Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayang Bayang Empat Benua dan Misi Lintas Batas Sistem
Udara pagi di wilayah Lembah Angin Barat, Benua Barat, berhembus sejuk membawa sisa-sisa embun malam yang menempel di ujung-ujung dedaunan. Sejak peristiwa penaklukan mutlak di alun-alun utama faksi cabang Sekte Pedang Surgawi kemarin lusa, seluruh teritori di bawah panji sekte tersebut mengalami perubahan struktur kekuasaan yang sangat drastis.
Para murid dan tetua senior yang dulunya angkuh dan gemar menindas kini berjalan dengan kepala tertunduk penuh rasa hormat setiap kali melintas di dekat Paviliun Utama Kepala Keluarga. Tidak ada lagi suara cemoohan, tidak ada lagi perundungan terhadap para pelayan rendahan, dan tidak ada lagi diskriminasi garis keturunan. Seluruh faksi cabang kini beroperasi di bawah komando mutlak Bai Chen.
Di dalam kamar mewah berlantai giok putih di Paviliun Utama, Bi Xiu duduk bersandar di kursi empuk berlapis sutra. Wajahnya yang selama delapan belas tahun terakhir selalu diliputi guratan keletihan, penderitaan, dan kesedihan kini tampak jauh lebih segar. Tabib-tabib terbaik yang dikerahkan oleh Tetua Gu dan Tetua Ma telah merawat kesehatannya dengan ramuan herbal berkualitas tinggi, memulihkan sirkulasi energi vital di tubuh wanita paruh baya tersebut.
Bai Chen berdiri di dekat jendela kamar, menatap lurus ke arah cakrawala luas di kejauhan barat daya. Angin luar mengibaskan helai rambut hitamnya pelan. Di dalam benaknya, sistem kosmik yang selama ini mendampingi kebangkitannya kembali berdengung pelan, memunculkan deretan teks transparan berwarna kebiruan yang melayang di udara.
[Ding! Selamat kepada Inang karena telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Misi Arc 1: Penaklukan Benua Barat.]
[Status Wilayah: Seluruh teritori Benua Barat berada di bawah kendali penuh Inang.]
[Peringatan Sistem: Energi kosmik Inang saat ini telah mencapai batas jenuh lokal di Benua Barat. Untuk memicu pertumbuhan esensi meridian tahap berikutnya menuju ranah Dao Surgawi, Inang diwajibkan untuk memulai Misi Lintas Benua.]
Sebuah peta holografik tiga dimensi berukuran besar tiba-tiba terbuka di hadapan Bai Chen. Peta itu menggambarkan kontur daratan dunia kultivasi secara utuh, terbagi menjadi lima bagian wilayah utama: Benua Tengah yang megah dan berkilau di pusat, Benua Timur yang diselimuti kabut darah hitam, Benua Utara yang dipenuhi pegunungan es dan menara alkemi, Benua Selatan yang dihiasi kuil-kuil spiritual bercahaya keemasan, serta Benua Barat tempat ia berdiri saat ini yang tampak paling gersang dan kecil di ujung barat.
[Misi Lintas Benua Pertama Diaktifkan: Perburuan Bahan Obat Kuno di Benua Utara dan Benua Selatan.]
[Deskripsi Misi: Untuk memperkuat fondasi esensi jiwa Inang dan mempersiapkan lonjakan kekuatan mutlak, Inang harus melintasi gurun spiritual menuju perbatasan Benua Utara (zona kekuasaan Paviliun Pil Kuno) dan Benua Selatan (zona suci Sekte Buddha) guna mengumpulkan dua bahan obat legendaris: Akar Jiwa Es Seribu Tahun dan Giok Embun Surga.]
[Hadiah Misi: 50.000 Poin Sistem + Membuka Akses Resep Alkimia Tingkat Lanjut.]
Bai Chen membaca detail misi tersebut dengan ekspresi yang sangat tenang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Sistem tidak pernah memberikan misi tanpa alasan yang jelas; pengumpulan dua bahan obat kuno ini bukan sekadar tugas biasa, melainkan langkah krusial untuk membuka kunci metabolisme energi tingkat tinggi sebelum ia melangkah ke ranah Dao Surgawi.
Pintu kamar perlahan terbuka dari luar. Bi Xiu menolehkan kepalanya, menatap putra tunggalnya dengan tatapan penuh kelembutan bercampur rasa khawatir yang tertahan. Selama beberapa hari terakhir, wanita itu menyadari bahwa putranya telah berubah—bukan lagi anak lemah yang bisa diinjak-injak, melainkan sosok penguasa agung yang membuat seluruh petinggi sekte berlutut. Namun, sebagai seorang ibu, nalurinya tetap merasa cemas akan keselamatan anaknya.
"Chen-er..." panggil Bi Xiu lembut, suaranya sedikit bergetar. "Ibu mendengar para tetua di luar berbicara... Apakah benar kau akan meninggalkan benua ini dalam waktu dekat?"
Bai Chen menoleh, membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekati kursi sang ibu. Ia berlutut sebelah kaki di hadapan Bi Xiu, meraih kedua tangan wanita paruh baya itu dan menggenggamnya dengan penuh kehangatan. Hilang sudah aura dingin dan menakutkan dari seorang penguasa Void Dao; yang tersisa hanyalah seorang anak yang berbakti kepada ibunya.
"Ibu, jangan khawatir," ucap Bai Chen dengan nada suara yang sangat menenangkan. "Aku memang harus pergi melintasi benua luar untuk urusan kultivasi dan mencari beberapa bahan obat khusus. Tapi kali ini, situasinya jauh berbeda dari masa lalu. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berani menyentuhmu lagi."
Bai Chen menunjuk ke arah luar jendela, di mana puluhan pengawal elit faksi cabang berdiri siaga menjaga keamanan paviliun dengan tingkat pengamanan tertinggi.
"Tetua Gu dan Tetua Ma telah diperintahkan untuk mengerahkan seluruh sumber daya faksi guna melindungi tempat ini. Selain itu, sebelum aku pergi, aku akan memasang formasi pelindung spasial di sekeliling paviliun ini. Bahkan jika seluruh ahli di Benua Barat bergabung untuk menyerang tempat ini, mereka tidak akan mampu menembus pertahanan sekecil apa pun," lanjut Bai Chen meyakinkan ibunya.
Bi Xiu menatap mata putranya yang memancarkan ketulusan dan keyakinan mutlak. Perlahan-lahan, kerutan kekhawatiran di wajah wanita itu melunak. Ia mengelus lembut kepala Bai Chen dengan penuh rasa sayang.
"Ibu tahu kau anak yang hebat, Chen-er..." bisik Bi Xiu dengan mata berkaca-kaca. "Apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah dengan hati-hati. Ibu hanya ingin melihatmu hidup bahagia dan aman."
"Pasti, Ibu," jawab Bai Chen tersenyum hangat.
Keesokan paginya, suasana di gerbang utama faksi cabang Sekte Pedang Surgawi mendadak diselimuti oleh suasana tegang dan khidmat. Ratusan murid inti, pengawal, serta para tetua agung cabang—termasuk Tetua Gu, Tetua Ma, dan Tetua Ling Yun yang diutus untuk membantu pengawasan—berbaris rapi di kedua sisi jalan, menundukkan kepala dalam-dalam sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
Di tengah gerbang, Bai Chen berdiri mengenakan jubah putih bersih bergaris perak, membawa sebuah kantong spasial kecil di pinggangnya. Di sampingnya, beberapa keperluan perjalanan telah disiapkan.
Sebelum melangkah pergi, Bai Chen mengibaskan tangan kanannya ke udara. Serangkaian simbol matriks energi kosmik berwarna keemasan berpendar terang di udara, lalu melesat turun membentuk kubah transparan tak kasat mata yang menyelubungi seluruh kompleks Paviliun Utama Kepala Keluarga. Itu adalah Formasi Pelindung Spasial Kuantum—sebuah mahakarya pertahanan mutlak yang memadukan hukum fisika modern dengan energi Void Dao.
"Tetua Gu, Tetua Ma," panggil Bai Chen tegas tanpa menoleh ke belakang.
Tetua Gu dan Tetua Ma segera maju dua langkah, menjatuhkan diri berlutut dengan satu kaki lalu merangkapkan tangan di depan dada. "Perintah apa pun dari Tuan Muda, kami siap laksanakan dengan nyawa kami sebagai taruhannya!"
"Jaga ibu saya dengan baik selama saya pergi," perintah Bai Chen. "Jika ada satu goresan pun di tubuh ibu saya sekecil debu ketika saya kembali, ingatlah bahwa jarak ribuan mil tidak akan cukup menyelamatkan kepala kalian berdua dari tanganku."
"Kami bersumpah demi langit dan bumi! Keselamatan Nyonya Besar Bi Xiu adalah prioritas mutlak di atas segalanya!" jawab kedua tetua itu serempak dengan suara bergetar ketakutan.
Bai Chen tidak berkata apa-apa lagi. Ia membalikkan badannya, melangkah tenang meninggalkan gerbang utama faksi cabang. Setiap kali kakinya menapak di atas tanah, tubuhnya melesat maju sejauh puluhan meter dalam sekejap mata, memanfaatkan hukum gravitasi spasial untuk bergerak dengan kecepatan luar biasa.
Ia meninggalkan wilayah pegunungan Sekte Pedang Surgawi, berjalan melintasi perbukitan batu gersang di perbatasan barat, dan bersiap memasuki bentangan luas lautan pasir spiritual yang memisahkan Benua Barat dengan wilayah daratan benua luar.