Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Pembahasan kedua
pagi ini.Rani tidak ke kampus, jadwal yang lagi-lagi di tunda oleh dosen dengan alasan rapat untuk UTS yang akan datang.
Rani tinggal sendiri dirumah, menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk rebahan,makan, nonton, dan setelah itu mengambil perkerjaan rumah.
Tapi siapa sangka kedua teman Rani berencana ke rumah Rani. Tak berselang itu terdengar ketukan dari balik pintu rumah Rani. Rani langsung membuka pintu dan terkejut dengan kehadiran kedua temannya itu tanpa pengetahuan nya.
"anjing, kaget aku" ucap Rani, siapa coba yang nggak kaget dengan mereka berdua datang tiba-tiba seperti setan aja
"hehehe, sorry namanya juga dadakan" balas Lia
"lain kali kalau mau ke rumah aku, kasih tau dong, main datang-datang aja" kesel Rani dan tetap mempersilahkan temannya masuk kedalam rumah.
"yah udah sana masuk" sambung Rani dan menutup kembali pintu rumah.
Ketiganya berjalan keruang tamu, mumpung Rani sendiri di rumah, jadi mereka bertiga bebas mau ngapain aja..
"ehh, tua nggak pas aku ke toilet. Aku lihat Abang yang kemarin loh" ucap Lia
"di mana?" balas vio antusias
"di aula kampus barang bang putra" jawab Lia
Pembahasan pun di mulai, tapi Rani udah bosan, kenapa tidak lagi-lagi yang di bahas Abang itu yang bahkan Rani tidak tau namanya.
"bahas apa lagi sih, Abang yang mana lagi?" ucap Rani muak
"raniiii, Abang yang kemarin itu loh, yang duduk di samping vio, masa kau lupa" balas Rani dengan gemes, saking gemesnya mata Lia ingin keluar dari tempat nya
"ohhh, nggak bosan apa bahas dia terus" Rani jengah dengan keduanya
"bosen sih, tapi gimana lagi" ucap Lia acuh tak acuh
vio sedari tau hanya menyimak percakapan dua temannya itu, tanpa ada niat untuk ikut nimbrung..
"vio, serius aku mau nanya sama kamu" ucapan Rani dengan nada serius, hal itu membuat vio melihat kearah rani.
"mau nanya apa?" balas vio
" kau beneran suka sama tuh cowok?" tanya Rani penuh penasaran dan kepo
"menurut kamu gimana?" vio malah melempar belik pertanyaan kepada Rani.
"nggak tau, tapi feeling ku berkata kalau kau cukup tertarik dengan pria itu" balas Rani dengan was-was takut vio tersinggung
"memang, tapi tenang aja aku masih waras kok untuk mau jadi pacarnya, orang dia perokok" jawab vio dengan santai
"ohh, ternyata begituu" ucap Rani setelah mendengar perkataan vio
Percakapan pun berakhir, tidak ada pertanyaan lagi, dan menurut Rani juga itu terserah nya vio mau atau tidak nya sama tuh cowok
"ngomong-ngomong tuh cowok nama siapa sih, lupa aku?" ucap Lia
" mana aku tau" balas Rani dengan bahu yang diangkat
"aku nggak nanya ya sama kau" balas Lia dengan nada sinis
"terserah kau aja anjing" ucap Rani dengan muka memalas
"Anton" ucap vio dengan tiba-tiba
"ohh namanya Anton" gumam Rani. namanya juga Rani baru tau nama toh cowok
"lapar nih, makan yuk, tadi aku udah masak" ajak Rani
" yuk yuk yuk, udah lapar juga nih" Lia langsung bersemangat
Setelah makan siang selesai, ketiga sibuk dengan dunia masing-masing, ada yang sibuk nonton tv, ada yang sibuk main handphone dan ada yang sibuk jajan sejak dari tadi.
Jarum jam terus berputar, dan tidak terasa sekarang sore udah tiba,.
"vio pulang yuk, udah sore ini" ucap Lia kepada vio
vio yang mendengar perkataan lia, langsung bangkit dan mengambil tas nya.
"yuk, mumpung angkot ku masih ada" balas vio
"rani, kami pergi dulu yah, thanks makanya dan tumbangnya" ucap vio tidak enak dengan Rani
" santai aja, kaya sama siapa aja" balas Rani
"yah udah sana pergi, hati-hati " sambung Rani dan mengusir kedua temannya itu
"dahhh, see tomorrow" pamit keduanya
tinggal lah Rani sendiri, dan Rani langsung menyelesaikan perkerjaan nya satu persatu sebelum kedua orangtuanya pulang dari perkerjaan....
Capek yah ran, padahal yang bikin berantakan bertiga, ehh yah bersih cuman Rani dong.
Kasihannn, kasihannn....