Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Mulai memata- matai Bagas
Selepas Bagas keluar dari ruang kerjanya, Suzan nampak diam duduk di kursi meja kerja sambil menatap jam tangan mewah bertatakan berlian pemberian Bagas. Iya, apa yang dilakukan oleh Bagas dengan tiba- tiba memberikan hadiah kejutan untuknya, memang terlihat romantis. Namun tetap saja ada yang mengganjal di benak Suzan yang pada akhirnya kembali membuat kecurigaan terhadap sang suami.
"Apa sebenarnya yang dilakukan oleh mas Bagas di hotel itu...? Dia bilang dia membeli jam tangan di toko langganan kami, tapi kenapa dia ada hotel...?" ucap Suzan dalam hati sambil menatap jam tangan mewah tersebut.
Kemudian Suzan mengambil ponselnya untuk menghubungi toko berlian langganannya.
"Hallo nyonya Suzan..." terdengar suara pemilik toko berlian di ujung telpon.
"Iya hallo... Ehm...maaf, em...ada yang ingin saya tanyakan..." ucap Suzan.
"Ada apa ya nyonya...?'' tanya pemilik toko berlian.
Lalu Suzan menanyakan pada pemilik toko apakah benar Bagas telah membeli jam tangan berlian di tokonya. Dan ternyata memang benar adanya. Pemilik toko bilang, Bagas telah membeli jam tangan di tokonya. Bagas bilang pada pemilik toko dia ingin memberikan hadiah kejutan untuk istrinya.
"Bagaimana nyonya Suzan, apakah anda suka dengan jam tangannya...?'' tanya pemilik toko.
"Oh...iya...suka, jam tangannya bagus..." jawab Suzan.
"Terima kasih nyonya, itu memang jam tangan model terbaru tahun ini, dan tentunya limited edition. Modelnya juga hanya dua macam, nyonya. Dan tuan Bagas mengambil dua buah model sekaligus khusus untuk nyonya Suzan yang tercinta..." ucap pemilik toko.
"Apa...? Suami saya membeli dua buah jam tangan...?'' tanya Suzan yang cukup kaget mendengar penuturan dari sang pemilik toko.
"Iya nyonya, tadinya tuan Bagas hanya mau membeli satu buah, tapi karena yang lain modelnya tidak kalah bagus, dan tuan Bagas bingung mau pilih yang mana, akhirnya tuan Bagas ambil kedua- duanya...." jawab pemilik toko.
Iya, tentu saja Suzan merasa ada yang aneh. Bagaimana tidak, pemilik toko bilang, Bagas membeli dua buah jam tangan, tapi yang dikasihkan padanya hanya satu. Lalu jam tangan yang satunya lagi dia berikan pada siapa...?
"Tapi nyonya Suzan jangan khawatir, saya sudah memberikan potongan harga kok. Apalagi kan tuan dan nyonya Bagas adalah langganan tetap di toko kami..." ucap pemilik toko.
"Oh...i...iya...terima kasih ya..." sahut Suzan.
"Sama- sama nyonya Suzan..." jawab pemilik toko. Dan sambungan telpon pun berakhir.
"Jadi mas Bagas membeli dua buah jam tangan...? Lalu jam tangan yang satunya lagi diberikan pada siapa...?'' tanya Suzan dalam hati sambil menggenggam erat ponselnya.
"Beb...ih ngelamun aja... Aku pangil dari pagi juga..." Alma menepuk pundak Suzan.
Suzan baru sadar jika Alma sudah ada di sebelahnya.
"Nih, minta tanda tangan..." Alma memberikan berkas kepada Suzan.
Bukannya menandatangi berkas, Suzan malah mengacuhkan dan dia memijit keningnya.
"Ada apa lagi sih beb...?'' tanya Alma sambil duduk di kursi di depan meja kerja Suzan.
Suzan menghela nafas. Lalu Suzan menceritakan pada Alma kalau dia baru mendapat hadiah sebuah jam tangan mewah berlapis berlian dari Bagas. Namun setelah ditelusuri, ternyata Bagas tidak hanya membeli satu buah jam tangan, melainkan dia membeli dua buah. Dan entah untuk siapa jam tangan yang satunya lagi.
"Hah...? Ya ampun..." sahut Alma.
"Udah deh beb, secepatnya kamu harus menyewa orang buat mematai- matai suamimu. Biar semua jelas, apa saja yang dilakukan oleh suamimu di luar sana, dan siapa sebenarnya perempuan yang sedang dekat dengannya..." ujar Alma yang sudah yakin seratus persen kalau Bagas sedang menyembunyikan sesuatu dari Suzan.
"Aku punya teman detektif. Apa kamu mau pakai jasa dia...?'' tanya Alma.
Suzan kembali menghela nafas.
"Ya udah kamu kirim nomornya..." jawab Suzan.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Keesokan harinya Suzan menemui detektif yang kemarin dia hubungi. Mereka bertemu di sebuah cafe tak jauh dari perusahaan Hartanto Group.
"Saya sedang mencurigai suamiku. Saya merasa dia menyembunyikan sesuatu dari saya...." ucap Suzan kepada detektif profesional yang duduk berhadapan dengannya.
"Dan saya minta kamu memata- matai suamiku. Cari tahu sedetail mungkin apa yang dia lakukan di belakang saya...." sambung Suzan sambil menatap sang detektif yang bernama Tomi.
"Ini foto suamiku..." Suzan memperlihatkan foto Bagas kepada Tomi.
"Baik bu Suzan..." jawab Tomi sambil menatap foto Bagas.
"Dan ini uang mukanya, setelah kamu menyelesaikan tugasmu dengan baik, saya akan tambah..." Suzan mengeluarkan amplop berwarna coklat berisi sejumlah uang.
"Nanti saja bu Suzan, saya tidak mau menerima bayaran sebelum saya menyelesaikan tugas saya sampai tuntas..." sahut Tomi menolak uang dari Suzan dengan sopan.
Suzan menghela nafas lalu mengangguk.
"Baiklah kalau itu maumu.." jawab Suzan sambil memasukkan kembali amplop berisi uang ke dalam tasnya.
"Saya ingin kamu mulai pekerjaan kamu hari ini juga.Pukul sebelas nanti, suami saya akan meeting dengan klien di luar perusahaan Hartanto Group. Dan kamu bisa langsung mengikuti dia...." ucap Suzan.
"Baik bu Suzan, saya akan bekerja semaksimal mungkin, dan saya akan menginformasikan pada bu Suzan apa yang perlu saya sampaikan..." jawab Tomi.
"Baiklah... Selamat bekerja..." sahut Suzan lalu berjabat tangan dengan Tomi.
"Kalau begitu saya permisi..." ucap Suzan lalu meninggalkan Tomi.
Namun dari meja yang tak jauh dari meja Suzan dan Tomi duduk, ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan keduanya dengan rasa penasaran. Iya, orang itu adalah Bintang yang kebetulan sedang minum kopi juga di cafe tersebut.
Tentu saja Bintang merasa penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Suzan. Iya, Bintang cukup tahu mengenai Tomi. Tomi adalah detektif yang pernah disewa oleh bos Bintang yaitu tuan Anggara untuk memata- matai musuhnya.
Melihat Suzan bersama dengan Tomi, tentu saja Bintang yakin bahwa Suzan sedang menyewa jasa Tomi untuk memata- matai seseorang.
Bintang yang sejak tadi menatap kepergian Suzan dari cafe menghela nafas panjang. Lalu dia menyeruput kopi miliknya tentu saja dengan rasa penasaran yang cukup besar terhadap Suzan yang baru saja menemui detektif Tomi.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Tomi yang ada di dalam mobilnya, tepatnya di depan perusahaan Hartanto Grup, terus menatap ke arah lobby utama menunggu Bagas keluar dari gedung tersebut. Dan ternyata tak lama kemudian orang yang dia tunggu- tunggu keluar juga. Iya, Bagas berjalan bersama Fikri. Namun Fikri pergi ke tempat parkir, sedangkan Bagas menunggu di depan pintu lobby utama menunggu Fikri mengambil mobil.
Tak lama mereka berdua pergi meninggalkan gedung perusahaan Hartanto Group. Mobil Tomi pun mengikutinya dari belakang, tentu saja mengambil jarak cukup aman agar Bagas tidak curiga bahwa ada yang mengikuti mobilnya dari belakang.
Tibalah mobil Bagas di sebuah gedung tempat mereka akan mengadakan meeting. Tepatnya di sebuah cafe mewah di tengah kota. Mobil Bagas berhenti tepat di depan pintu masuk cafe. Lalu Bagas turun, sedangkan Fikri membawa mobilnya ke tempat parkir.
Tomi yang berada di mobilnya tepat di belakang mobil Bagas segera mengambil camera saat melihat Bagas disambut oleh seorang perempuan cantik tepat di depan cafe. Perempuan itu memakai pakaian kantor yang sangat seksi, Yaitu rok mini serta atasan yang memperlihatkan belahan dadanya.
Bagas dan perempuan itu pun saling cipika cipiki lalu perempuan itu menggandeng tangan Bagas dan mereka berdua masuk ke dalam cafe tersebut. Tomi yang sudah mengambil gambar dengan menggunakan kameranya pun merasa puas mendapatkan gambar sesuai untuk diserahkan kepada Suzan.
Namun tentu saja Tomi harus mendapatkan bukti lebih banyak lagi. Dia harus mencari tahu apa saja yang dilakukan oleh Bagas di dalam cafe bersama perempuan seksi tadi.
Setelah memarkirkan mobilnya, Tomi segera masuk ke dalam cafe dan duduk di meja tak jauh dari meja Bagas yang sudah duduk dengan perempuan itu. Tentu saja Tomi juga memesan minuman agar tidak ada yang curiga padanya.
Terlihat di sana Bagas hanya berdua dengan perempuan seksi itu, dan Fikri belum bergabung, karena dia ijin ke toilet terlebih dulu. Tomi kembali siap dengan cameranya. Kali ini Tomi tidak hanya memotret kebersamaan Bagas dan perempuan seksi itu. Tetapi dia juga merekam dalam sebuah video berdurasi beberapa menit.
Tak lama kemudian datang seorang laki- laki berpakaian rapi, memakai jas mewah sama seperti Bagas, dia menyalami Bagas dan perempuan seksi. Dan tak berselang lama Fikri datang. Mereka pun mulai meeting untuk membahas pekerjaan.
Sekitar satu setengah jam meeting selesai. Dan tak ada sesuatu yang terjadi di antara Bagas dan perempuan seksi tadi selain hanya bersalaman satu sama lain. Dan mereka berempat berpisah. Bagas pergi dengan Fikri, sedangkan perempuan seksi itu pergi dengan laki- laki yang datang terlambat tadi.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Suzan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya mendengar notifikasi pesan dari ponselnya.Suzan pun segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Tomi. Dia mengirim beberapa foto.
Suzan kaget melihat Bagas cipika- cipiki dengan perempuan seksi yang tentu saja dia sangat mengenalnya. Iya, perempuan itu adalah Sonia. Foto kedua Bagas terlihat digandeng oleh Sonia masuk ke dalam cafe.
Foto ketiga, Sonia duduk berhadapan dengan Bagas di sebuah meja yang disediakan untuk meeting. Sonia nampak tersenyum pada Bagas, begitu pun juga dengan Bagas yang tersenyum pada Sonia.
Dan setelah itu Suzan juga membuka video berdurasi kurang lebih dua menit. Di sana Bagas dan Sonia terlihat ngobrol dengan akrab dan santai. Sesekali mereka berdua tertawa. Dan yang membuat Suzan kesal adalah Sonia menawarkan minumannya untuk dicoba oleh Bagas.
"Enak nggak...?'' tanya Sonia setelah Bagas mencicipi minumannya.
"Ya enak..." jawab Bagas sambil mengangguk.
"Manis...?'' tanya Sonia sambil tersenyum.
"Ya manis..." jawab Bagas.
"Kalau sama aku manisan mana...?'' tanya Sonia kembali menampilkan senyuman di bibir seksinya.
Bagas hanya tertawa mendengar pertanyaan Sonia.
"Ih malah tertawa... Ayo jawab manisan siapa...?" tanya Sonia jengan nada manja.
"Iya....iya... Manisan kamu deh..." jawab Bagas.
"Yang bener nih....?'' tanya Sonia sambil mencolek pipi Bagas.
"Iya Sonia. Kamu memang perempuan paling manis di dunia ini... Puas kamu..?." jawab Bagas.
Sonia pun tertawa begitu senang mendengar jawaban Bahas. Dan tak lama kemudian datang pria memakai pakaian rapi, memakai setelan jas. Dan tentu saja Suzan kenal dengan laki- laki tersebut. Dia adalah tuan Daniel, yang tak lain adalah bos nya Sonia.
Setelah menyaksikan video berdurasi dua menit yang dikirim oleh Tomi, Suzan mengepalkan kedua tangannya. Dadanya naik turun dan nafasnya memburu. Iya, Suzan tentu saja sangat tidak terima sang suami yang begitu akrab dengan perempuan lain. Dan menurut Suzan itu cukup memalukan.
Padahal selama ini walaupun Suzan sering bertemu klien yang kebanyakan laki- laki, Suzan selalu menjaga jarak dan juga menjaga kehormatan sebagai seorang istri. Dia tidak pernah terlalu akrab dengan klien. Suzan hanya mengenal mereka sebagai rekan bisnis. Suzan selalu bersikap profesional dan tidak pernah sekali pun Suzan bercanda ataupun tertawa- tawa dengan klien. Yang dia bicarakan hanya soal pekerjaan dan tidak ada yang lain.
Tak heran setelah melihat video Bagas yang begitu akrab dan intim dengan Sonia, hati Suzan menjadi panas.
"Untuk saat ini hanya itu saya yang saya dapatkan dari pengintaian saya hari ini bu Suzan..." pesan masuk dari Tomi.
"Baik Tomi, saya tunggu informasi selanjutnya dari kamu. Terus buntuti mereka, cari tahu ada hubungan apa di antara mereka..." Suzan membalas pesan dari Tomi.
Iya, karena menurut Suzan foto dan video yang Tomi kirimkan belum bisa dijadikan bukti kalau Bagas dan Sonia selingkuh. Buktinya masih belum kuat. Maka dari itu Suzan meminta Tomi untuk terus menyelidiki mereka berdua. Karena Suzan sangat yakin bahwa Bagas ada main dengan Sonia.
Bersambung....