NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di balik kesukaannya Kopi: Antara Hukuman, Kebiasaan, dan Rahasia di Pesantren

Saat sholat dhuhur, semua santri putra maupun santri putri tahfidz sudah berada di masjid. Setelah sholat dimulai, para pengurus mulai memanggil ketua setiap kamar masing-masing yang ada di asrama putra dan asrama putri tahfidz.

(Setelah sholat, para pengurus mulai mengabsen kehadiran santri.)

- Pengurus 1: "Kamar 1, hadir semua?"

- Ketua Kamar 1: "Hadir semua, Kang."

- Pengurus 2: "Kamar 2, hadir semua?"

- Ketua Kamar 2: "Ada 2 yang tidak hadir, Kang. Berhalangan."

- Pengurus 3 (kepada Ning Hana): "Kamar Lantai 2, Gimana Ning?"

- Ning Hana: "Kosong Beberapa kang, Insyaallah pas Ashar Rame lagi"

Kebetulan, penanggung jawab asrama tahfidz lantai 2 dan 3 adalah Ning Hana. Jadi, setelah pulang sekolah, Ning Hana harus mengikuti rapat ketua kamar di masjid pondok putra sekalian membereskan masalah keterlambatannya tadi.

Setelah sholat, para siswa maupun siswi kembali ke sekolah. Saat perjalanan, para siswa siswi berhenti untuk membeli makan siang, kemudian lanjut ke sekolah. Berbeda dengan Ning Hana, ia berhenti tidak membeli makan, melainkan membeli kopi.

(Ning Hana berhenti di warung kopi dekat sekolah.)

- Ning Hana (kepada penjual): "Mbak, kopi itemnya satu ya."

- Penjual: "Siap, Ning."

(Setelah membeli kopi, ia lanjut ke sekolah.)

Sampai di sekolah 2 menit kemudian, pelajaran terakhir setelah istirahat kedua dimulai, yaitu ada 1 jam pelajaran. Setelah itu, mereka sudah pulang ke asrama masing-masing.

Sampai di asrama, para santri langsung antri untuk mandi. Kebetulan, kamar mandi pengurus kosong dan tidak ada pengurus yang mandi. Saat akan ke kamar mandi, Ning Hana bertemu Mbak Azira, pengurus kesejahteraan asrama putri tahfidz.

- Mbak Azira: "Ning Hana, kalau mau mandi di kamar mandi pengurus saja, Ning. Biar tidak terlalu lama, kan kamar mandinya juga kosong. Para pengurus juga sudah mengatur jadwal mandi mereka masing-masing."

- Ning Hana: "Baik, Mbak. Matur suwun."

- Mbak Azira: "Enggeh, Ning."

Setelah mandi, Ning Hana kembali ke kamar. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, saatnya sholat Ashar. Ning Hana dan santri lainnya langsung menuju ke masjid untuk sholat. Selesai sholat, Ning Hana langsung kembali ke kamar, berganti pakaian, dan menggunakan bedak tipis-tipis beserta liptin sedikit agar tak terlalu nampak pucat. Setelah itu, Ning Hana keluar menggunakan sarung batik warna hitam, kemeja warna coksu ada coraknya, dan memakai kerudung warna coksu. Ia lalu menuju ke masjid asrama putra untuk menemui Gus Rama, kakaknya.

Setelah sampai di depan gerbang asrama putra, Ning Hana berbicara kepada Kang keamanan penjaga pondok.

- Ning Hana (kepada Kang keamanan): "Kang, Gus Rama ada?"

- Kang Keamanan: "Ada, Ning. Katanya Ning Hana sudah ditunggu di masjid."

(Ning Hana bergegas menuju masjid dengan menundukkan pandangannya.)

Sampai di masjid, Ning Hana berbicara dengan Gus Rama masalah absen para santri tahfidz putri tentang jamaah dhuhur dan juga membahas masalah hukuman di sekolah tadi.

- Ning Hana: "Gus, tadi Kang pengurus bilang ada beberapa kamar yg kurang anggotanya saat dhuhur, nanti Hana akan cek lebih detail lagi."

- Gus Rama: "Oke, Dek. Kamu memang tanggung jawab. Oh iya, soal tadi kamu terlambat, nanti saya kasih hukuman kamu untuk membersihkan seluruh area asrama putri. Besok kamu sudah bisa mulai."

- Ning Hana: "Inggih, Gus"

Gus Rama juga meminta kepada adiknya itu nanti setelah Maghrib berjamaah langsung ke ndalem, tetapi adiknya tidak menjawab apa pun. Tidak lama kemudian, Gus Wildan datang dan bergabung dengan sang kakak. Ia kaget kenapa adiknya ada di sini, dan langsung dijelaskan sang kakak.

- Gus Wildan (kaget): "Lho, Hana? Kamu ngapain di sini?"

- Gus Rama: "Tadi kan dia telat, jadi saya suruh ke sini sekalian bahas masalah absensi di asrama putri."

Gus Wildan juga bertanya apakah tadi siang kamu makan siang atau beli karena biasanya makan siang di ndalem, melainkan sudah hari ini tidak ke ndalem, Ning Hana tidak menjawab. Lalu Gus Wildan juga bilang jaga kesehatan jangan minum kopi terus nggak baik. Gus Rama kaget atas ucapan Gus Wildan adiknya, ia tidak tahu ia juga kaget kalau adiknya Hana ini sering melewatkan makan siang juga sering minum kopi ia saja dengan Wildan kalau nggak bener-bener ada masalah berat nggak bakal minum kopi ini adiknya Hana sering mengkonsumsi kopi dan Gus Rama tanya apa Abi tau kalau kamu sering konsumsi kopi dan hana hanya menggeleng sebagai jawaban dan disitu Rama mengizinkan ke ustadz yg mengajar kalau Hana tidak ikut ngaji kitab dulu dan setelah mengontrol asrama putra Gus Rama langsung menarik tangan Hana agar ia mau ke ndalem kalau tidak ditarik ia tidak akan mau ke ndalem.

- Gus Wildan: "Kamu tadi siang makan siang nggak? Atau beli kopi lagi?"

- Ning Hana (terdiam): "... "

- Gus Wildan: "Hana, jaga kesehatan. Jangan minum kopi terus, nggak baik."

- Gus Rama (kaget): "Lho, kamu sering minum kopi, Hana?"

- Ning Hana (menggeleng): "Nggak sering kok, Gus."

- Gus Rama: "Abi tau?"

- Ning Hana (menggeleng): "Nggak."

(Gus Rama menatap Ning Hana dengan tatapan tidak percaya. Ia kemudian berbicara kepada Ustadz yang mengajar.)

- Gus Rama (kepada Ustadz): "Ustadz, maaf, Hari ini saya izin agar Hana tidak ikut ngaji kitab dulu ya. Harus saya bawa ke ndalem dulu ini."

(Gus Rama langsung menarik tangan Hana agar mau ke ndalem.)

- Gus Rama (dengan nada tegas): "Ayo, ikut saya ke ndalem sekarang!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!