NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERESAHAN

Kedua orang tua Bram sudah berada di rumah sakit tempat dimana Bram di rawat, sang wanita berusia 56 tahun itu terus menangis. Sedangkan pria yang berstatus sebagai ayah Bram itu dengan sabar mengelus puncak kepala istrinya, rasa terpukul mendapat kabar bahwa putra bungsunya mengalami kecelakaan menjalar ke dalam jiwa mereka berdua. Sudah hampir tiga jam dan para medis yang menangani Bram masih belum juga keluar untuk memberitahukan keadaan Bram, sesekali kepala mereka saling berhadapan untuk menyalurkan rasa sedih yang begitu dalam.

"Apa perlu kita kabari Angel?" sang pria memegangi pelipisnya, merasakan pening yang begitu kentara.

"Dia pasti tidak bisa datang."

"Kalau begitu tidak perlu."

Setelah percakapan singkat itu mereka kembali pada pikiran mereka masing-masing, hingga suara decitan ruang UGD itu terdengar menampilkan sosok dokter laki-laki yang menampilkan tampang lelahnya.

"Dengan keluarga pasien?" Dokter itu menunjuk kedua orang tua Bram yang dibalas anggukan hormat dari kedua orang tua itu.

"Mari ikut saya!" mereka berdua meninggalkan tempat itu mengikuti dokter yang barusaja menangani anak laki-lakinya.

***

"Kenapa aku terus memikirkan bram, dari kemarin telfonnya tidak aktif," Sinta berkata dalam hati menatap layar ponsel yang telah padam itu, dari arah depan boss nya datang dengan santai. Dia mengamati wajah Sinta yang tampak lesu, setelah sampai tepat di depan perempuan itu Doni melirik sekilas ke arah tangan sSinta yang menggenggam ponsel.

"Sinta!" perempuan yang di tegur menoleh dan segera berdiri, Doni mengangkat sebelah alisnya merasa heran dengan Sinta yang terbengong.

"Ikut keruangan ku!"

"Baik Pak."

 

"Aku sangat puas dengan hasil presentase kamu kemarin di kantor pak Hartono."

"Terimakasih Pak," sekarang Doni sudah duduk di kursi kuasanya, Sinta juga menempati kursi didepan laki-laki itu.

"Apa ada masalah?" Sinta gelagapan menyadari boss nya itu berusaha mengetahui sikap tidak biasanya.

"Tidak Pak, hanya sedikit tidak enak badan."

"Kalau begitu segera selesaikan pekerjaanmu kalau sudah beres kamu boleh pulang lebih awal."

"Baik Pak Doni, kalau begitu saya permisi dulu."

"Iya silahkan," Sinta tidak menyadari kalau boss nya terus menatap dirinya dengan tajam, laki-laki itu seolah merasa marah dengan sikap Sinta yang begitu dingin. Memang seperti hari-hari pada biasanya selalu seperti itu, namun kali ini seperti berbeda janda itu lebih banyak diam.

 

Sinta melupakan sarapan dan makan siangnya, merasa tidak nafsu makan karena masih terus terbelenggu dengan pikiran tidak enaknya terhadap Bram. Dia juga merasa kehilangan ketika laki-laki itu sudah tidak bisa dia lihat, meski gengsinya terlalu tinggi untuk sekedar mengakui perasaannya terhadap Bram namun Sinta tetap saja mempertahankan itu. Sekarang dirinya tengah mampir di taman kota yang kemarin dia dan Bram singgahi, perempuan itu duduk di kursi yang masih sama dengan tempatnya kemarin. Dia mengamati sebelah kursinya dimana Bram kemarin duduk, dia masih terbayang bagaimana sejuta ekspresi yang laki-laki itu tampilkan. Mulai dari senyum tipisnya sampai kekecewaan yang terpatri dengan jelas di wajah eksotis itu, Sinta mengerti dengan jelas apa maksut dari semua perkataan Bram. Laki-laki itu terus saja membujuknya untuk bersama, dan dengan kejamnya janda itu tidak menggubrisnya sama sekali.

****

Ruangan dengan cat putih khas itu menjadi pandangan ketiga manusia dewasa di ruangan tersebut, salah satu dari mereka tengah sibuk membolak-balikkan satu berkas di meja kerjanya.

"Untuk sementara ini putra kalian masih koma, benturan keras pada kepalanya sangat memprihatinkan."

"Berapa lama Dok anak saya akan sadar?" ayah dari Bram bertanya sambil salah satu tangannya terus mengelus lengan istrinya untuk tenang dan tidak terus menangis.

"Itu tergantung dari kinerja otak pasien, untuk itu saya tidak bisa memperkirakan."

"Lakukan yang terbaik untuk anak saya Dok, berapa pun biayanya kami siap menanggung,"

kali ini ibu Bram berucap, ayahnya mengangguk memberi persetujuan.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, kalian tidak perlu khawatir dan banyak-banyak berdoa."

"Terimakasih Dok," Dokter itu tersenyum dan kembali mengamati sesuatu di meja kerjanya.

"Saya menemukan masalah lagi pada kaki kiri pasien, kalau dari hasil laporan kepolisian pada saat kejadian putra anda terjepit dan membuat mereka kesusahan menariknya keluar dari mobil. Karena cuaca yang kebetulan juga hujan mereka sudah kalut karena posisinya ada di jurang yang paling dalam jadi mereka tidak mengamati bahwa kaki kiri pasien tersangkut, mereka mengeluarkannya dengan sangat keras maka dari itu membuat kaki pasien menjadi terkilir."

"Apa itu berbahaya Dok?" ibu dari Bram bertanya dengan gelisah.

"Kalau untuk kakinya kami sudah menangani dan hanya perlu perawatan biasa, tidak begitu menjadi masalah."

"Syukurlah," ayah Bram menarik lengan istrinya untuk berdiri dan pamit dari ruangan itu, mereka bergegas melihat keadaan putranya.

 

Disana Bram terbaring dengan tidak berdaya, selang infus dan oksigen terpasang dengan banyak disana. Ayah Bram mendekat dan menyentuh lengan sang putra, ada tiga goresan luka yang tidak dalam namun cukup perih jika saja Bram dalam keadaan sadar. Ibu dari Bram terus saja mengeluarkan air matanya, tidak kuasa menyaksikan kemalangan dari anak laki-lakinya itu.

"Mama pulang saja biar Papa yang menjaga Bram disini," sang wanita menggeleng tidak setuju dengan ucapan suaminya.

"Mama akan terus disini sampai Bram sadar."

"Bukankah lusa Mama akan mengadakan fashion show?" istrinya itu menghentikan tangisnya dan teringat dengan bisnisnya.

"Tapi apa Papa tidak apa-apa disini sendiri?"

"Tidak apa, aku akan mengabarimu tentang keadaan Bram."

"Kalau begitu Mama akan langsung pulang sekarang," perempuan itu mengelus rambut Bram dan setelah itu memeluk suaminya, sang pria ikut membalas pelukan singkat itu.

"Mama tinggal dulu ya."

"Hati-hati di jalan dan jangan terlalu memikirkan yang disini."

Tanpa menjawab ibu dari Bram hanya keluar dari sana dengan air mata yang terus mengalir, dia menuju parkiran mobil untuk segera pulang ke rumahnya.

 

tuuut tuuut

"Iya hallo Pak Hartono?"

"Hallo Pak Dika."

"Bagaimana Pak?"

"Tidak ada, aku hanya ingin memberikan kabar buruk kepadamu."

"Kabar buruk?"

"Ya begitulah, apa kemarin Bram menemuimu di Bandung?" pria parubaya yang tengah bercengkrama dengan seseorang dalam telfon itu mendudukkan dirinya di atas sofa yang berada di ruang rumah sakit Bram.

"Aku sempat bertemu dengannya sekali, dia mengunjungi ku dikantor."

"Bukan kemarin?"

"Bukan Pak, Bram saja tidak mampir ke rumahku dia sempat bilang ada urusan lain di Bandung."

"Dia mengalami kecelakaan kemarin."

"Bagaimana bisa?" terdengar dari seberang sana bahwa Dika sangat terkejut.

"Mungkin dia akan pulang ke Jogja, entah apa yang terjadi aku sempat dengar dari para saksi kalau mobilnya melaju sangat cepat. Dia sudah berhasil menghindar dari sebuah truk yang berpapasan dengannya, tapi entah memang karena sedang sial dia malah jatuh ke jurang."

"Aku benar-benar ikut berduka Pak Hartono, nanti sore aku akan menjenguknya."

"Bagus kalau kamu mau kesini, ada banyak yang ingin aku pertanyakan kepadamu."

"Baik Pak."

Ayah Bram menutup sambungan dan menatap lagi ketempat Bram berada, dia menghembuskan nafas gusar. Memikirkan apa yang membuat putranya itu bertindak sangat kacau, atau mungkin karena kekasih jandanya itu.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!