"Maya, apa kamu tahu apa kesalahanmu? " tanya seorang pria yang menatap tajam Maya yang tampak hanya memutar bola matanya dengan malas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulfatur Rohmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 23
Dua hari yang lalu Maya dan Abi sudah kembali dari amerika, keduanya sudah kembali bekerja, namun kedatangan mereka rupanya di sambut dengan banyak pertanyaan oleh para karyawan di kantor, rentetan pertanyaan dari semua karyawan mereka tanyakan perihal hubungan nya dan Abi, padahal Maya tidak memiliki hubungan apapun dengan Abi, dirinya menganggap Abi seperti kakaknya sendiri.
Kepala Maya jadi pusing mendengar pertanyaan mereka, dan Maya memilih untuk segera kembali ke tempat kerjanya sebelum Dirga datang dan mengomelinya.
Dirga berjalan pelan melewati semua karyawan yang sedang bekerja, dan matanya membulat sempurna saat melihat Abi dan Maya sudah kembali bekerja. Dirga masih merasa kesal pada Maya, namun ia akan memberikan pelajaran pada Maya karena sudah berani berfoto mesra dengan Abi, mengingatnya saja membuat Dirga ingin mencekik Abi.
"Maya, kamu ke ruangan saya! " titahnya.
Maya mengangguk lalu mengikuti Dirga dari belakang, dan sesampainya di ruangan Dirga, Dirga menatap tajam sekretaris cantiknya itu.
"Ada apa bapak manggil saya? " tanya Maya.
Dirga membuka laptopnya dan memperlihatkan foto Maya dan Abi waktu itu.
"Kamu tahu foto ini? " tanyanya terdengar dingin.
"Iya pak, itu foto saya sama Abi, saya cantik ya pak sampai bapak memperlihatkan foto saya sama Abi " jawabnya begitu percaya diri.
Maya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
"Saya nggak suka kamu berfoto dengan pria lain selain saya! "
Mulut Maya menganga tak percaya, ada apa dengan atasan nya itu, kenapa ia malah tak suka melihat dirinya berfoto dengan Abi.
"Loh, kenapa? Saya kan kelihatan cantik, harusnya bapak seneng dong punya sekretaris cantik seperti saya, " tukasnya memutar bola matanya dengan malas.
Dirga berniat ingin marah dan menjelaskan bahwa dia tidak suka Maya berdekatan dengan pria lain, namun Dirga hanya bisa menghela nafas. Dirga berdiri dan mendekati Maya, tanpa aba-aba Dirga memeluk Maya dari belakang, membuat Maya kaget.
"Saya sangat rindu sama kamu" ucapnya begitu lirih.
Maya mendadak tegang karena Dirga tiba-tiba memeluknya dari belakang, bahkan Maya bisa merasakan hembusan nafas Dirga di telinganya.
"Pak, jangan begini nanti di lihat karyawan" kata Maya begitu gugup.
"Kenapa? Kamu malu?, atau takut Abi lihat kamu? " tanya Dirga terdengar sinis.
Maya menggeleng.
"Bukan gitu pak, ini di kantor, nanti karyawan mikirnya saya godain bapak, bukan karena takut Abi lihat saya, lagian Abi itu udah saya anggap seperti kakak saya" ungkapnya.
"Saya nggak mauk, saya masih rindu sama kamu, lima hari kamu pergi dan kamu bahkan nggak ngabarin saya sama sekali"
"Saya udah izin sama bapak, lagian bapak nggak perlu tahu kabar saya, saya hanya karyawan bapak, bukan siapa-siapa bapak" sahut Maya begitu datar.
Dirga langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam Maya.
"Kamu ngerti nggak terhadap semua sikap yang saya tunjukan ke kamu? " tanya Dirga sambil membuang nafas.
Maya menggeleng.
"Saya hanya sekretaris bapak, dan bapak CEO di perusahaan ini, untuk sekilas melihat perilaku bapak, saya kira bapak suka sama saya, tapi melihat sikap bapak beberapa waktu lalu, saya mengerti bahwa bapak hanya suka bersikap aneh" ungkapnya terus terang.
"Saya nggak suka lihat kamu dekat dengan pria manapun meski Abi sekalipun, saya nggak suka, kamu paham nggak?, kamu itu nggak peka atau gimana?" tanyanya terlihat frustasi karena Maya tidak mengerti maksudnya.
"Bapak lupa klo saya dan bapak itu nggak punya hubungan apa-apa? " Maya mengingatkan.
"Kamu?? " Dirga terlihat geram, rasanya ia ingin sekali marah pada gadis di hadapannya itu, namun ia tidak bisa melakukannya.
Beberapa waktu lalu saat Alan dan Dito mengatakan bahwa dirinya cemburu, Dirga mengatakan tidak dan menyangkalnya, namun saat ia ingin tidur fikirannya hanya di penuhi oleh Maya, Maya dan Maya, dirinya bahkan tidak bisa membayangkan jika Maya menikah dengan Abi, dan Dirga mulai sadar bahwa Dirinya mulai menyukai Maya.
Dirga tentunya tidak akan rela jika Maya menikah dengan orang lain, ia tidak akan membiarkannya. Maya adalah miliknya, dan tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya, persetan dengan orang lain yang akan menganggapnya egois.
Dirga membuang nafas kasar karena Maya tidak mengerti maksud dari ucapannya, sepertinya memang benar sekretaris cantiknya itu tidak tahu apapun mengenai Cinta.
"Keluar kamu! " suruhnya karena frustasi.
Maya menatap bingung CEO di depannya, namun ia pun segera pergi dari ruangan Dirga setelah melihat Dirga yang terlihat frustasi.
"Sial! " umpatnya setelah kepergian Maya.
***
Saat ini Maya tengah menikmati makan siang bersama Abi dan Mitha, ketiganya kompak menikmati semangkuk bakso dan es teh.
"Gimana amerika?" tanya Mitha sambil menyeruput minumannya.
"Nggak gimana-gimana lah Mit, elo kira amerika bakal berubah jadi korea gitu? " jawab Abi begitu datar.
"Yaelah Bi, biasa aja kalik jawabnya, yang gue tanya kan suasananya?, kalian nggak lupa jalan-jalan di sana kan, mumpung lagi libur? " tanyanya lagi.
"Boro-boro jalan-jalan, yang ada keluaga gue hanya males-malesan di sana, nggak ada tuh yang ngebolehin jalan-jalan " kata Maya bersungut-sungut.
"Kenapa? "
"Pakek tanya kenapa lagi, elo tahu sendirikan keluarga gue jarang ngumpul, pastinya mereka nggak akan nyia-nyiain kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga Mit"
Mitha mengangguk mengerti.
"Tapi foto kalian yang di pajang di instagram itu, sumpah kalian cocok banget, udah kek sepasang kekasih, semua karyawan juga ngira kalian pacaran dan tunangan" celetuk Mitha membuat Abi dan Maya langsung tersedak mendengarnya.
"Uhukkkkk"
Keduanya kalang kabut meminum es teh mereka.
"Gosip darimana yang bilang gue sama Abi pacaran?, apalagi tunangan? " tanya Maya setelah beberapa saat.
"Nggak tahu, tapi semua karyawan disini ngira kalian punya hubungan spesial"
"Pantes aja suami kw gue frustasi dan hampir mauk ngamuk sama gue, ternyata gara-gara gosip nggak jelas ini!" keluh Maya.
"Apa?, pak Dirga marah sama elo? " tanya Mitha memastikan.
"Iya, dia marah sama gue, dia ngamuk tadi tauk, dia juga bilang dia nggak suka gue deket sama cowok manapun meski itu Abi sekalipun, kayaknya atasan kita itu tambah hari makin aneh aja dia" ceritanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tuhkan, kalian itu pasti punya hubungan, nggak mungkin kalian nggak punya, dari cara pak Dirga bersikap itu menunjukan klo dia suka sama elo May"
"Sorry ya Mit, hubungan gue sama pak Dirga itu hanya sebatas atasan dan sekretarisnya nggak lebih dari itu, kalian aja yang berfikiran kemana-mana "
"Gue nggak yakin" sahut Abi.
Maya menatap malas dua orang di depannya itu.
"Gue sama pak Dirga serasi banget ya?, sampek kalian mikir gue punya hubungan spesial sama pak Dirga?" tanya Maya menatap Abi dan Mitha bergantian.
"Yah, siapapun juga akan mengira elo punya hubungan sama pak Dirga"
"Huh! Semua orang pada aneh deh, pak Dirga juga, masak tadi tiba-tiba dia tanya klo gue itu nggak peka? "
Mitha dan Abi saling berpandangan, mereka yakin bahwa Dirga memang menyukai Maya, namun masalahnya adalah Maya yang tidak menyadarinya dan tidak mengerti, maklum saja keluarganya tidak membiarkan Maya merasakan Cinta selain Cinta keluarganya.
"May, elo sadar nggak klo pak Dirga itu. sebenarnya suka sama elo? " tanya Mitha.
Maya menggeleng cepat, dan Mitha mendengus pelan melihatnya, pantas saja Dirga frustasi, Maya saja tidak mengerti apapun.
Bakal ada cinta segitiga ni nnti
Niat maya pulg mau kumpul sma kluarga ehh mlah jd bgini😭😭