Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.
Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.
Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.
“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”
~Grand Duke Erik Klaus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JIWA KEGELAPAN
Kini, di dalam aula yang luas dan megah itu hanya tinggal tersisa Erik dan Kalyca, Sang Grand Duke kembali mengalihkan pandangannya kepada gadis bercadar di hadapannya.
"Kau? Kenapa kau begitu mengkhawatirkan keselamatan istana ini? Padahal sebagai tabib kelana, Anda bisa saja pergi menyelamatkan diri dan mengabaikan semua kekacauan ini," tanya Erik, masih berusaha, menekan Kalyca.
Kalyca mendongak, balas menatap mata kelam Erik tanpa ada rasa gentar sedikit pun, di balik kain penutup wajahnya, Kalyca tersenyum tipis.
"Sudah saya katakan sebelumnya, Yang Mulia, saya ingin melihat bagaimana akhir dari para pengkhianat itu, dan saya juga ingin mematikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan!" jawab Kalyca, tidak terpancing sedikit pun.
Di luar, langit malam mendadak berubah gelap gulita, awan hitam tebal menutup bulan, dan angin malam bertiup kencang membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari arah gerbang utama istana.
DUARR
Guncangan hebat terasa hingga ke lantai tempat Erik dan Kalyca berdiri.
SRING
"Ada penyusup!" seru beberapa prajurit yang tersisa di aula, langsung menghunus pedang dan memasang kuda-kuda siaga.
Erik menyipitkan matanya, rahangnya mengeras, dia tidak butuh waktu lama untuk menyadari apa yang sedang terjadi.
"Sihir pelindung istana, diserang dari luar," desis Erik dingin.
Kalyca melangkah maju mendampingi Erik, matanya menatap tajam ke arah pintu masuk aula.
"Dia benar-benar datang, Martinez akhir nya aku menemukan mu," batin Kalyca, yang menyadari aura gelap milik musuh masa lalu nya itu.
Ternyata bukan hanya dirinya yang terlahir kembali, tapi musuh nya juga, atau lebih tepat nya ada seseorang yang sengaja membangkitkan jiwa gelap itu.
"Yang Mulia Grand Duke! Gawat! Pasukan bayangan bersenjata dan makhluk-makhluk berbalut sihir hitam menerobos masuk dari hutan terlarang! Mereka membantai para prajurit penjaga gerbang!" teriak seorang prajurit yang berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam aula, napasnya tersengal-sengal dengan pakaian yang sudah berlumuran darah
SRING
Erik tidak membuang waktu, dia menghunus pedang kebanggaannya yang memancarkan kilau keperakan yang mematikan.
"Berapa banyak jumlah mereka?" tanya Erik tegas.
"Ratusan, Yang Mulia! Mereka bergerak sangat cepat dan menggunakan sihir kegelapan!" jawab prajurit itu ketakutan.
"Bagus, sudah lama aku tidak merobek leher para bajingan pengguna sihir hitam," ucap Erik dengan senyuman dingin yang mengerikan.
Erik melirik sekilas ke arah Kalyca yang berdiri di sampingnya.
"Tabib, tetaplah di belakangku, jangan coba-coba maju ke garis depan, ini terlalu," ucap Erik tanpa sadar sangat memperhatikan gadis bercadar itu.
"Simpan saja rasa khawatir mu itu, Grand Duke, karena Saya bisa melindungi diri saya sendiri lebih baik dari yang Anda kira," jawab Kalyca mendengus pelan di balik cadarnya.
Sebelum Erik sempat membalas ucapan itu, pintu besar aula tiba-tiba meledak dan hancur dihantam oleh kekuatan yang sangat besar.
DUARRR
Asap pekat berbau busuk dan anyir langsung memenuhi ruangan, dari balik kepulan asap hitam itu, sosok wanita paruh baya dengan jubah hitam nya dan rambut putih kusut melangkah masuk.
"Cih! Beraninya kalian merusak apa yang sudah ku bangun selama bertahun-tahun!" suara serak dan parau milik Charlotte menggema di seluruh penjuru aula.
Benar dugaan Kalyca, Charlotte yang merupakan ibu kandung Edelyn itu dulu hanya seorang wanita biasa yang sangat terobsesi dengan kekuasaan, ambisi gila nya membuat wanita itu nekat membangkitkan jiwa seorang penyihir gelap yang sudah mati ratusan tahun.
Erik langsung melangkah maju, berdiri melindungi Kalyca di belakangnya, mata kelam sang Grand Duke menatap tajam sosok wanita tua di hadapannya.
"Jadi, kau dalang di balik semua kekacauan ini, Penyihir tua dari hutan terlarang?" tanya Erik dingin.
Charlotte mendongak, menatap Erik dengan seringai lebar yang mengerikan.
"Ah, Grand Duke Erik Klaus yang agung, pria bodoh yang gagal melindungi istrinya di masa lalu, kini mencoba menjadi pahlawan kesiangan di sini?" ucap Charlotte, tersenyum miring.
Deg
Jantung Erik rasanya seperti ditikam dari dalam, ucap wanita tua di depan nya itu berhasil membuat nya kembali terseret keringatan kejadian kelam di masa lalu nya dulu.
"Dari mana wanita tua ini tahu? Jangan bilang dia juga jiwa dari masa lalu yang hidup kembali?" batin Erik dengan jantung berdegup kencang.
"Siapa dia?" batin Erik, mengepalkan tangannya kuat.
Urat-urat di pelipis Erik langsung menonjol keluar, amarah yang selama ini dia pendam meledak hebat. Nama mendiang istrinya adalah pantangan terbesar bagi siapa pun yang ingin hidup lebih lama.
"Grand Duke!" panggil Kalyca tiba-tiba, menyentuh pelan lengan Erik.
"Jangan biarkan emosi menguasai mu, wanita tua itu sengaja memancing amarahmu," ucap Kalyca, suaranya terdengar begitu tenang namun tegas.
Erik sedikit tertegun, menoleh ke belakang sekilas dan mendapati mata jernih Kalyca menatapnya tajam, aneh nya dia merasakan ketenangan dari tatapan gadis misterius itu.
Charlotte tertawa terbahak-bahak mendengar suara Kalyca
"Hahaha! Wah, wah lihat siapa ini? Seekor anak kucing yang berani ikut campur urusan singa! Siapa kau, hah? Beraninya merusak segel kutukan darah yang kuberikan pada raja tua itu!" bentak Charlotte, bisa merasakan Aura yang begitu kuat dari gadis bercadar di depan nya.
Kalyca perlahan melangkah keluar dari balik punggung Erik, membuka tudung jubahnya, lalu dengan gerakan perlahan, dia menurunkan kain cadar yang menutupi separuh wajahnya, memperlihatkan wajah cantiknya yang dingin dengan sepasang mata yang memancarkan dendam dan kebencian.
Melihat wajah Kalyca secara langsung, mata Charlotte membelalak lebar, napasnya tercekat, dan tawanya seketika terhenti, dia kenal dengan wajah itu.
"K-kau...?! B-bagaimana mungkin?!" teriak Charlotte terbelalak kaget.
"Kenapa Anda kaget begitu, Nyonya," ucap Kalyca tersenyum miring.
Kalyca kembali menutup wajah nya dengan kain cadar nya, tidak menghiraukan Charlotte yang tampak sangat shock melihat tawanan nya kini berada di istana kerajaan Veldora, tempat yang seharusnya tidak pernah Kalyca datangi.
"Aku kembali untuk mengambil nyawamu, serta merobek-robek hidup gadis yang selama ini kamu lindungi!" ucap Kalyca, tegas.
"Keparat kau! Akan ku bunuh kau!" murka Charlotte, yang paham dengan ucapan Kalyca.
Tentu saja maksud dari ucapan Kalyca adalah Edelyn, gadis yang berhasil Charlotte masukkan le istana dan menjadi putri mahkota.
DUARRR
DUARRR
Puluhan cambuk api hitam menyambar ke arah Kalyca dan Erik dengan kecepatan kilat.
"Menyingkir!" teriak Erik.
Namun, sebelum cambuk api itu menyentuh mereka, Erik mengayunkan pedangnya tehnik yang begitu cepat dan mematikan.
DUARRRRRRR
Hantaman pedang Erik menciptakan gelombang kejut angin yang membalikkan serangan api hitam itu seketika, menghantam dinding aula hingga hancur berkeping-keping.
"Kau tidak akan bisa menyentuhnya selagi aku masih berdiri di sini, penyihir tua!" seru Erik dengan suara menggelegar, matanya memerah penuh niat membunuh.
makaci crazy up nya 😍👍