NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: KELVIN TAN TEROBSESI PADA SINTA DAN CEMBURU BUTA SANG CEO

Setelah kejadian di Polda malam itu, Kelvin Tan tidak lagi mengejar ibuku, Rina Wijaya. Dia tahu ibuku sudah terlalu berani dan Arga terlalu kuat untuk dilawan soal ibuku.

Tapi obsesi pria kaya yang ditolak itu tidak hilang, obsesi itu hanya pindah target.

Target barunya adalah aku. Sinta Wijaya. Anak dari wanita yang menolaknya 17 tahun lalu, yang wajahnya mirip sekali dengan ibunya saat muda, tapi jauh lebih muda, lebih polos, dan lebih cantik.

Dan aku tidak tahu itu sama sekali.

Hari itu adalah hari pertama aku kembali kuliah di UNJ setelah 2 minggu tidak masuk karena pernikahan kontrak dan drama keluarga Wijaya. Arga awalnya melarangku kuliah karena takut Kelvin Tan mengikutiku, tapi aku memaksa karena skripsiku sudah ketinggalan jauh.

"Sinta, Mas antar sampai depan kelas ya, dan bodyguard Mas standby di luar kampus, jangan kemana-mana tanpa izin Mas, mengerti?" kata Arga pagi itu sambil memakaikan jaket mahal ke tubuhku dan mengikat rambutku dengan kuncir kuda, seperti suami yang mengantar anak SD.

"Mengerti Mas CEO posesif," jawabku sambil mencubit pipi Arga yang tampan.

Arga mencium keningku lama di dalam mobil Alphard di parkiran kampus UNJ yang ramai, membuat semua mahasiswi yang melihat teriak histeris karena melihat CEO ganteng mencium mahasiswi penjual gorengan.

"Mas pulang dulu, ada meeting lawan Tan Group lagi. Nanti jam 12 Mas jemput, jangan telat, jangan ngobrol sama cowok lain."

"Iya Mas!"

Aku masuk ke kelas dengan perasaan bahagia, akhirnya bisa jadi mahasiswi normal lagi. Teman-teman kelasku langsung mengerubungiku karena berita viral pernikahanku dengan CEO 2 Triliun.

"Sinta! Gila kamu sekarang jadi Nyonya 1 Triliun! Cincin kamu 10 karat asli?"

"Sinta, suami kamu yang CEO itu beneran posesif ya?"

Aku hanya tersenyum malu-malu menjawab pertanyaan mereka.

Jam 10 pagi, saat jam istirahat, aku pergi ke kantin kampus untuk beli gorengan, makanan favoritku yang sudah lama tidak kumakan sejak tinggal di penthouse mewah.

Saat sedang antre gorengan, seorang pria tinggi dengan kacamata hitam, masker, dan topi, tiba-tiba berdiri di belakangku. Aromanya wangi mahal, sangat familiar.

"Sinta Maharani?" suara pria itu pelan, logat Singapuranya sangat kentara.

Aku berbalik, dan kacamata hitam pria itu turun sedikit, terlihat mata tajam milik Kelvin Tan!

Aku langsung mundur ketakutan, gorengan di tanganku jatuh.

"Anda? Kelvin Tan? Ngapain Anda di sini? Ini kampus saya!"

Kelvin tersenyum, senyum yang menurut orang lain tampan, tapi menurutku mengerikan dan menyeramkan.

"Tenang Sinta, saya tidak akan bawa ibumu lagi. Saya di sini untuk kamu. Saya lihat foto kamu di konferensi pers kemarin, kamu cantik sekali, mirip ibumu 17 tahun lalu, bahkan lebih cantik."

Kelvin mencoba memegang tanganku, tapi aku langsung menepisnya dengan keras.

"JANGAN SENTUH SAYA! SAYA SUDAH BERSUAMI! SUAMI SAYA ARGA WIJAYA!"

"Arga Wijaya? CEO kecil-kecilan itu? Sinta, kamu pantas dapat yang lebih baik dari dia. Dia kasar, dingin, posesif. Saya bisa kasih kamu lebih, saya 10 kali lebih kaya dari dia, saya bisa kasih kamu 10 Triliun kalau kamu mau cerai dari dia dan ikut saya ke Singapura."

Kata-kata Kelvin itu membuat darahku mendidih, dia menghina suamiku!

"UANG BUKAN SEGALANYA! MAS ARGA MEMANG POSESIF TAPI DIA TULUS! DIA SELAMATKAN KELUARGA SAYA! ANDA? ANDA HANYA PENGECUT YANG SUKA FITNAH ORANG!"

Aku berteriak cukup keras di kantin kampus, semua mahasiswa langsung melihat ke arah kami.

Kelvin yang tidak ingin jadi pusat perhatian langsung memakai kembali kacamata hitamnya.

"Sinta, saya kasih kamu waktu pikir, sama seperti ibumu dulu, 3 hari. Kalau kamu mau cerai dari Arga dan ikut saya, saya akan hapus semua kasus ayahmu dan saya akan kembalikan 400 Miliar saham Wijaya Group yang saya tarik. Kalau tidak..."

"Kalau tidak apa?"

"Kalau tidak, saya akan buat Arga Wijaya bangkrut dan saya akan sebar foto-foto kamu yang dijual ayahmu seharga 500 juta dulu ke seluruh media, biar semua orang tahu Nyonya Wijaya 1 Triliun itu dulunya cuma gadis yang dijual ayahnya karena judi. Malu kan?"

Ancaman itu membuat kakiku lemas, air mataku langsung jatuh. Rahasia kelamku yang hanya keluarga tahu, dia tahu juga!

Aku langsung berlari keluar kantin menuju toilet kampus dan mengunci diri di dalam, menangis sesenggukan sambil menelepon Arga.

"Mas... Mas... tolong jemput Sinta sekarang... Kelvin ada di kampus... dia ancam Sinta Mas..."

Di Wijaya Tower, Arga yang sedang meeting penting dengan investor langsung berdiri dan membanting meja sampai semua investor kaget.

"APA? KELVIN ADA DI KAMPUS SINTA? HENDRA SIAPKAN MOBIL SEKARANG! KEPUNG UNJ!"

Arga berlari keluar ruang meeting tanpa peduli meeting 2 Triliunnya, dia berlari seperti orang gila ke parkiran dan mengendarai mobil sportnya sendiri dengan kecepatan 180 km/jam ke arah UNJ, melanggar semua lampu merah.

15 menit kemudian, Arga sampai di kampus UNJ dengan mobil yang mengerem mendadak sampai ban berdecit keras.

Semua mahasiswa berteriak melihat CEO ganteng itu berlari masuk ke dalam kampus dengan jas yang berantakan, tidak ada lagi image CEO dingin.

"SINTA! SINTA DIMANA?"

Arga menemukan aku di toilet wanita, aku masih menangis di dalam bilik toilet yang terkunci.

"Sinta! Buka pintunya! Mas datang! Mas di sini!"

Mendengar suara Arga, aku langsung membuka pintu toilet dan berlari memeluk Arga erat di depan semua mahasiswi yang ada di toilet, tidak peduli mereka melihat.

"Mas... dia ancam Sinta... dia mau sebar foto Sinta dijual 500 juta... dia mau bikin Mas bangkrut... Sinta takut Mas..."

Arga memelukku sangat erat, menggendongku seperti anak kecil keluar dari toilet wanita, tidak peduli itu toilet wanita, dia menerobos masuk.

"Jangan takut sayang, Mas di sini, tidak ada yang boleh sentuh kamu, tidak ada yang boleh ancam kamu. Kelvin Tan akan Mas hancurkan hari ini juga."

Arga membawaku ke mobilnya dan langsung menelepon timnya.

"Hendra, cari Kelvin Tan di sekitar UNJ, dia pakai topi dan masker, tangkap dia dan bawa ke gudang lama Wijaya Group di Bandung! Saya mau bicara empat mata dengan dia!"

"Siap Tuan! Kami sudah lihat dia kabur pakai Alphard hitam ke arah tol!"

Di perjalanan pulang ke penthouse, aku masih menangis di pelukan Arga, tubuhku gemetar.

"Mas, kalau dia beneran sebar foto Sinta yang dijual 500 juta itu gimana? Sinta malu Mas, Sinta tidak mau orang lihat Sinta sebagai cewek murahan yang dijual..."

Arga menghentikan mobil di pinggir tol, mematikan mesin, dan menatapku dengan tatapan yang sangat serius dan penuh cinta.

"Sinta, dengarkan Mas baik-baik. Kamu bukan cewek murahan yang dijual. Kamu adalah pahlawan yang selamatkan ayahmu dengan mengorbankan diri kamu. Kamu adalah wanita paling berani yang pernah Mas kenal. Kalau ada yang berani sebar foto itu dan bilang kamu murahan, Mas akan tutup mulut mereka satu per satu dengan uang 2 Triliun Mas. Mengerti?"

Kata-kata Arga itu membuatku sedikit tenang, aku mengangguk sambil terisak.

"Dan satu lagi, mulai hari ini, kamu tidak boleh kuliah dulu 1 minggu, kamu di rumah saja sama Mama Rina dan Papa Herman. Sampai Kelvin Tan benar-benar Mas habisi. Mas tidak mau ambil risiko kehilangan kamu lagi."

Aku mengangguk, kali ini aku tidak membantah, aku benar-benar takut dengan Kelvin Tan yang terobsesi padaku.

Jam 5 sore, di gudang lama Wijaya Group di Bandung yang sudah kosong sejak kebakaran 10 tahun lalu, Arga bertemu dengan Kelvin Tan.

Gudang itu gelap, hanya ada satu lampu yang menyala di tengah, di mana Kelvin duduk diikat di kursi dengan 10 bodyguard Arga mengelilinginya.

"LEPASKAN SAYA ARGA WIJAYA! KAMU TAHU SIAPA SAYA? SAYA PEWARIS TAN GROUP!" teriak Kelvin dengan wajah yang sudah tidak tampan lagi, wajahnya penuh keringat ketakutan.

Arga berjalan pelan menghampiri Kelvin dengan tangan di saku celana, wajahnya sangat dingin dan mengerikan, seperti malaikat maut.

"Kelvin Tan, saya sudah bilang 2 kali jangan sentuh keluarga saya. Pertama Anda sentuh ayah mertua saya, saya maafkan. Kedua Anda sentuh istri saya di kampusnya, saya tidak akan maafkan."

Arga mengambil foto Sinta yang dicetak besar dari meja Kelvin yang tadi disita bodyguardnya, foto itu adalah fotoku saat di kantin.

"Kamu obsesi sama istri saya ya? Kamu suka istri saya?"

Kelvin terdiam, tidak berani jawab.

Arga langsung meninju wajah Kelvin dengan sangat keras sampai darah keluar dari hidung Kelvin.

"BUK! DIA ISTRI SAYA! MILIK SAYA! BUKAN MILIK KAMU! PAHAM?"

Kelvin menjerit kesakitan, tapi Arga tidak berhenti, dia meninju lagi.

"Kalau kamu berani dekatin istri saya lagi, atau sebar foto dia, saya tidak akan segan-segan bakar Tan Group seperti Tante Mira bakar pabrik saya 10 tahun lalu! Saya akan buat kamu miskin seperti ayah Sinta dulu! PAHAM?"

Kelvin yang kesakitan dan ketakutan akhirnya mengangguk dan menangis.

"Paham... paham... saya tidak akan ganggu Sinta lagi... ampun Arga..."

Arga melepaskan kerah Kelvin dan membuangnya ke lantai.

"Bagus. Sekarang pulang ke Singapura, dan jangan pernah injakkan kaki lagi di Indonesia. Kalau saya lihat kamu di Jakarta lagi, saya tidak akan cuma tinju, saya akan penjarakan kamu seperti Tante Mira."

Setelah itu, Arga pergi meninggalkan gudang dengan napas terengah-engah karena marah dan cemburu.

Malam itu, Arga pulang ke penthouse jam 11 malam dengan tangan yang berdarah karena meninju Kelvin.

Aku yang melihat tangan Arga berdarah langsung menangis dan mengambil kotak P3K.

"Mas berantem sama Kelvin? Mas luka?"

Arga tersenyum dan mencium keningku.

"Tidak apa-apa sayang, ini darah dia, bukan darah Mas. Mas hanya kasih dia pelajaran karena berani ganggu istri Mas."

Aku membalut tangan Arga dengan perban sambil menangis.

"Mas jangan berantem lagi ya... Sinta takut Mas kenapa-napa..."

Arga mengangkat daguku dan menatap mataku dalam.

"Sinta, Mas akan berantem sama siapa pun di dunia ini kalau mereka ganggu kamu. Karena kamu adalah satu-satunya keluarga yang Mas punya sekarang. Janji, jangan pernah tinggalkan Mas ya?"

Aku mengangguk dan memeluk Arga erat.

"Janji Mas, Sinta tidak akan pernah tinggalkan Mas, selamanya."

Malam itu kami tidur berpelukan sangat erat, setelah melewati hari yang penuh ancaman dan cemburu membara.

Tapi apakah Kelvin Tan benar-benar akan menyerah? Atau dia akan kembali dengan cara yang lebih licik dan lebih berbahaya, yaitu dengan menculik Sinta saat Arga lengah?

(Bersambung...

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!