Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan Via
Setelah pergi dari rumah Rahma, Aslan tak langsung pulang ke rumah tapi Aslan kembali menghentikan mobilnya di pinggir jalan tak jauh dari rumah Rahma.
" kenapa kamu tega padaku Rahma " ucap Aslan sambil mencengkram erat stir mobil yang iya kemudikan.
" aku bahkan rela meninggalkan Via demi bisa bersama mu tapi apa yang aku dapat !"
" bukannya mendapatkan kamu tapi aku malah kehilangan kalian berdua " ucap Aslan.
" baiklah, aku terima jika kamu sudah menikah dengan laki laki itu tapi lihat saja saat anak itu lahir nanti "
" akan ku pastikan jika anak itu memang lah anak ku dan jika kamu menginginkan anak itu kamu harus kembali padaku !" ucap Aslan yang benar benar terobsesi pada Rahma.
Berbeda dengan Via dan kedua orang tuanya yang langsung menuju rumah tapi selama dalam perjalanan ketiganya memilih bungkam bahkan Bu Hana tak ingin duduk dekat dengan pak Candra suaminya.
Sampai akhirnya saat mereka semua sudah sampai di rumah barulah pak Candra mulai membuka suaranya.
" dari mana kalian tau rumah Rahma ?" tanya pak Candra.
" apa kalian mengikuti ayah ?" tanya pak Candra sambil menatap ke arah istri dan juga anaknya.
" ya, kami memang mengikuti ayah " ucap Via jujur.
" tadinya kami tak akan muncul di hadapan ayah dan juga anak itu tapi saat Aslan muncul, Via tak bisa lagi menahan dirinya " ucap Bu Hana.
" lalu apa yang kalian dapat setelah semakin memperkeruh suasana di sana ?" tanya pak Candra.
" kenapa ayah jadi marah sama Via ?"
" harusnya yang ayah marahi itu Rahma !"
" dia sudah menghancurkan pernikahan Via dengan mas Aslan !" ucap Via yang masih saja menyalahkan Rahma atas kegagalan pernikahannya dengan Aslan.
" bukan Rahma yang menghancurkan pernikahan mu dengan Aslan "
" tapi memang pada dasarnya pernikahan kalian itu sudah rapuh dari awal "
" di tambah Aslan yang tak pernah bersyukur memiliki mu, lalu dimana letak kesalahan Rahma ?"
" Rahma tak pernah menjadi orang ketiga atau wanita lain suami mu !"
" bahkan saat kesucian Rahma di renggut oleh Aslan pun Rahma tetap memilih mundur hanya demi kamu !"
" lalu dimana letak kesalahan Rahma ?" tanya pak Candra yang ingin menyadarkan Via jika apa yang iya tuduhkan pada Rahma tidaklah benar.
" selama ini Rahma sudah menipu ayah dengan sikap polosnya "
" kesucian Rahma bukan di renggut tapi di serahkan secara suka rela oleh Rahma karena Rahma ingin membalaskan dendam ibunya melalui Via " tuduh Bu Hana.
" apa kamu sudah gila sampai sampai menuduh Rahma seperti itu ?" tanya pak Candra sambil menatap tak percaya dengan apa yang istrinya tuduhkan saat ini.
" kenapa ?"
" ibu tau ayah tak akan mungkin percaya dengan apa yang ibu katakan tentang Rahma !"
ucap Bu Hana lagi.
" karena memang Rahma tidak bersalah " ucap pak Candra.
" Rahma tak akan mungkin serendah itu dengan menyerahkan tubuhnya pada laki laki yang bahkan akan menjadi kakak iparnya !"ucap pak Candra yang malah membuat Via tersinggung dengan ucapan ayahnya.
" jadi menurut ayah Via itu wanita rendah karena rela menyerahkan kesucian Via saat Via dan mas Aslan belum menikah ?" tanya Via sedih.
" ayah tak menyebut dirimu wanita rendah tapi harusnya kamu bisa menjaga itu sampai waktunya tiba jadi Aslan akan lebih menghargai mu " ucap pak Candra menasehati sesuatu yang sebenarnya sudah terjadi.
" memang apa yang kamu dapat setelah menyerahkan kesucian mu pada Aslan ?" tanya pak Candra.
" yang ayah lihat selama kalian menikah, Aslan tak pernah menghargai cinta yang kamu berikan padanya selama ini " ucap pak Candra yang hanya ingin membuat putrinya sadar jika apa yang iya harapkan dari Aslan berawal dari jalan dan cara yang salah.
Mendengar semua yang ayahnya katakan membuat Via tertampar karena apa yang ayahnya katakan itu benar adanya begitu juga dengan Bu Hana yang membenarkan apa yang suaminya katakan.
" ayah tak akan ikut campur urusan mu karena sekarang kamu sudah dewasa dan kamu sudah tau mana yang baik untuk mu dan mana yang tak baik untuk mu "
" tapi jika ayah boleh memberi nasihat untuk mu, jangan pernah biarkan Aslan kembali dalam hidup mu " ucap pak Candra yang tetap akan menyerahkan semua keputusan itu pada putrinya bukan karena pak Candra tak menyayangi Via tapi bagaimana pun yang akan menjalani hidupnya tetaplah Via dan yang memiliki kendali atas Via ya hanya Via sendiri.
" ayah lelah, ayah ingin istirahat " ucap pak Candra yang langsung berjalan menuju kamarnya untuk bisa merebahkan tubuhnya.
" apa yang ayah mu katakan itu benar sayang "
" ibu harap kamu akan menemukan laki laki yang bisa menerima kamu apa adanya " ucap Bu Hana.
" perlahan buang rasa cinta yang kamu miliki untuk laki laki bodoh itu "
" buang juga semua foto dan barang barang yang pernah Aslan berikan padamu " ucap Bu Hana yang ingin mulai saat ini Via hanya fokus pada dirinya dan juga kebahagiaannya.
" apa harus Bu ?" tanya Via yang sampai detik ini masih berharap Aslan sadar dan mau memperbaiki semuanya dari awal.
" tentu saja harus !"
" apa kamu berpikir untuk memberikan kesempatan kedua pada Aslan jika suatu hari Aslan datang dan memohon padamu ?" tanya Bu Hana yang langsung syok saat tak butuh waktu lama atau bahkan tanpa berpikir Via langsung menganggukkan wajahnya.
" Tuhan saja memberikan kesempatan kedua pada umatnya yang mau bertobat lalu kenapa Via tak bisa memberikan kesempatan kedua pada mas Aslan !" ucap Via yang membuat Bu Hana menghela nafas panjang.
" terserah, tapi jika ibu boleh memberi saran sebaiknya belajarlah melupakan Aslan karena entah kenapa ibu merasa Aslan tak akan mungkin kembali padamu " ucap Bu Hana sambil berlalu masuk ke dalam kamar dimana pak Candra sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
Rahma baru saja keluar dari kamarnya dengan Kahfi setelah memilih pakaian yang menurutnya pas untuk saat ini sedangkan Caca dan Kahfi sedang asik menikmati kartun kesukaan Caca.
" ayo kita berangkat " ucap Rahma yang berhasil mengalihkan perhatian ayah dan anak yang langsung menatap ke arahnya.
" bubu " panggil Caca yang merasa tampilan Rahma saat ini sangatlah berbeda.
" kenapa sayang ?"
" apa penampilan bubu aneh ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Kahfi yang bahkan tak mengatakan apapun hanya tatapan Kahfi saja yang tak berpaling dari dirinya.
" bubu sangat cantik " ucap Caca dengan mata berbinar.
" benar kan yah, bubu sangat cantik ?" tanya Caca sambil melihat ke arah Kahfi yang juga sedang menatap ke arahnya.
" caca benar, bubu Caca sangat cantik " ucap Kahfi yang kini sudah berjalan mendekat ke arah Rahma yang malah jadi salah tingkah saat Kahfi mendekat ke arahnya.
" ayah yakin, siapapun yang melihat bubu Caca pasti akan mengagumi kecantikan bubu Caca" ucap Kahfi.
" ayo kita berangkat " ucap Kahfi sambil merangkul pinggang Rahma saat caca sudah berjalan lebih dulu keluar rumah.
" Ternyata benar, selama ini kalian kumpul kebo di rumah ini !"
" wanita itu berkedok sebagai pengasuh di rumah ini tapi lihat sekarang, dia berlagak nyonya besar di rumah ini !"
✍🏻✍🏻✍🏻 siapa sebenarnya yang berkata sejahat itu pada Rahma dan Kahfi ? Dan apakah Kahfi bisa meluruskan kesalahpahaman ini ?"
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘