NovelToon NovelToon
Akulah Pewaris Sesungguhnya

Akulah Pewaris Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Sisi

Setelah rapat dan Sean pergi, Celline pergi ke kantin perusahaan Dirgantara.

"Hhhmmm akhirnya bisa bersantai di sini," gumam Celline sambil menikmati seporsi siomai kesukaannya.

"Kak, boleh jus alpukat tanpa gula satu ya," pesan Celline saat pelayan kantin melewati nya.

"Siap," balas pelayan itu tersenyum.

Suasana kantin sangat ramai karena bersamaan dengan jam istirahat.

Celline mengunyah sambil mengulum senyum sendirian. Karyawan Dirgantara yang duduk di dekat nya memandang aneh dengan keberadaan Celline di sana.

"Cantik-cantik kok senyum sendirian? Jangan-jangan dia stres ditinggalin cowok nya," bisik-bisik orang yang duduk di meja yang sama dengan Celline.

Sementara dalam otak Celline membayangkan cowok es balok yang beberapa hari terakhir berada di dekat nya.

"Akhirnya kesempatan itu datang, Sean Rahardjo," gumam Celline dalam benak.

"Boleh gabung? Sepertinya anda bukan karyawan Dirgantara?" seorang cowok duduk di depan Celline. Celline tersenyum ramah, kemudian melihat sekeliling.

'Ramai nih, saatnya aku pergi,' batin Celline

"Silahkan, aku sudah selesai kok," Celline meneguk jus yang tinggal seteguk.

"Loh, kok main pergi aja? Kenalan aja belum," seru cowok itu mencoba menghalangi kepergian Celline.

"Sorry, aku masih ada keperluan," Celline menolak halus.

Celline pergi dari kantin.

"Pas nih timing nya. Mumpung sepi," Celline menyelinap ke lift khusus. Tak lupa mata Celline menengok ke segala arah untuk memastikan situasi aman dan terkendali.

Celline menghela nafas lega, yakin jika tak ada yang melihat. Seperti maling yang mencari tempat aman setelah terpergok mencuri.

Sampai di lantai teratas, Celline berjalan santai ke meja sekertaris yang terletak di samping ruangan pimpinan.

"Kak," sapa Celline perlahan.

Sekretaris cantik itu mendongak melihat siapa yang datang.

"Wah, angin apa nih yang membawa nona cantik ke sini?" sapa wanita anggun itu menyambut kedatangan Celline.

"Apa kabar kak?" Celline menghampiri.

"Sepertinya ada udang di balik batu nih?" gurau sekretaris yang bernama Wina itu. Celline terkekeh.

"Daddy ada?" tanya Celline.

"Sepertinya tuan sedang makan siang di ruangan," bilang Wina.

"Makan bekal dari istri tercinta seperti biasanya?" sambung Celline bertanya.

"Tentu saja," jawab Wina terkekeh.

"Uncle di mana?" tanya Celline berikutnya.

"Tuan Anton?" tanya balik Wina memastikan.

"Siapa lagi kalau bukan uncle Anton," balas Celline.

"Di jam istirahat begini, mana mungkin mereka berdua keluar ruangan Nona? Mereka berdua bucin sekali kepada meja kerjanya," seru Wina melucu.

"Budak korporat," olok Celline.

"Nona juga nggak jauh beda sama mereka, sekarang jarang sekali main ke sini. Sibuk kerja? Atau sibuk ngejar cowok nih," Wina meledek Celline.

"Hussssttt... Jangan keras-keras, ntar Daddy tahu," ujar Celline tergelak.

"Wina, kamu sama siapa? Kalau nggak mau kerja, pulang sana!" suara bariton terdengar dari ruang sebelah.

Hanya penghuni lantai teratas lah yang kenal siapa Celline.

"Bilang sama dia, kalau nggak mau masuk ruangan ku suruh pergi saja," suara bariton itu terdengar lagi.

"Masuk Non. Aku belum mau diusir dari perusahaan ini. Rugi melewatkan gaji besar di pelupuk mata," suruh Wina bercanda.

Wina, seorang wanita cantik nan anggun. Dan yang istimewa dari Wina adalah pandai menempatkan diri dan profesional, bisa menjaga batas hubungan antara atasan dan bawahan. "Oke kak, aku masuk. Daripada terusir," Celline melangkah menuju ruangan paling besar di lantai itu.

Ceklek, handel pintu tergerak.

"Sayang, akhirnya kamu kangen sama Daddy juga. Daddy mu ini selalu tersiksa saat kamu pura-pura tak kenal saat bertemu," pria setengah baya yang masih gagah di usianya itu menyambut kedatangan Celline.

"Lebay banget Daddy," Celline memeluk erat orang yang beberapa jam yang lalu sudah bertemu tapi dengan suasana berbeda.

"Tumben? Ada yang perlu Daddy bantu?" sambut tuan Dirga.

Ya, Celline adalah putri tunggal pengusaha sukses itu. Celline yang tak mau memakai nama besar tuan Dirga, bahkan Celline bisa masuk perusahaan Rahardjo bukan karena koneksi tapi karena lolos seleksi ketat.

"Nggak ada Dad, Celline mampir aja. Habis rapat sudah tak ada kegiatan. Sean pergi duluan," cerita Celline.

"Kamu suka sama Sean?" tebak tuan Dirga. Semburat merah di putri kecilnya itu sudah bisa menjawab semua.

"Tak usah kamu jawab pun, Daddy sudah tahu," lanjut tuan Dirga terkekeh.

"Kamu sudah dewasa sayang, sudah tahu mana pria baik dan mana yang bukan," seru tuan Dirga

"Daddy nggak marah?" tanya Celline memastikan.

"Ngapain marah?" tanggap tuan Dirga. Sean pemuda yang bertanggung jawab pada keluarga nya, dan pandai berbisnis. Insting bisnisnya kuat, dan tuan Dirga yakin jika Sean akan sukses nantinya.

"Jadi Daddy setuju, seandainya aku mengejar Sean?" tanya Celline dengan harap cemas.

"Apapun pilihanmu sayang, selama itu baik Daddy akan dukung," ujar tuan Dirga.

"Ntar malam pulang lah. Mommy kangen sama kamu," pinta tuan Dirga.

Selama ini Celline memilih hidup mandiri dan Daddy menyetujui karena ingin menempa sang putri dengan segala aral rintangan, agar nantinya Celline terbiasa menghadapi masalah dan bisa menyelesaikan saat memimpin Dirgantara Grub.

"Oke Dad, Celline langsung ke rumah aja," setuju Celline.

"Hhhmmm baiklah. Hati-hati," pesan tuan Dirga.

Saat Celline hendak keluar kebetulan berpapasan dengan Anton yang hendak masuk ke ruangan sang bos.

"Wah... Wah...uncle sampai tak mengenali kalau ada cewek cantik datang," sapa Asisten Anton menggoda Celline.

"Idih, lebay," balas Celline.

"Celline pergi Dad, Uncle," Celline pamit kedua kalinya.

"Oke, ttdj... Hati-hati di jalan," pesan uncle Anton, dijawab anggukan Celline.

.

Sean duduk tak bergeming sejak tuan Abimanyu dan Yola pergi.

"Sean, jangan kamu tanam dendam di hati. Kamu akan hancur dengan itu," mama duduk di samping sang putra sambil menasehati

"Buktikan kalau kamu lebih baik dari mereka. Bukan kah mama tak mengajari kamu untuk membenci orang lain," lanjut mama.

"Mama akui, mama sempat kecewa dengan papa kamu. Tapi seiring berjalannya waktu, mama perlahan paham, bahwa kita tak boleh berharap terlalu banyak pada manusia,"

"Cinta, pengorbanan tak akan dianggap oleh orang yang tak menghargai kita," sambung mama.

"Lupakan masa lalu, lalui hari ini dan songsong masa depan lebih baik. Jadilah pria sejati yang setia pada satu wanita," nasehat mama berasa adem di telinga Sean. Perlahan emosi Sean menurun.

"Kamu nggak lapar? Mama yang cuman lihat kamu emosi saja merasa lapar," gurau mama.

Sean masih diam.

"Tuh, bibi masak makanan yang kamu suka," arah mata mama Sean tertuju ke meja makan.

"Sean janji Mah. Sean akan berusaha menjadi orang yang lebih baik ke depan nya," ucap serius Sean.

Sean memeluk mama. Pelukan mama nya adalah obat gundah yang mujarab bagi Sean Rahardjo. Meski rasa benci terhadap papa, Yola dan Kevin tak bisa bilang begitu saja, tapi setidaknya hatinya sedikit tenang karena ada mama di sisi.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Go to contract guyssss... 😊

1
lin sya
smgt mama sean nikmatin hdup, buat apa pnya hrta klo gk digunain buat kesenangan diri, klo prlu cari berondong atau hot daddy sm geng mak2😄
lin sya
aku harap mamanya sean bneran cerai, jgn smpai krn abimanyu menyesal krn kebongkar kejahatan yola, papanya sean kan doyan cwek, dan gk ada cinta kemama nya sean utk apa dipertahankan, kira2 kpn papanya sean sadar ya/Smile/
Titien Prawiro
Kevin Yola dipenjara yg lama thor, Yola keluar penjara rambut putih siapa yg mau sama pelakor tua.
Titien Prawiro
Cellin beli berlian kenapa Yola iri, dia gk tahu Celline orang kaya. kepanasan hatinya. dasar pelKor kamu Yola,
Titien Prawiro
Good job Sean, buang Kevin dan ibunya, jangan simpan sampah.
lin sya
kira2 trbongkar gk ya, krn golongan darah kevin dan abimanyu berbeda, klo abimanyu gk peka kevin bkn anaknya brrti otaknya oding🤭, smga aj kbngkar kejahatan marco dan yola biar satu jeruji, pngen liat wajah penyesalan abimanyu yg udh sia2kan sean dan mamanya
lin sya
trnyata kevin bkn darah daging abimanyu, klo swtu saat posisi sean trdesak tes dna aj. klo trbkti bkn saudara seayah jd kevin gk pnya kuasa atas hrta sean dan bikin abimanyu menyesal bntr lgi jd duda tp hobby selingkuh🤭
lin sya
tnpa hrta dan kekuasaan yola dan anaknya bagaikan semut, tp sombongnya minta ampun, hrsnya sean jgn trrlu ringan menghukum gundik papanya, sean kan udh jdi pewaris bikin aj papanya gk pnya materi biar ngerasain dri bwh🤭
Tania Luvia
lanjut 👍
Tania Luvia
lanjut Thor, biarkan Yola menyingkirkan saja 😄
Tania Luvia
keren thor
Tania Luvia
sukses selalu thor, semangat
Tania Luvia
sepi thor💪
Tania Luvia
ngopi sambil mencari inspirasi bagus juga Thor 🤭
Tania Luvia
lanjut👍
Tania Luvia
lanjut thor🤭
Lee Mba Young
Anak laki kl gk punya kuasa gk bisa ngapa ngapa in kl bpk nya selingkuh. lihat Sean gk bisa misahin yola dng bpk nya.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
Lee Mba Young
Berarti Sean gk punya kuasa 😄. lihat papa nya bawa gundik saja dia gk bisa misahin kok.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.
Tania Luvia
Celline ternyata putri CEO yang tersembunyi🤣
Tania Luvia
gundik gilaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!