[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Terbaik
"Ayah, aku baru saja kembali. Bisakah kita bicarakan yang lain?" tanya Rose
"Baiklah," jawab Ayah Rose
Rose mengantar Zora ke dalam kamar khusus yang disiapkan untuk Zora. Saat masuk Zora terkagum melihat kamarnya.
"Wow, ini benar-benar indah Rose," ucap Zora
"Nikmati harimu in London baby," ucap Rose
Rose pergi dan Zora mulai menata barang-barangnya. Awalnya ia ragu untuk tinggal di sana, tapi jika tinggal di luar kemungkinan besar Gavin akan mengetahuinya.
"Semoga ini yang terbaik," gumam Zora
.
.
.
.
.
2 Bulan Kemudian
Tak terasa sudah 2 bulan Zora tinggal di London, Zora bekerja sebagai kurator. Jika ada pameran atau acara apapun, Zora yang akan memberikan ide tentang semua penataan dan dekorasi. Hari ini Zora menyiapkan sebuah pameran di museum seni.
"Geser sedikit ke kanan lukisannya," ucap Zora
"Baik boss," jawab karyawan
"Oke sudah bagus. Kau bisa pergi tangani yang lain," ucap Zora
"Baik boss," ucap karyawan
Zora pergi ke depan jendela. Ia bisa melihat sebagian pemandangan indah kota London dari lantai 3. Zora menghembuskan nafas panjang.
"Huh.... Tak terasa sudah 2 bulan aku di sini," gumam Zora
Zora mencium sebuah parfum yang membuatnya sedikit mual, ia menengok dan melihat ada Bryant di belakangnya dengan memakai topi yang sedikit menutupi wajahnya.
"Hai Zora," sapa Bryant
"Hai Bryant, sedang apa di sini?" tanya Zora
"Hanya jalan-jalan lalu ingin melihat pekerjaanmu," ucap Bryant
"Oh, apa kau memakai parfum saat ini?" tanya Zora sambil menutup hidungnya
"Uhm ya, parfum yang biasanya," jawab Bryant
"Bisakah kau sedikit menjauh? Aku sedikit mual menciumnya," ucap Zora
"Hah? Kenapa, biasanya kan kau tidak apa-apa," bingung Bryant
"Entah, aku hanya merasa sedikit mual saja menciumnya," ucap Zora
Zora kemudian berlari ke kamar mandi, ia buru-buru masuk ke kamar mandi dan langsung mual-mual sambil memegangi perutnya.
Hueekk.... Hueekk.... Hueekk....
Tak ada yang keluar, hanya mual sejak tadi sampai Zora lemas. Bryant mengikutinya dan menunggu di luar kamar mandi. Zora membasuh wajahnya lalu keluar dengan wajah pucat.
"Zora, apa kau baik-baik saja?" tanya Bryant
"Ya aku baik," jawab Zora
"Apa kau sakit? Wajahmu sangat pucat," ucap Bryant khawatir
"Aku tidak apa-apa Bryant," jawab Zora
"Mau ku antar pulang?" tanya Bryant
"Tidak perlu, aku masih ada pekerjaan sedikit," tolak Zora
"Ayolah kau sangat pucat," ucap Bryant
"Tidak Bryant, sebentar lagi! Mungkin karena aku tadi belum sarapan" pinta Zora
"Baiklah, tapu aku harus selalu menemanimu! Setelah itu kita akan pergi makan," ucap Bryant
"Baiklah," jawab Zora
Zora berjalan dan didampingi Bryant kembali ke arah pameran. Zora sedikit memberikan beberapa petunjuk untuk penataan lukisan.
"Ini nanti di taruh sebelah timur, yang ini di sampingnya dan yang baru datang itu nanti di ruang inti ok!" ucap Zora
"Baik boss," jawab Karyawan
"Owh kepalaku," gumam Zora sambil memegangi kepalanya
Bruukk...
Zora pingsan dan langsung di sahut badannya oleh Bryant. Bryant langsung panik melihat keadaan Zora.
"Zora... Zora...Bangun Zora!" panggil Bryant
Bryant langsung membopong tubuh Zora dan berlari keluar. Bryant langsung membawa Zora ke rumah sakit, Bryant meminta pelayanan terbaik untuk Zora.
"Bagaimana dok keadaannya?" tanya Bryant
"Mari duduk dulu," ucap dokter
Bryant duduk di kursi depan dokter. Ia mendengar dengan serius.
"Selamat ya pak, istrinya positif hamil," ucap Dokter
"Hamil?" kaget Bryant
"Iya, usia kandungan sekitar 2 bulan," ucap Dokter
"2 bulan?" tanya Bryant
"Iya, di jaga kondisinya. Jangan sampai terlalu lelah, pola makan dan pola istirahat harus teratur. Ini resep beberapa vitamin dan suplemen penguat kandungan," ucap Dokter
"Ba baik dok," gugup Bryant
Bryant berdiri dan keluar. Ia berjalan dengan gontai menuju apotik rumah sakit untuk menebus obat Zora. Kata-kata 'Hamil' masih terngiang di telinga Bryant.
"Hamil? Bagaimana bisa? Zora adalah gadis yang baik, tidak mungkin hamil di luar nikah," gumam Bryant
Dengan memaksa diri, Bryant kembali ke ruangan Zora dan duduk di samping badan Zora. Sementara Zora masih belum sadar, namun tak lama Zora mulai membuka mata.
"Ugh di mana aku?" bingung Zora
Bryant membantu Zora duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Bryant kita di mana?" tanya Zora
"Rumah sakit," jawab Bryant singkat
"Rumah sakit? Kenapa aku di sini? Aku sakit apa?" tanya Zora
"Kau hamil," jawab Bryant singkat
"Kau jangan bercanda Bryant," ucap Zora
"Aku tidak bercanda Zora," jawab Bryant dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
"Aku hamil?" kaget Zora
"Usianya 2 bulan," ucap Bryant
Zora langsung terdiam mendengar kata 'Hamil' keluar dari mulut Bryant. Hal ini tidak pernah ada di prediksi Zora. Zora tidak tau harus senang atau sedih.
"Bryant aku ingin pulang," ucap Zora tanpa memandang Bryant
"Tapi kau masih lemah," ucap Bryant
"Aku ingin pulang!" ucap Zora dengan nada sedikit meninggi
"Baiklah ayo," ajak Bryant
Bryant mengajak Zora keluar dan pulang. Di dalam mobil mereka saling diam, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut masing-masing. Bryant masih bingung dengan kehamilan Zora, sedangkan Zora masih syok mendengar berita kalau dia hamil.
"Siapa ayah dari anak itu Zora?" tanya Bryant
"Bryant, aku tidak ingin membahasnya," ucap Zora dengan pandangan datar ke depan
"Tapi...." ucap Bryant
"Aku mohon," pinta Zora
Bryant kembali diam karena tidak tau apa yang harus ia lakukan. Zora menghela nafas panjang dan memejamkan matanya.
*****
Di Rumah Rose
Zora berjalan gontai menuju kamarnya, ia langsung menutup pintu kamar, beranjak ke kasur dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur sambil menghela nafas panjang, perlahan air matanya menetes tanpa suara.
Sementara Bryant yang hendak mengikuti Zora terhenti oleh Rose yang baru keluar dari kamarnya.
"Mau ke mana?" tanya Rose
"Lihat keadaan Zora," jawab Bryant
"Memang Zora kenapa?" tanya Rose
"Dia... Hamil...." jawab Bryant
"Apa?" kaget Rose
Rose langsung berlari dan masuk ke kamar Zora. Ia melihat Zora sedang berbaring di atas ranjangnya.
"Zora..." panggil Rose
"Hai Rose," jawab Zora sambil bangun
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Rose
"Hmm..." jawab Zora
Rose datang, ia duduk di samping Zora lalu memeluknya. Zora perlahan meneteskan air matanya di pelukan Rose.
"Menangislah... Jangan di pendam," ucap Rose
"Aku harus apa Rose? Aku tidak tau harus senang atau sedih," ucap Zora
"Tenanglah, aku di sini," ucap Rose
"Aku tidak tau apa yang harus kulakukan dengan anak ini," ucap Zora
"Bersabarlah," ucap Rose
"Haruskah aku menggugurkan kandungan ini?" tanya Zora
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡