NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:117.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh

Pagi itu langit tampak cerah. Matahari baru saja naik, memancarkan cahaya hangat yang membuat suasana kota terasa lebih hidup.

Chelsea turun dari bus sambil merapikan tas yang menggantung di bahunya. Hari ini ia datang lebih pagi dibanding kemarin.

"Semangat, Chelsea," gumamnya pada diri sendiri.

Ia tersenyum kecil sebelum melangkah masuk ke lobi perusahaan. Begitu pintu lift terbuka di lantai tempat CEO bekerja, beberapa karyawan langsung menyapanya.

"Selamat pagi, Chelsea!"

"Pagi, Kak!"

Siska muncul sambil membawa secangkir kopi.

"Wah, sekretaris kesayangan bos datang."

Chelsea langsung menggeleng. "Jangan mulai deh, Kak."

Dion yang baru keluar dari ruangannya ikut menyahut. "Katanya kemarin bos sampai makan brokoli gara-gara kamu."

Chelsea menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Itu jangan diungkit lagi, Kak."

"Kenapa? Itu prestasi."

"Prestasi apanya?"

"Belum pernah ada yang berhasil nyuruh Pak Noah makan sayur."

Satu ruangan langsung tertawa. Chelsea hanya bisa menghela napas pasrah.

Belum sempat membalas, pintu ruang CEO terbuka. Noah keluar dengan setelan jas abu-abu yang rapi.

"Selamat pagi."

"Pagi, Pak!" jawab semua karyawan hampir bersamaan.

Tatapan Noah berhenti pada Chelsea. "Masuk sebentar."

Chelsea buru-buru mengangguk. "Iya, Pak."

Begitu memasuki ruangan, Noah langsung menyerahkan sebuah map.

"Hari ini kita meeting dengan perusahaan Aurora Group."

Chelsea menerima map itu. "Baik, Pak."

"Kamu yang akan menjelaskan profil kerja sama."

Chelsea spontan membelalakkan mata. "Saya?"

"Iya."

"Tapi ... saya masih baru."

Noah mengangguk tenang. "Justru karena itu."

Chelsea masih tampak ragu. "Pak ... kalau saya salah bagaimana?"

Noah tersenyum tipis. "Saya tidak memilih orang secara asal."

Kalimat sederhana itu entah mengapa membuat rasa gugup Chelsea perlahan menghilang. "Terima kasih atas kepercayaannya, Pak."

"Saya yakin kamu bisa."

Chelsea mengangguk mantap. "Saya akan berusaha sebaik mungkin."

Satu jam kemudian mereka sudah berada di ruang rapat besar. Ruangan itu dipenuhi beberapa direktur dan pimpinan dari perusahaan rekanan. Chelsea menarik napas panjang sebelum presentasi dimulai.

Noah yang duduk di sampingnya berbisik pelan. "Gugup?"

"Sedikit."

"Anggap saja mereka semua sedang mendengarkan cerita."

Chelsea tertawa kecil. "Kalau ada yang tidur?"

"Itu berarti presentasimu kurang menarik."

Chelsea menatap Noah sambil tersenyum. "Bapak ternyata suka bercanda."

"Kadang-kadang."

Tak lama layar proyektor menyala. Chelsea berdiri di depan. Seluruh mata langsung tertuju padanya.

Ia menarik napas sekali lagi. "Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian."

Suaranya terdengar tenang. Perlahan demi perlahan rasa gugupnya menghilang.

Chelsea mulai menjelaskan profil perusahaan, target kerja sama, hingga strategi yang telah disiapkan. Bahasanya jelas. Penyampaiannya runtut.

Sesekali ia memberikan senyuman yang membuat suasana rapat terasa lebih hangat. Beberapa pimpinan perusahaan lain mulai mengangguk-anggukkan kepala.

Ada yang mencatat. Ada pula yang mengajukan pertanyaan. Semuanya mampu dijawab Chelsea dengan baik.

Noah memperhatikannya tanpa berkedip. Dalam hati ia tersenyum bangga. Gadis yang kemarin salah tingkah karena mengira dirinya pria tua, kini berdiri dengan penuh percaya diri di depan puluhan orang. Saat presentasi selesai, tepuk tangan memenuhi ruangan.

"Presentasi yang luar biasa."

"Sangat jelas."

"Penjelasannya mudah dipahami."

Chelsea sedikit terkejut mendengar pujian itu. Ia membungkukkan badan sopan. "Terima kasih."

Salah satu CEO dari perusahaan rekanan tersenyum ramah. "Pak Noah."

"Iya?"

"Kalau semua sekretaris seperti Nona Chelsea, saya juga ingin punya sekretaris seperti itu."

Ruangan langsung dipenuhi tawa kecil.

Noah ikut tersenyum. "Maaf."

"Kenapa?"

"Dia tidak dijual."

Semua orang kembali tertawa. Chelsea sampai menundukkan kepala karena malu.

Meeting berakhir menjelang siang. Kerja sama berhasil disepakati. Suasana yang tadinya formal berubah menjadi jauh lebih santai ketika semua orang berkumpul di restoran hotel untuk makan siang.

Chelsea duduk di samping Noah sambil menikmati makanan. Kali ini justru Noah yang lebih dulu mengambil sayur. Chelsea melirik diam-diam. Lalu tersenyum geli.

Noah menyadarinya. "Apa?"

"Nggak apa-apa, Pak."

"Kamu sedang menertawakan saya?"

Chelsea buru-buru menggeleng. "Saya cuma senang."

"Karena?"

"Bapak benar-benar makan sayur."

Noah mengangkat garpunya. "Katanya harus sehat."

Chelsea tertawa pelan. "Iya juga."

Seorang CEO lain yang duduk di seberang mereka memperhatikan interaksi keduanya sejak tadi. Pria paruh baya itu tersenyum jahil. "Pak Noah."

"Iya?"

"Saya baru sadar."

"Apa?"

"Kalian berdua cocok."

Chelsea yang sedang minum langsung tersedak. "Uhuk ... uhuk ...."

Noah buru-buru menyodorkan segelas air. "Pelan-pelan makannya."

Chelsea menerima gelas itu dengan wajah memerah. "Terima kasih, Pak."

CEO tadi tertawa lepas. "Nah, lihat kan?"

"Melihat apa?" tanya Noah tenang.

"Chemistry."

Beberapa orang di meja langsung ikut tertawa.

"Aduh, Pak ...."

"Saya serius."

Chelsea hanya bisa menunduk sambil tersenyum malu.

CEO itu melanjutkan, "Saya kira kalian bukan atasan dan sekretaris."

"Lalu?" tanya Noah.

"Lebih mirip pasangan yang baru jadian."

Seketika meja makan dipenuhi gelak tawa. Chelsea sampai tidak tahu harus menjawab apa. Pipinya memerah. Ia hanya tersenyum kecil sambil memainkan sendok di tangannya.

Noah justru tetap tenang. "Saya rasa Bapak terlalu banyak membaca novel online karya mama reni."

"Kalau memang belum, ya tinggal tunggu waktunya."

"Pak ...." Chelsea akhirnya bersuara pelan.

"Iya?"

"Saya jadi malu."

Ucapan polos itu membuat semua orang kembali tertawa.

CEO tadi mengangguk puas. "Lihat? Lucu sekali."

Noah hanya menggeleng pelan. "Chelsea memang mudah panik."

Chelsea langsung protes. "Saya nggak separah itu, Pak."

"No?"

Chelsea berpikir beberapa detik. "Ya, mungkin sedikit."

Semua orang kembali tertawa. Suasana makan siang berlangsung sangat hangat.

Obrolan berganti dari urusan pekerjaan menjadi pengalaman lucu selama menjadi pemimpin perusahaan.

Chelsea lebih banyak mendengarkan. Sesekali ia ikut tertawa. Beberapa pimpinan bahkan kembali memujinya.

"Nona Chelsea, usia muda tapi cara presentasinya sangat matang."

"Terima kasih, Pak."

"Pak Noah beruntung."

Noah mengangguk singkat. "Saya juga berpikir begitu."

Chelsea menoleh. Ia tidak menyangka Noah akan mengatakan itu secara langsung. "T-terima kasih, Pak."

"Terus pertahankan."

Senyum Chelsea semakin lebar. Pujian sederhana itu terasa jauh lebih berarti dibandingkan tepuk tangan yang tadi ia terima.

Dalam perjalanan kembali ke kantor, Chelsea masih memandangi pemandangan di luar jendela mobil. Hari ini benar-benar terasa berbeda.

Kemarin ia hampir mati malu karena mengira bosnya pria tua. Hari ini, ia justru berhasil mempresentasikan kerja sama di depan banyak pimpinan perusahaan.

1
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya baik Dina dan Zoya juga ga akan terima dengan keputusan si Farhan sih ini
Sugiharti Rusli
mungkin kalo dulu dia langsung berikan ke Hana, ibunya pasti juga menentang keras, padahal Farhan juga tahu kalo Arsaka bahkan sudah memberikan Hana rumah yang jadi impiannya sejak mereka menikah
Sugiharti Rusli
padahal Farhan hanya melakukan apa yang seharusnya sudah dia lakukan sejak dulu yah, selama ini hatinya pasti ga tenang
Sugiharti Rusli
ga aneh yah kalo si mama Meri sama Dina dan Zoya bisa sama pemikirannya yah, mereka satu circle dalam pemikiran sih,,,
Patrick Khan
knp q yg deg deg ya
Patrick Khan
ayo kawan bantu q buang zoya ke laut amazon..emak zoya juga buang 🤬🤬🤬🤬klo emak nya farhan terserah dah🤬🤬🤬
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!