NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Bara di Celah Guanshan

Meilin terkekeh dingin, sepasang matanya berkilat penuh permainan taktis yang menawan. "Selesaikan dulu persiapan logistik pasukannya, Yang Mulia. Skenario pembersihan tikus-tikus barat... biarkan aku yang menulis naskahnya."

Malam itu, di bawah kerahasiaan total, Lin Meilin menanggalkan seluruh perhiasan dan gaun phoenix mewahnya. Ia mengenakan pakaian pelindung kulit berlapis pelat besi tipis berwarna perak gelap yang pas dengan lekuk tubuh rampingnya, mengikat rambut hitam panjangnya tinggi-tinggi, dan menyelipkan puluhan tabung racun serta jarum perak di balik sabuk taktis militer buatannya.

Dengan keberangkatan pasukan pusat menuju perbatasan barat sebelum fajar menyingsing, Lin Meilin secara resmi keluar dari batas tembok Istana Dingin dan harem dalam, siap menghentakkan seluruh daratan kuno Dinasti Long dengan kejamnya efisiensi strategi militer abad ke-21 di medan pertempuran yang sesungguhnya.

Perjalanan melelahkan selama lima hari melintasi medan berbatu akhirnya membawa pasukan pusat kekaisaran tiba di jantung Celah Guanshan. Pegunungan tinggi yang membatasi wilayah perbatasan barat ini tampak seperti raksasa batu yang diselimuti oleh kabut tebal dan sisa-siga salju yang mencair. Di bawah tebing curam, puluhan ribu tenda militer Pasukan Serigala Hitam telah didirikan dalam formasi pertahanan yang ketat, menciptakan barisan barikade besi yang menahan laju pasukan pemberontak klan Hua.

Di dalam tenda komando utama yang diterangi oleh beberapa obor minyak, atmosfer terasa sangat panas. Lin Meilin berdiri di samping meja kayu besar, mengenakan pakaian pelindung perak gelap tanpa lencana yang mempertegas kesan ramping namun tangguh pada postur tubuhnya. Rambut hitam panjangnya diikat tinggi-tinggi dengan tali kulit, memperlihatkan garis rahangnya yang tegas penuh konsentrasi taktis.

"Yang Mulia, melapor dari tim pengintai depan," Gao Zan melangkah masuk dengan jubah besi yang dipenuhi debu tanah perbatasan, lalu berlutut di hadapan Kaisar Long Feng dan Meilin. "Kavaleri besi Kerajaan Bei bersama sisa pasukan klan Hua telah mendirikan benteng pertahanan utama mereka di seberang sungai lembah. Jumlah mereka diperkirakan mencapai enam puluh ribu prajurit, dan mereka baru saja menerima pasokan tiga ratus gerobak logistik gandum dari wilayah utara sore ini."

Long Feng, yang duduk dengan jubah pelindung berukir naga hitam emas, menyipitkan mata elangnya yang tajam. Aura pembunuh setingkat dewa perang memancar kuat dari tubuh tingginya, memberikan tekanan psikologis yang luar biasa bagi para jenderal tua yang berdiri di sekeliling meja strategi. "Enam puluh ribu... Mereka mengandalkan jumlah untuk menekan kita di koridor sempit ini. Jika kita melakukan serangan terbuka besok pagi, korban di pihak kita akan terlalu besar."

"Maka dari itu kita tidak akan melakukan serangan terbuka, Yang Mulia," potong Meilin datar, suaranya yang jernih seketika memecah keheningan tenda komando.

Meilin melangkah maju, meletakkan jemari lenturnya di atas peta topografi lembah Guanshan. "Kavaleri besi sangat bergantung pada pasokan makanan yang stabil untuk kuda-kuda pertempuran mereka. Tiga ratus gerobak logistik gandum yang baru tiba sore ini adalah denyut nadi mereka. Jika kita memotong nadi tersebut malam ini, moral pertempuran mereka akan runtuh bahkan sebelum matahari terbit besok pagi."

"Tetapi Permaisuri—maksud hamba, Penasihat Taktis," salah seorang jenderal tua angkat bicara dengan nada ragu. "Benteng logistik mereka dijaga oleh dua ribu prajurit elit klan Hua di bawah tebing. Sangat mustahil bagi pasukan kita untuk menyusup tanpa memicu alarm kepanikan massal."

Meilin tersenyum licik, sebuah senyuman menawan yang sarat akan kelicikan seorang mantan agen elit didikan organisasi modern The Ghost. "Dua ribu prajurit tidak ada artinya jika sistem komando mereka buta dan lumpuh sejak awal. Kita tidak akan mengirim pasukan besar. Aku sendiri yang akan memimpin unit komando kecil yang terdiri dari sepuluh pemuda yatim piatu didikanku dari Toko Obat Seribu Penawar untuk melakukan infiltrasi senyap malam ini."

"Tidak! Aku tidak akan mengizinkanmu pergi ke garis depan musuh sendirian, Meilin!" Long Feng langsung berdiri dari kursinya, menghentakkan tangannya ke atas meja dengan kekuatan Qi yang membuat peta kulit kambing bergetar hebat. Mata elangnya berkilat penuh gairah posesif dan ketakutan yang pekat akan keselamatan istrinya. Ia tidak bisa membayangkan jika rubah kecilnya tertangkap atau terluka oleh panah musuh di dalam kegelapan malam.

Meilin tidak mundur setapak pun dari tatapan menekan sang Kaisar. Ia justru berjalan perlahan mendekati Long Feng, mengikis habis jarak di antara mereka hingga pelat pelindung dada perak mereka saling berbenturan halus dengan bunyi berdenting yang nyaring. Meilin mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekat suaminya dengan tatapan yang teramat berani, tajam, dan penuh kendali profesional.

"Yang Mulia, tatap mataku," bisik Meilin dengan nada suara yang rendah namun sangat mengunci. "Di dalam istana belakang, aku adalah permaisurimu yang bisa kau peluk kapan saja. Tetapi di sini, di atas tanah perbatasan yang berdarah ini, aku adalah Penasihat Taktismu. Tugas unit komandoku adalah melakukan sabotase malam menggunakan kombinasi bubuk fosfor peledak ringan dan toksin kimia pelumpuh saraf tanpa bau buatan tokomu. Siasat gerilya modern ini adalah keahlian utamaku. Jika kau memaksakan Pasukan Serigala Hitam untuk maju secara frontal, ribuan nyawa prajuritmu akan melayang sia-sia karena keegoisanmu."

Mendengar argumen logis dan dingin yang keluar dari bibir manis Meilin, seluruh jenderal tua di dalam tenda komando langsung terperangah menahan napas. Belum pernah ada satu pun manusia di daratan Dinasti Long yang berani menceramahi sang Kaisar Dewa Perang dengan nada seberani itu.

Long Feng menatap dalam-dalam ke dalam mata elang Meilin, mencari adanya celah keraguan atau ketakutan. Namun, yang ia temukan hanyalah keyakinan mutlak seorang predator tertinggi yang siap berburu di malam hari. Rasa cinta, kekaguman, dan gairah kepemilikan yang luar biasa besar meledak di dalam dada sang Kaisar, bercampur dengan rasa frustrasi karena ia tidak bisa membantah logika militer istrinya yang teramat sempurna.

Kaisar akhirnya menghela napas panjang, melonggarkan ketegangan otot tubuhnya dengan senyuman tipis yang sangat menawan namun sarat akan dominasi posesif yang pekat. Ia mengulurkan tangannya yang besar, dengan tegas mencengkeram tengkuk leher Meilin dari balik pelat pelindung peraknya, menarik wajah cantik wanita itu dan mendaratkan sebuah kecupan yang dalam, intens, dan penuh dengan janji kepemilikan mutlak di depan para jenderal tuanya yang langsung buru-buru memalingkan wajah mereka ke arah lain.

Cup.

"Baiklah, Rubah Kecil. Kali ini aku memberimu otoritas penuh untuk bergerak," bisik Long Feng dengan suara baritonnya yang serak penuh gairah yang tertahan setelah melepaskan pagutan bibirnya sejenak. "Tetapi dengarkan perintahku baik-baik: Gao Zan bersama lima puluh pengawal bayangan terbaik Pasukan Serigala Hitam akan mengintai dari jarak seratus meter di belakangmu sebagai tim evakuasi darurat. Jika aku melihat ada satu saja goresan luka baru di kulit mulusmu saat kau kembali ke tenda militer pribadiku menjelang subuh nanti... bersiaplah untuk membayar 'pajak keselamatan' yang sangat berat di atas ranjangku sepanjang sisa kampanye perang barat ini."

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!