NovelToon NovelToon
DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurelia Sadewa

Mengisahkan seorang gadis cantik yang berprofesi menjadi model, namun memiliki kita kelam semenjak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita licik dan memiliki seorang anak yang bernama Lalita. Isyana selalu di bully di hina dan di perlakuan seperti anak pelayan. Hingga pada suatu hari Isyana di jodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang CEO dingin dan kejam bernama Brayen Lucian Alkantara...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelang Warisan Alkantara

Malam sudah lewat tengah malam. Lampu di galeri ISYANA'S GALLERY masih menyala.

Isyana masih duduk di lantai, di depan buku sketsanya. Dia menggambar gaun emerald untuk gala dinner Bali. Tangannya pegal, matanya ngantuk, tapi hatinya semangat karena tadi dia berhasil menghentikan Brayen membatalkan kontrak 2 triliun.

Brayen sudah tertidur di sofa beludru, jasnya jadi selimut. Dia tertidur sambil memeluk bantal, wajahnya yang biasanya dingin jadi polos seperti anak kecil.

Isyana tersenyum melihat suaminya. Dia pelan-pelan berdiri, mengambil selimut tipis dan menyelimuti Brayen.

Saat itu, terdengar ketukan pelan di pintu kaca galeri.

Tok... tok...

Isyana kaget. Siapa yang naik ke galeri jam segini?

Pintu terbuka pelan. Mama Alkantara masuk, masih dengan daster sutra dan rambut yang sudah digelung. Di tangannya ada sebuah kotak beludru merah yang sudah tua.

"Isyana, kamu belum tidur nak?" bisik Mama pelan.

Isyana langsung berdiri, "Mama? Belum Ma, Isyana lagi gambar. Maaf berisik ya?"

Mama menggeleng, lalu matanya melihat Brayen yang tertidur di sofa. Mama tersenyum, "Brayen kalau sudah tidur memang seperti itu. Dari kecil."

Mama lalu duduk di sofa kecil, menepuk tempat di sebelahnya, "Sini nak, duduk dekat Mama."

Isyana duduk, agak gugup. Ini pertama kalinya Mama Alkantara naik ke galeri pribadinya dan ngajak ngobrol berdua tanpa Brayen.

Mama membuka kotak beludru merah itu. Di dalamnya ada sebuah gelang giok hijau tua yang berkilau. Gioknya tebal, warnanya dalam, dengan ukiran kecil di dalamnya.

Isyana menahan napas, dia tau gelang itu mahal sekali.

"Mama tau tadi siang Carla datang dan menghina kamu di galeri ini," Mama memulai, suaranya pelan, "Mama dengar dari ART. Mama tau kamu dihina model murahan, galeri kamu dibilang mainan."

Isyana menunduk, matanya langsung berkaca-kaca lagi mengingat kejadian siang tadi.

"Maaf ya nak," kata Mama, tiba-tiba Mama menggenggam tangan Isyana, "Maaf Mama tidak langsung naik dan bela kamu tadi. Mama di bawah bingung harus gimana. Mama takut kalau Mama ikut marah, masalahnya makin besar."

Isyana menggeleng cepat, "Enggak apa-apa Ma, Isyana ngerti."

"Enggak, Mama yang salah," Mama menghela napas, "Dulu waktu kamu pertama datang ke rumah ini jadi istri pengganti, Mama juga sempat meragukan kamu. Mama pikir kamu cuma gadis Bandung biasa yang beruntung dinikahi Brayen. Mama tidak pernah ajak kamu ngobrol lama, tidak pernah tanya kamu suka apa."

Air mata Mama menetes. Isyana kaget melihat Mama Alkantara yang biasanya anggun dan tegas menangis.

"Tapi tadi sore, waktu kamu hentikan Brayen membatalkan kontrak 2 triliun itu, Mama di bawah dengar semuanya," lanjut Mama, "Kamu bilang jangan batalin karena takut dibilang manja. Kamu bilang kamu mau buktiin sendiri di gala dinner Bali. Saat itu Mama baru sadar, kamu bukan gadis manja. Kamu gadis kuat, seperti Mama dulu waktu merintis Alkantara Group dari bawah bersama Papah Louis Alkantara."

Mama mengambil gelang giok itu dan memakaikannya ke tangan kanan Isyana.

Gelang itu pas sekali di pergelangan Isyana yang kecil, seolah memang dibuat untuknya.

"Ini gelang warisan dari Oma Bela Alkantara, ibunya Papah Brayen," kata Mama sambil mengusap gelang itu, "Oma kasih ke Mama waktu Mama pertama kali hamil Brayen. Oma bilang, gelang ini hanya untuk Nyonya Alkantara yang hatinya tulus dan kuat. Yang bisa jaga keluarga bukan dengan uang, tapi dengan hati."

"Selama 30 tahun Mama pakai gelang ini. Sekarang, Mama mau kasih ke kamu, Nyonya Alkantara yang sebenarnya."

Isyana terisak, air matanya tumpah deras. "Ma... Isyana gak pantas, Ma... Isyana cuma..."

"Kamu pantas, nak!" potong Mama tegas tapi lembut, "Karena hari ini kamu sudah tunjukkan, kamu lebih pantas dari siapa pun. Kamu hentikan suami kamu dari amarah, kamu jaga nama baik keluarga dengan elegan. Itu yang tidak bisa dilakukan Carla, tidak bisa dilakukan model-model lain yang pernah dekat dengan Brayen. Hanya kamu yang bisa."

Isyana memeluk Mama erat. Untuk pertama kalinya sejak menikah, Isyana merasakan pelukan seorang ibu mertua yang tulus.

"Terima kasih Ma... terima kasih sudah anggap Isyana anak Mama..." bisik Isyana di dada Mama.

Mama membalas pelukan itu, mengusap rambut Isyana, "Mulai besok, kalau ada yang hina kamu lagi, kamu tidak perlu takut. Tunjukkan gelang ini. Semua orang di lingkaran Alkantara tau, siapa yang pakai gelang giok ini, dia adalah Nyonya besar yang dilindungi seluruh keluarga Alkantara."

Di sofa, Brayen terbangun karena suara isakan. Dia melihat Isyana dan Mamanya berpelukan sambil menangis.

Brayen tidak kaget, malah tersenyum lega. Dia berdiri, berjalan mendekat dan ikut memeluk kedua wanita kesayangannya itu dari belakang.

"Akhirnya ya Ma," bisik Brayen, "Berlian Mama sudah resmi."

Mama tertawa sambil menghapus air matanya, "Iya, sudah resmi. Sekarang Mama punya dua berlian, satu giok, satu Isyana."

Malam itu, di galeri lantai 2 yang tadi siang jadi tempat Isyana dihina, sekarang jadi tempat Isyana diakui sepenuhnya. Tidak ada lagi teriakan, tidak ada lagi hinaan. Yang ada hanya pelukan tiga orang keluarga dan kilauan gelang giok hijau yang melingkar indah di tangan Isyana.

Isyana menatap gelang itu sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya, dia tidak merasa seperti istri pengganti. Dia merasa pulang.

---Bersambung---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!