Setiap wanita pastinya mengimpikan rumah tangga yang harmonis dan utuh. Tidak ada satupun wanita yang mengharapkan perselingkuhan terjadi dalam rumah tangga nya. Begtu juga dengan Sinta.
Sinta adalah seorang istri yang cantik meskipun usianya sudah memasuki usia 50an. Selain cantik dia juga wanita yang setia dan selalu berfikir positif tentang suaminya. Tidak pernah terlintas di benaknya Santo suaminya akan menghianati kesetiaan nya
Diam-diam Santo menikahi seorang wanita muda yang kini membuahkan dua anak kembar tanpa sepengetahuan Sinta.
Seperti apa reaksi Sinta ketika mengetahui suaminya selingkuh?
Akankah rumah tangga mereka bertahan?
Mungkinkah Sinta rela berbagai Cinta dengan wanita lain?
Laura yang ingin memiliki Santo seutuhnya memaksa Santo untuk meninggalkan istri dan kedua anaknya serta menuntut Santo agar segera menikahinya secara sah.
Siapa yang dipilih Santo?
Bagaimana kisah cinta mereka? nantikan cerita KESETIAAN bersama ~kasih~
Diusahakan update setiap hari 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati Sejuknya Air
Cindi masih asik bermain air. Sementara Sana dan Cindi masih asik mengobrol berdua. Mendengar kata-kata Fera, Riki tersenyum sambil memandangi keindahan alam.
"Indah ya, " ucap Riki.
"Iya kak indah, " ucap Fera kepada Riki.
"Di Jakarta sulit mau menemukan pemandangan air terjun, " ucap Fera kepada Riki.
"Iya dek, di sana kan banyak bangunan yang indah-indah, " sahut Riki.
"Iya kak, pada banyak bangunannya sampai-sampai gak terlihat hutan sedikit pun lagi, " ucap Fera yang terus memandangi pepohonan dan air terjun itu.
"Kak... sini kak mandi, " Cindi melambai-lambaikan tangannya ke arah Fera.
"Gak dek, " ucap Fera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar bocah, dari tadi mandi gak merasa dingin-dinginnya, " gerutu Fera yang masih bisa didengar oleh Riki.
"Cindi memang selalu bersemangat dari awal kalian berlibur di bali, " ucap Riki sambil menoleh kearah Cindi sebentar.
"Iya kak, kami memang sudah lama gak jalan-jalan jadi wajar aja Cindi semangat. " ucap Fera sambil menatap adiknya itu.
"Bukannya tempat wisata yang dekat dengan Jakarta juga banyak dek, " ucap Riki.
"Seperti Ancol, Kita Tua, kebun binatang Ragunan, " kata Riki.
"Iya kak, banyak shi. Tapi beberapa bulan ini papa selalu sibuk katanya ada kerjaan di luar kota, makanya kami jarang liburan. " ucap Fera kepada Riki.
"Oh.... seperti itu, " Riki menggunakan kepalanya.
"Susah juga kalau sudah urusan kerjaan. " ucap Riki sambil tersenyum.
"Iya kak, " ucap Fera singkat.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Rasa lapar sudah mulai terasa, ditambah lagi perjalanan yang cukup panjang banyak menghabiskan tenangnya.
"Ini jam berapa ya, " ucap Fera yang sudah merasa lapar itu.
"Jam 13.00 dek, " ucap Riki sambil melihat jam tangan di tangannya.
"Oh.. pantas perutku sudah mulai terasa lapar, " ucap Fera sambil memamerkan giginya.
"Aku mau panggil Cindi dulu kak, mau ajakin dia makan dulu." ucap Fera sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi menemui Cindi yang masih asik di dalam air.
"Dek udah mandinya, keluar dulu dari air itu, kaka lapar dek. Ayo kita makan dulu, " ucap Fera kepada Cindi.
"Bentar kak, masih asik main air," jawab Cindi tanpa menoleh ke arah Fera.
"Ya udah kalau gak mau naik, kakak tinggal ya kamu sendiri di sini." ancaman Fera kepada Cindi yang masih tidak bergerak di dalam air.
"Iya-iya, Cindi naik, " Cindi menjawab dengan mulut yang monyong 1 senti.
"Ok, kaka tunggu, " ucap puas Fera sambil tersenyum dan berbalik ke arah Riki sedang duduk.
"Dasar anak-anak, pakai acara diancam dulu baru mau dengar, " ucap Fera di dalam hatinya.
Fera kembali duduk di samping Riki.
"Kenapa muka adikmu? " tanya Riki yang melihat muka cemberut Cindi.
"Biasalah kak, gak mau diajak naik dulu. Aku ancam kalau gak beranjak dari dalam air akan di tinggal pulang kak." jelas Fera kepada Riki.
"hehehe... lucu juga adikmu ya. " Riki tertawa kecil mendengar penjelasan Fera.
"Iya kak, dia manja banget. Walaupun badannya besar, tapi pikiran masih anak-anak banget kak. "
"Biasalah kak, anak bungsu jadi selalu di manjain sama papa dan mama. " ucap Fera.
Sesampainya di tempat Fera dan Riki duduk, Cindi langsung ikut duduk dengan wajah yang masih cemberut.
"Udah dek, jangan cemberut lagi. "
"Habis kakak ganggu Cindi main air. Seru tau kak di dalam air. " ucap Cindi dengan manjanya tanpa memikirkan Riki sedang memperhatikan dia.
"Iihh, malulah dek, anak gadis mukanya ditekuk. Hilang lo cantiknya. " Fera berusaha menghibur adiknya.
"Nantikan setelah makan kamu bisa lanjut berenang lagi, " ucap Fera kepada Cindi.
"Benar ya kak boleh mandi lagi, " Cindi langsung tampak bahagia, senyuman terukir di wajahnya.
"Iya dek, tapi hanya 30 menit ya. Setelah itu kita pulang." ucap Fera.
"Yah... sebentar doank kak. Mana asik kak. "
" Mau pulang gelap-gelap? Ini sudah jam 13.20 dek. " ucap Fera kepada Cindi.
"Ha... . yang benar aja kak udah jam segitu. Rasanya baru Cindi mandinya. " ucap Cindi sambil menggaruk kepalanya.
"Iyalah, mana terasa kalau lagi asik. Ayo makan dulu. "
Fera sudah menyiapkan dua kotak pizza dan satu bungkus roti coklat untuk persiapan kalau mereka lapar. Karena sebelumnya Riki sudah memberi tahu Fera kalau di sekitar air Terjun Sekumpul tidak ada warung makan.
Dibukanya kita pizza itu.
"Ayo makan, " ucap Fera kepada Riki dan Cindi.
"Ih... sejak kapan kakak beli pizza kak? " tanya Cindi kepada Fera.
"Kemarin dek, kaka titip sama kak Riki. "
"Oh.. pantas Cindi gak lihat kakak belinya. Tadi juga di perjalanan kita gak ada beli makanan. " ucap Cindi yang sempat heran Fera membawa pizza.
"Ayo kak Riki, makan dulu pizza nya. Jangan sampai kehabisan, " ucap Fera kepada Riki.
"Iya dek," mereka makan bersama menikmati lezatnya pizza sambil memandangi indahnya air Terjun.
"Kak, ayolah temani Cindi mandi." ajak Cindi
"Kaka malas dek, kaka tunggu di sini aja. " tolak Fera.
"Ah... kakak gak asik. Di pantai Kuta juga gak mau mandi alasannya air laut lengket. Kali ini alasan kakak malas. Gak asik kak Fera. " Cindi memonyongkan bibirnya.
"Kan bisa berenang sendiri dek," ucap Cindi.
"Tapikan kak, Cindi gak ada teman. Gak asik berenang sendiri. "
"Hmm.. yang benar gak asik, " lirik Fera.
"Nyatanya gak kaka ajak naik dulu Cindi gak berhenti main air. " ucap Fera.
"Iya, tapikan kalau kakak ikut jadi lebih seru kak. "
"Bilang aja mau di temani kakak bukan karena gak asik mandi sendiri. "
"Hehehe... kakak tau aja, " Cindi tertawa kecil.
"Ya taulah, mana mungkin kaka gak tau sifat ade kaka yang suka modus. " lirik Fera kearah Cindi.
"Mau ya kak, " rengek Cindi.
"Iya, tapi ingat kita mandinya gak lama. Habis tu langsung ganti baju kita pulang. " ucap Fera kepada Cindi.
"Ok, kakakku yang cantik dan ikut, " ucap Cindi sambil memamerkan giginya.
Setelah makan pizza dan roti coklat, Fera dan Cindi kembali berenang.
"Ayo kak, kita berenang. " ucap Cindi.
"Kakak gak ganti baju dulu? " tanya Cindi yang melihat Fera masih dengan celana panjangnya.
"Gak dek, sekalian aja nanti gantinya kalau udah basah. " ucap Fera.
"Gak asik tau kak mandi dengan celana panjang. " ucap Cindi kepada Fera.
"Gak apa-apa dek, dari pada kakak harus ganti baju lagi. " sahut Fera.
"Kak Riki ayo kita mandi sama-sama, " ajak Fera kepada Riki.
"Kalian mandi aja dek, kakak gak bawa baju ganti. " ucap Riki sambil tersenyum.
"Oh iyalah kak, kami mandi dulu. Titip tas ya kak. " ucap Fera sambil berjalan menuju ke air.
Cindi dan Fera menikmati sejuknya air Terjun Sekumpul sedangkan Riki duduk manis di tepi air.
"Gimana kak, enakkan airnya. "
"Iya dek, segar banget dek. " ucap Fera.
"Benarkan kak yang Cindi bilang, coba aja kakak gak mau ikut mandi, rugi tau kak jauh-jauh kesini hanya nonton orang mandi aja. " ucap Cindi.
"Iya dek, "
Fera yang baru saja mandi sudah terasa kedinginan karena air itu sangat sejuk di kulit, sementara Cindi masih saja asik menikmati sejuknya air.
"Dek naik lagi yuk, dingin...nanti sakit " Ajak Fera kepada Cindi.
"Sebentar lagi kak, Cindi belum puas mandi kak. "
"Yampun dek, kamu udah dari tadi berendam di air gak dingin-dingin juga. Kakak yang baru aja mandi udah menggila. " ucap Fera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ayo dek, naik.. kalo gak kaka dan kak Riki akan meninggalkan kamu sendiri di sini." ancam Fera.
"Ah... kakak suka ngancam Cindi. " Cindi akhirnya ikut beranjak dari dalam air.
Mereka berjalan kearah Riki untuk mengambil handuk dan pakaian ganti. Setelah mengambil baju dan pakaian ganti mereka pergi ke tempat ganti. Hanya terdapat satu ruang ganti dan di sebelah ruang ganti ada toilet.
"Kakak duluan ya, kaka udah kedinginan, " ucap Fera yang sudah menggigil kedinginan.
"Iya kak duluan aja, " ucap Cindi.
...Jangan lupa like dan komentar ya supaya lebih semangat lagi updatenya....
...Kritik dan saran juga selalu dinanti😇...
...Terima kasih😘💕...
dlm hukum negara juga tdk tercatat jd tdk repot.
ngapain juga pakai pengacara.
dlm kristen memang ada nikah siri!
ribet amat!
urusan Tuhan aja ribet banget.
ada Tuhan anak ,bapak dst jelasin nya aja ribet, soal Tuhan.
soal durasi!!! laki2 indonesia adalah yg paling payahh sedunia dr seluruh dunia.
98 % durasi 2 menit kebawah. 2 % 3 menit kebawah.
itu klu masih muda aja cuma segitu durasinya,apalagi klu sdh umur 45 thn ke atas nafsu doang tenaga engga ada😄😄😄😄
waktu nikah dgn laura distatus permikkahan nya apa?
1.lajang
2.kawin
3.duda/ janda cerai hidup
4. duda/ janda cerai mati
niikah diam diam kena pidana juga
psl.279 ayat 1
udh tua, itu laura msh muda seumuran sama anak tirinya.
engga malu jln saama bpk2 hrsnya iru cucu bukan anak.
.hi pelakor masuk neraka!
sdh mulai bergeloyor,berjengger,kapalan.
apalagi durasi sdh diluar ofset,nafsu doang tenaga engga ada.baru masuk sdh keluar! 😁 gaya banget nikah sama yg muda! bentar lagi istri mudanya lg hot hot nya dia udh payah, biasanya ingin menunjukkan ke kuatannya minum obat kuat. itu menuju kemarian dan kehancuran. krn obat kuat efek sampibgnya bisa melemahkan jantung,syaraf2 bisa steock, darah tinggi gagal ginjal.
bentar lg pensiyn kerka di bank ada batas umur. cari penyakit tdk safar fisik.
bagus
sukses