung resepsi. Beberapa tamu memang melihat ke arahnya, bahkan Keenan juga sempat melihat ke arah mertuanya tersebut, namun, dia tidak begitu perduli dengan itu.

"Kee, mana Dira?" tanya Bintang kepada putranya.

"Tadi dia pamit ke toilet, Mom," jawab Keenan.

Bintang melihat ke arah jam tangannya, "Kee, kenapa Dira lama? Dengan siapa dia pergi ke toilet?" tanya Bintang lagi.

"Dengan ibunya," jawab Keenan. "Itu Tante Anita sudah datang." Tunjuk Keenan.

Anita mendekat ke arah Keenan dan Bintang, dengan senyum palsunya dia berdiri dihadapan keduanya.

"Nyonya Anita dimana Dira? Bukankah tadi dia pergi ke toilet bersama Anda?"

"Iya, Nyonya Wijaya. Tapi, putri saya menyuruh saya kembali ke tempat ini terlebih dulu," jawab Anita.

Bintang yakin kalau Anita pasti sudah melakukan sesuatu terhadap menantunya. Apalagi setelah hampir 30 menita, menantunya itu belum juga kembali ke tempat resepsi.

"Tuan Wijaya, Nyonya Wijaya, apa saya bisa berfoto dengan kedua mempelai?" tanya salah seorang rekan bisnis Rangga. Dia sudah bersiap dengan kamera ponselnya. "Lho, dimana mempelai wanitanya?" tanya orang itu lagi.

"Kebetulan istri saya sedang ada keperluan, jadi Anda bisa menunggunya sebentar," jawab Keenan.

"Kemana tuh cewek?" gerutu Keenan. Dia mulai kesal karena Dira belum juga kembali ke pelaminan. Padahal, hampir semua relasi bisnisnya ingin berfoto bersama kedua mempelai sebelum mereka pulang.

Anita merasa senang saat melihat kekesalan dar wajah putra bungsu Rangga Wijaya tersebut.

"Benar-benar anak tidak tahu diri, banyak tamu malah kabur." Anita sengaja mengucapkan hal itu dengan sedikit meninggikan suaranya. Dia ingin tidak hanya Keenan yang mendengar ucapannya, tapi juga seluruh tamu undangan yang datang.

Dan benar saja semua tamu yang mendengar perkataan Anita langsung heboh. Mereka menerka-nerka kemana Sang mempelai wanita pergi.

"Mom, sepertinya aku harus menyusul Dira ke toilet," pamit Keenan.

Bintang menjawabnya dengan anggukan. Dan langkah Keenan langsung terhenti saat melihat sosok yang hendak dia susul datang.

"Maaf, aku terlalu lama di toilet," ucap Dira.

Keenan menyipitkan kedua matanya saat melihat sosok yang datang bersama istrinya tersebut.

"Sejak kapan kalian kenal?" tanya Keenan. Dia menatap dua orang dihadapannya bergantian.

🌸🌸🌸

Tetap like, komen dan vote ya. Salam sayang dariku otor ter--KECEH💐

1
Hariyanti
baik sesama manusia emang bagus tp jg sampai jadi bodoh hanya karena terlalu baik 🤔🤔
Hariyanti
terlalu banyak rahasia 😤
Hariyanti
kenapa ga diceraikan si siluman itu.... bpknya kan tau kalo istri barunya itu siluman ular
Hariyanti
bapak goblok......matre..cocok sama emak tirinya Dira 😤😤😤😤
Hariyanti
siapa sih Anita, Thor??? sok berkuasa amat dgn harta dan kekuasaan yang bukan miliknya
Hariyanti
bisa ga sih menjalani kesepakatan tanpa bertengkar....kalo akur kan adem
Hariyanti
kenapa bisa ular siluman itu masuk dlm keluarga Dira 🤔
Hariyanti
visualnya Erik pas banget dgn karakter tokoh..... pengecut dan Cemen ☺️
Hariyanti
konyol.... kyknya komedi romantis 🤗
Hariyanti
bisa gitu ya 🤔
Hariyanti
aneh pengantin tdk ada pendampingnya gitu 🤔
Hariyanti
masa iya ibu sendiri membiarkan anaknya dijebak 🤔🤔
Hariyanti
licik 😤 menghancurkan hidup orang demi keluar dr masalah.betapa egois kamu😤😤
Hariyanti
kyknya seru walupun belum apa2 aku sdh Ilfeel dgn ulat bulu yang jebak Keenan
Jisa Ajach
luar biasa
prima yanary
Luar biasa
Ray Aza
dirut kok dompetnya sll isi recehan... kl cashless minimal ada kartu atm atau cc.
Chy Achyy
Lumayan
Chy Achyy
Buruk
Amora
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!