Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis muda yang mempunyai impian dan cita - cita besar akan masa depannya. Harus terlibat dalam hubungan cinta bersama atasannya. Candy Florensia namanya dan nama atasannya Lukas Wibowo.
Apakah Candy akan tetap diterima di perusahaan Manunggal Perkasa itu??
Apakah ada cinta diantara mereka???
Novel dengan tema Romantis dikemas dengan ada nya cinta segitiga dan perselingkuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candy Florensia
Aku Candy Florensia, anak pertama dari pasangan suami istri yang berprofesi sebagai seorang guru, tepatnya sebagai anak seorang guru di daerah terpencil, Namun saya memiliki cita - cita yang sangat besar. Untuk meraih cita - citaku, kedua orangtuaku ,bahkan menjual aset mereka hanya untuk membiayai kuliahku di Institut Teknologi Bandung di kota Bandung.
Karena kondisi keuangan kedua orang tuaku yang pas - pasan. Yang juga harus menghidupi adik laki- lakiku, membuat Candy belajar lebih giat dan meraih gelar sarjananya hanya dalam waktu tiga tahun setengah. Setelah di wisuda, dia iseng melamar pekerjaan di sebuah perusahaan bagus dan berkelas yang bernama Manunggal Perkasa perusahaan desainer bangunan dan interior terbesar di kota Jakarta. Candy mendaftar secara online. Tahun ini adikku Charles Frederikus sudah menyelesaikan sekolahnya dan rencana dia akan mendaftar menjadi seorang tentara.
Satu minggu dia sudah mendapat pemberitahuan lewat emailnya bahwa di harus ke Jakarta untuk tes wawancara. Dari ratusan sarjana Arsitektur Candy dan ketiga rekan lainnya yang terpilih untuk wawancara. Hanya waktu tiga hari bagi Candy harus sudah berada di Jakarta. Setelah menempuh urusan yang melelahkan di kota Bandung, Candy tiba di kota Jakarta tepat dihari dia harus berada di perusahaan besar Manunggal Perkasa untuk wawancara bersama pimpinan - pimpinan di sana.
Keputusan Candy sudah bulat, dia langsung ke Kantor itu dengan menumpangi MRTI transportasi kota yang murah meriah ketika turun dari kereta cepat Bandung ke Jakarta tepatnya stasiun Gambir. Kebetulan jalur MRTI ini berhenti di terminal yang dekat dengan kantornya. Dan jarak kantor dengan kosan barunya hanya lima ratus meter untuk berjalan kaki sangat dekat. Candy sudah sampai di lobi kantor. Dengan membawa koper besar berisi semua barang - barangnya, Cindy pun melapor di lobi perusahaan dan di arahkan menuju lantai sembilan tempat wawancaranya. Dengan diberi kartu akses visitor.
Di koridor lantai sembilan di berpapasan dengan seorang pemuda dewasa yang mungkin selisih umurnya dengannya sekitar sepuluh tahun jika sekarang Candy Florensia berumur dua puluh satu tahun, berarti pemuda dewasa itu kira - kira tiga puluh satu tahun. Tidak putih namun tidak gelap juga kulitnya. Lesung pipinya menambah tingkat ketampanannya diatas sembilan puluh delapan persen. Ditambah tingginya yang kira - kira seratus delapan puluh, sepandan dengannya yang tinggi seratus tujuh puluh lima centimeter. Candy tersenyum, karena dia sudah melamunkan pria dewasa itu.
Memasuki ruang wawancara ini, lebih menyeramkan dari pada memasuki ruang ujian skripsi. Candy merasa bahwa saat ini seluruh adrenalinnya terkuras.
"Sebutkan pengalaman kamu dalam dunia arsitektur ini."
"Saya perna membantu teman saya merancang pembangunan rumah - rumah di citraland bergaya klasik minimalis."
"Kureng hebat. Next."Suara orang di seberang terdengar tegas dan membuyarkan konsentrasi Candy. Saat itu Cindy tahu, bahwa bukan hanya enam orang yanh mewawancara dirinya ada satu orang yang tidak kesat mata.
"Maaf beliau adalah direktur eksekutif muda di perusahaan ini."
"Yumi next, apakah ini orang terakhir."
"Iya pak ini yang terakhir."
Ternyata direktur eksekutif muda itu bernama Lukas Wibowo. Dia sudah bekerja di perusahaan ini kurang lebih sepuluh tahun. Proyek - proyek besar dengan nilai trilun sudah dia lakukan. Dia adalah kepercayaan dari Owner sekaligus Direktur utama perusahaan Manunggal Perkasa. Dia lulusan arsitektur dari Amerika, Manunggal Pratama di Indonesia dikelola olehnya Lucas Wibowo. Owner Pak Pratama mempercayakan pengelolaan Manunggal Pratama di Jakarta kepada Lucas Wibowo.
"Baik Cindy hasilnya akan kita umumkan lewat email kamu."
Cindy akhirnya keluar dari ruangan itu. Bukan hanya ruangan wawancara namun kantor besar Manunggal Perkasa. Karena jarak dari kantor ini ke kosan barunya di Jakarta hanya empat ratus sampai lima ratus meter. Candy memilih jalan kaki ke kosan barunya itu.
Sampe di kamar kosannya, dia langsung mengatur semua barang yang dia bawa. Puji Tuhan biaya kos setahun sudah Candy bayar. Dan dia bersyukur fasilitas di kos ini lengkap. Dan waktu Candy masuk, kamar kosnya sangat bersih. Ibu kos sudah membersihkan.
"Sombong amat tuh orang. Belum tahu saja siapa sebenarnya Candy Florensia. Sudah anggap remeh." Candy menggerutu. Sakit hati yang Candy rasakan membuat dia tertidur sampai tidak terasa sudah pukul tujuh malam. Dia sadar bahwa dari pagi belum menganti pakaiannya. Untung saja perutnya memberi signal untuk di isi. Cepat - cepat dia membersihkan dirinya dan mencari makan malam.
Candy kosan disebuah perumahan yang dekat dengan kantornya. Oleh ibu kos dua kopel rumah subsidi yang dia beli di sulap menjadi rumah kosan dua lantai. Yang memiliki halaman parkiran yang luas. Di tengah ibu kota yang kehidupan umatnya sudah sangat moderen.
Tinggal di kosan di kawasan ini sangat tidak susah karena di seberang jalan besar ada mall besar yang memiliki swalayan besar juga, dan ada pasar tradisional yang bersih di subuh hari. Selesai makan malam. Candy kembali tidur lagi. Dia sangat kelelahan karena hari ini aktivitasnya sangat padat. Jadi tenaga dan perasaannya terkuras.
Pagi - pagi sekali Candy bangun. Karena alat olah raganya yang dia kirim pakai ekspedisi dari Bandung belum tiba, juga dengan beberapa barangnya seperti meja gambarnya. Maka pagi ini Candy yang hobi oleh raga memiliki senam erobik menggunakan vidio - vidio yang ada di youtube. Lima belas menit aerobik sepuluh menit perenggangan otot.
Candy berencana untuk berbelanja dan masak, selain menghemat juga agar sehat. Maka dia pun pergi ke pasar bersih untuk membeli beberpa daging dan sayur. Selesai masak di dapur minimalisnya, Candy kedatangan paket dan langsung di atur atau di rakit kembali meja gambarnya.
Pukul sebelas sebelum makan siang, Candy iseng membuka emailnya. Dan puji Tuhan dia di terima di perusahaan Manunggal Perkasa. Dia sangat bersyukur dan tak henti - henti mengucap terima kasih kepada Tuhan. Bekerja di perusahan desainer bangunan dan interior sebesar Manunggal Perkasa adalah impian bagi anak - anak teknik.
Karena besok hari pertama dia bekerja dari jam empat sore Candy sudah menyiapkan costum yang akan dia gunakan besok pagi. Pokoknya malam ini dia pun tidur cepat. Sementara teman - teman kosnya masih asik - asiknya nongkrong.
Seperti biasa, saudara tak seiman bagun untuk sholat di pagi subuh yang gelap, Candy juga bangun untuk berdoa subuh, bersamaan dengan suara asan dari rumah ibadah umat islam. Selesai berdoa subuh, Candy bukannya tidur lagi dia lanjut berolahraga. Kebetulan alat - alat olah raganya sudah tiba dari Bandung.
Pukul lima lewat tiga puluh menit Candy sudah siap dengan kostum kantornya. Hari ini dia menggunakan celana joger coklat dipadukan dengan kemeja berwarna putih yang over side tipe crop top. Dengan menggunakan tas punggung berwarna putih yang muat laptop, ipad, tempat alat tulis. Dan satu kantong berisi pulpen gambar untuk menunjang pekerjaannya serta buku agenda semua ada di dalam tas multifungsinya.
Sebelum pukul tujuh Candy Florensia sudah berada di kantor. Di lobi kantor dia berpapasan dengan pemuda dewasa yang dia lihat di hari pertama dia menginjak kaki di Jakarta di kantor ini. Dan di lobi ini sudah ada ibu Yumi manager HRD sedang menunggu kami, ternyata kami berempat di terima bekerja di perusahaan besar ini. Kartu identitas kami di berikan kepada kami masing - masing.
"Ini kartu identitas sekalian akses yang bisa gunakan jika mau ke ruangan lain di lantai berbeda. Jika tidak di scan kode dari kartu identitas kalian, maka lif tidak akan bergerak ke tempat tujuan." Informasi awal Ibu Yumi.