NovelToon NovelToon
Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: SulSya

Selama 5 tahun Maya mengorbankan seluruh hidup dan cita-citanya demi merawat bagas, Suaminya yang koma dan lumpuh akibat akibat kecelakaan.

Maya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya ruah sakit dan selalu setia menemani sang suami dengan air mata dan doa.

Akhirnya membuahkan hasil, Bagas perlahan-lahan sembuh.

Tapi apa yang Maya dapat, Setelah sembuh, Bagas mendapatan pekerjaan bagus dan ia malah menjalin hubungan dengan teman kantornya yang bernama Rania, Karena ia malu memiliki istri seperti Maya yang terlibat kusam akibat penderitaan selama bertahun-tahun.

Perceraian itu akhirnya terungkap saat Maya menemukan surat cerai di saat hari pernikahan mereka yang ke-7 tahun.

Maya pun harus bangkit dari kehidupan, pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia, iya akan menunjukkan ketulusannya akan menjadi penyesalan terbesar Bagas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SulSya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

Suara ombak Pantai Seminyak bersahut-sahutan dari balik jendela kaca balkon resort bintang lima.

Angin laut yang lembut membawa aroma kebebasan yang sudah lama tidak dirasakan oleh Rania.

Di atas meja rias, sebuah map cokelat tebal berstempel Sangat Rahasia tergeletak bersanding dengan dua tiket pesawat first class dan dua cangkir kopi yang mulai dingin.

Bagas melangkah keluar dari kamar mandi dengan kemeja linen putih yang kancing atasnya dibiarkan terbuka.

Tidak ada dasi, tidak ada pin jabatan, dan tidak ada senyum kaku ala pejabat tinggi yang biasa ia tampilkan di depan kamera media.

"Kamu masih meratapi map itu, Ran?" tanya Bagas seraya berjalan mendekat, menyandarkan kedua tangannya di sandaran kursi tempat Rania duduk.

Rania membalikkan badan, menatap suaminya dengan alis terangkat. "Gimana aku gak meratapi, Mas? Di surat tugas ini tertulis 'Audit Sektor Regional III dan Investigasi Khusus'.

Tapi kenyataannya..." Rania melambaikan tangannya ke arah kolam renang pribadi di balkon mereka. "...kita malah di sini, minum kopi sambil nunggu sunset."

Bagas tertawa pelan, suara tawa yang renyah dan lepas—suara yang sangat jarang Rania dengar selama bertahun-tahun mendampingi pria itu di ibu kota.

"Itu namanya efisiensi kerja, Sayang," ujar Bagas sambil mengambil cangkir kopinya. "Agenda auditnya cuma dua jam besok pagi di kantor cabang Denpasar. Selebihnya? Empat hari penuh ini milik kita."

"Kalau sekretaris kamu di Jakarta tahu gertakan kamu soal 'dinas darurat' cuma buat booking resort ini, dia pasti mau pingsan, Mas," goda Rania, bibirnya tersenyum tipis.

"Biarkan saja," balas Bagas santai, lalu duduk di kursi seberang Rania.

"Selama ini mereka pikir aku ini mesin yang gak punya rasa lelah. Dua tahun belakangan ini hidup kita cuma diisi berkas rahasia, pengawalan ketat, dan ketakutan soal penyamaran. Kita berhak dapat jeda, Ran."

Rania menghela napas panjang, namun tatapannya melunak.

Ia meraih tangan Bagas di atas meja, mengelus punggung tangan suaminya yang hangat.

"Aku tahu kamu capek, Mas," bisik Rania lembut. "Tapi jujur, pas kita di bandara tadi pagi, aku masih celingukan.

Aku takut ada wartawan atau rekan kamu yang merhatiin kita."

"Gak akan ada yang curiga," kata Bagas mantap, menatap mata istrinya penuh keyakinan. "Semua dokumen perjalanan resmi. Anggaran yang dipakai juga murni dari rekening pribadi aku, bukan uang dinas.

Aku cuma memanfaatkan izin dinas luar kota ini supaya kita bisa keluar dari Jakarta tanpa memicu pertanyaan dari markas besar."

"Jadi... ini murni liburan kita?" tanya Rania memastikan.

"Murni," jawab Bagas tegas. "Gak ada telepon soal target operasi, gak ada obrolan soal investigasi, dan yang paling penting... gak ada jaket penyamaran atau tugas rahasia selama empat hari ke depan."

Rania tertawa kecil, rasa cemas yang menggelayuti dadanya sejak di bandara perlahan menguap terbawa angin laut.

"Bagus kalau gitu. Karena kalau sampai ada telepon dinas masuk pas kita lagi makan malam nanti, aku sendiri yang bakal lempar ponsel kamu ke laut."

"Siap, Ibu Pejabat," goda Bagas seraya mengecup punggung tangan Rania. "Sekarang, ganti baju kamu. Kita jalan-jalan di pinggir pantai sebelum matahari terbenam."

Malam itu, di bawah remang cahaya lampu pantai dan riak gelombang laut selatan, Bagas dan Rania berjalan beriringan tanpa pengawalan dan tanpa beban rahasia.

Bagi dunia luar, mereka adalah pejabat dan staf yang sedang menjalankan tugas negara; namun di tempat ini, mereka hanyalah sepasang suami istri yang akhirnya menemukan kembali ketenangan yang sempat hilang.

1
Ma Em
Bagas tdk tau diri diwaktu dia sakit Maya yg mengurusnya sekarang setelah sehat malah mau menyingkirkan Maya tanpa memberi kompensasi apapun , semoga usaha Bagas yg dia agung agungkan itu bangkrut dan menerima karma yg sangat menyedihkan karena sdh berkhianat .
SulSya
👍terimakasih kk penyemangat maya
Ma Em
Ayo Maya bangkit tunjukan pada Bagas bahwa tanpa dia Maya bisa cari uang dan sukses , buat Bagas menyesal karena sdh menceraikan mu Maya .
Ma Em
Alhamdulillah Maya selamat dan ada orang yg menolong .
Ma Em
Maya kamu kok bisa kalah dari Bagas sampai ngemis ngemis bikin malu saja , semoga Maya bisa sukses balas si Bagas buat dia menyesal dan berlutut minta maaf sama Maya tapi jgn mau untuk memaafkan nya .
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs tegas jgn bisanya cuma nangis itu wanita lemah , Maya hrs berani buat Bagas menyesal setelah ditinggalkan sama Maya .
Ma Em
Thor yg benar nama suami Maya itu sebenarnya Bagas atau Aris jadi bingung , sebentar dipanggil Bagas sebentar dipanggil Aris .
SulSya: Rania mengaku kepada Maya bahwa nama pacar nya itu Aris kepada Maya agar tidak ketahuan sama maya
total 1 replies
Ma Em
Maya kamu jgn cuma nangis cepat bergerak dan selidiki kelakuan Bagas diluar rumah seperti apa kelakuan nya .
SulSya: iya itu, ini malah nangis aja
total 1 replies
SulSya
🙏🙏
Ma Em
Lelaki modelan Bagas yg tdk pantas ditolong sama maya dulu lbh baik biarkan saja dia cacat dan tdk bisa berjalan lagi , sungguh menyebalkan setelah sehat dan mapan malah melupakan Maya yg merawat dan banting tulang untuk membiayai Bagas .
SulSya: bener banget tuh kak, besok kita siksa dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!