SCANDAL Part II: To Catch a Star
Sinopsis:
Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.
Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.
Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.
"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
...
Hari ke-50 di apartemen eksklusif Gala ditutup oleh atmosfer malam yang begitu tenang. Jam di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul sembilan malam lewat saat kesunyian hunian mewah itu dihangatkan oleh aroma masakan dari arah dapur.
Aira sedang berdiri di depan kompor, sibuk membalik masakan di atas wajan dengan fokus penuh. Malam ini, dia memilih mengenakan dress tidur sutra tipis bertali spageti yang mengekspos punggung mulus serta paha jenjangnya setiap kali dia bergerak. Rambut panjangnya dicepol asal-asalan ke atas, menyisakan beberapa anak rambut yang jatuh di tengkuk indahnya, memberikan kesan rumahan yang luar biasa seksi sekaligus manis.
Pip-pip-pip-pip... Cklek.
Pintu utama apartemen terbuka pelan. Gala melangkah masuk ke dalam ruangan interior yang elegan itu dengan tubuh yang sebenarnya lelah setelah seharian dihajar jadwal syuting yang padat. Namun, langkah kaki sang aktor terbaik langsung terhenti di ambang ruang tamu yang langsung berhadapan dengan dapur
Sorot mata nya terpaku, menatap lurus ke arah dapur open space. Sepasang matanya memuja siluet tubuh ramping Aira yang sedang bergerak telaten menyiapkan makan malam untuknya. Sudut bibir tegas pria itu refleks tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat tulus. Itu adalah pemandangan paling menyenangkan dan menenangkan yang pernah Gala lihat sepanjang hidupnya.
Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dada Gala mendadak berdebar luar biasa kencang, dengan getaran hebat yang bukan lagi dipicu oleh gejolak nafsu biologi, melainkan oleh rasa kepemilikan dan cinta yang teramat dalam.
"Gua harap... sekarang, besok, maupun nanti, pemandangan indah ini tetap menjadi milik gua selamanya. Gak akan ada orang lain yang boleh melihatnya selain gua," gumam Gala dalam hati, menyadari kalau Aira
Gala meletakkan jas nya asal, lalu melangkah sangat lambat tanpa suara di atas lantai marmer, seolah sengaja tidak ingin merusak ketenangan wanitanya. Dia menghampiri Aira dengan gerakan tenang, lalu dari arah belakang, kedua lengan kekarnya yang kokoh langsung menyusup ke pinggang ramping Yaya, memeluk tubuh mungil gadis itu dengan sangat erat hingga punggung polos Aira menempel sempurna pada dada bidangnya. Gala mencondongkan tubuh tegapnya, menempelkan dagunya dengan nyaman di atas puncak kepala Aira yang wangi stroberi.
"sayang, serius banget masaknya, aroma masakannya bikin om laper"
Aira yang sedari tadi fokus menatap wajan langsung terperanjat kaget, tubuhnya menegang sesaat sebelum akhirnya rileks sepenuhnya merasakan kehangatan tubuh Gala yang sangat familier memeluknya.
"Issh... Om mah kebiasaan deh kayak hantu! Masuk gak ada suaranya, gak panggil Yaya dulu... Kan Yaya kaget tahu!" ucap Yaya manja, mengerucutkan bibirnya judes sambil sengaja menyandarkan bobot tubuhnya ke belakang, menikmati dekapan posesif dari sang aktor.
Gala tidak membalas omelan manja tersebut dengan kata-kata. Pria dewasa itu justru terkekeh pelan—suara tawa bariton rendah yang terdengar sangat seksi dan menenangkan di telinga Aira.
Gala mempererat lingkaran tangannya di pinggang Yaya, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam untuk mencium puncak kepala Aira dengan sangat lama, menyalurkan seluruh rasa rindu, lelah, dan rasa kasih sayang yang membuncah di dadanya malam itu.
"masak apa sayang..? " tanya Gala lembut
"masak ayam bakar, sambel jahe kecap pedas, ada juga sop iga om.. " jawab Aira nyengir..
dengan telaten aira menyalin semua nya dalam wadah dan menaruh diatas meja makan melayani Gala sepenuh hati, layaknya potret keluarga bahagia sakinah mawaddah warahma
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘