Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Menghancurkan Formasi Seribu Pedang Bulan & Kematian Dua Pemimpin Sekte
Ketika Lin Xuan menginjakkan kaki di anak tangga ke-9.999 dan melangkah masuk ke Alun-Alun Puncak Gunung Pedang Bulan, pemandangan yang menyambutnya adalah formasi perang raksasa yang telah siap sedia.
Di sekeliling alun-alun batu seluas seribu meter persegi itu, berdiri tiga Patung Pedang Perak setinggi dua puluh meter yang memancarkan kubah cahaya perak tebal. Di dalam kubah cahaya itu, seribu bilah pedang spiritual melayang berputar di udara seperti kawanan ikan hiu yang siap mencabik-cabik mangsanya!
Di depan Aula Agung Bulan Perak, berdiri delapan Tetua Inti Sekte Pedang Bulan yang mengalirkan Qi mereka ke dalam formasi. Sementara di tengah alun-alun, berdiri dua sosok raksasa dengan aura Setengah Langkah Inti Emas yang membara:
Pemimpin Sekte Api Merah, Huo Cang (ayah dari Huo Qilin dan Huo Lie), serta Pemimpin Sekte Gunung Besi, Tie Shan (ayah angkat sekaligus guru dari Tie Kuang)!
Adapun Patriark Sekte Pedang Bulan, Jian Wuchen, tampak masih duduk bersila di atas atap Aula Agung dengan mata terpejam, sengaja membiarkan Huo Cang, Tie Shan, dan formasi sekte menguras tenaga Lin Xuan terlebih dahulu sebelum ia memberikan serangan penentu!
"Lin Xuan!! Bocah iblis pembunuh kedua putraku!!"
Begitu melihat wajah Lin Xuan, mata Huo Cang langsung menyemburkan api kemarahan yang membakar udara di sekitarnya! "Hari ini aku, Huo Cang, akan mencabik-cabik dagingmu sepotong demi sepotong di depan arwah Qilin dan Lie'er!"
"Dan kembalikan nyawa murid penerusku Tie Kuang beserta Batu Penempa Roh Langit yang kau rampas di makam!" raung Tie Shan sambil menghantamkan dua palu besi raksasanya hingga lantai alun-alun bergetar hebat.
"Tetua sekalian, aktifkan Formasi Agung Seribu Pedang Bulan! Kurung bocah itu di tengah alun-alun dan biarkan pasukannya tertahan di luar kubah formasi!" teriak Tetua Kedua Sekte Pedang Bulan.
BZZZZZT—SHING!!
Tirai cahaya perak langsung menutup rapat di belakang punggung Lin Xuan, memisahkan Lin Xuan sendirian di dalam alun-alun dari Mo Wuji dan Pasukan Bayangan Darah di ujung tangga!
Dalam sekejap mata, seribu bilah pedang cahaya perak di angkasa meluncur turun seperti hujan meteor, sementara Huo Cang dan Tie Shan—dua pakar puncak Setengah Langkah Inti Emas—menerjang maju secara bersamaan dari kiri dan kanan!
"Hahaha! Dia terjebak sendirian di dalam Formasi Agung Seribu Pedang Bulan! Kali ini bahkan jika dia memiliki sayap pun dia tidak akan bisa kabur!" seru para murid inti Sekte Pedang Bulan dari belakang aula dengan wajah gembira.
Di teras depan aula, Su Qingxue menatap Lin Xuan yang dikepung dari segala arah dengan napas tertahan dan tangan mencengkeram erat ujung gaunnya. "Mati... cepatlah mati, Lin Xuan! Selama kau mati hari ini, mimpi burukku akan berakhir!"
Namun, berdiri di tengah kepungan seribu pedang formasi dan dua pakar Setengah Langkah Inti Emas, Lin Xuan justru tersenyum dingin.
"Mengurungku sendirian di dalam formasi? Kalian salah paham—kubah cahaya ini justru kusiapkan agar tak seorang pun dari kalian yang bisa melarikan diri!"
"Sistem! Gunakan 5.000 Poin Takdir untuk mendeduksi Jurus Kedua Seni Perang Asura Pembantai Surga ke tingkat Sempurna!"
[Mengurangi 5.000 Poin Takdir...] [Selamat! Seni Perang Asura Pembantai Surga (Jurus Kedua: Langkah Hantu Asura & Tombak Darah Penghancur Bintang) telah mencapai penguasaan Sempurna!]
SWOOSH!!
Tepat saat hujan seribu pedang perak dan serangan Huo Cang serta Tie Shan hendak menyentuh tubuhnya, sosok Lin Xuan tiba-tiba pecah menjadi tiga bayangan darah yang bergerak melampaui kecepatan suara!
Itulah Langkah Hantu Asura—dan arah yang dituju oleh ketiga bayangan Lin Xuan bukanlah Huo Cang atau Tie Shan, melainkan tiga titik simpul mati di bawah Tiga Patung Pedang Perak yang telah dipetakan oleh Mata Roh Bawaan Xiao Ling!
"Apa?! Dia mengincar patung penyangga formasi?! Bagaimana mungkin dia tahu letak ketiga simpul tersembunyi formasi kita?!" Patriark Jian Wuchen yang tadinya duduk tenang di atas atap aula langsung membuka matanya dengan wajah terkejut!
Namun semuanya sudah terlambat!
BOOM! BOOM! BOOM!
Dalam waktu kurang dari tiga tarikan napas, tiga tombak cahaya berwarna merah keemasan dari tangan Lin Xuan menghantam tepat ke titik simpul di dasar ketiga Patung Pedang Perak tersebut secara berurutan!
CRAAAAACK—DUAAAAAARRRR!!
Ketiga Patung Pedang Perak setinggi dua puluh meter itu meledak hancur berkeping-keping!
Arus balik energi yang mengerikan dari hancurnya Formasi Agung Seribu Pedang Bulan langsung menyambar balik ke arah delapan Tetua Inti Sekte Pedang Bulan yang mengendalikan formasi tersebut!
"Aaaarghh!!"
Delapan Tetua Inti Sekte Pedang Bulan memuntahkan darah segar secara serempak; lima di antaranya langsung tewas di tempat dengan organ dalam hancur, sementara tiga lainnya terpental tak sadarkan diri!
"Formasi Agung Seribu Pedang Bulan... hancur hanya dalam tiga detik?!"
Wajah Huo Cang dan Tie Shan yang sedang menerjang di tengah alun-alun langsung berubah sepucat mayat!
Belum sempat keduanya menarik kembali serangan mereka, sosok asli Lin Xuan telah muncul tepat di antara mereka berdua sambil menghunus Pedang Pemutus Karma!
"Kedua putra kalian mati karena terlalu bodoh. Sebagai ayah dan guru yang tidak becus mendidik mereka, kalian berdua juga harus ikut bertanggung jawab!"
Seni Perang Asura Pembantai Surga — Tombak Darah Penghancur Bintang & Tebasan Bulan Darah!
KLANG!! SRAAAAK!!
Di sisi kiri, bilah Pedang Pemutus Karma membelah salah satu palu besi milik Tie Shan, lalu menebas putus kepala Pemimpin Sekte Gunung Besi itu dalam satu ayunan miring!
Di sisi kanan, tangan kiri Lin Xuan yang diselimuti wujud tombak darah Kaisar Asura langsung menembus dada Huo Cang yang dilapisi zirah api!
"Tidak—!! Aku adalah Pemimpin Sekte Api Merah!! Kau tidak bisa—"
"Meledaklah!"
BOOOOM!
Lin Xuan menyuntikkan Telapak Api Teratai Merah yang telah dimurnikan oleh darah Asura ke dalam jantung Huo Cang, membakar Pemimpin Sekte Api Merah itu dari dalam sambil menyerap habis seluruh esensi kultivasi Setengah Langkah Inti Emas milik kedua pemimpin sekte besar tersebut!
[Anda telah menghancurkan Formasi Agung Seribu Pedang Bulan, serta membunuh Huo Cang (Setengah Langkah Inti Emas), Tie Shan (Setengah Langkah Inti Emas), dan 5 Tetua Inti Sekte Pedang Bulan!] [Merampas Esensi Darah & Kultivasi Murni +38.000! Poin Takdir +12.000!]
Di luar alun-alun yang kini terbuka lebar, ribuan kultivator yang menonton dari puncak bukit sekitar terdiam membisu seperti patung batu.
Dua Pemimpin Sekte Besar tingkat Setengah Langkah Inti Emas dan delapan Tetua Inti Sekte Pedang Bulan... habis disapu bersih oleh Lin Xuan seorang diri dalam waktu kurang dari satu menit!